<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795</id><updated>2012-02-13T22:54:03.078-08:00</updated><category term='Minuman Keras Buatan Asli Indonesia'/><category term='Belajar dari Brazil yang Sukses Menjaga Hutan'/><category term='Amerika Serikat kucurkan Dana US$1'/><category term='Gemuk penyebab kematian'/><category term='illegal logging'/><category term='KERUSAKAN HUTAN'/><category term='masyarakat adat bicara di GCF'/><category term='hutan'/><category term='kotoran gajah'/><category term='Tips Membuat Jinak  Satwa Liar'/><category term='Di Kota Palangka Raya Program REDD Plus Kembali dibahas lagi'/><category term='5 juta untuk REDD Plus di Indonesia'/><category term='tsunami jepang'/><category term='bahaya memakai laptop'/><category term='model sepatu'/><category term='Ambisi Bangsa Inca Begitu Dahsyat'/><category term='orang indonesia suka terilambat'/><category term='Amerika Serikat Memberi Dana 1'/><category term='Sakit Maag dan Tifus'/><category term='faktor pembentukan hutan'/><category term='hutan sekunder'/><category term='Korban Tsunami Jepang'/><category term='Obat Pilek yang Mujarab'/><category term='Poros bumi bergeser'/><category term='Proyek Pembuatan Hutan Di Gurun Sahara'/><category term='wanita fleksibel'/><category term='perkembangan suksesi sekunder'/><category term='bersepeda picu serangan jantung'/><category term='Gempa Jepang Bikin Poros Bumi Bergeser 25 cm'/><category term='Pertemuan Governors Climate Change (GCF) di Palangka Raya tidak dihaidri Gubernur dari Luar Negeri'/><category term='5 Juta Dollar untuk Kehutanan Indonesia'/><title type='text'>Blog IRWANTOshut</title><subtitle type='html'>belajar dari hutan, alam dan orang bijaksana</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>79</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-6042775943619494943</id><published>2011-09-28T00:02:00.000-07:00</published><updated>2011-09-28T00:06:09.460-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hutan'/><title type='text'>Indonesia jadi Miskin Tanpa Hutan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;                                         &lt;span class="cop1"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.net/carbon_trade_indonesia_forests.html" target="_blank"&gt;&lt;img style="width: 383px; height: 301px;" src="http://www.irwantoshut.net/pict-rain-forest.jpg" alt="rain forest carbon trade" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Presiden Susilo Bambang  Yudhoyono (SBY) menyatakan, keberadaan hutan sangat penting untuk  menyimpan keanekaragaman hayati dan keajaiban dunia hewan. Menurut SBY,  tanpa hutan maka kondisi masyarakat Indonesia akan sangat miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Jika  bukan karena manfaat yang hutan berikan  maka masyarakat kita  akan jauh lebih miskin," ungkap SBY ketika berpidato pada Konferensi  Hutan Indonesia yang bertemakan "Alternatif Masa Depan untuk Memenuhi  Tuntutan Makanan, Serat, Bahan Bakar, dan Pengurangan Emisi dari  Deforestasi dan Degradasi Hutan di Negara Berkembang (REDD+)", di Hotel  Shangri-La, Jakarta, Selasa (27/9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY mengatakan, seperti banyak negara lain yang diberkati dengan hutan  tropis maka Indonesia juga menghadapi tantangan berkelanjutan dalam  mengelola sumber daya hutan. Ia berpesan, keberhasilan mengelola hutan  saat ini akan menentukan masa depan anak cucu di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Inti pesan saya hari ini adalah bahwa keberhasilan kita dalam mengelola  hutan akan menentukan masa depan kita dan anak-anak kita," tegas Ketua  Dewan Pembina Partai Demokrat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga menyadari, saat ini hutan terus menghadapi masalah dan  tantangan besar. "Duniapun menghadapi tantangan perubahan iklim dan  degradasi lingkungan. Pemanasan global semakin mengancam kehidupan dan  bahkan kelangsungan hidup," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konferensi ini diprakarsai oleh Center for International Forestry  Research (CIFOR), sebuah organisasi internasional yang berpusat di  Bogor, Jawa Barat. Hasil konferensi ini akan disebarkan secara online  kepada khalayak dunia, termasuk mereka yang akan menghadiri Konferensi  Perubahan Iklim atau COP 17 di Durban, Afrika Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadir dalam konferensi ini, antara lain, Menteri Lingkungan Hidup dan  Pembangunan Internasional Norwegia Erik Solheim, Utusan Khusus bidang  Perubahan Iklim Bank Dunia Andrew Steer, dan Menteri Negara bidang  Lingkungan Hidup, Pangan dan Urusan Pedesaan Inggris Jim Pace. Pada  pukul 09.00 WIB, sebelum memberikan pidato kunci, Presiden SBY  didampingi Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menerima Menteri LH Norwegia  Erik Solheim.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Source : http://www.jpnn.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-6042775943619494943?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/6042775943619494943/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/09/indonesia-jadi-miskin-tanpa-hutan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/6042775943619494943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/6042775943619494943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/09/indonesia-jadi-miskin-tanpa-hutan.html' title='Indonesia jadi Miskin Tanpa Hutan'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-984494739770297554</id><published>2011-09-27T23:13:00.000-07:00</published><updated>2011-09-27T23:18:31.215-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KERUSAKAN HUTAN'/><title type='text'>Presiden Dedikasi Tiga Tahun Terakhir untuk Hutan Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="http://www.orangutan.org/wp-content/uploads/2010/03/eia-3.jpg" src="http://www.orangutan.org/wp-content/uploads/2010/03/eia-3.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima kunjungan kehormatan Menteri  Negara bidang Lingkungan Hidup, Pangan, dan Urusan Perdesaan Inggris Jim  Paice (kiri) dan Menteri Lingkungan Hidup dan Pembangunan Internasional  Norwegia Erik Solheim (tengah) sebelum acara pembukaan Konferensi  Kehutanan Indonesia di Jakarta kemarin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA – Presiden Susilo  Bambang Yudhoyono (SBY) berjanji akan mendedikasikan tiga tahun terakhir  pemerintahannya untuk menjaga kelestarian hutan tropis Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komitmen  ini diwujudkan dalam bentuk kebijakan yang prolingkungan terutama  hutan. Presiden mengungkapkan, kesuksesan Indonesia dan dirinya dalam  menjaga hutan sekarang ini akan sangat menentukan masa depan generasi  mendatang. Hutan tropis Indonesia tidak hanya berperan besar dalam  mengurangi polusi udara dunia, tapi juga menjadi sumber kehidupan  ekonomi dan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya akan melanjutkan kerja dan dedikasi  selama tiga tahun terakhir masa pemerintahan saya untuk mencapai hasil  abadi dalam menjaga dan memperkaya lingkungan dan hutan Indonesia,”  tutur Presiden SBY pada acara Konferensi Kehutanan Indonesia di Jakarta  kemarin. Sebagai komitmen untuk menjaga lingkungan, Presiden SBY  berjanji tidak akan mengorbankan kelestarian hutan demi tujuan  ekonomi.Mantan Menteri Pertambangan dan Energi tersebut mengemukakan,  manajemen pengelolaan hutan terkait erat dengan kehidupan rakyat,  perubahan iklim, ketahanan pangan, dan energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan alasan  itulah, pemerintah perlu mengambil inisiatif untuk menggandeng  stakeholder dalam mengelaborasi kepentingan ekonomi dan lingkungan. ”Di  kemudian hari, saya tidak ingin bercerita kepada cucu saya,Almira,bahwa  kita tidak bisa menyelamatkan hutan dan orang-orang yang tergantung pada  hutan,”tandas Presiden. Sementara itu, Menteri Koordinator bidang  Perekonomian Hatta Rajasa menjelaskan, kebijakan ekonomi Indonesia  selalu menggabungkan antara kepentingan ekonomi dan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatta  juga menegaskan pemerintah konsisten dengan roadmappelestarian  lingkungan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan optimistis target pemerintah  untuk menurunkan emisi karbon sebesar 26% pada 2020 bakal  tercapai.Upaya mencapai target tersebut antara lain ditempuh melalui dua  kebijakan strategis yang saling mendukung. Kebijakan pertama adalah  moratorium pembukaan lahan hutan alam primer dan lahan gambut seluas 72  juta hektare untuk jangka dua tahun. Kedua, program penanaman semiliar  pohon yang telah dilaksanakan tahun lalu dan akan berlanjut tahun depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun  lalu angkanya bahkan melampaui target menjadi 1,5 miliar pohon.  ”Melalui kebijakan moratorium yang ditunjang penanaman semiliar pohon,  saya yakin target penurunan emisi bisa lebih dari 26% bahkan mencapai  40%,”ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.seputar-indonesia.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-984494739770297554?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/984494739770297554/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/09/presiden-dedikasi-tiga-tahun-terakhir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/984494739770297554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/984494739770297554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/09/presiden-dedikasi-tiga-tahun-terakhir.html' title='Presiden Dedikasi Tiga Tahun Terakhir untuk Hutan Indonesia'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-8488233448808261580</id><published>2011-09-27T23:07:00.000-07:00</published><updated>2011-09-27T23:12:48.424-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='illegal logging'/><title type='text'>ILLEGAL LOGGING PADA KAWASAN HUTAN KONSERVASI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="width: 270px; height: 270px;" alt="http://assets.wwf.org.uk/img/illegal_logging_400_1_6926.jpg" src="http://assets.wwf.org.uk/img/illegal_logging_400_1_6926.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kerusakan hutan di Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara khususnya  di hutan konservasi disebabkan aksi perambahan dan penebangan liar. Luas  hutan konservasi yang mencapai 37 persen dari luasan wilayah hutan di  Konawe Selatan, mencapai 80,415,  adalah salah satu jenis hutan yang  mendapat perhatian atas kerusakan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sultra yang menjadi  penanggungjawab atas perlindungan melakukan koordinasi lintas sektoral  dengan menggelar rapat pembahasan rencana pengelolaan jangka menengah  kedua (RPJM II) Suaka Margasatwa di Konawe Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertemuan itu terungkap,  kurangnya penjagaan hutan konservasi dan  hutan lindung lainnya, di Konawe Selatan akibat minimnya jumlah petugas  lapangan yang aktif memonitoring hutan. Selain itu,  juga anggaran  untuk pengawasan masih sangat terbatas, termasuk kerusakan hutan ini  bukan saja masyarakat yang turut, tetapi ada oknum-oknum petugas dan  para cukong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghentikan kerusakan hutan konservasi yang semakin meluas itu,  pihak BKSDA menawarkan bentuk kerjasama, termasuk saran-saran dari  pemerintah Kabupaten, dan jajaran penegak hukum di Konawe Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami mengakui, dengan keterbatasan petugas lapangan, termasuk anggaran,  penjagaan hutan di Konawe Selatan belum maksimal. Karena itu melalui  RPJM II ini kami meminta masukan dan saran atas terciptanya hutan  lestari di Konawe Selatan,"ujar  Sakrianto Djawie, Kepala Seksi  Konserveasi Wilayah II BKSDA Sultra, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sakrianto, hutan konservasi di Konawe Selatan terbagi dalam  empat bagian yakni Suaka Marga Satwa Tanjung Peropa, Tanjung Amolengu,  Tanjung Batikolo dan TN Rawa Aopa Watumoahai. Hutan konservasi ini dapat  terjaga dengan baik, bila seluruh stakeholder terlibat dalam melakukan  perlindungan dan menjaga dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab.  "Kerjasama semua pihak sangat penting dalam rangka menjaga hutan yang  ada di Konawe Selatan," tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu,  Sekretaris Kabupaten Konsel H Sardjun Mokke yang membuka  rapat pembahasan RPJM II Suaka Marga Satwa Tanjung Batikolo mengakui,  jika kawasan konservasi yang ada di Konsel sudah terjamak oleh  orang-rang yang tidak bertanggungjawab. "Untuk itu kepada semua peserta  memberikan masukan, termasuk turutserta dan mensosialisasikan menjaga  hutan di Konawe Selatan," ujarnya.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Source : http://www.jpnn.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-8488233448808261580?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/8488233448808261580/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/09/illegal-logging-pada-kawasan-hutan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/8488233448808261580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/8488233448808261580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/09/illegal-logging-pada-kawasan-hutan.html' title='ILLEGAL LOGGING PADA KAWASAN HUTAN KONSERVASI'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-2225506902689900895</id><published>2011-09-27T23:03:00.000-07:00</published><updated>2011-09-27T23:06:52.945-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KERUSAKAN HUTAN'/><title type='text'>Proyek Jembatan Selat Sunda Perlu Diawasi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-EbTkINUiQCA/ToK5Vxn0lLI/AAAAAAAAANU/pX0tfcnZJzE/s1600/selat-sunda.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 405px; height: 202px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-EbTkINUiQCA/ToK5Vxn0lLI/AAAAAAAAANU/pX0tfcnZJzE/s320/selat-sunda.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5657287865679516850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Rencana pembangunan mega proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) memunculkan harapan sekaligus kekhawatiran.&lt;p&gt;Anggota   Komisi IV DPR Ma’mur Hasanuddin meminta pada proses pembangunan JSS   agar Presiden untuk turun langsung pada pengawasan detail mega proyek   tersebut. Pasalnya, lanjut Ma’mur, pembangunan JSS ini kemungkinan besar   akan mengkonversi lahan pertanian di Banten, serta  berpotensi pada  pembabatan hutan dan perusakan lingkungan di Sumatera.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Presiden   dan Menko Perekonomian mesti menjamin, dan melakukan MoU terbuka kepada   masyarakat untuk tidak merusak hutan, mempertahankan lahan pertanian   dan memperhatikan industri maritim sebelum JSS ini mulai di bangun,"   pinta Ma’mur dalam pers rilisnya kepada &lt;em&gt;Tribunnews.com&lt;/em&gt;, Selasa  (27/9/2011).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Besarnya  kemungkinan kerusakan lingkungan akibat  proses pembangunan JSS ini  tidak sekedar pada proses pembuatannya.  Setelah usai pembangunan ini  pun akan menyisakan beberapa masalah yang  mesti di antisipasi  pemerintah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Legislator dari Fraksi PKS ini  mencotohkan misalnya  Konsumsi bahan bakar misalnya, diperkirakan akan  meningkat tajam.  Pemerintah mesti dapat menjelaskan bagaimana ketahanan  energi masih  dapat dipertahankan. Pertumbuhan ekonomi akibat pembangunan  Jembatan  Selat Sunda, dibandingkan dengan tingkat kerusakan lingkungan  dan ekses  negatif lainnya harus jauh lebih tinggi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Pemerintah  harus dapat  meyakinkan kepada publik, jaminan pertumbuhan ekonomi yang  meningkat  dan memunculkan stabilitas ekonomi yang membaik. Jangan  sebaliknya  memunculkan kekacauan sosial ekonomi lebih tinggi sehingga  memacu  kemunduran bangsa”, cetus Ma’mur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dana Rp 100 triliun hingga  Rp  150 triliun untuk pembangunan selat sunda ini, lanjut Ma’mur, bukan   proyek sembarangan. Infrastuktur terpanjang di dunia ini jika berhasil   di bangun akan menoreh catatan dunia. Untuk itu, Pemerintah mesti dapat   meyakinkan kepada seluruh masyarakat Indonesia, bahwa pembangunan JSS   ini tidak mengusik ketahanan pangan dan kelestarian hutan Indonesia.&lt;/p&gt;“Presiden   harus turun sendiri untuk pengawasan Jembatan Selat Sunda ini, sebagai   bukti keseriusan pimpinan negara untuk kejayaan bangsanya sekaligus   menjamin tidak adanya kerusakan Hutan sebagai ciri khas indetitas bangsa   ini," tutup Ketua DPP PKS Wilayah Dakwah Banten dan Jawa Barat   (Banjabar) ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-2225506902689900895?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/2225506902689900895/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/09/proyek-jembatan-selat-sunda-perlu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/2225506902689900895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/2225506902689900895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/09/proyek-jembatan-selat-sunda-perlu.html' title='Proyek Jembatan Selat Sunda Perlu Diawasi'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-EbTkINUiQCA/ToK5Vxn0lLI/AAAAAAAAANU/pX0tfcnZJzE/s72-c/selat-sunda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-9112680825355771395</id><published>2011-09-27T22:56:00.000-07:00</published><updated>2011-09-27T23:03:07.816-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KERUSAKAN HUTAN'/><title type='text'>HUTAN UNTUK DIWARISKAN KEPADA ANAK CUCU</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="http://3.bp.blogspot.com/-V7xEuf2LiLo/TedRxjimYzI/AAAAAAAABaU/jhtGD6Z2GO8/s1600/illegal+logging.jpg" src="http://3.bp.blogspot.com/-V7xEuf2LiLo/TedRxjimYzI/AAAAAAAABaU/jhtGD6Z2GO8/s1600/illegal+logging.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Presiden  Susilo Bambang Yudhoyono tidak mau menyampaikan cerita sedih mengenai  kerusakan hutan dan kepunahan hewan kepada cucu tersayangnya, Almira.  Oleh karena itu ia menyerukan dilakukan perubahan pengelolaan hutan,  agar pengelolaan hutan menjadi lebih mendukung kelestarian.    &lt;p&gt;Hal  itu disampaikan Presiden Yudhoyono, Selasa (27/9/2011), di Jakarta,  saat menyampaikan pidato kunci di hadapan ratusan peserta dan wartawan  dari berbagai negara dalam konferensi internasional mengenai hutan  Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Almira adalah putri dari pasangan Agus Harimurti Yudhoyono, dan Anissa Pohan&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Saya  tidak mau nanti menjelaskan kepada cucu saya, Almira, bahwa kita tidak  mampu menyelamatkan hutan dan orang-orang yang bergantung kepada hutan.  Saya tidak mau menceritakan kepadanya kabar menyedihkan bahwa harimau,  badak,  dan orangutan punah seperti dialami oleh dinosaurus dulu,"   tutur Presiden.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Presiden Yudhoyono menegaskan agar  semua pihak harus mau mengubah cara mengelola hutan.  Dengan begitu,  hutan akan tetap lestari sekalipun kita tetap berupaya keras mendorong  pertumbuhan ekonomi," ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : http://nasional.kompas.com              &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-9112680825355771395?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/9112680825355771395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/09/hutan-untuk-diwariskan-kepada-anak-cucu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/9112680825355771395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/9112680825355771395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/09/hutan-untuk-diwariskan-kepada-anak-cucu.html' title='HUTAN UNTUK DIWARISKAN KEPADA ANAK CUCU'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-V7xEuf2LiLo/TedRxjimYzI/AAAAAAAABaU/jhtGD6Z2GO8/s72-c/illegal+logging.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-6298262973694565105</id><published>2011-09-21T09:49:00.000-07:00</published><updated>2011-09-21T09:52:06.901-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amerika Serikat kucurkan Dana US$1'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='5 juta untuk REDD Plus di Indonesia'/><title type='text'>Amerika Serikat kucurkan Dana US$1,5 juta untuk REDD Plus di Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.net"&gt;&lt;img style="width: 385px; height: 266px;" alt="http://news.isc.vn/en/tinkinhte/Images/3/Protecting-Forests-Saving-the-Planet-1.jpg" src="http://news.isc.vn/en/tinkinhte/Images/3/Protecting-Forests-Saving-the-Planet-1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Departemen Luar Negeri Amerika Serikat memberikan pendanaan awal sebesar  US$1,5 juta dari pendanaan multi-juta dolar Dana Hutan dan Iklim  Gubernur atau “Dana GCF”, untuk mendukung implementasi Pengurangan Emisi  dari Deforestasi dan Degradasi Hutan (REDD+) di negara bagian dan  propinsi GCF.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Gubernur Kalimantan Tengah Teras Narang menuturkan dana GCF merupakan  fasilitas pertama di dunia dimana donor publik dan swasta serta investor  dapat secara langsung mendanai upaya-upaya REDD+ negara bagian dan  propinsi di banyak negara.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; “Hari ini para Gubernur GCF menyediakan peluang kemitraan yang unik  untuk membantu kita mengembangkan jalur-jalur baru menuju pembangunan  rendah emisi sambil tetap mengedepankan prioritas masyarakat lokal  pengguna hutan untuk meningkatkan standar hidup mereka dan akses mereka  ke pendidikan dan layanan kesehatan,” ujarnya, hari ini. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Saat ini, peluang-peluang pendanaan bagi negara bagian dan propinsi  yang berupaya mengembangkan program-program REDD+ yang inovatif masih  terbatas.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Dana GCF dikembangkan untuk mengatasi kesenjangan ini lewat pembentukan  sebuah fasilitas pendanaan independen senilai US$6 juta untuk  mempromosikan pengembangan program-program REDD+ se-negara  bagian/propinsi yang berhasil.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Pada Agustus 2011, Departemen Negara Amerika Serikat menjadi penyokong  dana awal untuk Dana GCF, lewat komitmen pendanaan sebesar US$1,5 juta  untuk mendukung peningkatan kajian stok karbon hutan se-negara bagian  dan peningkatan proses-proses stakeholder.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Dana GCF sedang mencari tambahan dana sebesar US$4,5 juta untuk  mendukung kegiatan-kegiatan yang sedang berlangsung dan direncanakan  untuk periode 2012-2013 terkait perhitungan karbon hutan,  program-program pengembangan model-model pembagian manfaat dan  kegiatan-kegiatan pendukung implementasi REDD+. (bsi)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-6298262973694565105?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/6298262973694565105/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/09/amerika-serikat-kucurkan-dana-us15-juta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/6298262973694565105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/6298262973694565105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/09/amerika-serikat-kucurkan-dana-us15-juta.html' title='Amerika Serikat kucurkan Dana US$1,5 juta untuk REDD Plus di Indonesia'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-6174002666796098718</id><published>2011-09-21T09:41:00.001-07:00</published><updated>2011-09-21T09:48:48.259-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar dari Brazil yang Sukses Menjaga Hutan'/><title type='text'>Belajar dari Brazil yang Sukses Menjaga Hutan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="width: 343px; height: 457px;" alt="http://www.amazonconservation.org/images/ph-ourwork-redd-forest.jpg" src="http://www.amazonconservation.org/images/ph-ourwork-redd-forest.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brazil, negara di Amerika Latin yang memiliki keanekaragaman hutan  dan luasan hutan tertinggi di dunia itu, diklaim sukses menjaga hutannya  dari perusakan dan penebangan. Mekanisme dan sistem di negara itu bisa  dicontoh dan diadaptasikan bagi pengelolaan hutan di Indonesia.&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam  konferensi pers Governors’ Climate and Forests (GCF) Task Force Annual  Meeting 20-22 September 2011, Senin (19/9/2011) di Palangkaraya,  Kalimantan Tengah, Koordinator GCF Brasil, Mariana Pavan, mengatakan,  negara yang jauh lebih dulu menerapkan program Reducing Emissions from  Deforestation and Forest Degradation  (REDD) itu membangun kerja sama  dengan masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”LSM dan masyarakat berdiskusi untuk mencari prinsip-prinsip REDD untuk dituangkan dalam peraturan,” ucapnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia  mengemukakan, keberpihakan terhadap masyarakat adat dan masyarakat yang  menggantungkan hidupnya pada alam hutan mutlak dilakukan. Karena sejak  awal masyarakat yang menjadi sasaran kesuksesan REDD, program ini pun  mengakar. ”Di dalam REDD jelas status dan keuntungan yang dirasakan  masyarakat,” ucapnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Avi Mahaningtyas, Koordinator GCF Indonesia  mengatakan, Pemerintah Brasil telah melindungi  masyarakat adat dan  masyarakat yang bergantung pada alam hutan. ”Masyarakat Surui di Brasil  punya program dalam mengelola wilayahnya,” kata Avi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain  keterlibatan masyarakat, menurut Avi, peran pemerintah, terutama  pemerintah daerah yang menjalankan REDD, sangat diperlukan. ”GFC ini  menjadi momentum atau pelajaran negara-negara lain dalam perbaikan tata  kelola hutan dan alam  yang akuntabel, transparan, dan partisipatif,”  tuturnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan GCF akan dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah  Teras Narang, Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek, mantan Gubernur  Papua Barnabas Suebu, dan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung  Laksono.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua Satgas Persiapan Kelembagaan REDD+ Kuntoro  Mangkusubroto hanya hadir melalui konferensi jarak jauh. Gubernur dari  luar negeri tidak ada yang hadir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;GCF Task Force ini diikuti  Pemerintah Daerah Bagian Para, Amapa, Mazonas, Mato Grosso, Para  (Brasil); Pemerintah Provinsi Aceh, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur,  Papua, Kalimantan Barat (Indonesia);  Pemerintah Daerah Bagian  Cempeche, Chiapas (Meksiko);  Pemerintah Daerah Bagian Cross River  (Nigeria); dan  Pemerintah Daerah Bagian California, Illinois (Amerika  Serikat).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : Kompas.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-6174002666796098718?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/6174002666796098718/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/09/belajar-dari-brazil-yang-sukses-menjaga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/6174002666796098718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/6174002666796098718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/09/belajar-dari-brazil-yang-sukses-menjaga.html' title='Belajar dari Brazil yang Sukses Menjaga Hutan'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-1098291099536093930</id><published>2011-09-21T09:34:00.000-07:00</published><updated>2011-09-21T09:54:13.903-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masyarakat adat bicara di GCF'/><title type='text'>Masyarakat Adat Bicara Pada Pertemuan Governors Climate and Forests (GCF).</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.kewang-haruku.org/"&gt;&lt;img src="http://www.kewang-haruku.org/12.jpg" alt="KEWANG" height="273" width="394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat desa-desa yang menjadi proyek pembangunan rendah karbon  membacakan tuntutan mereka dalam Governors Climate and Forests (GCF).  Dalam pertemuan tingkat dunia untuk membahas iklim dan hutan di  Palangkaraya, Kalimantan Tengah, itu, mereka membacakan enam tuntutan.&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Warga  Desa Kaduwaa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah,  Yulin Wan, Selasa (20/9/2011), menuturkan, enam perwakilan masyarakat  desa termasuk dirinya telah meminta agar bisa membacakan tuntutan  tersebut. Mereka berasal dari Aceh, Papua, Sulawesi Tengah, dan Kalteng.   Jika tidak, hasil GCF dikhawatirkan akan sulit diterima di  wilayah-wilayah itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Permintaan itu akhirnya dipenuhi dan disambut  gembira para perwakilan masyarakat. Mereka membacakan aspirasnya di  hadapan para undangan GCF dalam waktu hanya sekitar lima menit menjelang  pukul 17.00 tadi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Tuntutan pertama, kami ingin kepastian  terlibat dalam tahapan dan keputusan program GCF. Kami juga menuntut  punya hak dan akses informasi yang lengkap," ujar Yulin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tuntutan  ketiga adalah wilayah yang dikelola masyarakat secara turun temurun atau  adat bisa diakui. " Kami mendesak pengakuan atas kawasan itu agar  menjadi wilayah kelola masyarakat. Lokasi pembangunan ekonomi rendah  karbon juga harus punya batas kawasan yang jelas," ujar Yulin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tuntutan  keempat, masyarakat berhak memanfaatkan hutan serta sumber daya  alamnya. Sementara, tuntutan kelima adalah pelaksana proyek GCF harus  punya mekanisme penyelesaian konflik. Pelaksana proyek perlu proaktif  terlibat dalam penyelesaian konflik masyarakat. Terutama, konflik dengan  pihak-pihak yang berkepentingan.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;"Tuntutan terakhir, semua proses  menentukan manfaat proyek GCF harus ditetapkan masyarakat sendiri,"  kata Yulin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Kompas.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-1098291099536093930?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/1098291099536093930/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/09/masyarakat-adat-bicara-pada-pertemuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/1098291099536093930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/1098291099536093930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/09/masyarakat-adat-bicara-pada-pertemuan.html' title='Masyarakat Adat Bicara Pada Pertemuan Governors Climate and Forests (GCF).'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-726366944490089413</id><published>2011-09-21T09:30:00.000-07:00</published><updated>2011-09-21T09:55:35.563-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pertemuan Governors Climate Change (GCF) di Palangka Raya tidak dihaidri Gubernur dari Luar Negeri'/><title type='text'>Pertemuan Governors Climate Change (GCF) di Palangka Raya tidak dihaidri Gubernur dari Luar Negeri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="width: 366px; height: 274px;" alt="http://1.bp.blogspot.com/_SIR_FrYzKVM/TUfOLmkBPPI/AAAAAAAAAxQ/10qA5HqmIxQ/s1600/hut2.jpg" src="http://1.bp.blogspot.com/_SIR_FrYzKVM/TUfOLmkBPPI/AAAAAAAAAxQ/10qA5HqmIxQ/s1600/hut2.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga hari kedua, Rabu (21/9/2011),   tidak ada gubernur dari luar  negeri yang hadir dalam pertemuan Governors Climate Change (GCF).&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Koordinator  GCF Indonesia, Avi Mahaningtyas, di Palangkaraya, Kalimantan Tengah,  Rabu, mengatakan, nama resmi dari pertemuan tingkat dunia untuk membahas  iklim dan hutan itu yakni GCF Task Force. Karena itu, mereka yang hadir  umumnya adalah satuan tugas atau &lt;em&gt;task &lt;/em&gt;&lt;em&gt;force &lt;/em&gt; dari provinsi atau negara bagian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Biasanya,  acara yang dihadiri gubernur yakni Green Governors Summit. Itu acara  tahunan di California, Amerika Serikat,"  kata Avi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Acara lain  yakni United Nations Framework Convention on Climate Change (UN FCCC)  yang tahun ini digelar di Durban, Afrika Selatan pada November-Desember  2011.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebelumnya, pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng  menyebutkan, GCF merupakan pertemuan para gubernur di dunia. Pertemuan  digelar pada 20-22 September 2011.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mereka yang hadir mewakili  gubernur asing  adalah pejabat terkait, semacam kepala satuan kerja  perangkat daerah (SKPD). Undangan berasal dari 15 provinsi atau negara  bagian di Indonesia, Mexico, Brazil, dan Nigeria. Sebanyak lima daerah  adalah provinsi di Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Avi mengatakan, selain pihak  pemerintah, mereka yang hadir dalam acara itu antara lain aktivis  lingkungan, masyarakat adat, dan akademisi.   Jumlah undangan lebih  kurang 190 orang dan sekitar 50 orang berasal dari luar negeri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber: Kompas.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-726366944490089413?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/726366944490089413/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/09/pertemuan-governors-climate-change-gcf.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/726366944490089413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/726366944490089413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/09/pertemuan-governors-climate-change-gcf.html' title='Pertemuan Governors Climate Change (GCF) di Palangka Raya tidak dihaidri Gubernur dari Luar Negeri'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_SIR_FrYzKVM/TUfOLmkBPPI/AAAAAAAAAxQ/10qA5HqmIxQ/s72-c/hut2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-5696052959169898813</id><published>2011-09-21T09:22:00.000-07:00</published><updated>2011-09-21T09:27:00.362-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Di Kota Palangka Raya Program REDD Plus Kembali dibahas lagi'/><title type='text'>Di Kota Palangka Raya Program Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD) Plus Kembali dibahas.</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="http://iklimkarbon.com/wp-content/uploads/2011/05/8bf5c_Indonesia-forest-depleted.jpg" src="http://iklimkarbon.com/wp-content/uploads/2011/05/8bf5c_Indonesia-forest-depleted.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Program Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation  (REDD) tak akan bekerja dengan baik jika tidak melibatkan masyarakat  setempat. Pernyataan ini disampaikan William Boyd, Penasihat Senior GCF  (Governor's Climate and Forest Task Force), dalam jumpa pers kepada  wartawan, Senin 19 September 2011 petang di Palangka Raya, Kalimantan  Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"GCF  merupakan kerja sama yang unik," kata Boyd yang menjadi peneliti di  Universitas Colorado, Amerika Serikat. GCF, ujarnya, dibentuk untuk  memberi masukan tentang program yang komprehensif dari REDD plus atau  pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan. Skema ini  diluncurkan sejak Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim di Bali pada  2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada  20-22 September 2011, Kalimantan Tengah menjadi tuan rumah pertemuan  kelima Satuan Tugas Iklim dan Hutan Gubernur (GCF). Lembaga ini  merupakan asosiasi 15 negara bagian atau provinsi yang memiliki hutan di  seluruh dunia. Negara bagian di Amerika yang bergabung adalah  California dan Illinois, sementara di Brazil adalah Amazonas, Acre,  Amapa, Mato Grosso, dan Para.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di  Meksiko, negara bagian yang ikut serta adalah Campeche dan Chiapas. Di  Nigeria ada Cross River State. Sementara di Indonesia ada empat provinsi  yang bergabung, yaitu Nanggroe Aceh Darussalam, Kalimantan Tengah,  Kalimantan Timur, dan Papua. Luas hutan dari seluruh anggota GCF adalah  20 persen hutan di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boyd  berharap negara bagian dan provinsi yang tergabung dalam GCF memimpin  dunia dalam pengembangan program-program REDD plus yang kuat dan  berkelanjutan. "Tidak banyak forum dialog antarprovinsi di level  nasional dan internasional untuk menyusun arsitektur REDD," kata Avi  Mahaningtyas, Koordinator GCF untuk Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koordinator  GCF Brazil, Mariana Nogueira Pavan, menjelaskan manfaat GCF yang mampu  menumbuhkan kesadaran publik terhadap REDD. "Forum ini jadi sarana  tukar-menukar pengalaman pelaksanaan program pengurangan emisi melalui  hutan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang  selama tiga hari pertemuan akan diisi diskusi oleh berbagai pakar  internasional tentang isu-isu perlindungan sosial dan lingkungan,  pendanaan, dan penyelarasan program REDD plus. Satuan tugas juga bakal  mengumumkan pembentukan sebuah mekanisme pendanaan baru bagi anggota  GCF.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Tempointeraktif.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-5696052959169898813?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/5696052959169898813/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/09/di-kota-palangka-raya-program-reducing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/5696052959169898813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/5696052959169898813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/09/di-kota-palangka-raya-program-reducing.html' title='Di Kota Palangka Raya Program Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD) Plus Kembali dibahas.'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-4113591190277622490</id><published>2011-09-21T09:15:00.000-07:00</published><updated>2011-09-21T09:29:47.769-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amerika Serikat Memberi Dana 1'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='5 Juta Dollar untuk Kehutanan Indonesia'/><title type='text'>Amerika Serikat Memberi Dana 1,5 Juta Dollar untuk Kehutanan Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="width: 401px; height: 433px;" alt="http://www.un-redd.org/Portals/15/images/Indonesia_forest2.jpg" src="http://www.un-redd.org/Portals/15/images/Indonesia_forest2.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Amerika Serikat memberi pendanaan awal bagi kegiatan Satgas Governors  Climate and Forest (GCF) sebesar 1,5 juta dolar AS. Dana awal diberikan  setelah anggota GCF sepakat membentuk fasilitas pendanaan (GCF Fund)  yang independen dengan dana enam juta dolar AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"GCF Fund  merupakan fasilitas pertama di dunia dimana donor publik dan swasta  serta investor dapat secara langsung mendanai upaya-upaya REDD Plus  (Reduction Emisions Deforestation and Forest Degradation)," kata kata  Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang dalam pertemuan GCF di Palangka  Raya. Kalteng menjadi tuan rumah pertemuan tahunan GCF kelima pada 20-21  September 2011 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para gubernur di GCF menyediakan peluang  kemitraan yang unik untuk membantu mengembangkan jalur-jalur baru menuju  pembangunan rendah emisi sambil tetap mengedepankan prioritas  masyarakat lokal pengguna hutan untuk meningkatkan standar hidup mereka  dan akses mereka ke pendidikan dan layanan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GCF adalah  sebuah kolaborasi subnasional yang unik antara 15 negara bagian dan  provinsi dari Amerika Serikat (AS), Brasil, Indonesia, Nigeria, dan  Meksiko yang memiliki lebih dari 20 persen hutan tropis di dunia.  Deforestasi hutan tropis secara signifikan mempengaruhi perubahan iklim  dan mengakibatkan hilangnya keanekaragaman hayati dan hasil hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GCF  diluncurkan oleh Gubernur California Arnold Schwarzeneger dan delapan  gubernur lainnya dari AS, Brasil dan Indonesia pada November 2008. GCF  bekerja untuk melindungi hutan tropis dan mengurangi emisi dari  deforestasi dan degradasi hutan dengan mengembangkan mekanisme dan  peluang untuk mengenali dan menghargai manfaat hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;William  Boyd, penasehat senior GCF, menyatakan "Kami melihat ini sebagai sebuah  contoh lain dari kepemimpinan GCF tidak hanya dalam memajukan  pendekatan-pendekatan inovatif negara bagian terhadap REDD+ namun juga  kepemimpinan di bidang pendanaan iklim."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GCF juga mengumumkan  pembentukan Database Pengetahuan GCF yang akan menyediakan data paling  komprehensif yang ada mengenai program-program REDD Plus di anggota GCF.  Database ini akan menyediakan sebuah alat kunci untuk memonitor  kemajuan dalam pengembangan program-program REDD Plus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Republika.co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-4113591190277622490?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/4113591190277622490/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/09/amerika-serikat-memberi-dana-15-juta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/4113591190277622490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/4113591190277622490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/09/amerika-serikat-memberi-dana-15-juta.html' title='Amerika Serikat Memberi Dana 1,5 Juta Dollar untuk Kehutanan Indonesia'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-7594054910494891445</id><published>2011-07-04T22:27:00.000-07:00</published><updated>2011-07-04T22:32:03.352-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sakit Maag dan Tifus'/><title type='text'>Bedanya Antara Sakit Perut yang disebabkan oleh Maag dan Tifus</title><content type='html'>&lt;p&gt;Gejala tifus dan maag memang mempunyai beberapa persamaan yaitu perut yang terasa sakit serta mual dan muntah. Oleh karena itu, banyak orang-orang yang terkadang terkecoh dan salah memprediksinya. Dikira sakit maag, tapi padahal dia terkena tifus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;div id="attachment_8752" class="wp-caption alignleft" style="width: 240px;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://lapar.com/makanplus/wp-content/uploads/2011/07/sakit_perut_submitlist.info_.jpg"&gt;&lt;img style="width: 347px; height: 286px;" class="size-full wp-image-8752  " title="sakit_perut_submitlist.info_" src="http://lapar.com/makanplus/wp-content/uploads/2011/07/sakit_perut_submitlist.info_.jpg" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt; &lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kalau sakit perut karena maag tidak ada perubahan pola BAB (buang air besar), badan tidak panas dan rasa sakitnya itu terjadi di perut bagian atas atau uluhati. Sedangkan sakit perut karena tifus, sakitnya di perut sebelah kiri karena di situ ada usus 12 jari yang mengalami infeksi. Itulah yang diinformasikan secara singkat oleh pakar penyakit dalam, dr Dante Saksono H SpPD, PhD .&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tifus terjadi karena adanya infeksi di usus yang disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhi. Bakteri ini berasal dari makanan yang terkontaminasi oleh kotoran atau feses orang yang sebelumnya terkena tifus.&lt;br /&gt;Sedangkan maag adalah gejala penyakit yang menyerang lambung karena terjadi luka atau peradangan yang menyebabkan perih pada perut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk lebih lengkapnya, berikut ciri-ciri lain dari sakit perut tifus yang tidak terjadi pada maag :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Penyakit tifus biasanya disertai dengan demam atau badan panas. Pada umumnya, kalau orang panas maka denyut jantungnya akan meningkat 10% setiap kali terjadi kenaikan suhu tubuh sebesar 1 derajat celsius, tapi tidak halnya bagi demam tifus. Pada orang yang kena tifus denyut nadinya justru melambat. Hal ini karena ada adanya toksin (racun) dari kuman tifus yang menyebabkan reaksi tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Pada orang tifus lidah bagian tengah akan berwarna putih dan pinggir-pinggirnya berwarna merah, serta jika lidahnya dijulurkan akan gemetar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Pada orang tifus akan disertai dengan perubahan pola BAB (buang air besar). Bisa mengalami diare saja atau justru menjadi tidak bisa buang air besar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketiga gejala diatas tersebut, tidak terdapat pada penderita maag loh. Jadi jika kalian merasa sakit perut tapi ada tanda-tanda di atas bukan berarti kalian terkena sakit maag. Sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis pastinya. Tifus tidak bisa dianggap remeh loh.. Dan jika tidak ditangani dengan baik bisa berbahaya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : lapar.com&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-7594054910494891445?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/7594054910494891445/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/07/bedanya-antara-sakit-perut-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/7594054910494891445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/7594054910494891445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/07/bedanya-antara-sakit-perut-yang.html' title='Bedanya Antara Sakit Perut yang disebabkan oleh Maag dan Tifus'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-2406606084393460971</id><published>2011-05-27T00:31:00.000-07:00</published><updated>2011-05-27T00:32:37.652-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Proyek Pembuatan Hutan Di Gurun Sahara'/><title type='text'>Proyek Pembuatan Hutan Di Gurun Sahara</title><content type='html'>Pada tahun 2008, sebuah proposal Sahara Forest Project, sebuah solusi  berkesinambungan luar biasa bagi kelangkaan sumber daya yang akan  mengubah padang gurun Sahara menjadi sumber makanan, air, dan energi.  Norwegia dan Yordania baru-baru ini menanda tangani kesepakatan untuk  pengembangan sistem perintis Sahara Forest Project di sejengkal lahan di  kawasan pantai di Yordania. Kelompok ini juga akan melakukan sejumlah  penelitian di Yordania, dengan dukungan finansial dari otoritas Norwegia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;img src="http://unik.supericsun.com/wp-content/uploads/HLIC/678f6bc5635188a7ec4c54c4862ad719.jpg" alt="[Image: 678f6bc5635188a7ec4c54c4862ad719.jpg]" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Lokasi ujicoba yang dipilih adalah lahan seluas 200 ribu meter persegi  di Aqaba, sebuah kota pesisir di selatan Yordania, dekat dengan pantai  Laut Merah. Perjanjian ini juga mengamankan sebuah lahan tambahan seluas  2 juta meter persegi untuk ekspansi berikutnya. Sahara Forest Project  menggabungkan Concentrated Solar Power (CSP) dan rumah kaca air laut  untuk menyediakan energi terbaharui dan solusi agrikultural  berkesinambungan dalam jumlah besar, pada dasarnya mengubah salah satu  lingkungan paling tidak ramah menjadi oasis yang subur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://unik.supericsun.com/wp-content/uploads/HLIC/b6d8a9a537e3ca11de128d51c815601d.jpg" alt="[Image: b6d8a9a537e3ca11de128d51c815601d.jpg]" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Rumah kaca air laut menggunakan tenaga surya untuk mengubah air laut  menjadi air segar yang kemudian digunakan untuk menyirami sayuran dan  ganggang segar (untuk menyerap CO2). CSP menyediakan energi untuk  menghidupkan seluruh operasi. CSP menggunakan ribuan cermin untuk  mengarahkan cahaya matahari ke sebuah pemanas air, memanaskannya sampai  suhu 1000 Fahrenheit lebih. Pemanas ini memproduksi uap, yang  menggerakkan sebuah turbin untuk menciptakan energi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;img src="http://unik.supericsun.com/wp-content/uploads/HLIC/35ce66ebdfc2c99aa22843976d9f4b17.jpg" alt="[Image: 35ce66ebdfc2c99aa22843976d9f4b17.jpg]" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sahara Forest Project diciptakan oleh arsitek biomimikri Michael Pawlyn,  desainer rumah kaca air laut Charlie Paton, dan insinyur struktur Bill  Watts. Pada tahun 2009, trio ini bergabung dengan Bellona, sebuah NGO  lingkungan internasional yang berbasis di Norwegia, dan mempresentasikan  proposal mereka di COP15 pada bulan Desember 2009. Umpan balik positif  membawa lebih banyak presentasi, termasuk satu presentasi di Oslo Juni  tahun lalu, dihadiri oleh Yang Mulia Raja Abdullah II dari Yordania.  Raja begitu terkesan dengan proyek ini sampai dia mengundang tim SFP ke  Yordania pada bulan Oktober untuk mendiskusikan studi kelayakan yang  membuka pintu untuk kesepakatan ini&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;img src="http://unik.supericsun.com/wp-content/uploads/HLIC/f60b0daf6ea1f91d7a5fbc9d32cf26db.jpg" alt="[Image: f60b0daf6ea1f91d7a5fbc9d32cf26db.jpg]" border="0" /&gt;&lt;/div&gt; Tim SFP akan melakukan penelitian mendalam tahun ini dan mengembangkan  sebuah pusat demonstrasi pada tahun 2012. Pengembangan komersil mungkin  akan dimulai pada tahun 2015. Menurut tim ini, fasilitas-fasilitas  seperti di Aqaba memiliki potensi yang besar yang menguntungkan  lingkungan. Mereka bisa mengurangi masalah kekurangan makanan dan air,  menghasilkan biofuel tanpa bersaing dengan produksi pangan, dan  berkontribusi untuk usaha penghijauan di area-area padang gurun.  Ditambah produksi tumbuh-tumbuhan akan menyerap karbon dioksida dan  mengurangi konsentrasi CO2 di atmosfir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://unik.supericsun.com/wp-content/uploads/HLIC/5a52b48150b1e826ce971d2ff18af069.jpg" alt="[Image: 5a52b48150b1e826ce971d2ff18af069.jpg]" border="0" /&gt;&lt;/div&gt; Sumber :&lt;br /&gt;ceriwis.us&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-2406606084393460971?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/2406606084393460971/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/05/proyek-pembuatan-hutan-di-gurun-sahara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/2406606084393460971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/2406606084393460971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/05/proyek-pembuatan-hutan-di-gurun-sahara.html' title='Proyek Pembuatan Hutan Di Gurun Sahara'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-1409887650100803361</id><published>2011-05-27T00:26:00.000-07:00</published><updated>2011-05-27T00:29:41.530-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Minuman Keras Buatan Asli Indonesia'/><title type='text'>Minuman Keras Buatan Asli Indonesia</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cap Tikus &amp;amp; Sagoer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="width: 175px; height: 518px;" src="http://tujuhpedia.com/wp-content/uploads/2010/09/captikus.jpg" alt="[Image: captikus.jpg]" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Cap Tikus merupakan minuman keras dari Manado hasil penyulingan Sagoer.  Sagoer sendiri adalah cairan yang disadap dari pohon enau dan mengandung  sedikit kadar alkohol sekitar 5%. Setelah disuling dengan cara  tradisional, minuman khas Minahasa ini menjadi pendorong kerja untuk  kalangan petani. Namun saat ini Cap Tikus lebih menjadi sarana  pelampiasan dan mabuk-mabukan. Begitu berbahayanya minuman ini hingga  orang-orang tua mengingatkan agar bisa menahan atau mengontrol minum  minuman Cap Tikus. Sejak dulu pula dikenal pameo menyangkut Cap Tikus,  minum satu seloki Cap Tikus, cukup untuk menambah darah, dua seloki bisa  masuk penjara, dan minum tiga seloki bakal ke neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tuak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="width: 214px; height: 214px;" src="http://tujuhpedia.com/wp-content/uploads/2010/09/tuak-150x150.jpg" alt="[Image: tuak-150x150.jpg]" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tuak merupakan minuman keras khas Indonesia hasil fermentasi dari  bermacam buah. Bahan-bahan tuak biasanya beras atau cairan yang diambil  dari tanaman seperti nira kelapa atau aren, legen dari pohon siwalan  atau tal, atau sumber lain. Di daerah Batak tuak dibuat dari pohon aren  yang mirip pohon kelapa maka sering disebut bir panjat. Bar-bar  tradisional yang menyediakan tuak disebut lapo tuak. Sebenarnya tuak  tersebar di begitu banyak daerah di Indonesia sehingga sering disebut  dengan nama-nama lain, namun tuak di sini mengacu pada minuman hasil  fermentasi dari buah yang manis. Sama seperti temannya dari Manado tuak  juga sangat memabukkan dengan kadar alkohol yang lebih ringan. Di salah  satu lapo tuak tertulis Segelas tuak penambah darah. 2 gelas, lancar  bicara. 3 gelas, mulai tertawa-tawa. 4 gelas, mencari gara-gara. 5  gelas, hati membara. 6 gelas, membuat perkara. 7 gelas, semakin  menggila. 8 gelas, membuat sengsara. 9 gelas, masuk penjara dan 10  gelas, masuk neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Arak Bali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="width: 210px; height: 210px;" src="http://tujuhpedia.com/wp-content/uploads/2010/09/arakbali-150x150.jpg" alt="[Image: arakbali-150x150.jpg]" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Mirip dengan tuak, arak bali merupakan minuman keras hasil fermentasi  dari sari kelapa dan buah-buahan lain. Kadar alkoholnya 37-50%. Arak ini  dari namanya saja sudah jelas berasal dari Bali dan sering digunakan  dalam upacara-upacara adat. Dalam upacara menghormati para dewata arak  akan dituangkan ke daun pisang yang sudah dibentuk seperti tangkup dan  kemudian arak akan dicpiratkan tangan kanan dengan bantuan sebuah bunga.  Arak-arak untuk upacara biasanya mutu terendah karena arak terbaik akan  diminum. Arak ini cukup populer juga di kalangan wisatawan di Bali dan  salah satu resep cocktail yang terkenal adalah “arak attack” yaitu  campuran Arak Bali dan orange juice. Meskipun banyak turis mancanegara  tidak akan terkesan dengan rasa arak dibanding minuman keras dunia  lainnya namun keberadaan Arak Bali jelas membantu seorang asing  menikmati liburannya dan mempromosikan pulau dewata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sopi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="width: 268px; height: 177px;" src="http://tujuhpedia.com/wp-content/uploads/2010/09/Sopi.jpg" alt="[Image: Sopi.jpg]" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sopi adalah minuman keras asal Maluku yang dilarang di sana namun sudah  sangat populer dan mendarah daging. Sopi sendiri merupakan fermentasi  dari pohon aren (jadi masih bersaudara dengan minuman keras Indonesia  lainnya) dan memiliki kadar alkohol diatas 50%. Pembuatan Sopi yang  menghasilkan rasa khasnya adalah penambahan bubuk akar Husor dan  penggunaan bambu untuk penyulingan. Para pembuat Sopi tradisional  meskipun terlarang sangatlah makmur sampai bisa menyekolahkan anak-anak  mereka sampai ke bangku kuliah maka ada sebutan di Maluku sudah ada  orang yang menjadi profesor-profesor karena Sopi ini. Ada yang bilang  rasa Sopi mirip Vodka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lapen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="width: 248px; height: 248px;" src="http://tujuhpedia.com/wp-content/uploads/2010/09/lapen-150x150.jpg" alt="[Image: lapen-150x150.jpg]" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Nah minuman keras asal Yogyakarta ini reputasinya sungguh buruk. Coba  saja Anda cari di google mengenai minuman ini, halaman awal akan  didominasi kisah-kisah tragis penegak lapen, dari kebutaan, kelumpuhan,  sampai kematian massal. Namanya pun sudah cukup sangar Lapen merupakan  singkatan dari “langsung pening”. Memang cara pembuatannyapun akan  membuat kita geleng kepala. Alkohol 98,5% dicampur 15 liter air mineral  ditambah gula dan pemanis lainnya, didiamkan 12 jam siap untuk  dikonsumsi. Anda yang jeli akan bertanya alkohol apa yang dipakai?  Disitulah masalahnya karena tidak jelas maka minuman ini sering  terkontaminasi Methanol yang sangat beracun (bahan kosmetik, pembersih,  dll) yang akan menjadi asam di dalam tubuh dan menyerang sistem saraf  terutama saraf mata. Lebih parahnya lagi di Yogyakarta para pemuda yang  hilang arah sering adu keberanian dengan mencampur Lapen dengan berbagai  cairan lain untuk memperkuat rasanya, dan yang kami maksud cairan bukan  hanya cairan minuman tapi bisa karbol, formalin, dan bahan kimia apapun  yang bisa Anda pikirkan. Tidak heran halaman demi halaman pencarian  google untuk “Lapen” dihiasi obituari dan berita pengerebekan polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ciu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ciu merupakan sebuah nama sebutan untuk minuman keras khas dari daerah  Banyumas dan Bekonang, Sukoharjo. Meskipun mungkin ada hubungannya tapi  tidak sama dengan Ang Ciu atau arak merah Cina. Di Banyumas Ciu  merupakan hasil fermentasi dari beras dengan kadar alkohol mencapai  50-90%. Di tempat ini Ciu illegal dan dengan aktif diberantas oleh  pemerintah daerahnya. Di Bekonang di lain pihak, pembuatan Ciu ini  didukung oleh pemerintah daerahnya, sehingga menjadi sangat populer dan  dipasarkan ke seluruh Karesidenan Surakarta, Surabaya hingga Madura.  Pada jaman dahulu setiap ada hajatan malamnya pasti diikuti dengan acara  mabuk “Ciu Bekonang”. Ciu ini pembuatannya menggunakan tape dan ketan  sehingga hasil fermentasi dari singkong tidak seperti saudaranya di  banyumas. Kedua Ciu tidak berwarna, bening dan rasanya sangat kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Anggur Orang Tua, Bir Bintang, Anker Beer dan Minuman Keras Lokal Lainnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="width: 203px; height: 203px;" src="http://tujuhpedia.com/wp-content/uploads/2010/09/orangtua-150x150.jpg" alt="[Image: orangtua-150x150.jpg]" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun masih menjadi polemik dan perdebatan di kalangan rohaniawan,  minuman keras produksi skala besar telah menjadi bisnis yang sangat  besar. Lihat saja grup orang tua yang dari anggur kolesomnya bisa  merambah hingga ke bisnis makanan lain. Bir produksi dalam negeri (yang  rasanya kalah jauh dengan bir luar negeri) juga populer di kalangan  masyarakat kecil. Minuman-minuman itu ada di daftar ini hanya karena  mereka dibuat di Indonesia meskipun kecil nilai tradisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: http://www.eocommunity.com/showthread.php?tid=13386&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-1409887650100803361?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/1409887650100803361/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/05/minuman-keras-buatan-asli-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/1409887650100803361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/1409887650100803361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/05/minuman-keras-buatan-asli-indonesia.html' title='Minuman Keras Buatan Asli Indonesia'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-6616465755043161871</id><published>2011-05-13T21:06:00.000-07:00</published><updated>2011-05-13T21:11:33.559-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='orang indonesia suka terilambat'/><title type='text'>Budaya Terlambat Orang Indonesia. Mengapa bisa terjadi demikian ???</title><content type='html'>Sebagian besar penutur bahasa Inggris membayangkan kalau hidup berjalan secara lurus, lahir di kiri, sekarang di tengah, dan meninggal di kanan. Berjalannya waktu ditandai dengan bergeraknya kita dari kiri ke kanan hingga akhirnya mencapai ujung, yaitu meninggal. Masa lalu adalah jalan yang kita lewati di belakang kita dan masa depan adalah jalan lurus yang akan kita tempuh di depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="width: 381px; height: 410px;" alt="http://www.faktailmiah.com/wp-content/uploads/2011/05/persepsi-aktor.jpg" src="http://www.faktailmiah.com/wp-content/uploads/2011/05/persepsi-aktor.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebaliknya pembicara Mandarin membayangkan waktu berjalan secara vertikal. Lahir di puncak dan wafat di dasar. Jadi sesuatu yang telah terjadi ada di atas, sesuatu di masa depan ada di bawah. Bagaimana dengan orang Arab? Mereka membayangkan waktu berjalan dari kanan ke kiri.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Perbedaan ini ternyata berhubungan dengan cara menulis. Tulisan latin bergerak dari kiri ke kanan, tulisan Mandarin dari atas ke bawah dan Arab dari kanan ke kiri. Inilah salah satu bukti kalau &lt;a title="bahasa" href="http://www.faktailmiah.com/2011/04/14/bahasa.html"&gt;bahasa&lt;/a&gt; mempengaruhi persepsi waktu kita.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sekarang yang lebih aneh lagi: para ilmuan di Stanford melakukan eksperimen meminta para penutur Mandarin menyusun benda secara horizontal dalam urutan tertentu, dan bertanya tentang pertanyaan berbasis waktu kepada mereka, seperti “Apakah bulan April sebelum atau sesudah Maret?”&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="http://www.faktailmiah.com/wp-content/uploads/2011/05/persepsi-kalender.jpg" src="http://www.faktailmiah.com/wp-content/uploads/2011/05/persepsi-kalender.jpg" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a class="highslide" href="http://www.faktailmiah.com/wp-content/uploads/2011/05/persepsi-kalender.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Permintaan untuk menyuruh mereka berpikir horizontal dengan teka-teki benda membuat mereka lebih sulit menjawab pertanyaan berbasis waktu. Ketika penutur Inggris menyusun teka-teki secara vertikal, mereka juga kesulitan menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan kronologi. Dengan kata lain: membuat mereka berpikir dalam arah fisik yang berbeda, membuatnya sulit berpikir mengenai waktu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Nah, yang lebih aneh lagi adalah orang Indonesia. Bahasa Indonesia tidak mengenal tensis sama sekali. Jadi kalau orang Inggris bilang “Mel Gibson shot my dad,” “Mel Gibson is shooting my dad,” dan “Mel Gibson is about to shoot my dad,” bahasa Indonesia hanya menerjemahkannya menjadi “Mel Gibson menembah ayah saya.” Tentu kita punya kata bantu seperti “Mel Gibson akan menembak ayah saya,” “Mel Gibson sedang menembak ayah saya,”  dan “Mel Gibson sudah menembak ayah saya,” tapi kata bantu ini tidak alamiah. Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak atau jarang memakainya. Sebaliknya, penutur Inggris selalu menggunakan tenses (past, present dan future).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam sebuah eksperimen, penutur bahasa Indonesia diminta menjelaskan tiga potret orang yang mendekati bola, menendang bola dan melihat bola melayang. Orang Indonesia memakai kata yang sama : “Orang menendang bola” sementara penutur bahasa Inggris dapat membedakannya menjadi “Orang akan menendang bola,” “orang sedang menendang bola,” dan “orang sudah menendang bola.”&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="width: 435px; height: 166px;" alt="http://www.faktailmiah.com/wp-content/uploads/2011/05/persepsi-tensis.jpg" src="http://www.faktailmiah.com/wp-content/uploads/2011/05/persepsi-tensis.jpg" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a class="highslide" href="http://www.faktailmiah.com/wp-content/uploads/2011/05/persepsi-tensis.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Orang Indonesia tidak dapat membedakan ketiga potret sementara orang Inggris mudah. Hal ini karena bahasa Indonesia tidak meminta mereka menyatakan urutan waktu, mereka cenderung tidak menyadarinya. Bahasa mengendalikan pola pikir orang Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana hal ini mempengaruhi keseharian orang Indonesia? salah seorang peneliti bergurau sambil mengatakan, orang Indonesia suka terlambat.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Sumber&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;http://www.faktailmiah.com/2011/05/10/mengapa-orang-indonesia-suka-terlambat.html&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Cracked Science. Language Skews Your Perception of Time.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Referensi lanjut&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lera Boroditsky &lt;a href="http://www-psych.stanford.edu/%7Elera/papers/linguistic-relativity.pdf" target="a"&gt;Linguistic Relativity.&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Joan O’C. Hamilton. &lt;a href="http://www.stanfordalumni.org/news/magazine/2010/mayjun/features/boroditsky.html" target="a"&gt;You Say Up, I Say Yesterday.&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Stanford.&lt;a href="http://www-psych.stanford.edu/%7Elera/press/economist/" target="a"&gt;Babel’s children&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Referensi jurnal&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Boroditsky, L., Ham, W., Ramscar, M. What is Universal in Event Perception? Comparing English and Indonesian Speakers. 2002.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-6616465755043161871?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/6616465755043161871/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/05/budaya-terlambat-orang-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/6616465755043161871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/6616465755043161871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/05/budaya-terlambat-orang-indonesia.html' title='Budaya Terlambat Orang Indonesia. Mengapa bisa terjadi demikian ???'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-4316553822751427356</id><published>2011-04-08T18:20:00.000-07:00</published><updated>2011-04-08T18:25:18.755-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips Membuat Jinak  Satwa Liar'/><title type='text'>Tips Membuat Jinak Satwa Liar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;" class="featurepic"&gt;&lt;img style="width: 440px; height: 293px;" src="http://nationalgeographic.co.id/files/feature/199/199.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 class="title"&gt;Hanya segelintir spesies hewan liar yang berhasil dibiakkan sebagai hewan peliharaan. Penyebabnya, menurut para ilmuwan, terletak dalam gennya.&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Halo! Apa kabar?" ujar Lyudmila Trut, sambil menjangkau ke bawah untuk membuka selot pintu kandang kawat berlabel "Mavrik". Kami berdiri di antara dua baris panjang kandang seragam di sebuah peternakan tak jauh di luar kota Novosibirsk, Siberia selatan, dan sapaan pakar biologi berumur 76 tahun itu tidak ditujukan kepada saya tetapi kepada penghuni kandang itu yang berbulu. Walaupun saya tidak bisa berbahasa Rusia, saya mengenali nada sayang dalam suaranya yang digunakan pemilik anjing saat berbicara kepada peliharaannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mavrik, objek perhatian Trut, seukuran anjing gembala Shetland, dengan bulu jingga sarangan dan oto putih di bagian depan tubuhnya. Dia membalas dengan memainkan perannya: mengibaskan ekor, berguling-guling, mendengus penuh semangat karena dikunjungi. Di kandang lain yang berjajar di kedua sisi bangsal sempit tak berdinding itu, puluhan Canidae melakukan hal yang sama, menyalak riuh rendah tak terkendali. "Seperti yang kita lihat," ujar Trut di tengah hiruk-pikuk itu, "semuanya ingin dekat dengan manusia." Namun, hari ini Mavriklah yang beruntung. Trut menjulurkan tangan dan mengangkatnya, lalu menyerahkannya kepada saya. Hewan yang saya gendong dan menggigit tanganku dengan lembut itu sama jinaknya dengan anjing-piaraan kecil mana pun.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetapi, Mavrik sebetulnya sama sekali bukan anjing. Dia rubah. Tersembunyi di lahan yang tak terawat ini, di tengah hutan pohon perak dan terkungkung gerbang besi berkarat, ia dan beberapa ratus anggota keluarganya merupakan populasi rubah perak domestikasi satu-satunya di dunia. (Kebanyakan memang berbulu perak atau abu-abu gelap; bulu Mavrik yang berwarna sarangan jarang ada.) Dan yang saya maksud "domestikasi" bukanlah ditangkap kemudian dijinakkan, atau dibesarkan oleh manusia dan kemudian melalui makanan belajar menenggang belaian manusia sesekali. Yang saya maksud adalah dibiakkan untuk menjadi peliharaan, sejinak kucing atau anjing peliharaan Anda. Bahkan, ujar Anna Kukekova, peneliti Cornell yang mempelajari rubah, "bagi saya hewan ini sangat mirip dengan golden retriever, yang pada dasarnya tidak tahu bahwa ada orang baik, orang jahat, orang yang pernah mereka temui sebelumnya, dan orang yang belum pernah mereka temui." Rubah ini memperlakukan semua manusia sebagai calon teman, sebuah perilaku yang merupakan hasil percobaan pemuliaan yang dianggap sebagian pihak paling luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini dimulai lebih dari setengah abad lalu, ketika Trut masih mahasiswa pascasarjana. Dipimpin seorang ahli biologi bernama Dmitry Belyaev, para peneliti di Lembaga Sitologi dan Genetika tak jauh dari situ mengumpulkan 130 rubah dari peternakan kulit bulu. Mereka kemudian membiakkannya dengan tujuan menciptakan-ulang evolusi serigala menjadi anjing, transformasi yang mulai terjadi lebih dari 15.000 tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada setiap generasi kirik rubah, Belyaev dan rekan-rekannya menguji reaksinya terhadap kontak manusia, memilih yang paling ramah untuk pembiakan generasi selanjutnya. Pada pertengahan 1960-an, eksperimen itu berhasil melebihi yang dapat dibayangkannya. Mereka menghasilkan rubah seperti Mavrik, yang bukan hanya tidak takut terhadap manusia, tetapi berusaha menjalin kedekatan dengan manusia. Timnya bahkan mengulangi kesuksesan percobaan itu pada dua spesies lain, musang dan tikus. "Satu hal penting yang ditunjukkan Belyaev adalah skala waktu," ujar Gordon Lark, pakar biologi University of Utah yang meneliti genetika anjing. "Jika Anda memberi tahu saya bahwa rubah itu mendekat untuk mengendus Anda di bagian depan kandang, saya akan berkata itulah yang saya perkirakan. Namun, bahwa hewan itu bisa akrab dengan manusia sedemikian cepat... wow."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaibnya, Belyaev berhasil memampatkan domestikasi ribuan tahun menjadi hanya beberapa tahun. Tetapi, dia tidak hanya ingin membuktikan bahwa dia dapat membuat rubah yang ramah. Dia merasa bahwa dia bisa menggunakannya untuk memecahkan misteri domestikasi pada tingkat molekuler. Hewan domestikasi diketahui memiliki seperangkat karakteristik yang sama, fakta yang didokumentasikan Darwin dalam The Variation of Animals and Plants Under Domestication. Hewan peliharaan cenderung lebih kecil, dengan telinga lebih terkulai dan ekor yang lebih melingkar daripada nenek moyangnya yang liar. Ciri-ciri tersebut cenderung membuat hewan itu tampak muda di mata manusia. Kadang-kadang ada yang berbulu belang—piebald, istilah ilmiahnya—sementara bulu nenek moyangnya yang liar berwarna polos. Ciri ini serta yang lainnya, kadang disebut sebagai fenotipe domestikasi, muncul dalam berbagai tingkatan pada banyak spesies, mulai dari anjing, babi, dan sapi hingga beberapa hewan bukan mamalia seperti ayam, dan bahkan beberapa jenis ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belyaev menduga bahwa saat rubah menjadi hewan peliharaan, hewan ini mungkin juga mulai menunjukkan ciri fenotipe domestikasi. Dia benar lagi: Pemilihan rubah yang akan dibiakkan dengan hanya berdasarkan pada sikap hewan terhadap manusia sepertinya juga mengubah penampilan fisiknya di samping perilakunya. Hanya dalam sembilan generasi, para peneliti mencatat kirik rubah lahir dengan telinga terkulai. Pola belang-belang muncul di kulitnya. Pada saat itu rubah sudah mulai merengek dan mengibaskan ekornya sebagai respons terhadap kehadiran manusia, perilaku yang tidak pernah terlihat pada rubah liar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber perubahan tersebut, menurut Belyaev, adalah kumpulan gen yang memberi kecenderungan untuk jinak—genotipe yang mungkin dimiliki oleh semua spesies yang dapat dijinakkan. Di peternakan rubah ini, Kukekova dan Trut sedang mencari gen-gen tersebut. Di tempat lain, para peneliti menganalisis DNA babi, ayam, kuda, dan spesies peliharaan lainnya, berusaha mengenali perbedaan genetik yang membedakan hewan itu dengan nenek moyangnya. Riset ini, dipercepat oleh kemajuan pengurutan genom cepat terbaru, bertujuan menjawab pertanyaan biologi mendasar: "Bagaimana terjadinya transformasi besar dari hewan liar menjadi hewan peliharaan?" ucap Leif Andersson, profesor biologi genom di Uppsala Universitet, Swedia. Jawabannya akan membantu kita memahami bukan hanya hewan peliharaan, tetapi juga bagaimana manusia menjinakkan sisi liarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://nationalgeographic.co.id&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-4316553822751427356?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/4316553822751427356/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/04/tips-membuat-jinak-satwa-liar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/4316553822751427356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/4316553822751427356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/04/tips-membuat-jinak-satwa-liar.html' title='Tips Membuat Jinak Satwa Liar'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-3350326487277962969</id><published>2011-04-08T18:05:00.000-07:00</published><updated>2011-04-08T18:09:22.340-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ambisi Bangsa Inca Begitu Dahsyat'/><title type='text'>Ambisi Bangsa Inca Begitu Dahsyat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;" class="featurepic"&gt;&lt;img style="width: 441px; height: 294px;" src="http://nationalgeographic.co.id/files/feature/209/209.jpg" alt="gallery" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;h3 class="title"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bangkit menyeruak dari ketakberdayaan menuju kedigdayaan, para raja Andes menaklukan sejumlah kerajaan kecil, menatah pegunungan, dan membangun kerajaan yang perkasa.&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Pulau Taquile yang terpencil di Peru, di tengah Danau Titicaca yang indah , ratusan orang berdiri dalam keheningan di alun-alun tatkala seorang pastor Katolik Roma memanjatkan doa. Sebagai keturunan orang-orang yang dikirim ke situ oleh penjajah Inca lebih dari 500 tahun yang silam, penduduk Taquile masih menjalani gaya hidup tradisional suku Inca. Mereka menenun kain berwarna cemerlang, berbicara dalam bahasa tradisional Inca, dan menangani ladang sebagaimana yang biasa dilakukan leluhur mereka selama berabad-abad. Pada hari-hari festival, mereka berkumpul di alun-alun untuk menari diiringi suara seruling dan tabuhan tambur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari itu, di suatu siang yang nyaman di musim panas, sebagai orang luar, saya menonton mereka yang merayakan festival Santiago, atau festival St. James. Pada zaman Inca dahulu, festival ini pastilah festival Illapa, dewa halilintar Inca. Di saat upacara doa sudah hampir selesai, empat orang pria berbaju hitam mengangkat tandu kayu buatan tangan yang mengusung patung Santiago yang dilukis. Pengusung tandu mengusung patung orang suci itu agar terlihat dari seluruh penjuru alun-alun, sama seperti di masa lalu tatkala suku Inca memanggul mumi para raja yang mereka hormati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berabad-abad setelah mereka wafat, nama para raja Inca itu masih meninggalkan kesan digdaya dan berambisi: Viracocha Inca (Penguasa Dewa Pencipta), Huascar Inca (Penguasa Rantai Emas), dan Pachacutec Inca Yupanqui (Pencipta Ulang Dunia). Dinasti raja Inca yang bangkit dari keterpurukan di Lembah Cusco, Peru pada abad ke-13 telah memikat, menyuap, mengintimidasi, atau menaklukkan semua pesaing mereka guna menciptakan kerajaan pra-Columbia terbesar di Dunia Baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk waktu yang lama para ilmuwan tidak tahu banyak tentang kehidupan para raja Inca, selain aneka kisah sejarah muluk-muluk yang oleh para bangsawan Inca dikisahkan tidak lama setelah tibanya penjajah Spanyol. Suku Inca tidak memiliki sistem huruf hieroglif, seperti yang dimiliki suku Maya, dan gambar para raja yang dilukis para seniman Inca pun sudah lenyap. Istana kerajaan Cusco, ibukota Inca, dengan cepat jatuh ke tangan para penakluk dari Eropa, dan sebuah kota kolonial Spanyol yang baru dibangun di atas reruntuhannya, sehingga mengubur atau menghancurkan peninggalan masa lalu suku Inca. Pada masa yang lebih kini, terjadi kerusuhan sipil di kawasan Andes Peru pada awal 1980-an, dan hanya sedikit ahli arkeologi berani memasuki daerah pedalaman Inca selama lebih dari satu dasawarsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang para ahli arkeologi berupaya keras meneliti kawasan itu. Saat meneliti lereng pegunungan di dekat Cusco, mereka menemukan ribuan situs yang sebelumnya tidak dikenal, sehingga berhasil menggali informasi baru tentang asal-usul dinasti Inca. Dengan mengumpulkan sedikit-sedikit petunjuk dari dokumen masa penjajahan, mereka berhasil menemukan lokasi wilayah kekuasaan para raja Inca yang pernah tak dikenali itu dan mengkaji hubungan yang rumit antara para raja dan para abdi dalam lingkungan rumah tangga. Sementara itu, di garis depan kerajaan yang hilang itu, para ahli arkeologi berhasil menata kembali kepingan bukti dramatis tentang pertempuran yang dikobarkan para raja Inca serta pertempuran psikologis yang mereka lancarkan untuk memaksa puluhan kelompok etnis yang saling curiga menjadi satu kerajaan yang padu. Kemampuan mereka yang luar biasa untuk meraih kemenangan di medan perang dan membangun suatu peradaban, secara bertahap, merupakan isyarat yang amat jelas, kata Dennis Ogburn, ahli arkeologi di University of North Carolina at Charlotte: “Sepertinya mereka berkata, Kamilah kelompok yang paling berkuasa di dunia, jadi jangan sekali-kali berani menantang kami.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu siang yang benderang di bulan Juli, Brian Bauer, ahli arkeologi dari University of Illinois at Chicago, berdiri di alun-alun yang luas di situs upacara suku Inca di Maukallacta, bagian selatan Cusco. Dia minum dari botol airnya, kemudian menunjuk ke tonjolan batu abu-abu yang menjulang tinggi, tidak jauh ke arah timur. Tampak tangga batu berukuran besar-besar tertatah di puncaknya yang bergerigi, bagian dari kuil Inca yang penting. Sekitar 500 tahun yang silam, kata Bauer, para peziarah berdatangan ke kawasan ini untuk melakukan pemujaan di tonjolan batu yang curam, yang di masa lalu dipandang sebagai salah satu tempat paling keramat di kerajaan itu: tempat kelahiran dinasti Inca.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bauer, pria 54 tahun yang bertubuh langsing, namun berotot, bertopi pet usang dan celana jins biru, pertama kali mengunjungi Maukallacta pada awal 1980-an untuk meneliti asal-usul Kerajaan Inca. Pada saat itu, kebanyakan ahli sejarah dan ahli arkeologi percaya bahwa Alexander Agung Andes yang cemerlang dan masih muda bernama Pachacutec menjadi Raja Inca yang pertama pada awal 1400-an. Dia mengubah sekumpulan kecil rumah gubug dari tanah menjadi sebuah kerajaan hebat semasa hidupnya. Bauer tidak memercayainya. Dia yakin bahwa dinasti Inca memiliki asal-usul yang jauh lebih tua, dan Maukallacta tampaknya merupakan tempat yang masuk akal untuk mencarinya. Dia sungguh kecewa ketika penggalian selama dua musim panas tidak memberikan bukti apa pun tentang para raja Inca yang hidup lebih awal daripada masa Pachacutec.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://nationalgeographic.co.id&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-3350326487277962969?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/3350326487277962969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/04/ambisi-bangsa-inca-begitu-dahsyat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/3350326487277962969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/3350326487277962969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/04/ambisi-bangsa-inca-begitu-dahsyat.html' title='Ambisi Bangsa Inca Begitu Dahsyat'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-108169192633868663</id><published>2011-04-08T17:52:00.000-07:00</published><updated>2011-04-08T17:55:46.092-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gempa Jepang Bikin Poros Bumi Bergeser 25 cm'/><title type='text'>Gempa Jepang Bikin Poros Bumi Bergeser 25 cm</title><content type='html'>&lt;p&gt;Temuan awal Lembaga Vulkanologi dan Geofisika Italia atau Italy's National Institute of Geophysics and Volcanolog (INGV) menunjukkan bahwa gempa bermagnitude 9 yang terjadi di Jepang, Jumat (11/3-2011), mengakibatkan pergerseran sumbu Bumi sekitar 25 sentimeter.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kenapa bisa bergeser dan apakah pergeseran ini berpengaruh terhadap kondisi Bumi di masa depan? Menanggapi temuan ini, beberapa pakar pun meyakinkan bahwa hal tersebut merupakan sesuatu yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="width: 445px; height: 222px;" src="http://www.wartakota.co.id/upload/photo/2011/03/12/265572563cea8bf5a573a50f13110c2d.jpg" border="0" /&gt;           &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Dua puluh lima cm itu tampak besar kalau terlihat pada penggaris. Namun, kalau Anda melihat pada skala Bumi keseluruhan, itu pastinya sangat kecil," kata geolog Universitas Torronto, Andrew Miall, seperti dilansir web National Post Kanada. Berpengaruh pasti, namun, menurutnya, tidak akan terlalu dirasakan. Ia mengibaratkan perubahan satu detik dalam 24 jam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pendapat yang sama dikatakan ahli astrofisika asal Indonesia yang bekerja di Max Planck Institute for Astronomy, Johny Setiawan. Ia mengatakan, sumbu Bumi memang tidak stabil. Pergeseran sumbu Bumi, menurutnya, memang sesuatu yang normal terjadi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Bumi, kan, bagian luarnya terdiri dari lempengan-lempengan. Kalau lempengannya bergeser, sumbunya juga bergeser karena distribusi materi dan titik beratnya juga bergeser," katanya, saat dihubungi Kompas.com.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menjelaskan, fenomena tersebut mungkin dapat diumpamakan Bumi tampak seperti gasing yang berputar dan kadang sumbunya berubah setiap waktu. Gerak perubahan sumbu Bumi disebut Gerak Presesi dan beberapa penyebabnya adalah gravitasi Bulan dan Matahari. Secara kebetulan, bulan saat ini juga sedang bergerak ke posisi perigee atau jarak terdekat dengan Bumi yang akan terjadi 16 Maret 2011 nanti sehingga distribusi massa di permukaan Bumi juga akan berubah.&lt;strong&gt; (Kompas.com)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-108169192633868663?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/108169192633868663/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/04/gempa-jepang-bikin-poros-bumi-bergeser.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/108169192633868663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/108169192633868663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/04/gempa-jepang-bikin-poros-bumi-bergeser.html' title='Gempa Jepang Bikin Poros Bumi Bergeser 25 cm'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-4523492954608414286</id><published>2011-04-08T17:40:00.000-07:00</published><updated>2011-04-08T17:52:25.695-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poros bumi bergeser'/><title type='text'>Poros bumi bergeser</title><content type='html'>&lt;div class="wrapper-menu"&gt;   &lt;div class="header-menu"&gt;  &lt;!----&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="width: auto;"&gt;&lt;center&gt;&lt;img title="Poros bumi bergeser" src="http://nationalgeographic.co.id/admin/files/daily/201101180724456_n.jpg" alt="Poros bumi bergeser" border="0" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;p style="margin: 0px; font-size: 10px; font-family: Helvetica,Arial,sans-serif;" align="right"&gt;Leo Zinezi/stock.xchng&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div class="cleaning"&gt; &lt;/div&gt;   Seorang ahli astronomi asal Minneapolis, Profesor Parke Kunkle, berpendapat bahwa posisi sumbu bumi mengalami pergeseran akibat daya tarik gravitasi bulan terhadap ekuator bumi. Pergeseran ini menyebabkan perubahan dalam astrologi. Horoskop yang semula 12 bintang bertambah, kini menjadi 13 bintang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astrologi ditetapkan berdasarkan posisi matahari terhadap susunan rasi bintang tertentu pada hari seseorang dilahirkan. Namun masalahnya, posisi tersebut ditentukan lebih dari 2000 tahun yang lalu. Dengan bintang-bintang yang sudah bergeser sekarang ini, timbul ketidakcocokan antara pandangan astrologi dengan ilmu astronomi.  &lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Astrologi seakan memberitahu kita posisi matahari berada di satu tempat, sedangkan astronomi mengatakan letaknya di posisi berbeda," ujar Joe Rao, kolumnis situs SPACE.com dan pengajar di Hayden Planetarium New York.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara zodiak baru yang hadir, Ophiuchus, sebenarnya sudah ada sejak lama, tepatnya sejak era peradaban bangsa Babylonia memberi nama 13 konstelasi bintang di langit. Belakangan bangsa Babylonia menghapus Ophiuchus agar jumlah zodiak sama dengan jumlah bulan dalam setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Berikut ini adalah pembagian astrologi baru pasca pergeseran sumbu bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aquarius: 17 Februari-11 Maret&lt;br /&gt;Pisces: 12 Maret-18 April&lt;br /&gt;Aries: 19 April-13 Mei&lt;br /&gt;Taurus: 14 Mei-21 Juni&lt;br /&gt;Gemini: 22 Juni-20 Juli&lt;br /&gt;Cancer: 21 Juli-10 Agustus&lt;br /&gt;Leo: 11 Agustus-16 September&lt;br /&gt;Virgo: 17 September-30 Oktober&lt;br /&gt;Libra: 31 Oktober-23 November&lt;br /&gt;Scorpio: 24 November-29 November&lt;br /&gt;Ophiuchus: 30 November-17 Desember&lt;br /&gt;Sagitarius: 18 Desember-20 Januari&lt;br /&gt;Capricorn: 21 Januari-16 Februari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Live Science&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-4523492954608414286?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/4523492954608414286/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/04/poros-bumi-bergeser.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/4523492954608414286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/4523492954608414286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/04/poros-bumi-bergeser.html' title='Poros bumi bergeser'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-383013272389751259</id><published>2011-03-12T06:49:00.000-08:00</published><updated>2011-03-12T06:51:07.989-08:00</updated><title type='text'>Kronologis Gempa Tsunami Jepang</title><content type='html'>Metrotvnews.com, Tokyo: Gempa bumi berkekuatan 8,9 pada Skala Richter yang disusul Tsunami di pesisir timur laut Jepang, telah meluluhlantakkan sejumlah wilayah di Negeri Sakura. Sesaat kemudian, Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan Peringatan Tsunami untuk seluruh pesisir timur  Jepang yang menghadap Samudera Pasifik, termasuk 20 negara yang bersentuhan dengan samudera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kronologis gempa diawali guncangan kuat pukul 14.46 waktu setempat. Pusaran besar kemudian terlihat muncul di Laut Jepang yang menghadap Samudera Pasifik. Ini yang memastikan akan terjadi Tsunami. Sekitar 30 menit kemudian terjadi gempa susulan berkekuatan 7,4 SR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan Meteorologi Jepang lalu mengeluarkan Peringatan Tsunami untuk seluruh pesisir timur Jepang, yang menghadap Samudera Pasifik, termasuk 20 negara yang bersentuhan langsung dengan samudera. Sejumlah wilayah Indonesia termasuk di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam video stasiun televisi setempat, terlihat gelombang Tsunami menyapu kawasan pusat kota dan menyeret kendaraan yang ada di jalanan. Ribuan kendaraan terseret arus bersama material lainnya. Tsunami juga menyapu kawasan industri dan permukiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah gempa susulan di sekitar pusat gempa memicu Tsunami kedua. Gambar dari televisi setempat menunjukkan terjadinya dinding gelombang air yang menderu dari tengah laut menuju ke daratan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawasan pertanian di Sendai, tersapu oleh gelombang laut yang membawa puing-puing.(DSY)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-383013272389751259?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/383013272389751259/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/03/kronologis-gempa-tsunami-jepang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/383013272389751259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/383013272389751259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/03/kronologis-gempa-tsunami-jepang.html' title='Kronologis Gempa Tsunami Jepang'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-6104101907434448370</id><published>2011-03-12T06:42:00.000-08:00</published><updated>2011-03-12T06:44:31.128-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Korban Tsunami Jepang'/><title type='text'>1.300 Korban Tewas Akibat Gempa dan Tsunami Jepang, Bahaya Nuklir Kini Hantui</title><content type='html'>Perusahaan pengelola pembangkit listrik tenaga nuklir Jepang, Tokyo Electric Power Co. (TEPCO) mengatakan pada Sabtu sore (12/3/2011) bahwa satu ledakan terdengar di dekat satu reaktor nuklir yang rusak di Prefektur Fukushima sebagai tanda bahwa kehancuran sedang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://www.berita8.com/images/berita/normal/962485@tsunami-jepang-terbakar.jpg" style="border: 1px solid rgb(102, 102, 102); padding: 2px;" width="290" align="center" border="0" height="210" hspace="4" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Juru bicara Badan Keamanan Perindustrian dan Nuklir dalam jumpa pers mengonfirmasi bahwa ledakan terdengar di dekat reaktor nomor satu di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Nomor satu, Fukushima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Kantor Berita NHK melaporkan bahwa atap bangunan runtuh dan empat orang terluka dalam kecelakaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut laporan NHK insiden itu terjadi pada sekitar pukul 15.36 sehari setelah gempa bumi sebesar 8,8 skala Richter melanda Jepang timurlaut yang mengakibatkan tsunami besar di perairan Pasifik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zat radio aktif telah terdeteksi dan pemerintah setempat menyarankan penduduk untuk menjaga jarak pada radius sejauh sepuluh kilometer dari pembangkit tenaga nuklir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan ledakan terjadi setelah gempa susulan dan berlangsung ditengah misi pencarian dan penyelamatan masal yang dilakukan di kawasan timurlaut Jepang yang melibatkan pasukan militer Jepang dan Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara regu penyelamat internasional tiba di Jepang, setidaknya 1.300 orang diperkirakan telah tewas akibat gempa bumi dan tsunami raksasa.(em/at)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : berita8.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-6104101907434448370?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/6104101907434448370/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/03/1300-korban-tewas-akibat-gempa-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/6104101907434448370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/6104101907434448370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/03/1300-korban-tewas-akibat-gempa-dan.html' title='1.300 Korban Tewas Akibat Gempa dan Tsunami Jepang, Bahaya Nuklir Kini Hantui'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-4236285593551817119</id><published>2011-03-11T12:48:00.000-08:00</published><updated>2011-03-11T12:54:24.437-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Korban Tsunami Jepang'/><title type='text'>Korban Tsunami Jepang :  310 Tewas, 350 Hilang dan 544 Luka</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="width: 407px; height: 252px;" src="http://images.detik.com/content/2011/03/11/10/sunami-dalem1.jpg" alt="310 Tewas, 350 Hilang dan 544 Luka Akibat Tsunami Jepang" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikitnya 310 orang tewas, 350 orang hilang dan 544 orang luka-luka akibat gempa 8,9 SR yang melanda Jepang siang tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Korban tewas termasuk 200-300 orang yang tewas ditemukan di Kota Sendai," kata juru bicara kepolisian setempat seperti dilansir AFP, Jumat (11/3/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, sekitar 200-300 jenazah ditemukan di sekitar pantai di Kota Sendai, Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kantor berita Kyodo dan Jiji Press mengatakan, mayat-mayat itu ditemukan di kawasan Wakabayashi, Sendai, menyusul gempa besar yang akhirnya menimbulkan tsunami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Detiknews&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-4236285593551817119?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/4236285593551817119/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/03/korban-tsunami-jepang-310-tewas-350.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/4236285593551817119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/4236285593551817119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/03/korban-tsunami-jepang-310-tewas-350.html' title='Korban Tsunami Jepang :  310 Tewas, 350 Hilang dan 544 Luka'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-5408671131284893582</id><published>2011-03-11T12:45:00.000-08:00</published><updated>2011-03-11T12:48:21.759-08:00</updated><title type='text'>Tsunami setinggi 3 - 7 kaki melanda Hawaii</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="width: 411px; height: 278px;" src="http://images.detik.com/content/2011/03/11/10/sunami-dalem3.jpg" alt="Tsunami Terjang Hawaii, Ribuan Warga Mengungsi" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hawaii&lt;/strong&gt; - Gelombang Tsunami yang menggulung ribuan kilometer akibat gempa 8,9 SR di Jepang melintasi Samudera Pasifik kini telah sampai ke Hawaii. Namun belum dikabarkan adanya korban jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip detikcom dari AFP, Jumat (13/3/2011), sirene di sekitar kawasan pantai Hawaii terus berbunyi. Otoritas Hawaii pun secara cepat mengevakuasi ribuan warganya ke daerah yang lebih tinggi. Banyak warga kini telah mengungsi di tempat penampungan. Ketinggian tsunami bervariasi antara 3-7 kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hawaii dan kawasan barat pantai di AS masuk dalam kategori kawasan yang masuk dalam ancaman tsunami setelah gempa berkekuatan 8,9 SR menghantam Jepang. Hawaii sendiri terletak di 4.000 mil atau 6.500 kilometer dari pusat gempa di Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara akibat gempa dan tsunami yang melanda Jepang ini, sedikitnya 310 orang tewas, 350 hilang dan 544 luka-luka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Detiknews&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-5408671131284893582?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/5408671131284893582/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/03/tsunami-setinggi-3-7-kaki-melanda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/5408671131284893582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/5408671131284893582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/03/tsunami-setinggi-3-7-kaki-melanda.html' title='Tsunami setinggi 3 - 7 kaki melanda Hawaii'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-3762247468191711284</id><published>2011-03-11T12:40:00.000-08:00</published><updated>2011-03-11T12:59:01.702-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tsunami jepang'/><title type='text'>Tsunami setinggi 10 meter melanda Jepang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/images/stories/lifestyle/20110312a.jpg" style="float: left; width: 444px; height: 286px;" alt="Image" title="Image" border="0" hspace="6" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harian Seputar Indonesia memberitakan :&lt;br /&gt;Tsunami menyapu rumah penduduk di Kota Natori, timur laut Jepang,  kemarin. Gempa bumi terbesar di Jepang pada 140 tahun terakhir telah  memicu tsunami setinggi 10 meter yang menyapu bangunan, mobil, kapal,  dan menyebabkan kebakaran di berbagai wilayah di pesisir timur laut  Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOKYO– Gempa bumi berkekuatan 8,9 Skala Richter (SR) yang mengguncang Jepang kemarin memicu gelombang tsunami setinggi 10 meter. Sejauh ini korban tewas mencapai 300 orang dan diperkirakan terus bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gempa bumi kemarin merupakan gempa terbesar di Jepang pada 140 tahun terakhir.Survei Geologi Amerika Serikat menyatakan, gempa terjadi di kedalaman 15,1 mil dan berada 81 mil timur Sendai, Pulau Honshu, Jepang. ”Sedikitnya 300 jasad ditemukan di kota pantai Sendai. Korban tewas tampaknya karena tenggelam.Banyak orang hilang,”papar badan penyiaran NHK. Korban tewas, hilang, dan terluka diperkirakan terus bertambah seiring proses evakuasi. Badan Polisi Nasional (NPA) yang bertanggung jawab mengumpulkan data tentang bencana itu belum dapat mengonfirmasi jumlah korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kerusakan sangat mengerikan sehingga akan memerlukan waktu untuk mengumpulkan data,” ungkap seorang pejabat NPA. Tsunami yang terjadi setelah gempa menyapu semua area yang dilewati, termasuk rumah, kapal,dan mobil, serta menimbulkan kebakaran. ”Besarnya kerusakan menunjukkan korban tewas dapat meningkat drastis,” tulis Kyodo. Kantor berita ini melaporkan sedikitnya 80 lokasi mengalami kebakaran setelah gempa bumi. Perdana Menteri (PM) Jepang Naoto Kan berjanji akan bertindak semaksimal mungkin. ”Kita perlu menyelamatkan negeri setelah bencana yang menyebabkan kerusakan di wilayah utara,” paparnya kepada para politisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gempa bumi kemarin lebih besar daripada gempa Great Kanto pada 1 September 1923 yang berkekuatan 7,9 SR. Ketika itu gempa menewaskan lebih dari 140.000 orang di Tokyo. Gempa bumi memang sering terjadi di Jepang,salah satu wilayah paling aktif di dunia.Negara itu mengalami 20% gempa bumi di dunia dengan kekuatan 6 SR atau lebih besar. Pada 1933, gempa 8,1 SR di pantai Pasifik Jepang,Sanriku, menewaskan lebih dari 3.000 orang.Sedangkan gempa Kobe pada 1995 mengakibatkan kerugian USD100 miliar dan menjadi bencana alam paling mahal dalam sejarah.Kerugian ekonomi dari tsunami Samudera India 2004 diperkirakan mencapai USD10 miliar. Warga Jepang yang terkejut akibat gempa bumi kemarin semakin panik akibat tsunami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya sangat ngeri dan takut.Saya tidak pernah mengalami gempa bumi sebesar ini sebelumnya,”papar Hidekatsu Hata, 36, manajer sebuah restoran mi China di daerah Akasaka, Tokyo. Sebuah hotel roboh di Kota Sendai dan korban dikhawatirkan terkubur di reruntuhan gedung. Perusahaan elektronik Sony Corp, salah satu eksportir terbesar di Jepang, menutup enampabriknya.Bersamaandengan itu pesawat-pesawat angkatan udara dikerahkan ke pantai timur laut untuk memperkirakan besarnya kerusakan. Setelah gempa pertama mengguncang, terjadi beberapa gempa susulan. Di Tokyo, gedung-gedung terguncang keras. Sebuah fasilitas pengilangan minyak dekat Tokyo mengalami kebakaran dan puluhan tangki penyimpanan terancam terbakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tayangan televisi menunjukkan gelombang tsunami yang membawa sampah dan puing menerjang wilayah pertanian di pantai dekat Kota Sendai yang berpenduduk satu juta jiwa.Kapal-kapal di pantai juga terhempas dari laut menuju ke sebuah pelabuhan. Kapal-kapal itu tergeletak dan berserakan. Kota Sendai berada 300 kilometer timur laut Tokyo dan tidak jauh dari pusat gempa di laut.Televisi NHK menunjukkan lidah api dan asap hitam membumbung dari sebuah gedung di Odaiba, pinggiran Tokyo.Kereta supercepat yang menuju utara Tokyo juga berhenti meluncur saat gempa. Asap tebal terlihat di kawasan industri di Isogo,Yokohama. Tayangan televisi menunjukkan kapal-kapal,mobilmobil, dan truk-truk, hanyut oleh tsunami saat gelombang itu menerjang Kota Kamaichi di utara Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebakaran juga terjadi di Sendai saat gelombang tsunami membawa mobil-mobil melintasi landasan pacu bandara. Sebuah kereta penumpang dengan jumlah orang tidak diketahui tidak diketahui keberadaannya saat tsunami menerjang bagian pantai Jepang. ”Kereta East Japan Railway Co yang beroperasi dekat Stasiun Nobiru di Jalur Senseki yang menghubungkan Sendai sedang menuju Ishinomaki saat gempa terjadi,” papar laporan kantor berita Kyodo, mengutip pernyataan polisi. Gempa bumi terjadi beberapa saat sebelum bursa saham Tokyo ditutup sehingga Nikkei merosot pada level terendah dalam lima pekan terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdagangan saham-saham Nikkei di Osaka merosot hingga 4,7% sebagai reaksi atas berita bencana tersebut. Saham-saham perusahaan asuransi Eropa juga merosot. Sejumlah reasuransi seperti Swiss Re , Hannover Re, dan Munich Re turun hingga lebih dari 4%. Saham Aviva turun lebih dari 2%, Alianz turun 1,7%,dan Axa turun 1,3%.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-3762247468191711284?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/3762247468191711284/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/03/tsunami-setinggi-10-meter-melanda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/3762247468191711284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/3762247468191711284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/03/tsunami-setinggi-10-meter-melanda.html' title='Tsunami setinggi 10 meter melanda Jepang'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-8585175975408237874</id><published>2011-03-07T21:47:00.000-08:00</published><updated>2011-03-07T21:58:28.706-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Obat Pilek yang Mujarab'/><title type='text'>Coba Obat Pilek yang Mujarab Menurut Manu</title><content type='html'>&lt;span id="result_box" class="long_text"&gt;&lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 255);" title="That's exactly what happened when an Indian man tried to enter the Guinness Book of World Records by feeding two live grass snake into his nostrils and taking them out through his mouth." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'"&gt;Pria India ini mencoba tercatat dalam Guinness Book of World Records dengan memasukan dua ular hidup ke dalam hidungnya dan mengeluarkan melalui mulut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="article-advert-body"&gt;&lt;div id="js-article-text" class="article-text float-l"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="ArtContentImgBodyC" style="width: 470px; text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://img.dailymail.co.uk/i/pix/2006/12/IndiaSnakeEPA_468x659.jpg" alt="through nostrils and mouth" width="468" border="1" height="659" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="result_box" class="long_text"&gt;&lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 255);" title="That's exactly what happened when an Indian man tried to enter the Guinness Book of World Records by feeding two live grass snake into his nostrils and taking them out through his mouth." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 255);" title="C Manoharan,25, who is better known as Snake Manu, says he is particularly partial to baby cobras." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'"&gt;C. Manoharan, 25 tahun , yang lebih dikenal sebagai Manu Ular, mengatakan dia sangat tertarik dengan anak ular kobra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="result_box" class="long_text"&gt;&lt;span style="background-color: rgb(235, 239, 249);" title="He claims to have experimented with almost all varieties of snakes, including cobras, common kraits, sand boas and rat snakes." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'"&gt;Dia mengaku telah bereksperimen dengan hampir semua jenis ular, termasuk kobra, kraits, Boas pasir dan ular tikus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 255);" title="He says his favourite is the cobra because of its ferocious agility." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'"&gt;Dia mengatakan favoritnya adalah kobra karena kelincahan dan ganasnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-8585175975408237874?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/8585175975408237874/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/03/coba-obat-pilek-yang-mujarab-menurut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/8585175975408237874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/8585175975408237874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/03/coba-obat-pilek-yang-mujarab-menurut.html' title='Coba Obat Pilek yang Mujarab Menurut Manu'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-2919766997947507928</id><published>2011-02-24T22:21:00.000-08:00</published><updated>2011-02-24T22:35:19.263-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gemuk penyebab kematian'/><title type='text'>Gemuk Penyebab Kelima Kematian di Dunia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img style="cursor: -moz-zoom-out;" alt="http://2.bp.blogspot.com/-12-1w22CzXw/TVnbEE5Y55I/AAAAAAAAARo/ZnQHIT8eyww/s1600/obesity.jpg" src="http://2.bp.blogspot.com/-12-1w22CzXw/TVnbEE5Y55I/AAAAAAAAARo/ZnQHIT8eyww/s1600/obesity.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obesitas atau kegemukan menyebabkan 10,3 persen dari angka kematian dunia. Menurut WHO, angka tersebut menempati peringkat kelima penyebab utama kematian di dunia. Secara global, 1,6 miliar kaum dewasa kegemukan dan 400 juta di antaranya mengalami obesitas.&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sementara ketidakaktifan fisik berada di urutan keempat penyebab kematian dunia. Padahal, 31 persen masyarakat dunia dari semua umur dan 60 persen sampai 85 persen kaum dewasa di dunia tidak aktif secara fisik.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di Indonesia, kini 19,1 persen orang berusia di atas 15 tahun menderita obesitas. Sementara 19,8 persen memiliki perut buncit atau obesitas sentral dan 48,2 persen masyarakat berusia di atas 10 tahun kekurangan aktivitas.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selama ini, banyak orang mengetahui akan bahaya kegemukan dan obesitas. Namun, hanya sedikit yang menyadari betapa berbahayanya ketidakaktifan fisik . Dari data WHO, ketidakaktifan fisik terkait erat dengan 3,2 juta kematian per tahun, 70.000 kematian dini bagi masyarakat di bawah usia 60 tahun di seluruh dunia, dan 90 persen kecacatan sebelum usia 60 tahun di negara-negara berkembang.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img style="cursor: -moz-zoom-in;" alt="http://www.sadargizi.com/wp-content/uploads/2010/06/obesity_picture_small.jpg" src="http://www.sadargizi.com/wp-content/uploads/2010/06/obesity_picture_small.jpg" width="352" height="392" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Perilaku tidak aktif antara lain duduk bersandar dan berbaring di luar waktu tidur, menonton televisi, bermain video game, dan bekerja di depan komputer. Seluruh kegiatan tersebut dapat menyebabkan penyakit karena terlalu lama duduk yakni sitting disease.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurut American Cancer society, 94 persen perempuan dan 48 persen pria yang tidak aktif dan duduk lebih dari enam jam sehari memiliki risiko lebih besar mengidap penyakit degeneratif yang menyebabkan kematian daripada mereka yang tidak aktif atau duduk kurang dari tiga jam per hari.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari berbagai riset, terbukti tidak aktif atau duduk dalam jangka waktu lama akan mematikan aktivitas otot, memperlambat sirkulasi, dan mematikan aneka enzim pemecah trigliserida.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk itu, pusat kebugaran Fitness First meluncurkan program Lose it yang mengajak orang untuk hidup sehat dan memerangi kegemukan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jangan langsung menargetkan harus turun belasan atau puluhan kilogram dan berlatih hingga dua jam. Siapa pun pasti bosan dan akan menyerah. Lebih baik berlatih dan bergerak rutin serta terus meningkatkan intensitas waktu latihan. Misalnya, semula hanya 10-20 menit dan terus bertambah menjadi dua jam. Itu lebih efektif dan akhirnya berat tubuh akan turun, kata Dave Nuku, Regional Fitness Manager Fitness First dan pelatih tim biru di program The Biggest Loser Asia di Jakarta, Kamis (23/2).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="http://topnews.in/health/files/obesity-1_0.jpg" src="http://topnews.in/health/files/obesity-1_0.jpg" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurut pelatih asal Selandia Baru itu, lebih baik mengajak tubuh dan pikiran untuk secara bertahap menyukai dan membutuhkan olahraga dan aktivitas fisik lainnya sehingga tubuh terbiasa selalu memilih cara dan jalan yang sehat. Jika terbiasa begitu, mereka pasti akan memilih makanan sehat dan yang diolah secara sehat demi menjaga kebugaran dan kesehatannya, ujar Nuku.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="http://ksupointer.com/wp-content/uploads/2010/09/obesity.jpg" src="http://ksupointer.com/wp-content/uploads/2010/09/obesity.jpg" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sumber : kompas&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-2919766997947507928?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/2919766997947507928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/02/gemuk-penyebab-kelima-kematian-di-dunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/2919766997947507928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/2919766997947507928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/02/gemuk-penyebab-kelima-kematian-di-dunia.html' title='Gemuk Penyebab Kelima Kematian di Dunia'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-12-1w22CzXw/TVnbEE5Y55I/AAAAAAAAARo/ZnQHIT8eyww/s72-c/obesity.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-1974026666563132189</id><published>2011-02-24T22:10:00.000-08:00</published><updated>2011-02-24T22:15:45.004-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bersepeda picu serangan jantung'/><title type='text'>Naik Sepeda Ke Kantor Picu Serangan Jantung?</title><content type='html'>&lt;div class="img310"&gt;&lt;img alt="" src="http://kcdn5.stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/04/14/0019597p.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;                  &lt;!-- e: images --&gt;&lt;!-- e: terkait --&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Bersepeda adalah salah satu olahraga ringan dan sangat bermanfaat bagi kesehatan. Tak heran bila olahraga ini banyak dipilih dan menjadi salah satu favorit bagi semua kalangan.   &lt;/p&gt;  Bahkan di kota-kota besar seperti di Jakarta,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersepeda adalah salah satu olahraga ringan dan sangat bermanfaat bagi kesehatan. Tak heran bila olahraga ini banyak dipilih dan menjadi salah satu favorit bagi semua kalangan.   &lt;p&gt; Bahkan di kota-kota besar seperti di Jakarta, bersepeda tak sekedar menjadi hobi tetap mulai menjadi tren alat transportasi menuju tempat kerja. Komunitas 'bike to work' terus berkembang dilatarbelakangi kepedulian untuk mengurangi tingkat polusi udara kota. Walaupun sayangnya, animo warga menggunakan sepeda belum ditindaklanjuti serius oleh pemerintah dengan menyediakan jalur khusus sepeda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Nah bagi Anda yang rutin 'gowes' ke tempat kerja, ada baiknya juga mencermati hasil sebuah studi terbaru di Eropa. Penelitian para ahli dari Hasselt University di Belgia mengindikasikan, aktivitas bersepeda ke tempat kerja, khususnya di kota besar dengan beberapa ancaman selama perjalanan,  dapat meningkatkan risiko bagi kesehatan.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Seperti dilaporkan jurnal kesehatan &lt;em&gt;The Lancet&lt;/em&gt; &lt;em&gt;online&lt;/em&gt;, bersepeda di tengah jalur lalu lintas yang padat dengan tingkat polusi yang tinggi dapat menjadi salah satu pemicu utama kasus serangan jantung.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Dalam suatu pengukuran skala risiko setiap hari yang terbukti memicu serangan jantung, terjebak dalam lalu lintas padat (baik sebagai pengemudi, pengguna sepeda atau komuter) termasuk dalam daftar teratas faktor pemicu serangan, termasuk di antaranya stres dan paparan terhadap polusi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Tetapi dari semua itu, pengguna sepeda memiliki risiko terbesar karena selain terpapar polusi berat, mereka juga melakukan aktivitas lain yang memicu serangan jantung, yakni berolahraga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Studi oleh Hasselt University ini dilakukan dengan cara menganalisis 36 riset sebelumnya. Penelitian ini adalah yang pertama kali meneliti faktor risiko pemicu serangan selain penyakit yang dapat menyebabkan sakit jantung. Meski beberapa faktor ini tampak tumpang tindih, bersepeda ke tempat kerja tetap dimasukkan dalam peringkat, setelah memperhitungkan proporsi total kasus serangan jantung yang disebabkan beragam penyebab.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Menurut pimpinan riset  Dr Tim Nawrot, paparan terhadap lalu lintas dapat memicu risiko serangan jantung sebesar 7,4 persen, diikuti tekanan fisik saat berolahraga sebesar 6,2 persen. Polusi udara dapat memicu antara 5 hingga 7 persen serangan,sementara meminum alkohol atau kopi mencapai 5 persen.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Faktor risiko lainnya adalah emosi negatif (3.9 persen), marah (3.1 persen), makan berat (2.7 persen), emosi positif (2.4 persen)  dan aktivitas seks (2,2 persen). &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Polusi udara juga menimbulkan risiko tambahan sebesar 5 persen, tetapi seiring dengan banyaknya warga yang terpapar asap knalpot kendaraan,  asap industri, kualitas udara menjadi ancaman yang lebih penting bagi populasi masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Professor David Spiegelhalter, ahli risiko dari Universitas Cambridge, menilai sebenarnya sulit menguraikan faktor risiko dalam suatu peneltiian untuk suatu kondisi tertentu seperti bersepeda atau mengemudi dalam lalu lintas padat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; "Banyak faktor yang berkontribusi pada risiko secara keseluruhan; seperti polusi udara, stres, tekanan fisik, bahkan emosi yang sudah dikenal sebagai pemicu serangan jantung. Itu adalah gabungan yang kompleks," ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Sedangkan Judy O’Sullivan, dari British Heart Foundation, berpendapat manfaat berolahraga di luar ruangan  bagi kebenyakan individu sebenarnya jauh melebihi risiko yang ditimbulkan polusi udara.  Ia tetap meminta warga untuk tidak mengurungkan niat berolahaga di dalam kota, seperti berjalan kaki atau  bersepeda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Dr Tim Chico, konsultan penyakit jantung dari University of Sheffield, Inggris,  menekankan pengaturan gaya hidup jauh lebih penting untuk mencegah timbulnya serangan jantung.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt; "Kami lebih tahu banyak tentang kenapa seseorang terkena serangan jantung (semisal akibat merokok, kolesterol dan obesitas), tetapi tidak sedikit tentang mengapa itu terjadi pada hari dan waktu tertentu. Dasar dari penyakit jantung timbul selama bertahun-tahun. Jika seseorang ingin menghindar dari serangan maka ia harus fokus untuk tetap berolahraga, tidak merokok, menjaga pola makan sehat dan berat badan ideal," paparnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : daily mail, kompas&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-1974026666563132189?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/1974026666563132189/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/02/naik-sepeda-ke-kantor-picu-serangan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/1974026666563132189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/1974026666563132189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/02/naik-sepeda-ke-kantor-picu-serangan.html' title='Naik Sepeda Ke Kantor Picu Serangan Jantung?'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-5748870031985853041</id><published>2011-02-24T22:07:00.000-08:00</published><updated>2011-02-24T22:20:01.832-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bahaya memakai laptop'/><title type='text'>Bahaya Memakai Laptop</title><content type='html'>&lt;img style="width: 359px; height: 222px;" src="http://kcdn2.stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/02/21/1111577620X310.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anak-anak dan remaja menenteng laptop kini menjadi pemandangan biasa. Namun, orangtua disarankan untuk membatasi penggunaan laptop pada orang muda karena bisa berdampak pada pertumbuhan otot dan postur mereka.&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan tim dari Universitas Boston, terungkap sekitar 50 persen mahasiswa pengguna laptop kerap mengeluhkan rasa nyeri setelah menggunakan komputer selama satu jam. Penelitian dilakukan terhadap 18 juta mahasiswa pada tahun 2008.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Gangguan pada sistem muskuloskeletal yang terjadi pada masa anak-anak sampai dewasa muda perlu menjadi perhatian karena sistem muskuloskeletal dan postur mereka masih berkembang," kata Karen Jacobs, ketua tim peneliti dan terapis dari Universitas Boston.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ia menjelaskan, keluhan rasa nyeri akibat penggunaan laptop kini sering dialami anak-anak di banyak negara. Selain orangtua memonitor durasi penggunaan laptop, Jacobs juga menyarankan agar anak-anak diajarkan untuk melakukan peregangan dan latihan otot untuk mencegah gangguan postur pada masa mendatang.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Laporan yang dilansir oleh The Bureau of Labor Statistics tahun 2009 menemukan kelainan muskuloskeletal (otot, tulang, ligamen, dan tendon) mencapai 29 persen dari semua kecelakaan di tempat kerja dan menyebabkan para pekerja harus mengambil cuti sakit.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurut Jacobs, salah satu penyebab gangguan otot atau persendian pada anak pengguna laptop adalah meja kerja yang dipakai tidak sesuai. Untuk mengurangi rasa pegal, ia menyarankan agar pengguna laptop memakai &lt;em&gt;mouse &lt;/em&gt;ketimbang &lt;em&gt;trackpad&lt;/em&gt; di laptop.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Memakai &lt;em&gt;trackpad&lt;/em&gt; membuat kita berada dalam posisi yang kikuk karena posisi tangan melewati tubuh, bukannya rileks di samping," ucap Jacobs, yang pernah menjadi presiden American Occupational Therapy Association.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saat menggunakan &lt;em&gt;trackpad&lt;/em&gt;, umumnya satu jari, tendon jari-jari tangan secara konstan akan melebar dan menyebabkan ketegangan otot serta tulang sendi. Dalam waktu cukup lama, rasa tidak nyaman ini akan meluas ke bagian pundak, pergelangan tangan, dan lengan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, kebanyakan orang juga mengistirahatkan pergelangan tangan mereka saat memakai &lt;em&gt;touchpad&lt;/em&gt;. Kondisi ini disebut tekanan kontak (&lt;em&gt;contact stress&lt;/em&gt;) dan akan membebani otot pergelangan tangan, saraf, serta pembuluh darah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Laptop sebenarnya didesain untuk dipakai di meja kerja. Karena itu, sebaiknya kita menambahkan aksesori seperti &lt;em&gt;mouse&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;keyboard&lt;/em&gt; untuk mencegah keluhan nyeri persendian," kata Jacobs.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari penelitian yang dia lakukan, diketahui bahwa anak-anak yang paling menderita nyeri karena penggunaan laptop umumnya anak yang tidak aktif bergerak. "Ada tren orang yang fisiknya aktif lebih jarang menderita gangguan muskuloskeletal. Ini terjadi baik pada anak maupun orang dewasa," kata Robin Billespie, ahli ergonomi.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seperti halnya atlet yang wajib melakukan pemanasan sebelum turun ke lapangan, Jacobs juga menyarankan pengguna laptop melakukan peregangan di sela memakai laptop. "Berjalan berkeliling setelah memakai laptop selama dua jam adalah awal yang baik," katanya. Ia juga menyarankan untuk melakukan latihan peregangan tangan, leher, punggung, dan kepala setiap hari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : LiveScience, kompas&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-5748870031985853041?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/5748870031985853041/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/02/bahaya-memakai-laptop.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/5748870031985853041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/5748870031985853041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/02/bahaya-memakai-laptop.html' title='Bahaya Memakai Laptop'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-239073159606888139</id><published>2011-02-13T16:27:00.000-08:00</published><updated>2011-02-13T16:33:23.642-08:00</updated><title type='text'>Valentine's Day</title><content type='html'>Valentine's Day is a special day observed on February 14. On this day, people send greeting cards called valentines to their sweethearts, friends, and members of their families. Many valentines have romantic verses, and others have humorous pictures and sayings. Many say, "Be my valentine."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For weeks before February 14, stores sell valentines and valentine decorations. Schoolchildren decorate their classrooms with paper hearts and lace for the occasion. On Valentine's Day, many people give candy, flowers, and other gifts to their friends.&lt;br /&gt;&lt;p class="textfile2"&gt; &lt;span class="style48"&gt;        &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="textfile2"&gt;&lt;span class="style48"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Valentine's Day around the world&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span class="style104"&gt;In the United States and Canada,&lt;/span&gt; children exchange valentines with their friends. In some schools, the children hold a classroom party and put all the valentines into a box they have decorated. At the end of the day, the teacher or one child distributes the cards. Many children make their own valentines from paper doilies, red paper, wallpaper samples, and pictures cut from magazines. Sometimes they buy kits that include everything needed to make valentines. Many children send their largest, fanciest cards to their parents and teachers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Older students hold Valentine's Day dances and parties. They make candy baskets, gifts, and place cards trimmed with hearts and fat, winged children called cupids. Many people send flowers, a box of candy, or some other gift to their wives, husbands, or sweethearts. Most valentine candy boxes are heart-shaped and tied with red ribbon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span class="style104"&gt;In Europe, &lt;/span&gt;people celebrate Valentine's Day in many ways. British children sing special Valentine's Day songs and receive gifts of candy, fruit, or money. In some areas of England, people bake valentine buns with caraway seeds, plums, or raisins. People in Italy hold a Valentine's Day feast.&lt;/p&gt;&lt;p class="textfile2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;       &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://irwantoshut.net/valentine_day_pictures.html" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://irwantoshut.net/valentine_02.jpg" alt="valentine" width="294" border="0" height="355" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;       &lt;p class="textfile2"&gt;&lt;span class="style104"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="textfile2"&gt;&lt;span class="style104"&gt;In the United Kingdom and Italy, &lt;/span&gt;some unmarried women get up before sunrise on Valentine's Day. They stand by the window watching for a man to pass. They believe that the first man they see, or someone who looks like him, will marry them within a year. William Shakespeare, the English playwright, mentions this belief in Hamlet (1603). Ophelia, a woman in the play, sings: &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;       Good morrow!&lt;br /&gt;   'Tis St. Valentine's Day&lt;br /&gt;   All in the morning betime,&lt;br /&gt;   And I a maid at your window,&lt;br /&gt;   To be your valentine!        &lt;/div&gt;&lt;p class="textfile2"&gt;&lt;span class="style104"&gt;In Denmark,&lt;/span&gt; people send pressed white flowers called snowdrops to their friends. Danish men also send a type of valentine called a gaekkebrev (joking letter). The sender writes a rhyme but does not sign his name. Instead, he signs the valentine with dots, one dot for each letter of his name. If the woman who gets it guesses his name, he rewards her with an Easter egg on Easter. Some people in Britain also send valentines signed with dots.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     &lt;span style="font-weight: bold;" class="style48"&gt;History&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     &lt;span class="style104"&gt;Beginnings.&lt;/span&gt; Different authorities believe Valentine's Day began in various ways. Some trace it to an ancient Roman festival called Lupercalia. Other experts connect the event with one or more saints of the early Christian church. Still others link it with an old English belief that birds choose their mates on February 14. Valentine's Day probably came from a combination of all three of those sources--plus the belief that spring is a time for lovers.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;The ancient Romans held the festival of Lupercalia on February 15 to ensure protection from wolves. During this celebration, young men struck people with strips of animal hide. Women took the blows because they thought that the whipping made them more fertile. After the Romans began their conquest of Britain in A.D. 43, the British borrowed many Roman festivals. Many writers link the festival of Lupercalia with Valentine's Day because of the similar date and the connection with fertility.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     &lt;span class="style104"&gt;The early Christian church had at least two saints named Valentine. &lt;/span&gt;According to one story, the Roman Emperor Claudius II in the A.D. 200's forbade young men to marry. The emperor thought single men made better soldiers. A priest named Valentine disobeyed the emperor's order and secretly married young couples.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Another story says Valentine was an early Christian who made friends with many children. The Romans imprisoned him because he refused to worship their gods. The children missed Valentine and tossed loving notes between the bars of his cell window. This tale may explain why people exchange messages on Valentine's Day. According to still another story, Valentine restored the sight of his jailer's blind daughter.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Many stories say that Valentine was executed on February 14 about A.D. 269. In A.D. 496, Saint Pope Gelasius I named February 14 as St. Valentine's Day.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     &lt;span class="style104"&gt;In Norman French, &lt;/span&gt;a language spoken in Normandy during the Middle Ages, the word galantine sounds like Valentine and means gallant or lover. This resemblance may have caused people to think of Saint Valentine as the special saint of lovers.&lt;/p&gt;&lt;p class="textfile2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;       &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://irwantoshut.net/valentine_day_pictures.html" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://irwantoshut.net/valentine_01.jpg" alt="valentine" width="275" border="0" height="448" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;       &lt;p class="textfile2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="textfile2"&gt;The earliest records of Valentine's Day in English tell that birds chose their mates on that day. People used a different calendar before 1582, and February 14 came on what is now February 24. Geoffrey Chaucer, an English poet of the 1300's, wrote in The Parliament of Fowls, "For this was on St. Valentine's Day, / When every fowl cometh there to choose his mate." Shakespeare also mentioned this belief in A Midsummer Night's Dream. A character in the play discovers two lovers in the woods and asks, "St. Valentine is past; / Begin these woodbirds but to couple now?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     &lt;span class="style104"&gt;Early Valentine customs.&lt;/span&gt; People in England probably celebrated Valentine's Day as early as the 1400's. Some historians trace the custom of sending verses on Valentine's Day to a Frenchman named Charles, Duke of Orleans. Charles was captured by the English during the Battle of Agincourt in 1415. He was taken to England and put in prison. On Valentine's Day, he sent his wife a rhymed love letter from his cell in the Tower of London.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Many Valentine's Day customs involved ways that single women could learn who their future husbands would be. Englishwomen of the 1700's wrote men's names on scraps of paper, rolled each in a little piece of clay, and dropped them all into water. The first paper that rose to the surface supposedly had the name of a woman's true love.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Also in the 1700's, unmarried women pinned five bay leaves to their pillows on the eve of Valentine's Day. They pinned one leaf to the center of the pillow and one to each corner. If the charm worked, they saw their future husbands in their dreams.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     &lt;span class="style104"&gt;In Derbyshire, &lt;/span&gt;a county in central England, young women circled the church 3 or 12 times at midnight and repeated such verses as: &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;       I sow hempseed.&lt;br /&gt;     Hempseed I sow.&lt;br /&gt;     He that loves me best,&lt;br /&gt;     Come after me now.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://irwantoshut.net/valentine_day_pictures.html" target="_blank"&gt;&lt;img style="width: 402px; height: 60px;" src="http://irwantoshut.net/valentine.gif" alt="valentine" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-239073159606888139?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/239073159606888139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/02/valentines-day.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/239073159606888139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/239073159606888139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/02/valentines-day.html' title='Valentine&apos;s Day'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-7166826919804491781</id><published>2011-02-10T22:06:00.000-08:00</published><updated>2011-02-10T23:31:17.776-08:00</updated><title type='text'>Twitter Akan Diambil Alih?</title><content type='html'>&lt;img style="width: 412px; height: 206px;" original="http://static.inilah.com/data/berita/foto/1225532.jpg" src="http://static.inilah.com/data/berita/foto/1225532.jpg" alt="Headline" /&gt;&lt;br /&gt;INILAH.COM, New York– Eksekutif perusahaan Microblogging Twitter Inc mengadakan pembicaraan "tingkat rendah" dengan eksekutif Facebook Inc dan Google Inc beberapa bulan terakhir, tentang kemungkinan pengambilalihan Twitter.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Hal ini diungkapkan Wall Street Journal, Kamis (10/2). Laporan ini mengatakan bahwa pembicaraan telah berlangsung cukup jauh, meski tidak diketahui arahnya. Namun, valuasi perusahaan diperkirakan mencapai US$ 8-10 miliar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Desember kemarin, Twitter mendapat dana US$ 200 juta dalam kesepakatan, sehingga nilai perusahaan ketika itu menjadi US$ 3,7 miliar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemodal dari badan usaha pembiayaan Kleiner Perkins Caufield &amp;amp; Byers di Silicon Valley dan investor Twitter saat ini, menggarisbawahi harapan tinggi bahwa para investor ingin memiliki perusahaan jaringan sosial internet.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Google dan Facebook hingga kini belum mengomentari laporan Wall Street Journal. Sedangkan Twitter menolak untuk berkomentar. [ast]&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-7166826919804491781?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/7166826919804491781/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/02/twitter-akan-diambil-alih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/7166826919804491781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/7166826919804491781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/02/twitter-akan-diambil-alih.html' title='Twitter Akan Diambil Alih?'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-4539441186969939200</id><published>2011-02-07T23:45:00.000-08:00</published><updated>2011-02-07T23:51:34.740-08:00</updated><title type='text'>Bagaimana caranya supaya "Buang Angin" (kentut) tidak berbau ???</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://id.news.yahoo.com/viva/20110207/img/pls-1297073100-2011-0-viva-c57532ca9cac0.html"&gt;&lt;img style="width: 401px; height: 302px;" src="http://d.yimg.com/hb/ng/co/viva/20110207/11/3018909524-agar-buang-angin-tak-berbau.jpg?x=213&amp;amp;y=159&amp;amp;sig=6iuS9Tt87BtDTPzLBc5CGg--" title="Ilustrasi Wanita Tutup Hidung" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;VIVAnews – Buang angin merupakan aktivitas sangat umum, dan menyehatkan. Walau begitu, Anda bisa merasa malu bila sampai kepergok buang angin di tengah banyak orang, apalagi mengeluarkan suara dan bau tak sedap.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Buang angin merupakan kegiatan yang wajar terjadi karena konsumsi makanan yang menimbulkan pembentukan gas berlebihan di dalam tubuh.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan aroma tak sedap yang keluar saat seseorang buang angin, bisa disebabkan sejumlah faktor. Salah satunya karena sisa makanan terlalu lama tersimpan di usus besar, yang pada gilirannya menghasilkan gas berbau busuk.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tapi jangan khawatir, masih ada cara jitu untuk mengatasi bau tak sedap saat buang angin, dikutip dari Times Of India.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; Batasi konsumsi makanan yang tinggi kadar lemak. Makanan tinggi lemak menghasilkan sejumlah besar karbondioksida dan beberapa di antaranya akan dikeluarkan tubuh dalam bentuk gas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Kelebihan karbohidrat dalam diet seseorang dapat menyebabkan masalah gas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Mengurangi jumlah udara yang Anda telan. Hindari berbicara dan tertawa sambil makan, karena perilaku seperti ini mengakibatkan menelan udara berlebihan. Makan dan minum perlahan dan mengunyah makanan Anda dengan baik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Mengunyah permen karet dan merokok menyebabkan udara yang Anda hirup juga menjadi berlebihan. Akumulasi udara ini menyebabkan kembung, membuat perut tertekan, dan menimbulkan gas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Hindari konsumsi makanan pedas karena mereka bisa meningkatkan debit asam lambung yang dapat menimbulkan iritasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Kelebihan konsumsi minuman yang bersifat asam juga perlu dihindari, seperti teh, kopi, minuman bersoda, dan alkohol. Ini cenderung menyebabkan iritasi pada saluran gastro-intestinal. Juga, kurangi kebiasaan minum dengan menggunakan sedotan. Cara ini bisa menyebabkan udara lebih banyak masuk ke dalam saluran pencernaan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Kurangi makanan yang menimbulkan gas, seperti kacang-kacangan, kembang kol, kubis, brokoli, kacang, dan pisang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Jangan makan tiga kali makan besar di siang hari. Sebaliknya makan lima makanan kecil.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Setelah makan ada baiknya Anda berjalan-jalan atau melakukan aktivitas seperti menaiki tangga agar kalori terbakar dan tidak menumpuk dalam perut. Aktivitas fisik membantu pencernaan bekerja lebih baik.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-4539441186969939200?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/4539441186969939200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/02/bagaimana-caranya-supaya-kentut-tidak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/4539441186969939200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/4539441186969939200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/02/bagaimana-caranya-supaya-kentut-tidak.html' title='Bagaimana caranya supaya &quot;Buang Angin&quot; (kentut) tidak berbau ???'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-8165379034750074302</id><published>2011-01-19T23:23:00.000-08:00</published><updated>2011-01-19T23:27:56.216-08:00</updated><title type='text'>Kecantikan Paling Menyiksa di Dunia</title><content type='html'>Beberapa praktik ekstrim di dunia kecantikan tradisional memberi gambaran: beauty is pain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah bahwa menjadi cantik itu menyakitkan mungkin tak berlebihan. Menilik sejarah, praktik-praktik ekstrim telah terekam dalam tradisi kecantikan di berbagai belahan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut beberapa praktik ekstrim di dunia kecantikan tradisional, seperti dikutip dari laman &lt;em&gt;roadtickle.com&lt;/em&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Mengecilkan kaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;img src="http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/01/10/102921_mengecilkan-kaki_300_225.jpg" id="att_fotoimg" width="315" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Tradisi ini dipraktikkan sejumlah wanita kelas menengah dan atas di China sebelum abad ke-20. Sejak usia 5-8 tahun, mereka mengikat empat jari kaki, kecuali jempol, ke bawah telapak kaki. Kain yang digunakan untuk mengikat kemudian dijahit untuk mencegah pertumbuhan empat jari tersebut dan membiarkannya menyatu dengan telapak kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam budaya mereka, bentuk kaki kecil adalah lambang kecantikan wanita. Bahkan, dapat meningkatkan gairah seksual pria. Demi mendapat kehormatan di tengah masyarakat, mereka rela mengalami patah tulang dan infeksi selama proses pengikatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Memanjangkan leher&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="width: 302px; height: 225px;" id="102922" title="Memanjangkan leher" src="http://media.vivanews.com/images/2011/01/10/102922_memanjangkan-leher.jpg" alt="Memanjangkan leher" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi suku pedalaman di Paudang, Thailand, memiliki leher panjang akan terlihat anggun dan cantik. Atas nama kecantikan, mereka nekat melakukan hal ekstrem dengan mengenakan kumparan logam di leher. Seiring pertambahan usia, kumparan ditambah sehingga tulang leher bertambah panjang alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Peregangan bibir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="width: 291px; height: 218px;" id="102923" title="Peregangan bibir" src="http://media.vivanews.com/images/2011/01/10/102923_peregangan-bibir.jpg" alt="Peregangan bibir" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi suku Mursi di Ethiopia, lambang kecantikan bukan leher panjang, melainkan bibir lebar. Tradisi yang dikenal dengan istilah 'Labret' ini dilakukan dengan cara melubangi bagian bawah bibir semacam tindik selebar 1-2 sentimeter. Lalu, menempatkan semacam piringan bulat di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap dua sampai tiga minggu, mereka mengganti piringan dengan diameter lebih besar. Ini berlangsung hingga diameter bibir mencapai 15-25 sentimeter. Tradisi ini biasanya dilakukan para wanita sejak usia 13-16 tahun, atau menjelang pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Korset ekstrim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="width: 328px; height: 235px;" id="102924" title="Korset ekstrim" src="http://media.vivanews.com/images/2011/01/10/102924_korset-ekstrim.jpg" alt="Korset ekstrim" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan korset jangka panjang yang superketat bisa menghasilkan pinggang kecil. Penggunaan korset ini bahkan bisa mengurangi ukuran pinggang wanita sebanyak 7-10 inci secara alami. Kaum wanita pada abad ke-19 dan 20 banyak yang melakukan teknik meratakan perut dengan cara ini. Padahal cara ini sangat berisiko menyebabkan iga retak, kerusakan organ, dan masalah pernapasan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-8165379034750074302?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/8165379034750074302/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/01/kecantikan-paling-menyiksa-di-dunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/8165379034750074302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/8165379034750074302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/01/kecantikan-paling-menyiksa-di-dunia.html' title='Kecantikan Paling Menyiksa di Dunia'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-1564001461066437482</id><published>2011-01-19T23:10:00.000-08:00</published><updated>2011-01-19T23:20:57.818-08:00</updated><title type='text'>Menyongsong Tahun 2012, bangunan perlu meniru Bahtera Nabi Nuh - Hotel Anti Bencana</title><content type='html'>Ark Hotel bisa didirikan hanya dalam waktu beberapa bulan di seluruh bagian dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ancaman pemanasan global, saat ketinggian permukaan laut diperkirakan naik secara ekstrim dan menenggelamkan sebagian planet Bumi, menjadi inspirasi perusahaan arsitektur Rusia, Remistudio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam program arsitektur penanggulangan bencana International Union of Architects, Remistudio merancang sebuah hotel yang bisa berperan sebagai bahtera penyelamat, kalau-kalau bencana dahsyat terjadi. Namanya, Ark Hotel. Bisa didirikan di laut atau darat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu, hotel ini juga tahan gempa, dan bisa didirikan di daerah yang berbahaya secara seismik. Arsiteknya mengklaim,  desain yang terdiri dari konstruksi busur dan kabel dengan bantalan bisa  mendistribusikan berat secara merata saat terjadi lindu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ancaman pemanasan global, saat ketinggian permukaan laut diperkirakan naik secara ekstrim dan menenggelamkan sebagian planet Bumi, menjadi inspirasi perusahaan arsitektur Rusia, Remistudio.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Ini mungkin terdengar seperti perpaduan kisah bahtera Nabi Nuh dan cerita film fiksi ilmiah tahun 1970-an. Namun, hotel berbentuk kerang ini  memang didesain tahan yang banjir akibat kenaikan ekstrim permukaan air laut. Juga terhadap gelombang. Ark Hotel dapat mengapung dan timbul secara otomatis di permukaan air.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="width: 429px; height: 321px;" id="102936" title="Hotel Terapung 3" src="http://media.vivanews.com/images/2011/01/10/102936_hotel-terapung-3.jpg" alt="Hotel Terapung 3" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, struktur bawah tanahnya berbentuk tempurung, tanpa tepian atau sudut.  Hotel raksasa yang mengambang ini diklaim juga sebagai 'biosfer', surga yang nyaman bagi para penghuninya, bahkan saat bencana sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desain hotel futuristik ini menggunakan panel matahari dan instalasi pengumpul air hujan, menjamin ketersediaan energi, juga air bagi para penghuninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan yang mirip rumah kaca juga memungkinkan tanaman tumbuh subur, membantu meningkatkan kualitas udara dan juga menyediakan makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, strukturnya yang tembus pandang membuatnya hemat energi di siang hari. Cukup memanfaatkan energi matahari. Untuk memastikan kualitas cahaya, bingkai kaca dilengkapi pembersih otomatis. &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="width: 439px; height: 329px;" id="102934" title="Hotel Terapung 1" src="http://media.vivanews.com/images/2011/01/10/102934_hotel-terapung-1.jpg" alt="Hotel Terapung 1" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Menurut Alexander Remizov dari Remistudio, ada dua pertimbangan utama dalam desain ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pertama, meningkatkan pengamanan dan pencegahan terhadap kondisi lingkungan yang ekstrim dan perubahan iklim. Yang kedua adalah melindungi lingkungan alam dari aktivitas manusia," kata dia, seperti dimuat &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Daily Mail&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, 10 Januari 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahtera ini juga dimaksudkan untuk menjawab tantangan lingkungan global saat ini. Juga untuk mendukung sistem pertahanan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semua tanaman dipilih yang sesuai, efisiensi pencahayaan, dan produksi oksigen. Juga bertujuan untuk menciptakan ruang yang menarik dan nyaman," kata dia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Remizov menambahkan, atap hotel yang transparan menjamin ada cukup cahaya bagi tanaman dan untuk menerangi interior.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perancangnya mengklaim, Ark Hotel bisa didirikan hanya dalam waktu beberapa bulan di seluruh bagian dunia. "Bagian-bagiannya bisa disatukan dalam waktu tiga sampai empat bulan," kata Remizov.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kini hotel ini masih berbentuk rancangan, para arsiteknya sedang mencari investor untuk membuatnya nyata. Selain jadi hotel yang nyaman untuk rehat, Ark Hotel bisa menjelma menjadi lokasi pengungsian di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="width: 410px; height: 306px;" id="102935" title="Hotel Terapung 2" src="http://media.vivanews.com/images/2011/01/10/102935_hotel-terapung-2.jpg" alt="Hotel Terapung 2" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-1564001461066437482?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/1564001461066437482/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/01/meniru-bahtera-nabi-nuh-hotel-anti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/1564001461066437482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/1564001461066437482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2011/01/meniru-bahtera-nabi-nuh-hotel-anti.html' title='Menyongsong Tahun 2012, bangunan perlu meniru Bahtera Nabi Nuh - Hotel Anti Bencana'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-4687574729131334689</id><published>2010-12-04T23:43:00.000-08:00</published><updated>2011-01-04T21:34:48.035-08:00</updated><title type='text'>REDD Plus | RI Ajak Negara-negara Besar Terlibat</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="cursor: -moz-zoom-in; width: 390px; height: 408px;" alt="http://reforestcostarica.com/Primary%20Rainforest.jpg" src="http://reforestcostarica.com/Primary%20Rainforest.jpg" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemerintah Indonesia memperluas keterlibatan negara-negara besar untuk mendukung progam pengurangan emisi dari  pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan (REDD+). Kerja sama Indonesia sebelumnya dengan pemerintah Norwegia akan ditambah lagi dengan Kanada, Amerika Serikat, Inggris dan Australia.&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Hal itu diungkapkan Juru Bicara Wakil Presiden Boediono, Yopie Hidayat kepada pers, seusai mendampingi Wapres bertemu dengan Menteri Keuangan Kanada James H Flaherty di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (9/11/2010).&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;br /&gt;"Salah satu materi yang dibahas Wapres dengan Menkeu Kanada di antaranya tawaran Wapres agar Kanada ikut serta dalam program pengurangan emisi di Indonesia melalui program REDD+," ujar Yopie.&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Menurut Yopie, meskipun tertarik, pemerintah Kanada akan mempelajari lebih dulu program tersebut. "Menkeu Kanada mengakui masih akan melihat lagi tawaran tersebut mengingat Kanada sendiri baru 10 persen pengurangan emisinya," katanya.&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dengan Norwegia, tambah Yopie, Indonesia juga sudah menawarkan Amerika Serikat, Inggris, dan Australia. "Mereka semuanya menyatakan minatnya," kata Yopie.&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui, pada kunjungan kerjanya di Oslo, Norwegia, Mei silam, pemerintah Indonesia dan Norwegia menandatangani perjanjian mengenai program REDD+. Untuk pelaksanaan program tersebut, pemerintah Norwegia menjanjikan komitmen dana sebesar 1 miliar dollar AS apabila Indonesia melakukan pengurangan emisi.&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat yang sama Kepala Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangungan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto, yang juga Ketua Satuan Tugas Pembentukan Lembaga REDD+ mengatakan kemajuan kerja sama dengan Norwegia sudah sangat maju mengenai tindak lanjut REDD+.&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang kita dalam proses memilih satu dari sembilan provinsi yang akan dijadikan proyek utama pengurangan emisi," ujarnya.&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kuntoro, dari sebelumnya lima provinsi kini ditambah menjadi sembilan provinsi. Kelima provinsi itu adalah Riau, Aceh, Papua, Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat. Ada pun provinsi tambahan lainnya di antaranya adalah Papua Barat. Jambi dan Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah.&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita juga sekarang dalam proses pembentukan lembaganya dan menyiapkan organisasi yang akan memonitor, melaporkan dan melakukan verifikasi atas pengurangan emisi yang dilakukan melalui deforestasi dan pencegahan perusakan hutan," ujarnya.&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satgas, menurut Kuntoro, juga telah menyiapkan mekanisme pengaturan keuangannya untuk pengelolaan REDD+. "Pemilihan provinsi akan dilakukan akhir tahun ini," katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : Kompas&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;        &lt;/p&gt;&lt;table width="250" align="center" border="1" cellpadding="1" cellspacing="1"&gt;             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 204, 255);" align="center" valign="middle"&gt;&lt;span class="textfile11"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.net/carbon_trade_indonesia_forests.html" target="_blank"&gt;Manfaat Hutan dalam Perdagangan Karbon di Indonesia &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td align="center" bgcolor="#00ccff" valign="middle"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.net/picture_forest_degradation.html" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.irwantoshut.net/PICT0041.JPG" alt="GAMBAR KERUSAKAN HUTAN" width="250" border="0" height="153" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td class="textfile11" align="center" bgcolor="#ffffcc" valign="middle"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.net/sosialisasi_redd_plus.html" target="_blank"&gt;Sosialisasi Pelaksanaan REDD-Plus Indonesia di Tingkat Provinsi dan Kabupaten&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td align="center" bgcolor="#ffffcc" valign="middle"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.net/carbon_trade_Konferensi_Kopenhagen.html" target="_blank" class="textfile11"&gt;Konferensi Kopenhagen titik tolak baru kerja sama internasional  dalam penanggapan perubahan iklim&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td class="textfile11" align="center" bgcolor="#ffffcc" valign="middle"&gt;Indonesia gagal memperoleh manfaat dari perdagangan karbon lewat jalur&lt;a href="http://www.irwantoshut.net/carbon_trade.html" target="_blank"&gt; clean development mechanism (CDM)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;              Kegagalan itu membuat Indonesia beralih ke jalur &lt;span class="style86"&gt;&lt;a href="http://www.irthebest.com/REDD.html" target="_blank"&gt;reduced emission from deforestation and degradation (REDD)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;.&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-4687574729131334689?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/4687574729131334689/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/12/redd-plus-ri-ajak-negara-negara-besar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/4687574729131334689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/4687574729131334689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/12/redd-plus-ri-ajak-negara-negara-besar.html' title='REDD Plus | RI Ajak Negara-negara Besar Terlibat'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-4446136828435388071</id><published>2010-12-04T23:40:00.000-08:00</published><updated>2010-12-05T00:17:18.458-08:00</updated><title type='text'>REDD Plus | Indonesia Perluas Kerja Sama Tak Hanya Norwegia</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="http://www.usask.ca/geography/faculty/mreed/images/research/old_forest.jpg" src="http://www.usask.ca/geography/faculty/mreed/images/research/old_forest.jpg" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemerintah Indonesia memperluas keterlibatan negara-negara besar untuk mendukung program pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi lahan.&lt;/p&gt;                  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kerja sama Indonesia sebelumnya dengan Pemerintah Norwegia untuk mendukung program Reducing Emission from Deforestation and Degration (REDD+) akan ditambah lagi dengan Kanada, Amerika Serikat, Inggris, dan Australia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Hal itu diungkapkan Juru Bicara Wakil Presiden Boediono Yopie Hidayat kepada pers seusai mendampingi Wapres bertemu dengan Menteri Keuangan Kanada James H Flaherty di Istana Wapres di Jakarta, Selasa (9/11).&lt;/p&gt;         &lt;p&gt; &lt;/p&gt;         &lt;p&gt;”Salah satu materi yang dibahas Wapres dengan Menkeu Kanada di antaranya adalah tawaran Wapres agar Kanada ikut serta dalam program pengurangan emisi di Indonesia melalui program REDD+,” ujar Yopie.&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Yopie, meski tertarik, Pemerintah Kanada akan mempelajari lebih dulu program tersebut. ”Menkeu Kanada mengakui masih akan melihat lagi tawaran tersebut, mengingat Kanada sendiri baru 10 persen bisa mengurangi emisinya,” ucapnya.&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dengan Norwegia, menurut Yopie, Indonesia juga sudah menawarkan program yang sama kepada Amerika Serikat, Inggris, dan Australia. ”Mereka semuanya menyatakan minatnya,” ungkap Yopie.&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui, pada kunjungan kerjanya di Oslo, Norwegia, Mei silam, Pemerintah Indonesia dan Norwegia menandatangani perjanjian (letter of intent) terkait dengan program REDD+.&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pelaksanaan program tersebut, Pemerintah Norwegia memberikan komitmen dana sebesar 1 miliar dollar AS apabila Indonesia berhasil melakukan pengurangan emisi dalam dua tahun.&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat yang sama, Kepala Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto yang juga Ketua Satuan Tugas Pembentukan Lembaga REDD+ mengatakan, kemajuan kerja sama dengan Norwegia sudah sangat maju mengenai tindak lanjut REDD+.&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sekarang kita dalam proses memilih satu dari sembilan provinsi yang akan dijadikan proyek utama pengurangan emisi,” ujar Kuntoro. Dia menambahkan, dari sebelumnya lima provinsi kawasan hutan yang disiapkan untuk REDD+, kini telah bertambah menjadi sembilan provinsi.&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima provinsi itu adalah Riau, Aceh, Papua, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat. Adapun provinsi tambahan lainnya di antaranya adalah Papua Barat, Jambi, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Tengah.&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kami juga sekarang dalam proses pembentukan lembaganya dan menyiapkan organisasi yang akan memonitor, melaporkan, dan melakukan verifikasi (MRV) atas pengurangan emisi yang dilakukan melalui deforestasi dan pencegahan perusakan hutan,” ujarnya.&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satuan tugas untuk program tersebut, menurut Kuntoro, juga telah menyiapkan mekanisme pengaturan keuangan untuk pengelolaan REDD+. ”Pemilihan provinsi akan dilakukan pada akhir tahun ini,” ujar Kuntoro.&lt;/p&gt;         &lt;p&gt; &lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Saat ini Indonesia sedang menyiapkan diri untuk bisa menyajikan program itu pada Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim, Pertemuan Para Pihak ke-16 (COP-16) di Cancun, Meksiko, yang merupakan pertemuan penting untuk menetapkan langkah global menghadapi pemanasan global. (HAR)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : Kompas&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;          &lt;/p&gt;&lt;table width="250" align="center" border="1" cellpadding="1" cellspacing="1"&gt;             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td align="center" bgcolor="#00ccff" valign="middle"&gt;&lt;span class="textfile11"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.net/carbon_trade_indonesia_forests.html" target="_blank"&gt;Manfaat Hutan dalam Perdagangan Karbon di Indonesia &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td align="center" bgcolor="#00ccff" valign="middle"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.net/picture_forest_degradation.html" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.irwantoshut.net/PICT0041.JPG" alt="GAMBAR KERUSAKAN HUTAN" width="250" border="0" height="153" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td class="textfile11" align="center" bgcolor="#ffffcc" valign="middle"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.net/sosialisasi_redd_plus.html" target="_blank"&gt;Sosialisasi Pelaksanaan REDD-Plus Indonesia di Tingkat Provinsi dan Kabupaten&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td align="center" bgcolor="#ffffcc" valign="middle"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.net/carbon_trade_Konferensi_Kopenhagen.html" target="_blank" class="textfile11"&gt;Konferensi Kopenhagen titik tolak baru kerja sama internasional  dalam penanggapan perubahan iklim&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td class="textfile11" align="center" bgcolor="#ffffcc" valign="middle"&gt;Indonesia gagal memperoleh manfaat dari perdagangan karbon lewat jalur&lt;a href="http://www.irwantoshut.net/carbon_trade.html" target="_blank"&gt; clean development mechanism (CDM)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;                Kegagalan itu membuat Indonesia beralih ke jalur &lt;span class="style86"&gt;&lt;a href="http://www.irthebest.com/REDD.html" target="_blank"&gt;reduced emission from deforestation and degradation (REDD)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;.&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-4446136828435388071?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/4446136828435388071/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/12/redd-plus-indonesia-perluas-kerja-sama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/4446136828435388071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/4446136828435388071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/12/redd-plus-indonesia-perluas-kerja-sama.html' title='REDD Plus | Indonesia Perluas Kerja Sama Tak Hanya Norwegia'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-8091020594110807187</id><published>2010-12-04T23:32:00.000-08:00</published><updated>2010-12-05T00:18:53.853-08:00</updated><title type='text'>Indonesia Perjuangkan REDD Plus di Cancu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="width: 402px; height: 284px;" alt="http://www.itc.nl/departments/nrs/_images/foresttreat2.gif" src="http://www.itc.nl/departments/nrs/_images/foresttreat2.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Indonesia memiliki target memperjuangkan kesepakatan Reduction Emission Degradation Deforestation Plus (REDD+) di konvensi tentang perubahan iklim (UNFCCC) yang diselenggarakan pada 27 November-10 Desember 2010 di Cancun, Meksiko dan dibuka secara resmi Senin ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di Cancun kita tidak akan bicara legally banding lagi. Kalau kita mampu menggolkan REDD+ ini sudah lumayan karena REDD+ konsepnya betul-betul murni dari Indonesia," kata Menteri Lingkungan Hidup (MenLH) Gusti Muhammad Hatta di Jakarta, Senin (29/11/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="cursor: -moz-zoom-in; width: 415px; height: 299px;" alt="http://www.alphabetics.info/international/wp-content/uploads/2010/10/deforestation2.jpg" src="http://www.alphabetics.info/international/wp-content/uploads/2010/10/deforestation2.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REDD adalah skema alternatif untuk memangkas emisi gas rumah kaca menghadapi perubahan iklim yang belakangan ini menjadi permasalahan global dan mulai dirasakan dampaknya. Pertemuan terakhir di Nagoya, kemitraan belum mencapai kesepakatan maksimal sehingga diharapkan dapat diwujudkan kesepakan di Cancun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertemuan tingkat tinggi di Cancun tersebut diharapkan ada kemajuan, sehingga menjadi jembatan untuk kesuksesan pelaksanaan UNFCCC ke-17 mendatang di Afrika Selatan.UNFCCC di Cancun Meksiko akan membahas masalah mitigasi, adaptasi dan transfer teknologi yang akan dimanfaatkan menghadapi masalah perubahan iklim yang melanda dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, menurut Menteri LH, Indonesia ingin REDD+ segera bisa diimplementasikan namun sampai saat ini masih menjalani persiapan terutama terkait pengukuran emisi sehingga bisa jelas pembayarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait implementasi tersebut, Indonesia sudah berkomitmen tidak lagi memberi izin baru untuk pemanfaatan hutan alam pada 2011, terutama lahan gambut karena emisi yang dihasilkan sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, Kementerian Lingkungan Hidup terus mendorong agar pemanfaatan hutan tidak hanya kayu saja tapi juga memperhitungkan jasa lingkungan yang dihasilkan hutan tersebut seperti udara, air maupun jasa rekreasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan terkait target reduksi emisi yang juga belum memiliki kesepakatan, Indonesia berupaya agar dapat ditempuh melalui pertemuan bilateral dengan target negara-negara maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita tidak mau debat terus berjalan, hutan terus rusak tapi Indonesia tidak mendapat apa-apa. Maka saya dalam setiap pertemuan melakukan pendekatan secara bilateral agar segera disepekati," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Kompas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          &lt;table width="250" align="center" border="1" cellpadding="1" cellspacing="1"&gt;             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td align="center" bgcolor="#00ccff" valign="middle"&gt;&lt;span class="textfile11"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.net/carbon_trade_indonesia_forests.html" target="_blank"&gt;Manfaat Hutan dalam Perdagangan Karbon di Indonesia &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td align="center" bgcolor="#00ccff" valign="middle"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.net/picture_forest_degradation.html" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.irwantoshut.net/PICT0041.JPG" alt="GAMBAR KERUSAKAN HUTAN" width="250" border="0" height="153" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td class="textfile11" align="center" bgcolor="#ffffcc" valign="middle"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.net/sosialisasi_redd_plus.html" target="_blank"&gt;Sosialisasi Pelaksanaan REDD-Plus Indonesia di Tingkat Provinsi dan Kabupaten&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td align="center" bgcolor="#ffffcc" valign="middle"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.net/carbon_trade_Konferensi_Kopenhagen.html" target="_blank" class="textfile11"&gt;Konferensi Kopenhagen titik tolak baru kerja sama internasional  dalam penanggapan perubahan iklim&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td class="textfile11" align="center" bgcolor="#ffffcc" valign="middle"&gt;Indonesia gagal memperoleh manfaat dari perdagangan karbon lewat jalur&lt;a href="http://www.irwantoshut.net/carbon_trade.html" target="_blank"&gt; clean development mechanism (CDM)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;                Kegagalan itu membuat Indonesia beralih ke jalur &lt;span class="style86"&gt;&lt;a href="http://www.irthebest.com/REDD.html" target="_blank"&gt;reduced emission from deforestation and degradation (REDD)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;.&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-8091020594110807187?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/8091020594110807187/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/12/indonesia-perjuangkan-redd-plus-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/8091020594110807187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/8091020594110807187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/12/indonesia-perjuangkan-redd-plus-di.html' title='Indonesia Perjuangkan REDD Plus di Cancu'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-4444084577171880691</id><published>2010-11-15T15:01:00.000-08:00</published><updated>2010-11-15T15:03:14.914-08:00</updated><title type='text'>Pil Panjang Umur Siap Diuji Coba</title><content type='html'>Riset obat yang diklaim mampu mengatasi penyakit karena proses penuaan kini sudah sampai pada tahap akhir dan siap diuji coba. Profesor Nir Barzilai, pakar farmasi, mengungkapkan bahwa obat panjang umur itu kemungkinan siap diuji coba pada tahun 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obat yang dinantikan banyak orang tersebut dibuat berdasarkan riset panjang untuk mengungkap apa yang membuat sel menjadi mati dan mengapa ada orang-orang yang bisa terhindar dari penyakit serius, seperti kanker, diabetes, ataupun demensia dan bisa hidup sehat sampai usia 100 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px;"&gt;&lt;img src="http://www1.kompas.com/data/photo/2010/02/25/0854057p.jpg" width="298" border="0" /&gt;     &lt;/div&gt;                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesor Nir Barzilai dan timnya dari Albert Einstein College of Medicine telah mengetahui variasi genetik yang menyebabkan seseorang bisa berumur panjang. Mereka yang beruntung dianugerahi gen anti-penuaan tersebut cenderung akan terbebas dari penyakit yang merongrong usia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka yang mampu mencapai usia 100 tahun biasanya memiliki kesehatan yang prima dan meninggal dalam kondisi fisik sehat. Sementara itu, orang yang meninggal pada usia 70-80 tahun biasanya menderita sakit di penghujung usianya," kata Barzilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila pil ini nanti lolos uji klinis dan aman dikonsumsi manusia, maka diharapkan makin banyak orang yang menikmati masa senjanya dengan sehat dan tetap produktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : kompas.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-4444084577171880691?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/4444084577171880691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/11/pil-panjang-umur-siap-diuji-coba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/4444084577171880691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/4444084577171880691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/11/pil-panjang-umur-siap-diuji-coba.html' title='Pil Panjang Umur Siap Diuji Coba'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-1131731838048482730</id><published>2010-11-15T14:57:00.001-08:00</published><updated>2010-11-15T15:01:02.027-08:00</updated><title type='text'>Pria Menikah Lebih Panjang Umur</title><content type='html'>Pria menikah ternyata cenderung panjang umur. Bukan apa-apa, soalnya mereka punya istri yang setia mengomel dan memaksa mereka ke dokter. Nah, para suami harusnya berterima kasih pada istri-istri mereka untuk urusan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/ACERON%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.png" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/ACERON%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.png" alt="" /&gt;&lt;img style="cursor: -moz-zoom-in;" alt="http://www.ama.ab.ca/images/images_content/Insurance_getting_married.jpg" src="http://www.ama.ab.ca/images/images_content/Insurance_getting_married.jpg" width="261" height="391" /&gt;&lt;p&gt;Inilah temuan terbaru para peneliti sosial dari Ruhr Graduate School in Economics, Jerman, yang akan dipresentasikan pada konferensi tahunan Royal Economic Society di University of Surrey, Guildford, Inggris. Para peneliti juga mendapati bahwa pasangan menikah cenderung melakukan olahraga secara rutin, sehingga membuat mereka sama-sama panjang umur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecenderungan pria menikah untuk mengunjungi dokter lebih besar 6 persen daripada pria lajang. Penyebabnya, tidak ada perempuan yang rajin mengingatkan kapan mereka harus &lt;em&gt;check-up&lt;/em&gt; (sekalipun pria tersebut memiliki pasangan). Sebaliknya, untuk urusan ke dokter, perempuan memiliki kesadaran yang lebih tinggi daripada pria. Berkonsultasi dengan dokter akan mereka lakukan, baik ketika masih lajang atau telah menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penelitian itu juga terungkap bahwa perempuan cenderung lebih ingin menjaga kebugaran melalui olahraga rutin (34 persen) saat sudah menikah, sedangkan pria menikah cenderung melakukan jogging sekali seminggu (20 persen).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hasil penemuan ini membuat para peneliti menyarankan para pakar kesehatan untuk menempatkan pria lajang sebagai target kampanyenya untuk mengunjungi dokter. Hendrik Schmitz, kepala tim peneliti, juga mengatakan bahwa penemuan ini menunjukkan ragam manfaat yang didapatkan bila seseorang memiliki hubungan jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau seorang wanita mengunjungi dokter, kemungkinan pasangannya ikut mengunjungi dokter meningkat hingga 6 persen," ujar Schmitz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang terlibat dalam hubungan, lanjutnya, biasanya menginginkan agar pasangannya menjaga kesehatan, karena ia peduli pada pasangannya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : kompas.com&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-1131731838048482730?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/1131731838048482730/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/11/pria-menikah-lebih-panjang-umur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/1131731838048482730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/1131731838048482730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/11/pria-menikah-lebih-panjang-umur.html' title='Pria Menikah Lebih Panjang Umur'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-3860722994858858180</id><published>2010-11-15T14:48:00.000-08:00</published><updated>2010-11-15T14:53:58.446-08:00</updated><title type='text'>Manusia Panjang Umur ada Rahasianya</title><content type='html'>Orang-orang yang berusia di atas 100 tahun mempunyai beberapa rahasia.&lt;br /&gt;Untuk mempunyai umur panjang dan hidup sehat anda harus mempunyai berapa hal berikut:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;1. Berperut Rata&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Riset National Institute on Aging menyatakan, wanita berperut buncit berisiko meninggal dunia lebih cepat dibandingkan yang berperut rata. Ukuran lingkar pinggang yang perlu dipertahankan adalah di bawah 80 cm. Rajin-rajinlah berolahraga dan santap makanan mengandung Omega 3, agar terhindar dari berbagai risiko peradangan akibat radikal bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px;"&gt;&lt;img src="http://www1.kompas.com/data/photo/2010/01/14/1109345p.bmp" width="298" border="0" /&gt;     &lt;/div&gt;                     Ukuran lingkar perut yang kurang dari 80 cm bisa membantu mempertinggi usia hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Jauhi Minuman Bersoda&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menurut penelitian di Boston, Amerika Serikat, minuman bersoda bisa menyebabkan gangguan metabolisme. Sementara, bila metabolisme terganggu, otomatis tingkat kesehatan kita juga tidak prima. Padahal, inilah modal penting yang perlu kita punya bila ingin hidup panjang.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;3. Miliki Sahabat Baik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kita membutuhkan orang lain untuk bisa sehat dan bahagia. "Hubungan antar individu yang baik adalah obat penangkal stres yang ampuh," jelas Micah Sadigh, Ph.D., profesor psikologi Cedar Crest College. Mental dan fisik akan lebih sehat kalau kita punya teman yang selalu mendukung.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;4. Berpendidikan Tinggi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penelitian Harvard Medical School menemukan, orang yang menempuh pendidikan tidak kurang dari 12 tahun punya harapan hidup 18 bulan lebih panjang. Selain itu, hanya 10 persen dari orang yang berpendidikan tinggi yang jadi pencandu rokok. Para ahli percaya, pendidikan membutuhkan kesadaran untuk menjaga diri dan lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : kompas.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-3860722994858858180?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/3860722994858858180/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/11/manusia-panjang-umur-ada-rahasianya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/3860722994858858180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/3860722994858858180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/11/manusia-panjang-umur-ada-rahasianya.html' title='Manusia Panjang Umur ada Rahasianya'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-8818368967575630340</id><published>2010-11-15T14:45:00.000-08:00</published><updated>2010-11-15T14:48:02.379-08:00</updated><title type='text'>Mencetak Rekor Dunia dalam Usia Tua</title><content type='html'>Semakin tua semakin menjadi atau sering disebut "tua-tua keladi"  julukan tepat untuk beberapa manusia langka ini. Di usianya yang kalau orang biasa sudah tidak mampu berbuat apa-apa atau bahkan hanya berdiam diri di panti jompo, mereka justru mencetak prestasi luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Pendaki Mt Everest Tertua (71 tahun)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_ovJS1Em-6dg/Rl1oiBCWTaI/AAAAAAAAI1I/RWkUK-WYaJ8/s400/Yanagisawa.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Manusia tertua yang pernah mendaki puncak Everest adalah orang Jepang bernama Katsusuke Yanagisawa (lahir 20 Maret 1936), seorang guru, yang memanjat bagian utara dari puncak tertinggi dunia itu bersama tim Himex pada tanggal 22 Mei 2007 dalam usianya ke-71 tahun 63 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Peterjun Tandem Wanita Tertua (100 tahun)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_7xGESFZ0NC8/SoGEvM1yoXI/AAAAAAAACmc/-lCkSnXXfUs/s400/2.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Estrid Geertsen, wanita berkebangsaan Denmark (lahir 1 Agustus 1904), membuat rekor terjun tandem pada tanggal 30 September 2004 dari ketinggian 4000 meter di atas kota Roskilde, Denmark, pada usianya yang ke-100 tahun 60 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Manusia Tertua yang Menyelesaikan Lari Maraton (98 tahun)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_7xGESFZ0NC8/SoGEuwtuioI/AAAAAAAACmU/o11KisTMbgU/s400/3.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Manusia tertua yang berhasil menyelesaikan lomba lari maraton sejauh 26 mil (42 km) adalah pelari Yunani bernama Dimitrion Yordanidis. Jarak sejauh itu diselesaikannya dalam waktu 7 jam 33 menit pada perlombaan lari maraton di Atahunena, Yunani pada tanggal 10 Oktober 1976 saat dia berusia 98 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Ballerina Tertua (71 tahun)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_7xGESFZ0NC8/SoGEuLnvD4I/AAAAAAAACmE/vBxnN1JT1oA/s400/5.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Charin Yutahunasastrkosol, wanita berkewarganegaraan Amerika yang lahir di Thailand 30 Desember 1930, mulai belajar ballet baru pada usia 47 tahun. Setelah itu, dia rutin melakukan pertunjukan ballet dan yang terakhir dilakukannya di depan duta besar Thailand untuk Amerika Saktahunip Krairikish di Albuquerque, New Mexico, USA pada tanggal 21 Juli 2002 saat usianya menginjak 71 hari 203 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Pe-Ski Tertua di Dua Kutub (66 tahun)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_7xGESFZ0NC8/SoGElHEtrQI/AAAAAAAACl8/TfKmhkGVqLY/s400/6.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Peski tertua di dunia baik di kutub utara dan selatan adalah laki-laki berkebangsaan Jerman Norbert H. Kern (lahir 26 Juli 1940) yang melakukan olahraga ski di kutub selatan pada tanggal 18 Januari 2007 dan kutub utara tanggal 27 April 2007 saat usianya mencapai 66 tahun 275 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Perempuan Melahirkan Tertua (66 tahun)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_7xGESFZ0NC8/SoGEk0HRFdI/AAAAAAAACl0/ONVoBUkh2Co/s400/7.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Ibu tertua di dunia adalah Maria del Carmen Bousada Lara, asal Spanyol yang lahir pada tanggal 5 Januari 1940, yang melahirkan bayi melalui operasi caesar pada saat usianya telah mencapai 66 tahun 358 hari. Tidak tanggung-tanggung, nenek ini melahirkan bayi kembar, Christian dan Pau, di rumah sakit Sant Pau, Spanyol pada tanggal 29 Desember 2006. Inilah akibatnya jika kakek lupa pake sarung, hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7. Paduan Suara (Koor) Tertua (746 tahun)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_7xGESFZ0NC8/SoGEvS7nQxI/AAAAAAAACmk/w2w2Vvn43JQ/s400/1.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Kombinasi umur 10 penari dari tur koor kelompok Tivoli Lovelies (Australia), asal Melbourne, Victoria, Australia ini berjumlah 746 tahun 147 hari saat mereka tampil pada tanggal 12 Oktober 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8. Penari Telanjang Pria Tertua (60 tahun)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_7xGESFZ0NC8/SoGEkfoGRrI/AAAAAAAACls/niyzHSEJxQo/s400/8.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Bernie Baker warga AS yang lahir pada 31 July 1940, adalah seorang penari strip di Club LeBare, Miami, Florida. Dia memulai karirnya pada usia 60 tahun setelah sembuh dari kanker prostat dan bekerja sebagai stripper hingga dia meninggal dunia pada tahun 2007. Selama karirnya, dia sudah pernah memenangkan 30 kontes.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-8818368967575630340?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/8818368967575630340/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/11/mencetak-rekor-dunia-dalam-usia-tua.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/8818368967575630340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/8818368967575630340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/11/mencetak-rekor-dunia-dalam-usia-tua.html' title='Mencetak Rekor Dunia dalam Usia Tua'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ovJS1Em-6dg/Rl1oiBCWTaI/AAAAAAAAI1I/RWkUK-WYaJ8/s72-c/Yanagisawa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-4843413720001017602</id><published>2010-11-14T22:00:00.000-08:00</published><updated>2010-11-15T14:55:40.425-08:00</updated><title type='text'>Manusia Panjang Umur</title><content type='html'>Penduduk Jepang masih menduduki urutan pertama dalam hal usia harapan hidup, dalam 25 tahun terakhir ini. Laporan terbaru menunjukkan, usia harapan hidup wanita di Jepang naik menjadi 86,5 tahun dan 79,5 tahun untuk pria. Terjadi peningkatan sekitar 5 bulan dibanding data tahun sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Statistik tahun 2009 dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang. Namun, usia harapan hidup pria Jepang tahun ini turun dari urutan keempat menjadi urutan kelima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" src="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/07/27/1121023p.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;Para lansia Jepang dalam sebuah festival&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila membandingkan usia harapan hidup antara penduduk negara maju dan negara berkembang atau miskin, akan tampak perbedaan nyata. Penduduk di negara maju memiliki usia yang lebih panjang dibanding dengan negara berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Jepang, wanita di Hongkong menduduki urutan kedua dengan angka harapan hidup 86,1 tahun, diikuti dengan Perancis 84,5 tahun dan Swiss 84,4 tahun. Dari kelompok pria, urutan paling atas diduduki oleh Qatar yakni 81 tahun, lalu Hongkong 79,8 tahun, serta di tempat ketiga ada Swiss dan Eslandia pada 79,7 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Indonesia? Menurut laporan WHO tahun 2006, usia harapan hidup orang Indonesia hanya mencapai usia 68 tahun untuk wanita dan pria hanya 65 tahun. Namun, dibandingkan dengan negara Afrika, seperti Kenya yang hanya 51 tahun untuk wanita dan pria hanya 50 tahun, kita masih lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, mengapa terjadi perbedaan yang mencolok dalam usia harapan hidup antara negara maju dan negara berkembang? Bila menilik di Jepang, salah satu alasan mengapa warganya panjang umur adalah majunya penanganan medis, khususnya untuk penyakit penyebab kematian, seperti kanker, stroke, dan jantung. Selain itu, orang Jepang terkenal dengan pola makan dan gaya hidupnya yang sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panjang umur memang sebuah hal yang bagus, tetapi di negara yang memiliki angka kelahiran sedikit dan populasi penduduk yang menurun, banyaknya penduduk yang lanjut usia berarti ketidakseimbangan dalam populasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini pun Jepang menghadapi berbagai persoalan dengan populasi lansia, seperti peningkatan jumlah kasus lansia yang bunuh diri, kekerasan, serta kecanduan alkohol para lansia akibat rendahnya pendapatan dan status pekerjaan yang tidak pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: kompas.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-4843413720001017602?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/4843413720001017602/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/11/orang-jepang-paling-panjang-umur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/4843413720001017602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/4843413720001017602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/11/orang-jepang-paling-panjang-umur.html' title='Manusia Panjang Umur'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-5806443906007683530</id><published>2010-11-05T22:14:00.000-07:00</published><updated>2010-11-05T22:25:59.124-07:00</updated><title type='text'>Korban Tewas Merapi Mencapai 122 Orang</title><content type='html'>&lt;img style="display: inline; width: 388px; height: 194px;" original="http://static.inilah.com/data/berita/foto/951222.jpg" src="http://static.inilah.com/data/berita/foto/951222.jpg" alt="Headline" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;inilah.com/Wirasatria&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Gelombang gas panas yang mengalir di sisi Gunung Merapi pada hari Jumat, menerjang rumah, ternak dan penduduk desa di jalan. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korban tewas setelah letusan gunung berapi terbesar di abad ini melonjak menjadi 122 orang. Desa yang paling parah, Bronggang diliputi berjarak 15 km dari kawah api masih diliputi awan panas, hanya beberapa meter dari zona bahaya yang ditetapkan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah korban meninggal Merapi diinformasikan Staf Khusus Kepresidenan Bidang Bencana dan Bantuan Sosial, Andi Arief kepada &lt;i&gt;INILAH.COM&lt;/i&gt;, Sabtu (6/11/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Update data korban sampai saat ini pukul 08.00 WIB, Sabtu (6/11) di Rumah Sakit Sarjito, korban meninggal bertambah 3 orang, total 112 orang," ujarnya. [cms]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : inilah.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-5806443906007683530?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/5806443906007683530/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/11/korban-tewas-merapi-mencapai-122-orang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/5806443906007683530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/5806443906007683530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/11/korban-tewas-merapi-mencapai-122-orang.html' title='Korban Tewas Merapi Mencapai 122 Orang'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-8767490640201536236</id><published>2010-11-05T22:02:00.001-07:00</published><updated>2010-11-05T23:46:36.176-07:00</updated><title type='text'>Awan Petruk Merapi</title><content type='html'>&lt;img style="display: inline; width: 414px; height: 216px;" original="http://static.inilah.com/data/berita/foto/947002.jpg" src="http://static.inilah.com/data/berita/foto/947002.jpg" alt="Headline" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Awan menyerupai bentuk kepala petruk, tokoh punakawan dalam dunia pewayangan yang muncul di sela-sela letusan Gunung Merapi bukan saja pertanda buruk, namun sebuah isyarat yang tak bisa dianggap remeh. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="http://stat.kompasiana.com/files/2010/03/180px-petruk.jpg" src="http://stat.kompasiana.com/files/2010/03/180px-petruk.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Awan berbentuk Petruk itu pertanda riil. Kita diingatkan, karena gejolak di negeri ini sudah pada kondisi yang memprihatinkan. Dibutuhkan kebersamaan. Jangan hanya menyalahkan satu elemen masyarakat atau para pemimpin saja," tutur Ki Kusumo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, keberadaan Gunung Merapi sampai saat ini masih memiliki aura mistis yang kuat. Mempunyai energi metafisika yang luar biasa. Hal itu didukung masyarakat sekitar yang kental dengan hal-hal berbau supranatural. Jadi kejadian aneh yang timbul, bisa dikaitkan dengan fenomena alam yang akan terjadi dikemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setidaknya, kita bisa menebak apa yang akan terjadi. Misalnya, terkait dengan bencana beruntun yang terus mengguncang bumi pertiwi ini," imbuhnya. Dalam mata batinnya, Ki Kusumo melihat bahwa letusan Merapi masih akan terus terjadi hingga menjelang pergantian tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana lain yang tak kalah dahsyat juga akan mewarnai negeri ini. Bencana beruntun atau letusan gunung yang dianggap sebagai kunci dari gunung berapi di Indonesia ini adalah kado akhir tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bencana ini bisa dijadikan alat introspeksi, sehingga ditahun depan bangsa Indonesia akan lebih cermat dalam menghargai alam. Kita mulai dari diri kita dan dari lingkungan dimana kita tinggal, untuk lebih menyayangi lingkungan," ujar Ki Kusumo. [fl]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : inilah.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-8767490640201536236?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/8767490640201536236/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/11/awan-petruk-merapi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/8767490640201536236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/8767490640201536236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/11/awan-petruk-merapi.html' title='Awan Petruk Merapi'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-8915664600267020005</id><published>2010-11-04T22:36:00.000-07:00</published><updated>2010-11-05T23:28:22.840-07:00</updated><title type='text'>Ponimin : Kandidat Kuat Juru Kunci Gunung Merapi yang Baru</title><content type='html'>&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/ACERON%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.png" alt="" /&gt;                    &lt;img alt="ponimin juru kunci gunung merapi" src="http://www.indospiritual.com/gambar/ponimin-juru-kunci-gunung-merapi.jpg" vspace="5" align="right" border="0" hspace="5" /&gt;Sosok Ponimin (50) bagi warga lereng Merapi bukan figur yang asing. Dia adalah orang "sakti" nomor dua setelah Mbah Maridjan. Selama ini dia dikenal sebagai "orang pintar" yang biasa dimintai bantuan warga Merapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ponimin, dikenal sebagai pawang hujan, tempat konsultasi tentang hari baik, dan juga tokoh agama yang suka diminta warga untuk memimpin pengajian dan selamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gusti Kanjeng Ratu Hemas meminta saya menggantikan Mbah Maridjan," ujar Ponimin saat ditemui wartawan di rumah dr Ana Ratih Wardani, di Kaliadem, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ponimin merupakan warga asli Merapi. Pria yang menurut warga kuat berzikir ini, telah memiliki 2 cucu ini menjadi abdi dalem Keraton Yogyakarta sejak 2001. GKR Hemas, istri dari Sri Sultan HB X, datang menengok pengungsi Merapi. Saat itu Hemas mendengar cerita dari Ponimin. Setelah itu Hemas meminta Ponimin untuk meneruskan tugas Mbah Maridjan sebagai kuncen Merapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi saya tidak bisa memberikan jawaban sekarang, rumah saya yang saya tinggali hancur," ujar Ponimin yang juga biasa dipanggil Mbah Ponimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari penampilannya, nuansa mistik tampak melekat pada Ponimin. Tasbih terkalung di pergelangan tangannya. Dua buah cincin akik melingkar di jari manis dan tengahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk menjadi juru kunci Merapi, saya ada 3 syarat. Pertama, soal rumah saya yang hancur tentu saya harus berikhtiar, yang kedua izin dari Allah dan istri saya, yang ketiga semuanya itu harus terpenuhi," jelas pria berkumis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya pula, saat ini jabatannya sebagai abdi dalem Kraton Yogyakarta hanya pada tingkat jajar. Posisi itu masih jauh dengan kuncen Merapi, ada 3 golongan di atas posisinya sekarang untuk menjadi juru kunci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jabatan saya masih jauh di bawah," ujar Ponimin yang mengaku jarang berkomunikasi dengan Mbah Maridjan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah milik Ponimin hanya berjarak 200 meter dari rumah Mbah Maridjan,  namun beda dusun. Baik Mbah Maridjan dan Ponimin sama-sama dituakan di kawasan Merapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ada Istana Megah dan Panembahan Senopati di Merapi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Ponimin, pria yang menjadi kandidat kuat pengganti Mbah Maridjan, Merapi bukanlah gunung biasa. Di matanya, gunung berapi paling aktif di Indonesia itu sebenarnya adalah kraton megah yang dihuni Panembahan Senopati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Merapi adalah kraton, kraton yang sangat besar. Tahun 1994, saya pernah dapat bisikan dan mengikuti bisikan ke arah atas Merapi," cerita Ponimin saat ditemui  wartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ponimin mengatakan, bisikan itu memintanya untuk memejamkan mata. Nah saat matanya dibuka, Ponimin mengaku melihat sebuah istana nan megah dengan latar putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di dalam Istana banyak diisi jin dan juga tokoh kerajaan. Di atas istana ada panembahan Senopati," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Poniman tidak ingin memaksakan 'keyakinannya' itu kepada orang lain. "Bagi saya Merapi adalah kraton," lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, Ponimin dikenal sebagai 'orang pintar' kedua setelah Mbah Maridjan. Setelah Mbah Maridjan meninggal terkena awan panas, Kraton Yogyakarta meminta Ponimin sebagai penjaga Merapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penunggu Merapi, lelaki tua penghuni Merapi, yang datang menemui saya suka memberi tahu kalau kemudian akan ada wedhus gembel dan daerah mana saja yang kena," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki tua yang disebut Ponimin itu, yang pernah mengatakan, Istana Merapi itu menyebut awan panas sebagai sampah Merapi. "Waktu kejadian lalu, si Mbah memberi tahu saya kalau dia akan membuang sampah ke emperan Maridjan dan di daerah pipa, dekat Kaliadem sebelah selatan. Itu kan sudah terbukti ke daerah Mbah Maridjan," terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sebelum Wedhus Gembel Datang, Ponimin Mengaku Ditemui 'Penguasa' Merapi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ponimin mengaku ditemui 'penguasa' Merapi atau makhluk gaib penunggu Merapi beberapa hari sebelum musibah awan panas terjadi. Sosok lelaki tua berbaju lurik dan berblangkon khas Jawa itu meminta Ponimin membuat bubur merah dan putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sabtu 23 Oktober pagi, saya didatangi si Mbah. Dia bilang mau menghancurkan lereng Merapi di empat penjuru, menggunakan kekuatan api, air, tanah, dan angin," cerita Ponimin saat ditemui  wartawan di rumah dr Ana Ratih Wardani, di Kaliadem, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun si Mbah berjanji tidak akan menghancurkan tanah di sekitar Merapi asalkan Ponimin maum membuat bubur merah dan putih. Namun bubur itu bukanlah bubur biasa. Air pembuat bubur harus diambil dari 7 mata air yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kata si Mbah kalau mau selamat mesti membuat sesajen bubur merah dan putih yang airnya harus dari 7 mata air. Kemudian bubur harus didoakan doa nurbuat dan selamat," kata pria 50 tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ponimin mengaku, ini bukan kali pertamanya si Mbah menemuinya. Sosok gaib itu sudah mulai 'dikenalnya' sejak 1994.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 'kunjungannya' kali ini, si Mbah juga berpesan, bubur merah dan putih tersebut harus dimakan Ponimin dan keluarga. Selain itu, Ponimin juga diminta membuat ketupat kuning dan digantung di depan rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setelah mendapat peunjuk itu, segera menghubungi teman-teman saya, saya katakan boleh percaya atau tidak," kata Ponimin. Ponimin lantas membuat apa yang diminta oleh lelaki tua misterius itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selasa pagi (26/10), si Mbah datang lagi dan dia bilang akan menunda untuk meminta korban," terang lelaki yang selalu memegang tasbih di tangan kanannya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sore hari, lelaki tua itu datang menemui istrinya dan memberi peringatan. Hingga kemudian datang awan panas, Ponimin, 2 anak, menantu dan 2 cucunya  bersembunyi di balik mukena istrinya Yati. Ajaib mereka selamat, dan kemudian pergi meninggalkan lokasi dengan estafet memakai alas bantal karena tanah terasa panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman ajaib itu membuatnya menjadi kandidat kuat menggantikan Mbah Maridjan sebagai juru kunci Merapi. Namun Ponimin mengaku masih belum bisa mengambil sikap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, Ponimin dikenal warga lereng Merapi sebagai orang pintar kedua setelah Mbah Maridjan. Dia biasa dimintai tolong warga untuk menentukan hari baik, mengusir setan, dan juga menjadi pawang hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Istri Ponimin Sering Difitnah Punya Pesugihan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri kandidat kuat pengganti juru kunci Gunung Merapi Mbah Maridjan, Mbah Ponimin, Yati (42), dikenal rajin mengaji. Namun, Yati seringkali diterpa fitnah dan digosipkan memiliki pesugihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selama di sana, saya banyak menerima fitnah. Banyak orang yang menduga saat saya mengaji, saya menyedot kekayaan orang lain dan banyak juga yang menduga saya punya pesugihan," kata Yati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini disampaikan Yati kepada detikcom di kediaman dokter Ana, di Dusun Ngenthak, Umbulmartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yati mengaku rajin mengaji hanya untuk dakwah. Ia ingin mengislamkan penduduk yang belum mengenal Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan Yati dan Ponimin yang tinggal di Dusun Kaliadem, Desa Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, bisa dibilang lumayan berada. Yati sempat menerima banyak bantuan dari sejumlah pihak saat Gunung Merapi meletus pada tahun 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tahun 2006, pasca letusan merapi, banyak orang yang mau masuk Islam. Tetapi, setelah itu (aman) saya kembali menerima banyak fitnah. Ketika tahun 2006,  mungkin banyak orang yang tidak percaya kepada saya karena waktu itu rumah saya memang tidak dilalui wedhus gembel," papar perempuan berkerudung warna putih dan mengenakan daster warna ungu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yati bersyukur keluarganya selamat dari amukan awan panas pada Selasa 26 Oktober 2010 pukul 17.02 WIB. "Tetapi saat ini, rumah saya dilalui wedhus gembel apalagi rumah saya di paling atas. Namun, nyatanya saya dan keluarga selamat," ujar Yati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunda dari Ilham Galih Habibi (5) ini berharap, dengan bencana Gunung Merapi ini masyarakat semakin yakin akan kebesaran Sang Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya berharap dengan ini, orang yakin akan kebesaran Allah," kata Yati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : detik.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-8915664600267020005?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/8915664600267020005/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/11/ponimin-kandidat-kuat-juru-kunci-gunung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/8915664600267020005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/8915664600267020005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/11/ponimin-kandidat-kuat-juru-kunci-gunung.html' title='Ponimin : Kandidat Kuat Juru Kunci Gunung Merapi yang Baru'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-1924187216659698613</id><published>2010-11-04T22:33:00.000-07:00</published><updated>2010-11-05T23:30:51.219-07:00</updated><title type='text'>Abu Letusan Gunung Merapi Sampai Tasikmalaya</title><content type='html'>&lt;div class="media"&gt;    &lt;div class="media-item media-double"&gt;  &lt;a href="http://id.news.yahoo.com/antr/20101104/img/ppl-1-abu-letusan-gunung-me-e45e7bb084f90.html"&gt;&lt;img style="width: 275px; height: 184px;" src="http://d.yimg.com/hb/ng/co/antr/20101104/09/3859193296-abu-letusan-gunung-merapi-sampai-tasikmalaya.jpg?x=213&amp;amp;y=141&amp;amp;sig=OpbDP6scHqd8QJ0L7sacXA--" title="Abu Letusan Gunung Merapi Sampai Tasikmalaya" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;cite class="caption"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Abu Letusan Gunung Merapi Sampai Tasikmalaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/cite&gt;&lt;div class="content"&gt;   &lt;p&gt;Tasikmalaya (ANTARA) - Abu debu letusan Gunung Merapi telah mencapai kawasan Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis dinihari sekitar pukul 01.00 WIB dan masih tampak terlihat hingga Kamis pagi.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;"Awalnya warga tidak tahu abu apa itu, tapi mulai ramai dibicarakan setelah pada pagi hari banyak abu menempel di kolam," kata Jajang (30) warga Kawalu, Kota Tasikmalaya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Abu letusan gunung Merapi itu kata Jajang banyak menempel di air kolam warga, bahkan menempel di daun dan pohon, namun tidak terlalu tebal.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Banyaknya abu bertebaran di Kota Taskmalaya itu, kata Jajang menjadi perhatian khusus bagi warga setempat, apalagi warga yang biasanya pagi-pagi pergi ke pasar menyempatkan waktu melihat abu yang menempel disetiap benda dan kolam.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;"Ketahuannya shubuh, saat warga mau ke air melihat kolam banyak abu," kata Jajang.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sementara itu di pusat Kota Tasikmalaya, daerah Pancasila, hujan abu tampak terlihat menjelang dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, abu tersebut menempel di kaca mobil dan teras rumah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dede Ibin warga Padasuka, Pancasila, Kecamatan Tawang mengatakan hujan abu tersebut memang terlihat tipis, namun menjelang pagi abu tersebut tampak terlihat tebal menempel di setiap genting rumah warga.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;"Kaca mobil saya saja banyak nempel abu, cukup tebal, abu juga banyak yang menempel di daun-daun," katanya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Selain wilayah Tasikmalaya, abu letusan Gunung Merapi tersebut sampai ke sebagian wilayah Kabupaten Ciamis. Namun keberadaan abu tersebut tidak mengganggu aktivitas warga yang pergi ke sekolah maupun bekerja dan warga tetap beraktifitas tanpa menggunakan masker penutup hidung.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-1924187216659698613?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/1924187216659698613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/11/abu-letusan-gunung-merapi-sampai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/1924187216659698613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/1924187216659698613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/11/abu-letusan-gunung-merapi-sampai.html' title='Abu Letusan Gunung Merapi Sampai Tasikmalaya'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-1823429042272946878</id><published>2010-11-04T22:28:00.000-07:00</published><updated>2010-11-05T23:30:08.835-07:00</updated><title type='text'>Kekuatan Mistis Gunung Merapi</title><content type='html'>&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mount_Merapi_Crater.jpg" class="image"&gt;&lt;img alt="" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/a9/Mount_Merapi_Crater.jpg/280px-Mount_Merapi_Crater.jpg" width="280" height="165" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAMA gunung Merapi sudah cukup populer di telinga masyarakat Indonesia. Sesuatu yang berkaitan keberadaan gunung Merapi kerap dikaitkan dengan hal-hal berbau misteri, di antaranya keberadaan makhluk-makhluk gaib penguasa dan penghuni gunung Merapi. Hal ini tidaklah berlebihan, karena hasil investigasi membuktikan bahwa masyarakat setempat yakin kalau penghuni dan penguasa gunung Merapi memang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka memanggilnya dengan sebutan Eyang Merapi. "Bapak lihat bukit kecil di atas itu? Itu namanya gunung Wutah, gapuranya atau pintu gerbangnya kraton Eyang Merapi". Sebaris kalimat dengan nada bangga itu meluncur begitu saja dari Bangat, seorang penduduk asli Kinahrejo Cangkrinagan Sleman, sesaat setelah kami menapaki sebuah ara tandus berbatu tanpa hiasan pepohonan sebatang pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat setempat meyakini, kawasan wingit yang diapit oleh dua buah gundukan kecil itu memang dikenal sebagai pelatarannya keraton Eyang Merapi. Untuk naik ke sana, diingatkan agar uluk salam, atau sekadar minta permisi begitu di atasnya. "Kulo nuwun Eyang, kulo ingkang sowan, sumangga silakna rikma niro," imbuh istri Bangat, Suharjiyah, sembari menuntun kami untuk menirukan lafal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenyu saja, imbauan sepasang suami istri yang tubuhnya kian keriput dimakan usia itu bukan tanpa alasan. Menurutnya, sang penguasa kraton Merapi sangat tersinggung bila ada pendatang baru yang neko-neko (berbuat macam-macam), pethakilan (bertingkah tidak senonoh) tanpa memberi uluk salam (permisi). Hal-hal tersebut jika dilanggar akibatnya akan sangat fatal. "Mereka yang sama sekali tidak mengubris pakem kultur tersebut jelas akibatnya akan fatal, biasanya akan tersesat hingga kecebur jurang," tegas Bangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang perlu diingat, setiap pendatang baru di kawasan Kinahrejo niscaya bakal celaka bila sampai menyakiti hati penduduk setempat. "Nantinya bisa-bisa kuwalat jadinya," imbuh Bangat. Sekejam itukah? "Sebenarnya sih enggak. Cuma memang, Eyang Merapi itu nggak suka kalau kampung sini (Kinahrejo, Red) jadi sasaran perbuatan yang nggak terpuji. Masalahnya, warga sini sebetulnyakan masih termasuk rakyatnya kraton Eyang Merapi. Nggak percaya? Coba saja Bapak perhatikan dan tanyakan kepada warga sini, apa pernah wilayah ini terkena semburan lahar panas Merapi? Pasti jawab mereka tidak," terang Bangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambahkan, beberapa warga setempat menggambarkan sosok penguasa kraton Merapi dengan makhluk yang menyeramkan, namun berhati mulia dan tidak bermaksud jahat, "Dia adalah pengayom masyarakat setempat," tandas Suharjiyah. Besarnya rasa percaya masyarakat setempat terhadap keberadaan Eyang Merapi membuat mereka yakin bahwa akan hal-hal yang mistis yang terjadi menimpa masyarakat. Misalnya, pintu gerbang kramat, penduduk yang tinggal di lereng gunung Merapi itu percaya bahwa pintu gerbang tersebut penangkal dari segala marabahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu gerbang yang berdiri selama 9 abad itu nyaris pernah tersentuh bencana gunung Merapi. Padahal secara teknis daerah tersebut termasuk daftar daerah bahaya. Hal itu juga tak lepas dari keberadaan dua buah bukit (Wutah dan Kendit) yang berfungsi sebagai benteng desa-desa sekitar Kinahrejo. "Bukit Kendit maupun bukit Wutah itu kan masih masuk dalam wilayah kekuasan Eyang Merapi. Itukan pasebannya (tempat untuk menghadap raja) kraton Eyang Merapi. Jadi nggak mungkin Eyang akan tega membinasakan orang yang memang sudah lama mendiami tempat sekitar itu," Bangat menjelaskan lebih jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, dibandingkan penduduk desa lainnya, nasib penghuni desa Kinahrejo dan sekitarnya termasuk yang beruntung. Selain merupakan desa yang nyaris selalu luput dari ancaman bahaya lahar panas Merapi, desa yang konon termasuk desa kesayangan Eyang Merapi itu juga menjadi sebuah reresentasi dari sebuah suasana kehidupan yang serba nyaman dan tentram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak aneh kalau dikemudian hari kerap muncul sindirin dikalangan penduduk setempat kepada warga diwilayah barat daya gunung Merapi yang kerap jadi langganan bencana lahar. "Kalau ingin hidup tenang tentram, pindahlah kemari. Eyang Merapi kan selalu melindungi kami," ujar Wardiyah, salah seorang warga yang mengaku penduduk asli desa Kinahrejo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan Wardiyah tersebut memang ada benarnya. Penduduk desa Kinahrejo seolah telah mendapat garansi dari Eyang Merapi. Pendek kata, selagi mereka patuh terhadap segala peraturan yang ada misalnya selalu mempersembahkan bulu bekti berupa persembahan sesajian serta selalu melakukan ritual labuhan setiap tahunnya, mereka yakin dan optimis bahwa mereka akan senantiasa terhindar dari ancaman letusan Merapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : pos metro balikpapan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-1823429042272946878?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/1823429042272946878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/11/kekuatan-mistis-gunung-merapi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/1823429042272946878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/1823429042272946878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/11/kekuatan-mistis-gunung-merapi.html' title='Kekuatan Mistis Gunung Merapi'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-2466868429195796316</id><published>2010-11-03T23:32:00.000-07:00</published><updated>2010-11-05T23:49:21.028-07:00</updated><title type='text'>Gunung Merapi di Tengah Pulau Jawa</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;a href="http://poedjituhan.edublogs.org/files/2007/09/merapi2.jpg" title="merapi2.jpg"&gt;&lt;img style="width: 433px; height: 266px;" alt="http://poedjituhan.edublogs.org/files/2007/09/merapi2.jpg" src="http://poedjituhan.edublogs.org/files/2007/09/merapi2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Merapi&lt;/b&gt; (ketinggian puncak 2.968 m &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dpl" title="Dpl" class="mw-redirect"&gt;dpl&lt;/a&gt;, per 2006) adalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_berapi" title="Gunung berapi"&gt;gunung berapi&lt;/a&gt; di bagian tengah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Jawa" title="Pulau Jawa" class="mw-redirect"&gt;Pulau Jawa&lt;/a&gt; dan merupakan salah satu gunung api teraktif di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia" title="Indonesia"&gt;Indonesia&lt;/a&gt;. Lereng sisi selatan berada dalam administrasi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Sleman" title="Kabupaten Sleman"&gt;Kabupaten Sleman&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daerah_Istimewa_Yogyakarta" title="Daerah Istimewa Yogyakarta"&gt;Daerah Istimewa Yogyakarta&lt;/a&gt;, dan sisanya berada dalam wilayah Provinsi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Tengah" title="Jawa Tengah"&gt;Jawa Tengah&lt;/a&gt;, yaitu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Magelang" title="Kabupaten Magelang"&gt;Kabupaten Magelang&lt;/a&gt; di sisi barat, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Boyolali" title="Kabupaten Boyolali"&gt;Kabupaten Boyolali&lt;/a&gt; di sisi utara dan timur, serta &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Klaten" title="Kabupaten Klaten"&gt;Kabupaten Klaten&lt;/a&gt; di sisi tenggara. Kawasan hutan di sekitar puncaknya menjadi kawasan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Nasional_Gunung_Merapi" title="Taman Nasional Gunung Merapi"&gt;Taman Nasional Gunung Merapi&lt;/a&gt; sejak tahun 2004.&lt;/p&gt; Gunung ini sangat berbahaya karena menurut catatan modern mengalami &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Erupsi" title="Erupsi" class="mw-redirect"&gt;erupsi&lt;/a&gt; (puncak keaktifan) setiap dua sampai lima tahun sekali dan dikelilingi oleh pemukiman yang sangat padat. Sejak tahun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1548" title="1548"&gt;1548&lt;/a&gt;, gunung ini sudah meletus sebanyak 68 kali. &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Yogyakarta" title="Kota Yogyakarta"&gt;Kota Yogyakarta&lt;/a&gt; adalah kota besar terdekat, berjarak sekitar 27 km dari puncaknya, dan masih terdapat desa-desa di lerengnya sampai ketinggian 1700 &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Meter" title="Meter"&gt;m&lt;/a&gt; dan hanya 4 km jauhnya dari puncak. Gunung ini adalah salah satu dari enam belas gunung api dunia yang termasuk dalam proyek &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Api_Dekade_Ini" title="Gunung Api Dekade Ini"&gt;Gunung Api Dekade Ini&lt;/a&gt; (&lt;i&gt;Decade Volcanoes&lt;/i&gt;).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-2466868429195796316?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/2466868429195796316/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/11/gunung-merapi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/2466868429195796316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/2466868429195796316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/11/gunung-merapi.html' title='Gunung Merapi di Tengah Pulau Jawa'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-4665177604861560885</id><published>2010-11-02T23:49:00.000-07:00</published><updated>2010-11-06T00:08:09.962-07:00</updated><title type='text'>Taman Nasional Gunung Merapi</title><content type='html'>&lt;img style="cursor: -moz-zoom-in; width: 397px; height: 297px;" alt="http://tngunungmerapi.org/wp-content/uploads/2010/01/DSC02807.JPG" src="http://tngunungmerapi.org/wp-content/uploads/2010/01/DSC02807.JPG" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taman Nasional Gunung Merapi adalah sebuah taman nasional (sering disingkat TN) yang terletak di Jawa bagian tengah. Secara administrasi kepemerintahan, wilayah taman nasional ini masuk ke dalam wilayah dua propinsi, yakni Jawa Tengah dan Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penunjukan kawasan TN Gunung Merapi dilakukan dengan SK Menhut 134/Menhut-II/2004 tanggal 4 Mei 2004. Tujuan pengelolaannya adalah perlindungan bagi sumber-sumber air, sungai dan penyangga sistem kehidupan kabupaten/kota-kota Sleman, Yogyakarta, Klaten, Boyolali, dan Magelang. Sementara ini, sebelum terbentuknya balai pengelola taman nasional, TN G Merapi berada di bawah pengelolaan Balai KSDA (Konservasi Sumber Daya Alam) Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Letak dan luas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Posisi kawasan TN Gunung Merapi adalah di antara koordinat 07°22'33" - 07°52'30" LS dan 110°15'00" - 110°37'30" BT. Sedangkan luas totalnya sekitar 6.410 ha, dengan 5.126,01 ha di wilayah Jawa Tengah dan 1.283,99 ha di Daerah Istimewa Yogyakarta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kawasan TN G Merapi tersebut termasuk wilayah kabupaten-kabupaten &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Magelang" title="Kabupaten Magelang"&gt;Magelang&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Boyolali" title="Kabupaten Boyolali"&gt;Boyolali&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Klaten" title="Kabupaten Klaten"&gt;Klaten&lt;/a&gt; di Jawa Tengah, serta &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Sleman" title="Kabupaten Sleman"&gt;Sleman&lt;/a&gt; di Yogyakarta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Sejarah_kawasan"  style="font-size:130%;"&gt;Sejarah kawasan&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Hutan-hutan di Gunung Merapi telah ditetapkan sebagai &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kawasan_lindung&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Kawasan lindung (halaman belum tersedia)"&gt;kawasan lindung&lt;/a&gt; sejak tahun 1931 untuk perlindungan sumber air, sungai dan penyangga sistem kehidupan kabupaten/kota Sleman, Yogyakarta, Klaten, Boyolali, dan Magelang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebelum ditunjuk menjadi TNG Merapi, kawasan hutan di wilayah yang termasuk propinsi DI Yogyakarta terdiri dari fungsi-fungsi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hutan_lindung" title="Hutan lindung"&gt;hutan lindung&lt;/a&gt; seluas 1.041,38 &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hektar" title="Hektar" class="mw-redirect"&gt;ha&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cagar_alam" title="Cagar alam"&gt;cagar alam&lt;/a&gt; (CA) Plawangan Turgo 146,16 ha; dan taman wisata alam (TWA) Plawangan Turgo 96,45 ha. Kawasan hutan di wilayah Jateng yang masuk dalam wilayah TN ini merupakan hutan lindung seluas 5.126 ha.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Deskripsi_fisik_wilayah"  style="font-size:130%;"&gt;Deskripsi fisik wilayah&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h3&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Topografi"  style="font-size:130%;"&gt;Topografi&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Wilayah TN G Merapi berada pada ketinggian antara 600 - 2.968 m dpl. Topografi kawasan mulai dari landai hingga berbukit dan bergunung-gunung. Di sebelah utara terdapat dataran tinggi yang menyempit di antara dua buah gunung, yakni &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Merapi" title="Gunung Merapi"&gt;Gunung Merapi&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Merbabu" title="Gunung Merbabu"&gt;Gunung Merbabu&lt;/a&gt; di sekitar Kecamatan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Selo,_Boyolali" title="Selo, Boyolali"&gt;Selo, Boyolali&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di bagian selatan, lereng Merapi terus turun dan melandai hingga ke pantai selatan di tepi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Samudera_Hindia" title="Samudera Hindia" class="mw-redirect"&gt;Samudera Hindia&lt;/a&gt;, melintasi wilayah kota Yogyakarta. Pada sebelum kaki gunung, terdapat dua bukit yaitu Bukit Turgo dan Bukit Plawangan yang merupakan bagian kawasan wisata Kaliurang.&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Jenis_tanah"  style="font-size:130%;"&gt;Jenis tanah&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Jenis-jenis tanah di wilayah ini adalah regosol, andosol, alluvial dan litosol. Tanah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Regosol&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Regosol (halaman belum tersedia)"&gt;regosol&lt;/a&gt; yang merupakan jenis tanah muda terutama berada di wilayah Yogyakarta. Bahan induk tanah adalah material &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Vulkanik" title="Vulkanik" class="mw-redirect"&gt;vulkanik&lt;/a&gt;, yang berkembang pada fisiografi lereng gunung. Jenis tanah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Andosol&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Andosol (halaman belum tersedia)"&gt;andosol&lt;/a&gt; ditemukan di wilayah-wilayah kecamatan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Selo,_Boyolali" title="Selo, Boyolali"&gt;Selo&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cepogo,_Boyolali" title="Cepogo, Boyolali"&gt;Cepogo&lt;/a&gt;, Boyolali.&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Iklim"  style="font-size:130%;"&gt;Iklim&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Tipe iklim di wilayah ini adalah tipe C menurut klasifikasi curah hujan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Klasifikasi_Iklim_Schmidt_dan_Ferguson&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Klasifikasi Iklim Schmidt dan Ferguson (halaman belum tersedia)"&gt;Schmidt dan Ferguson&lt;/a&gt;, yakni agak basah dengan nilai Q antara 33,3% - 66%. Besar curah hujan bervariasi antara 875 - 2527 mm pertahun. Variasi curah hujan di tiap-tiap kabupaten adalah sbb.:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Magelang: 2.252 – 3.627 mm/th&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Boyolali: 1.856 – 3.136 mm/th&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Klaten : 902 – 2.490 mm/th&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sleman : 1.869,8 – 2.495 mm/th&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Hidrologi"  style="font-size:130%;"&gt;Hidrologi&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Wilayah Gunung Merapi merupakan sumber bagi tiga DAS (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daerah_aliran_sungai" title="Daerah aliran sungai"&gt;daerah aliran sungai&lt;/a&gt;), yakni DAS Progo di bagian barat; DAS Opak di bagian selatan dan DAS &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bengawan_Solo" title="Bengawan Solo"&gt;Bengawan Solo&lt;/a&gt; di sebelah timur. Keseluruhan, terdapat sekitar 27 sungai di seputar Gunung Merapi yang mengalir ke tiga DAS tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Kekayaan_biologis"  style="font-size:130%;"&gt;Kekayaan biologis&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Ekosistem Merapi secara alami merupakan hutan tropis pegunungan yang terpengaruh aktivitas gunung berapi. Beberapa jenis endemik di antaranya adalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Saninten&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Saninten (halaman belum tersedia)"&gt;saninten&lt;/a&gt; (&lt;i&gt;Castanopsis argentea&lt;/i&gt;), anggrek &lt;i&gt;Vanda tricolor&lt;/i&gt;, dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Elang_jawa" title="Elang jawa" class="mw-redirect"&gt;elang jawa&lt;/a&gt; (&lt;i&gt;Spizaetus bartelsi&lt;/i&gt;). Taman nasional ini juga merupakan tempat hidup &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Macan_tutul" title="Macan tutul"&gt;macan tutul&lt;/a&gt; (&lt;i&gt;Panthera pardus&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-4665177604861560885?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/4665177604861560885/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/11/taman-nasional-gunung-merapi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/4665177604861560885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/4665177604861560885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/11/taman-nasional-gunung-merapi.html' title='Taman Nasional Gunung Merapi'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-8221170935852535516</id><published>2010-10-27T00:50:00.000-07:00</published><updated>2010-10-31T22:09:12.927-07:00</updated><title type='text'>www.irwantoshut.com has been suspended file-file pindah ke irwantoshut.co.cc</title><content type='html'>Sudah satu bulan website www.irwantoshut.com has been suspended, entah apa yang terjadi pada hosting indodata.net. Berkali-kali dihubungi tidak ada jawaban tentang masalah yang terjadi. Website www.irwantoshut.com yang dibuat sejak tahun 2006, sampai bulan September 2010 traffic per hari mencapai 700 - 900 pengunjung. Tiba-tiba saja suspended, padahal baru bulan Mei 2010 diperpanjang domain dan hosting di indodata.net.&lt;br /&gt;Selain itu ada beberapa subdomain juga pada irwantoshut.com yang diinstal memakai website CMS, seperti web.irwantoshut.com dengan joomla, subdomain globalwarming.irwantoshut.com memakai b2evolution, subdomain definisi.irwantoshut.com dan healthy.irwantoshut.com  memakai wordpress.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/TMfbxAHfOKI/AAAAAAAAAHs/BhopUvfZKIs/s1600/suspended.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 418px; height: 271px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/TMfbxAHfOKI/AAAAAAAAAHs/BhopUvfZKIs/s320/suspended.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532632302139422882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu sial, ingin transfer domain dan pindah hosting tidak tahu EPP-nya. Dari dulu saya jarang masuk di domain panel dan sudah lupa passwordnya. Maklumlah saya orang awam di bidang IT dan kurang mengerti banyak.&lt;br /&gt;www.irwantoshut.com sudah 3 kali perpindahan hosting, dulu didaftarkan di dirmanto.com kemudian menjadi indodata.org dan terakhir indodata.net.&lt;br /&gt;Jadi untuk sementara file-file pembelajaran pindah ke &lt;a href="http://irwantoshut.co.cc/" target="blank"&gt;irwantoshut.co.cc&lt;/a&gt;.   Website irwantoshut.co.cc  mempunyai domain dan hosting gratisan. Domainnya didaftarkan pada &lt;a href="http://www.co.cc/?id=192105" target="blank"&gt;co.cc&lt;/a&gt; dan hostingnya gratis pada &lt;a href="http://www.000webhost.com/328480.html" target="blank"&gt;000webhost.com&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/free_domain_hosting.html" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.irwantoshut.co.cc/free-hosting-banner.gif" alt="free hosting" width="135" height="92" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/free_domain_hosting.html" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.irwantoshut.co.cc/free-hosting-banner.gif" alt="free hosting" width="135" height="92" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/free_domain_hosting.html" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.irwantoshut.co.cc/free-hosting-banner.gif" alt="free hosting" width="135" height="92" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana ya solusi masalah ini ???????. Mohon bantuannya. Trims....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-8221170935852535516?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/8221170935852535516/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/10/wwwirwantoshutcom-has-been-suspended.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/8221170935852535516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/8221170935852535516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/10/wwwirwantoshutcom-has-been-suspended.html' title='www.irwantoshut.com has been suspended file-file pindah ke irwantoshut.co.cc'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/TMfbxAHfOKI/AAAAAAAAAHs/BhopUvfZKIs/s72-c/suspended.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-336239554471355604</id><published>2010-10-18T00:53:00.000-07:00</published><updated>2010-10-18T01:07:52.067-07:00</updated><title type='text'>Ular Berkepala Dua</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SRm3-uzX1RI/AAAAAAAABf8/WHWva3VrClE/s1600-h/2-headed-snake.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 391px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SRm3-uzX1RI/AAAAAAAABf8/WHWva3VrClE/s400/2-headed-snake.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267443527529780498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span onmouseover="_tipon(this)" onmouseout="_tipoff()"&gt;Ini adalah ular berkepala dua yang langka ditemukan oleh seorang petani di sebuah desa di Alicante, Spanyol.&lt;/span&gt; &lt;span onmouseover="_tipon(this)" onmouseout="_tipoff()"&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan untuk hidup ular kepala dua di alam bebas sangat kecil karena keduanya sering bertengkar,  kepala mana yang akan menelan mangsa serta kesulitan dalam menentukan arah tujuan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span onmouseover="_tipon(this)" onmouseout="_tipoff()"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SRm33GAKW0I/AAAAAAAABf0/q-U86MLuub0/s1600-h/two-headed-snake1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 286px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SRm33GAKW0I/AAAAAAAABf0/q-U86MLuub0/s400/two-headed-snake1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267443396318485314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SRm3lyW6lmI/AAAAAAAABfs/gK30QPiohyw/s1600-h/two-headed-snake.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 287px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SRm3lyW6lmI/AAAAAAAABfs/gK30QPiohyw/s400/two-headed-snake.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267443098987435618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SRm3ecN6bZI/AAAAAAAABfk/FU0yWeoO3VY/s1600-h/two-headed-snake2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 278px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SRm3ecN6bZI/AAAAAAAABfk/FU0yWeoO3VY/s400/two-headed-snake2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267442972785012114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SRm3Wg9SI_I/AAAAAAAABfc/jPXP2ieku_E/s1600-h/two-headed-snake3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 287px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SRm3Wg9SI_I/AAAAAAAABfc/jPXP2ieku_E/s400/two-headed-snake3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267442836618486770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SRm3Mi1rboI/AAAAAAAABfU/8WQOmKJ3yN8/s1600-h/two-headed-snake4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 286px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SRm3Mi1rboI/AAAAAAAABfU/8WQOmKJ3yN8/s400/two-headed-snake4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267442665324768898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.worldamazinginformation.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-336239554471355604?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/336239554471355604/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/10/ular-berkepala-dua.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/336239554471355604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/336239554471355604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/10/ular-berkepala-dua.html' title='Ular Berkepala Dua'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SRm3-uzX1RI/AAAAAAAABf8/WHWva3VrClE/s72-c/2-headed-snake.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-6156691622885371889</id><published>2010-10-18T00:50:00.000-07:00</published><updated>2010-10-18T01:03:26.064-07:00</updated><title type='text'>Kota Aneh terletak antara batuan di Yunani</title><content type='html'>&lt;span style="" onmouseover="_tipon(this)" onmouseout="_tipoff()"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt; Kota Aneh yang terletak antara batuan di Yunani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SVNyKdaf7iI/AAAAAAAACFU/LTA4vJe2WyY/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 356px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SVNyKdaf7iI/AAAAAAAACFU/LTA4vJe2WyY/s400/1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283692311855754786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SVNyKL6YJGI/AAAAAAAACFM/dRREBOtbdpE/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 268px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SVNyKL6YJGI/AAAAAAAACFM/dRREBOtbdpE/s400/2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283692307157623906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SVNyKPhPU4I/AAAAAAAACFE/NWul8mGhigo/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 268px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SVNyKPhPU4I/AAAAAAAACFE/NWul8mGhigo/s400/3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283692308125930370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SVNyAblqitI/AAAAAAAACE8/C3v4ybD3S3Y/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SVNyAblqitI/AAAAAAAACE8/C3v4ybD3S3Y/s400/4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283692139567024850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SVNyAYCPoGI/AAAAAAAACE0/4MVakbWJeEQ/s1600-h/5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SVNyAYCPoGI/AAAAAAAACE0/4MVakbWJeEQ/s400/5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283692138613153890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SVNyAMfDnRI/AAAAAAAACEs/R9LDQbKDgwA/s1600-h/6.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SVNyAMfDnRI/AAAAAAAACEs/R9LDQbKDgwA/s400/6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283692135512775954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SVNyAHuWvhI/AAAAAAAACEk/wsP77GwOpIQ/s1600-h/7.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 306px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SVNyAHuWvhI/AAAAAAAACEk/wsP77GwOpIQ/s400/7.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283692134234766866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SVNx_2w_0-I/AAAAAAAACEc/HHFThvqkZJw/s1600-h/8.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 268px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SVNx_2w_0-I/AAAAAAAACEc/HHFThvqkZJw/s400/8.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283692129682445282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.worldamazinginformation.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-6156691622885371889?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/6156691622885371889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/10/kota-aneh-terletak-antara-batuan-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/6156691622885371889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/6156691622885371889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/10/kota-aneh-terletak-antara-batuan-di.html' title='Kota Aneh terletak antara batuan di Yunani'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SVNyKdaf7iI/AAAAAAAACFU/LTA4vJe2WyY/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-4932661135609700767</id><published>2010-10-17T23:07:00.000-07:00</published><updated>2010-10-18T01:01:58.206-07:00</updated><title type='text'>Keindahan Candi Candi di Dunia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQmPRE824I/AAAAAAAACco/XeFyFF23FTY/s1600-h/Lord-Venkateshwara-Temple-Birmingham-United-Kingdom.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQmPRE824I/AAAAAAAACco/XeFyFF23FTY/s400/Lord-Venkateshwara-Temple-Birmingham-United-Kingdom.jpg" alt="Lord Venkateshwara Temple, Birmingham, United Kingdom" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396480297220758402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Candi Dewa Venkateshwara, Birmingham, Inggris&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQkeBYGbkI/AAAAAAAACcg/SzPq2alUQTQ/s1600-h/Malibu-Hindu-Temple-Malibu-California-United-States.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQkeBYGbkI/AAAAAAAACcg/SzPq2alUQTQ/s400/Malibu-Hindu-Temple-Malibu-California-United-States.jpg" alt="Malibu Hindu Temple, Malibu, California, United States" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396478351680892482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Candi Malibu Hindu, Malibu, California, Amerika Serikat&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQkRLYm82I/AAAAAAAACcY/z_u7PWasGo4/s1600-h/Shiva-Vishnu-Temple-Livermore-California-United-States.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQkRLYm82I/AAAAAAAACcY/z_u7PWasGo4/s400/Shiva-Vishnu-Temple-Livermore-California-United-States.jpg" alt="Shiva-Vishnu Temple, Livermore, California, United States" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396478131029078882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Candi Shiva-Vishnu, Livermore, California, Amerika Serikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQkCApzXTI/AAAAAAAACcQ/t7m_l-Gr-Ok/s1600-h/Lord-Vishnu-Temple-Angkor-Cambodia.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQkCApzXTI/AAAAAAAACcQ/t7m_l-Gr-Ok/s400/Lord-Vishnu-Temple-Angkor-Cambodia.jpg" alt="Lord Vishnu Temple, Angkor, Cambodia" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396477870450367794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Candi Dewa Vishnu, Angkor, Kamboja - &lt;span style="" onmouseover="_tipon(this)" onmouseout="_tipoff()"&gt;Kuil terbesar di dunia, muncul selama pemerintahan Suryavarman - II pada abad ke-12, yang terletak di Angkor, sebuah situs arkeologi utama Kamboja.&lt;/span&gt; &lt;span onmouseover="_tipon(this)" onmouseout="_tipoff()"&gt;Hal ini didedikasikan untuk Dewa Wisnu.&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQjxycC88I/AAAAAAAACcI/Bj3Kp0lek1c/s1600-h/Prambanan-Shiva-Temple-Central-Java-Indonesia.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQjxycC88I/AAAAAAAACcI/Bj3Kp0lek1c/s400/Prambanan-Shiva-Temple-Central-Java-Indonesia.jpg" alt="Prambanan Shiva Temple, Central Java, Indonesia" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396477591756665794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Candi Prambanan, Jawa Tengah, Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQjimeycHI/AAAAAAAACcA/WYWIicT77kU/s1600-h/Sri-Venkateswara-Swami-Temple-of-Greater-Chicago-Aurora-Illinois-United-States.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQjimeycHI/AAAAAAAACcA/WYWIicT77kU/s400/Sri-Venkateswara-Swami-Temple-of-Greater-Chicago-Aurora-Illinois-United-States.jpg" alt="Sri Venkateswara Swami Temple of Greater Chicago - Aurora, Illinois, United States" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396477330848903282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Candi Sri Venkateswara Swami di Greater Chicago - Aurora, Illinois, Amerika Serikat&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQjH1rVP_I/AAAAAAAACb4/oStRiEdONzY/s1600-h/BAPS-Shri-Swaminarayan-Mandir+-Toronto-Canada.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 297px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQjH1rVP_I/AAAAAAAACb4/oStRiEdONzY/s400/BAPS-Shri-Swaminarayan-Mandir+-Toronto-Canada.jpg" alt="BAPS Shri Swaminarayan Mandir - Toronto, Canada" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396476871071580146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;BAPS Shri Swaminarayan Mandir - Toronto, Kanada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQijYrk_gI/AAAAAAAACbw/668Uj9JpPZs/s1600-h/Sri-Siva-Vishnu-Temple-Washington-DC-United-States.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQijYrk_gI/AAAAAAAACbw/668Uj9JpPZs/s400/Sri-Siva-Vishnu-Temple-Washington-DC-United-States.jpg" alt="Sri Siva Vishnu Temple, Washington DC, United States" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396476244812692994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Candi Sri Siva Vishnu, Washington DC, Amerika Serikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQiS9n1SbI/AAAAAAAACbo/gWIjBCwAyJg/s1600-h/BAPS-Shri-Swaminarayan-Mandir-London-Neasden-Temple-United-States.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQiS9n1SbI/AAAAAAAACbo/gWIjBCwAyJg/s400/BAPS-Shri-Swaminarayan-Mandir-London-Neasden-Temple-United-States.jpg" alt="BAPS Shri Swaminarayan Mandir, London (Neasden Temple), United States" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396475962671319474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;BAPS Shri Swaminarayan Mandir, London (Neasden Temple), Amerikat Serikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQiG5Abi_I/AAAAAAAACbg/ETkv8WTowH0/s1600-h/Sri-Murugan-Temple-Batu-Caves-Penang-Malaysia.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQiG5Abi_I/AAAAAAAACbg/ETkv8WTowH0/s400/Sri-Murugan-Temple-Batu-Caves-Penang-Malaysia.jpg" alt="Sri Murugan Temple  Batu Caves, Penang, Malaysia" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396475755273882610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Candi Sri Murugan Batu Caves, Penang, Malaysia&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQhRz3FRAI/AAAAAAAACbY/PjuULfFWeZY/s1600-h/Sri-Venkateswara-Temple-Bridgewater-NJ-United-States.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 260px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQhRz3FRAI/AAAAAAAACbY/PjuULfFWeZY/s400/Sri-Venkateswara-Temple-Bridgewater-NJ-United-States.jpg" alt="Sri Venkateswara Temple, Bridgewater, NJ, United States" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396474843359429634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Candi Sri Venkateswara, Bridgewater, NJ, Amerika Serikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQhAPluIdI/AAAAAAAACbQ/mRbqaUeMguE/s1600-h/Mother-Temple-of-Besakih-Bali-Indonesia.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 289px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQhAPluIdI/AAAAAAAACbQ/mRbqaUeMguE/s400/Mother-Temple-of-Besakih-Bali-Indonesia.jpg" alt="Mother Temple of Besakih, Bali, Indonesia" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396474541565157842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Candi Ibu, Besakih, Bali, Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQg087pLrI/AAAAAAAACbI/zEF3bhtqSXI/s1600-h/Murugan-Temple-Sydney-Australia.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQg087pLrI/AAAAAAAACbI/zEF3bhtqSXI/s400/Murugan-Temple-Sydney-Australia.jpg" alt="Murugan Temple, Sydney, Australia" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396474347578273458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Candi Murugan, Sydney, Australia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQgkg9xmwI/AAAAAAAACbA/zSWZEJOm1so/s1600-h/Venkateswara-Swami-temple-Riverdale-near-Atlanta-Georgia-United-States.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQgkg9xmwI/AAAAAAAACbA/zSWZEJOm1so/s400/Venkateswara-Swami-temple-Riverdale-near-Atlanta-Georgia-United-States.jpg" alt="Venkateswara Swami Temple, Riverdale near Atlanta, Georgia, United States" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396474065193114370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Candi Venkateswara Swami, Riverdale near Atlanta, Georgia, Amerikat Serikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQfvJJ1BNI/AAAAAAAACa4/nDUiiHzCypw/s1600-h/Sri-Venkateswara-Swami-Temple-Helensburgh-Sydney-Australia.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQfvJJ1BNI/AAAAAAAACa4/nDUiiHzCypw/s400/Sri-Venkateswara-Swami-Temple-Helensburgh-Sydney-Australia.jpg" alt="Sri Venkateswara Swami Temple, Helensburgh, Sydney, Australia" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396473148268152018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Candi Sri Venkateswara Swami, Helensburgh, Sydney, Australia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQdiwdP8XI/AAAAAAAACaw/JrH4qpv4iHY/s1600-h/Velmurugan-Gnana-Muneeswarar-Temple-Rivervale-Crescent-Sengkang-Singapore.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQdiwdP8XI/AAAAAAAACaw/JrH4qpv4iHY/s400/Velmurugan-Gnana-Muneeswarar-Temple-Rivervale-Crescent-Sengkang-Singapore.jpg" alt="Velmurugan Gnana Muneeswarar Temple, Rivervale Crescent Sengkang, Singapore" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396470736457036146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Candi Velmurugan Gnana Muneeswarar, Rivervale Crescent Sengkang, Singapur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQdV4gZlsI/AAAAAAAACao/P2eoFBnDo0o/s1600-h/Sri-Meenakshi-Devasthanam-Pearland-Texas-United-States.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 288px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQdV4gZlsI/AAAAAAAACao/P2eoFBnDo0o/s400/Sri-Meenakshi-Devasthanam-Pearland-Texas-United-States.jpg" alt="Sri Meenakshi Devasthanam - Pearland, Texas, United States" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396470515279435458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sri Meenakshi Devasthanam - Pearland, Texas, Amerika Serikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQdKIiuoTI/AAAAAAAACag/yfiOlksx5dM/s1600-h/Ekta-Mandir-Irving-Texas-United-States.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQdKIiuoTI/AAAAAAAACag/yfiOlksx5dM/s400/Ekta-Mandir-Irving-Texas-United-States.jpg" alt="Ekta Mandir, Irving, Texas, United States" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396470313425740082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ekta Mandir, Irving, Texas, Amerika Serikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQc_svoyRI/AAAAAAAACaY/-1ymf6ktkJc/s1600-h/Sri-Venkateshwara-Temple-New-Jersey-United-States.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQc_svoyRI/AAAAAAAACaY/-1ymf6ktkJc/s400/Sri-Venkateshwara-Temple-New-Jersey-United-States.jpg" alt="Sri Venkateshwara Temple - New Jersey, United States" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396470134164998418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Candi Sri Venkateshwara - New Jersey, Amerika Serikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQctyJzuBI/AAAAAAAACaQ/9AI7rz5I_xU/s1600-h/Sri-Lakshmi-Temple-Ashland-MA-United-States.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQctyJzuBI/AAAAAAAACaQ/9AI7rz5I_xU/s400/Sri-Lakshmi-Temple-Ashland-MA-United-States.jpg" alt="Sri Lakshmi Temple - Ashland, MA, United States" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396469826379298834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Candi Sri Lakshmi - Ashland, MA, Amerika Serikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQcfcsmNCI/AAAAAAAACaI/_1v25vSRtXo/s1600-h/Sri-Venkateswara-Swami-Temple-Pittsburgh-United-States.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQcfcsmNCI/AAAAAAAACaI/_1v25vSRtXo/s400/Sri-Venkateswara-Swami-Temple-Pittsburgh-United-States.jpg" alt="Sri Venkateswara Swami Temple, Pittsburgh, United States" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396469580101465122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Candi Sri Venkateswara Swami, Pittsburgh, Amerika Serikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQcCGEAMRI/AAAAAAAACaA/b1JtehRg_uM/s1600-h/Shiva-Vishnu-Temple-of-South-Florida-Inc-FL-United-States.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQcCGEAMRI/AAAAAAAACaA/b1JtehRg_uM/s400/Shiva-Vishnu-Temple-of-South-Florida-Inc-FL-United-States.jpg" alt="Shiva Vishnu Temple of South Florida Inc, FL, United States" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396469075809415442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Candi Shiva Vishnu pada South Florida Inc, FL, Amerika Serikat&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQbyeKRV6I/AAAAAAAACZ4/1TI9l6rKqxM/s1600-h/Shiva-Vishnu-Temple-of-Melbourne-Melbourne-Australia.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 299px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQbyeKRV6I/AAAAAAAACZ4/1TI9l6rKqxM/s400/Shiva-Vishnu-Temple-of-Melbourne-Melbourne-Australia.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396468807400249250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Candi Vishnu Shiva di Melbourne, Melbourne, Australia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQbfv5E08I/AAAAAAAACZw/Qz6p6h5BHZE/s1600-h/Sri-Murugan-Temple-London-United-Kingdom.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 266px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQbfv5E08I/AAAAAAAACZw/Qz6p6h5BHZE/s400/Sri-Murugan-Temple-London-United-Kingdom.jpg" alt="Sri Murugan Temple, London, United Kingdom" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396468485742449602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Candi Sri Murugan, London, Inggris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQWe_tx4nI/AAAAAAAACZo/hCuDkj8r3W4/s1600-h/Sri-Prasanna-Venkateswara-Swami-Temple-Memphis-Tennessee-United-States.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQWe_tx4nI/AAAAAAAACZo/hCuDkj8r3W4/s400/Sri-Prasanna-Venkateswara-Swami-Temple-Memphis-Tennessee-United-States.jpg" alt="Sri Prasanna Venkateswara Swami Temple, Memphis, Tennessee, United States" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396462975252030066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Candi Sri Prasanna Venkateswara Swami, Memphis, Tennessee, Amerika Serikat&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQKwJGKskI/AAAAAAAACZg/draY-jk4ZJY/s1600-h/Sri-Srinivasa-Perumal-Temple-Sri-Perumal-Temple-Little-India-Serangoon-Road-Singapore.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQKwJGKskI/AAAAAAAACZg/draY-jk4ZJY/s400/Sri-Srinivasa-Perumal-Temple-Sri-Perumal-Temple-Little-India-Serangoon-Road-Singapore.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396450075688481346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Candi Sri Srinivasa Perumal Temple or Sri Perumal, Little India, Serangoon Road, Singapur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQA1MrRM7I/AAAAAAAACZY/h3fCoO2suoI/s1600-h/Arulmigu-Sri-Raja-Kaliamman-Temple-Johor-Baru-Malaysia-The-only-Hindu-Glass-Temple-Abroad.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQA1MrRM7I/AAAAAAAACZY/h3fCoO2suoI/s400/Arulmigu-Sri-Raja-Kaliamman-Temple-Johor-Baru-Malaysia-The-only-Hindu-Glass-Temple-Abroad.jpg" alt="Arulmigu Sri Raja Kaliamman Temple, Johor Baru, Malaysia - The only Hindu Glass Temple Abroad" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396439167432471474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Candi Arulmigu Sri Raja Kaliamman, Johor Baru, Malaysia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Sumber : http://www.worldamazinginformation.com/&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-4932661135609700767?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/4932661135609700767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/10/keindahan-candi-candi-di-dunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/4932661135609700767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/4932661135609700767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/10/keindahan-candi-candi-di-dunia.html' title='Keindahan Candi Candi di Dunia'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_mr-PNhz6Xhg/SuQmPRE824I/AAAAAAAACco/XeFyFF23FTY/s72-c/Lord-Venkateshwara-Temple-Birmingham-United-Kingdom.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-3157214395264133287</id><published>2010-10-11T01:35:00.000-07:00</published><updated>2010-10-11T01:04:04.996-07:00</updated><title type='text'>Banjir Bandang di Wasior Akibat Eksploitasi Hutan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/TLK-jRzyxPI/AAAAAAAAAFg/uknc4XMP3kA/s1600/wasior_kayu2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 420px; height: 330px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/TLK-jRzyxPI/AAAAAAAAAFg/uknc4XMP3kA/s320/wasior_kayu2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5526689206022358258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUSER%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;JAKARTA- Institut Hijau Indonesia (IHI) memprediksi bencana ekologis di tanah Papua Barat akan terjadi silih berganti, apabila perusahaan pemilik izin pengolahan hutan terus mengeksploitasi hutan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ketua IHI Chalid Muhammad saat jumpa pers di kantor IHI, Jalan Komplek Bumi Asri Liga Mas, Perdatam, Jakarta Selatan, Jumat (8/10/2010) mengatakan, bencana Wasior masuk dalam kategori bencana ekologis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;“Faktor penyebab deforestasi ada kegiatan pertambangan mineral, batubara, minyak dan gas yang berlangsung beberapa tahun terakhir. Ini membuat pergerakan tanah di Papua semakin cepat,” katanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Lebih lanjut dia menjelaskan, Wasior merupakan Ibu Kota Teluk Wondama yang dibangun di dataran rendah. Sebagian wilayahnya rawa dan kebun sagu yang telah dialihfungsikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;“Di bagian hulu Wasior terdapat eksploitasi hutan baik oleh Pemegang Penguasaan Hutan (HPH) maupun kegiatan ilegal loging,” terangnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;IHI mencatat, pemerintah pusat memberikan izin pengolahan lahan bagi 20 perusahaan HPH sebesar 3.568.080 hektare di Papua Barat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;16 Perusahaan tambang mineral dan batubara mengantongi izin untuk eksplorasi dan eksploitasi seluas 2.701.283 hektare, sedangkan 13 pertambangan migas mendapat izin konsesi 7.164.417 hektare, perusahaan perkebunan mendapat konsesi seluas 219.021 hektare.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sementara itu pengkampanye air dan pangan Walhi M Islah mengatakan, konflik sosial dan bencana alam di Wasior akibat dari kebijakan terhadap hutan sekira 10 tahun lalu. Yang menjadi korban, masyarakat yang tinggal di Papua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;“Di Papua ada konservasi hutan tapi percuma jika wilayah lainnya terjadi eksploitasi,” pungkasnya.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber : http://news.okezone.com/read/2010/10/08/340/380434/banjir-bandang-di-wasior-akibat-eksploitasi-hutan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-3157214395264133287?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/3157214395264133287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/10/banjir-bandang-di-wasior-akibat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/3157214395264133287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/3157214395264133287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/10/banjir-bandang-di-wasior-akibat.html' title='Banjir Bandang di Wasior Akibat Eksploitasi Hutan'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/TLK-jRzyxPI/AAAAAAAAAFg/uknc4XMP3kA/s72-c/wasior_kayu2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-8495164369064514005</id><published>2010-10-11T00:58:00.000-07:00</published><updated>2010-10-11T01:02:16.022-07:00</updated><title type='text'>Istana Ungkap Penyebab Banjir Bandang Papua</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/TLLEHJq2knI/AAAAAAAAAGA/dV7f1DYtAcQ/s1600/97323_banjir-bandang-di-waisor-papua_300_225.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/TLLEHJq2knI/AAAAAAAAAGA/dV7f1DYtAcQ/s320/97323_banjir-bandang-di-waisor-papua_300_225.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5526695319870804594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tak ada tanda-tanda penebangan hutan karena vegetasi hutan masih padat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratusan orang tewas dalam banjir bandang yang menghantam Kota Wasior, Teluk Wondama, Papua Barat. Apa penyebab datangnya air dengan ketinggian 3-5 meter secara tiba-tiba dari gunung dan menerjang apapun yang ada di depannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Staf Khusus Presiden bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah Velix Wanggai menjelaskan bahwa penyebab banjir bandang itu bukan penebangan hutan. "Intensitas hujan yang tinggi selama satu minggu dan kota Wasior berada di dataran rendah di bawah kaki gunung," jelas Velix dalam rilis yang diterima &lt;em&gt;VIVAnews,&lt;/em&gt; Selasa 6 Oktober 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan ini, kata dia, menjadi air permukaan yang mengalir deras di sekitar lima sungai ke arah kota dengan membawa batu-batu besar dan batang pohon. "Vegetasi hutan masih padat dan tidak ada penembangan hutan di pegunungan," jelas dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sejauh ini, kata dia, masih ada 64 korban yang hilang dan diperkirakan tertimbun lumpur setinggi 2-3 meter. "Atau hilang terbawa banjir ke laut," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini dia dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif tengah memantau kondisi di Kota Wasior. Infrastruktur di ibukota Kabupaten Teluk Wondama ini, jelasnya,  rusak berat hingga sekitar 80 persen. Sementara itu, 4000 warga terpaksa mengungsi ke Kabupaten Manokwari dan Nabire.  "Air bersih tidak ada dan listrik padam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah provinsi terus mengupayakan pencarian korban yang dibantu oleh TNI serta Polri. Sementara BNPB telah menyerahkan dana operasional awal Rp200 juta, bahan makanan, obat-obatan dan tenda. Sejumlah penyakit yang terkait minim air bersih diperkirakan akan melanda pengungsi, seperti gangguan pencernaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas juga masih berusaha membersihkan lumpur, batu, dan kayu di kota Wasior. "Kami harap ada masyarakat yang memberikan bantuan suka rela karena ini mirip tsunami Aceh. Hanya saja padat dengan ketebalan lumpur." (sj)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber :  http://nasional.vivanews.com/news/read/181554-mengapa-banjir-bandang-papua-terjadi-&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-8495164369064514005?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/8495164369064514005/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/10/istana-ungkap-penyebab-banjir-bandang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/8495164369064514005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/8495164369064514005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/10/istana-ungkap-penyebab-banjir-bandang.html' title='Istana Ungkap Penyebab Banjir Bandang Papua'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/TLLEHJq2knI/AAAAAAAAAGA/dV7f1DYtAcQ/s72-c/97323_banjir-bandang-di-waisor-papua_300_225.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-690833330141463468</id><published>2010-10-11T00:54:00.000-07:00</published><updated>2010-10-11T00:57:19.067-07:00</updated><title type='text'>Menhut: Banjir Wasior Akibat Pembalakan Liar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/TLLDMWhP5kI/AAAAAAAAAF4/1s_W0Q0gQbg/s1600/wasior_banjir_bandang.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 207px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/TLLDMWhP5kI/AAAAAAAAAF4/1s_W0Q0gQbg/s320/wasior_banjir_bandang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5526694309707900482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sementara Staf Khusus Presiden menyebut banjir karena intensitas hujan yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengatakan banjir bandang di Wasior, Papua Barat, terjadi akibat tingginya pembalakan liar di kawasan tersebut. Menurut Zulkifli warga setempat cenderung melakukan eksploitasi berlebihan sehingga berdampak pada kerusakan alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya baru ke sana, itulah dampak dari &lt;em&gt;illegal logging&lt;/em&gt; yang berlebihan, penebangan yang tidak terkendali," kata Zulkifli di sela-sela kegiatan penanaman pohon di Kawasan Tambang Newmont, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Kamis, 7 Oktober 2010. "Akibatnya terjadinya banjir, tanah longsor."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut, politisi Partai Amanat Nasional itu menjelaskan pembalakan liar banyak ditemukan di kawasan Papua Barat seperti Sorong Selatan, dan Wasior; meski sudah mulai berkurang. Selain itu, perawatan terhadap kawasan hutan terutama reklamasi hutan juga menjadi perhatian pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kementerian Kehutanan, kata Zul, sudah lebih gencar melakukan penegakan hukum untuk memerangi illegal loging. Untuk itu dia berharap masyarakat lebih giat untuk menanam pohon untuk meminimalisir potensi terjadinya bencana alam. “Tugas kami adalah terus menerus melakukan penanaman pohon terutama di kawasan pegunungan untuk menghindari terjadinya bencana alam,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat Menteri Zulkifli bertolak belakang dengan penjelasan dua Staf Khusus Presiden yakni Andi Arief dan Velix Wanggai. Staf Khusus Presiden bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah Velix Wanggai menjelaskan bahwa penyebab banjir bandang bukanlah penebangan hutan. "Intensitas hujan yang tinggi selama satu minggu dan kota Wasior berada di dataran rendah di bawah kaki gunung," jelas Velix dalam rilis yang diterima&lt;em&gt; VIVAnews.com&lt;/em&gt;, Selasa kemarin. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hujan ini, kata dia, menjadi air permukaan yang mengalir deras di sekitar lima sungai ke arah kota dengan membawa batu-batu besar dan batang pohon. "Vegetasi hutan masih padat dan tidak ada penembangan hutan di pegunungan," kata dia&lt;strong&gt;.&lt;span style="font-size:78%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;(Laporan: Edy Gustan, Sumbawa | kd)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber :  http://nasional.vivanews.com/news/read/181599-menhut--banjir-wasior-akibat-pembalakan-liar&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-690833330141463468?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/690833330141463468/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/10/menhut-banjir-wasior-akibat-pembalakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/690833330141463468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/690833330141463468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/10/menhut-banjir-wasior-akibat-pembalakan.html' title='Menhut: Banjir Wasior Akibat Pembalakan Liar'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/TLLDMWhP5kI/AAAAAAAAAF4/1s_W0Q0gQbg/s72-c/wasior_banjir_bandang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-3827390814449452751</id><published>2010-10-11T00:48:00.000-07:00</published><updated>2010-10-11T00:52:50.971-07:00</updated><title type='text'>Pemprov Papua Barat Bantah Banjir Wasior Akibat Pembalakan Liar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/TLLB23OEYnI/AAAAAAAAAFw/Exnfwkkxlsw/s1600/wasior-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 162px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/TLLB23OEYnI/AAAAAAAAAFw/Exnfwkkxlsw/s320/wasior-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5526692841017074290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Wasior - Pemerintahan Provinsi Papua Barat membantah tudingan berbagai LSM yang menyebut banjir bandang di Wasior akibat maraknya pembalakan liar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Wilayah Wasior merupakah cagar alam yang haram adanya pemotongan hutan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;"Setelah kita cek ke lokasi ke dalam, penyebab banjir bukan dari illegal logging, wilayah ini adalah wilayah cagar alam," kata Sekda Provinsi Papua Barat Martin Luther Rumadas kepada wartawan di lokasi, Senin (11/10/2010).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;"Sehingga tidak ada sama sekali kegiatan wilayah penebangan hutan," tegas Martin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Menurut Martin, di sekitar wilayah Wasior memang ada wilayah penebangan. Namun itu sangat jauh dari lokasi banjir.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Martin tegas-tegas menyebut peristiwa ini murni bencana alam. Salah satu alasannya adalah banyaknya pohon-pohon yang terbawa arus banjir lengkap dengan akarnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;"Tidak ada penebangan dengan mesin," tegas Martin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Berdasarkan data terakhir dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pukul 18.00 WIB, Minggu (10/10) kemarin, bencana ini merengut korban 145 jiwa, hilang 123 orang dan jumlah pengungsi yang mencapia 4.625 jiwa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sumber : http://www.detiknews.com/read/2010/10/11/075739/1460799/10/pemprov-papua-barat-bantah-banjir-wasior-akibat-pembalakan-liar?991103605&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-3827390814449452751?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/3827390814449452751/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/10/pemprov-papua-barat-bantah-banjir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/3827390814449452751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/3827390814449452751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/10/pemprov-papua-barat-bantah-banjir.html' title='Pemprov Papua Barat Bantah Banjir Wasior Akibat Pembalakan Liar'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/TLLB23OEYnI/AAAAAAAAAFw/Exnfwkkxlsw/s72-c/wasior-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-6406307210785129421</id><published>2010-10-03T23:23:00.000-07:00</published><updated>2010-10-03T23:28:38.458-07:00</updated><title type='text'>Casuarina equasetifolia di Pantai Sesar, Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku</title><content type='html'>Bila ke kota Bula Seram Bagian Timur, jangan lupa singgah di Pantai Sesar. Pantai yang menjadi salah satu objek wisata yang sedang dikembangkan. Pantai ini menjadi tempat rekreasi masyarakat sekitar pada hari libur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="width: 263px; height: 245px;" src="http://www.irwantoshut.co.cc/sesar_bula_beach.jpg" alt="Pantai Sesar Kab. SBT" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Rencananya akan dikembangkan menjadi tempat tujuan wisata yang bukan saja untuk masyarakat Bula tapi juga masyarakat luar Kabupaten Seram Bagian Timur..&lt;br /&gt;Jarak pantai Sesar dari kota Bula sekitar 5 km. Setiba di pantai Sesar, sejauh mata memandang yang terlihat adalah pohon Kasuari / Cemara (&lt;em&gt;Casuarina equasetifolia&lt;/em&gt;).  Entah ada berapa banyak pohon &lt;em&gt;Casuarina equasetifolia&lt;/em&gt; di pantai ini, dari tingkat pohon sampai semai ditemukan sangat melimpah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="width: 298px; height: 232px;" src="http://www.irwantoshut.co.cc/Casuarina_equasetifolia.jpg" alt="Casuarina equasetifolia" /&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p class="textfile" style="text-align: justify;"&gt;Pohon Cemara ini bukan hanya terdapat di Pantai Sesar saja tetapi juga terdapat di dalam kota Bula.  Hampir setiap kaki melangkah di kota Bula akan ditemukan &lt;em&gt;Casuarina  equasetifolia.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="textfile" style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;             &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="width: 236px; height: 315px;" src="http://www.irwantoshut.co.cc/casuarina_bula.jpg" alt="Cemara Udang di kota BULA" /&gt;             &lt;/div&gt;             &lt;p class="textfile"&gt; &lt;em&gt;Casuarina  equisetifolia L &lt;/em&gt;merupakan jenis yang bersimbiosis dengan mycorrhiza dan bakteri pengikat nitrogen, dapat tumbuh pada lahan kritis dan mempunyai banyak manfaat dan kegunaan.&lt;/p&gt;             &lt;p style="text-align: center;" class="textfile"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://naturehealthy.webs.com/actinorhizal_casuarina.pdf" target="_blank"&gt; &lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="textfile"&gt;&lt;a href="http://naturehealthy.webs.com/actinorhizal_casuarina.pdf" target="_blank"&gt;Proses pengikatan/penambatan nitrogen  dari udara disebut proses “Fiksasi”.&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="textfile"&gt;&lt;a href="http://naturehealthy.webs.com/actinorhizal_casuarina.pdf" target="_blank"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="textfile" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Bintil-bintil akar pada  &lt;em&gt;Casuarina equisetifolia L&lt;/em&gt;  bukan dari bakteri  Rhizobium tetapi  Bakteri Frankia.  Jenis-jenis pohon yang bersimbiosis dengan bakteri Frankia digolongkan dalam tanaman “Actinorhizal”.&lt;/p&gt;             &lt;p class="textfile"&gt;Tanaman actinorhizal merupakan jenis pohon non-legum yang dapat membentuk nodul akar penghasil nitrogen karena bersimbiosis dengan bakteri Frankia. Family Actinorhizal terakhir setelah revisi taxonomic terbaru dibagi menjadi empat genus - &lt;em&gt;Casuarina,  Allocasuarina, Gymnostoma &lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:TimesNewRomanPSMT;"&gt;dan &lt;/span&gt;&lt;em&gt;Ceuthostoma&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:TimesNewRomanPSMT;"&gt;.&lt;/span&gt; Frankia adalah bakteri gram positif yang termasuk dalam ”slow growing” bakteri, berbeda dengan Rhizobium yang digolongkan dalam Gram Negatif. Tetapi keduanya mempuyai peran yang sama dalam mengikat nitrogen dari udara. Bakteri yang bersimbiosis dengan akar tanaman ini yang membentuk bintil-bintil akar.&lt;/p&gt;&lt;p class="textfile" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt; Nitrogen tersedia di udara dalam jumlah besar sekitar 78%, tetapi tidak dapat langsung digunakan oleh tanaman, nitrogen ini harus dirubah menjadi senyawa nitrat dan amonium untuk dapat diserap oleh tanaman.&lt;br /&gt;             &lt;a href="http://naturehealthy.webs.com/actinorhizal_casuarina.pdf" target="_blank"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://naturehealthy.webs.com/actinorhizal_casuarina.pdf" target="_blank"&gt;               PAPER : &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://naturehealthy.webs.com/actinorhizal_casuarina.pdf" target="_blank"&gt;             PENGGUNAAN TANAMAN ACTINORHIZAL &lt;em&gt;Casuarina equisetifolia L&lt;/em&gt; PADA REHABILITASI LAHAN ALANG-ALANG DENGAN       SISTEM AGROFORESTRI&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;             &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="width: 262px; height: 318px;" src="http://www.irwantoshut.co.cc/casuarina_sbt.jpg" alt="kantor  SBT" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Casuari equasetifolia&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;di Kantor Bupati Seram Bagian Timur &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-6406307210785129421?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/6406307210785129421/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/10/casuarina-equasetifolia-di-pantai-sesar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/6406307210785129421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/6406307210785129421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/10/casuarina-equasetifolia-di-pantai-sesar.html' title='Casuarina equasetifolia di Pantai Sesar, Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-3525470658464832812</id><published>2010-09-11T10:41:00.000-07:00</published><updated>2010-09-11T10:47:28.895-07:00</updated><title type='text'>Sayuran dan Buah-Buahan Raksasa</title><content type='html'>&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/ACERON%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.png" alt="" /&gt;&lt;p align="center"&gt;Sayuran dan Buah-Buahan Raksasa, alami atau hasil modifikasi persilangan genetik?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://completeall.com/pictures/giant-vegetables/1.jpg" alt=" " width="640" height="439" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://completeall.com/pictures/giant-vegetables/2.jpg" alt=" " width="640" height="480" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://completeall.com/pictures/giant-vegetables/3.jpg" alt=" " width="480" height="631" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://completeall.com/pictures/giant-vegetables/4.jpg" alt=" " width="480" height="619" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;img src="http://completeall.com/pictures/giant-vegetables/5.jpg" alt=" " width="640" height="262" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img src="http://completeall.com/pictures/giant-vegetables/6.jpg" alt=" " width="640" height="480" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img src="http://completeall.com/pictures/giant-vegetables/7.jpg" alt=" " width="640" height="454" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img src="http://completeall.com/pictures/giant-vegetables/8.jpg" alt=" " width="640" height="480" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img src="http://completeall.com/pictures/giant-vegetables/9.jpg" alt=" " width="640" height="456" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://completeall.com/pictures/giant-vegetables/10.jpg" alt=" " width="480" height="622" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://completeall.com/pictures/giant-vegetables/11.jpg" alt=" " width="480" height="619" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://completeall.com/pictures/giant-vegetables/12.jpg" alt=" " width="568" height="480" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;img src="http://completeall.com/pictures/giant-vegetables/13.jpg" alt=" " width="640" height="467" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://completeall.com/pictures/giant-vegetables/14.jpg" alt=" " width="480" height="537" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://completeall.com/pictures/giant-vegetables/15.jpg" alt=" " width="480" height="632" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;img src="http://completeall.com/pictures/giant-vegetables/16.jpg" alt=" " width="640" height="480" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://completeall.com/pictures/giant-vegetables/17.jpg" alt=" " width="529" height="480" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt; Sumber : http://completeall.com/Nature/Giant-Vegetables.html&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-3525470658464832812?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/3525470658464832812/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/09/sayuran-dan-buah-buahan-raksasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/3525470658464832812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/3525470658464832812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/09/sayuran-dan-buah-buahan-raksasa.html' title='Sayuran dan Buah-Buahan Raksasa'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-4966864501419362462</id><published>2010-09-08T00:49:00.000-07:00</published><updated>2010-09-11T10:23:18.086-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wanita fleksibel'/><title type='text'>Wanita Elastis</title><content type='html'>&lt;span style="" onmouseover="_tipon(this)" onmouseout="_tipoff()"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;Berikut adalah beberapa contoh besar tentang bagaimana &lt;b&gt;perempuan&lt;/b&gt; dapat &lt;b&gt;Elastis.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_en3tE7aKwk8/S5_RLfee1ZI/AAAAAAAABo4/pjSYNT_2N-A/s1600-h/strange-flexible-girls-3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="aneh fleksibel perempuan" src="http://1.bp.blogspot.com/_en3tE7aKwk8/S5_RLfee1ZI/AAAAAAAABo4/pjSYNT_2N-A/s400/strange-flexible-girls-3.jpg" width="272" border="0" height="400" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt; &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_en3tE7aKwk8/S5_RPdQx8mI/AAAAAAAABpA/DXxWT6zMkCg/s1600-h/strange-flexible-girls-2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;img alt="aneh fleksibel perempuan 02" src="http://4.bp.blogspot.com/_en3tE7aKwk8/S5_RPdQx8mI/AAAAAAAABpA/DXxWT6zMkCg/s400/strange-flexible-girls-2.jpg" width="286" border="0" height="400" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt; &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_en3tE7aKwk8/S5_RT2kBtDI/AAAAAAAABpI/xuGtZNmb-kI/s1600-h/strange-flexible-girls.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;img alt="aneh fleksibel perempuan 03" src="http://2.bp.blogspot.com/_en3tE7aKwk8/S5_RT2kBtDI/AAAAAAAABpI/xuGtZNmb-kI/s400/strange-flexible-girls.jpg" width="400" border="0" height="266" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt; &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_en3tE7aKwk8/S5_RWjnpFwI/AAAAAAAABpY/3tKgBTMrtz8/s1600-h/strange-flexible-girls-05.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;img alt="aneh fleksibel perempuan 04" src="http://1.bp.blogspot.com/_en3tE7aKwk8/S5_RWjnpFwI/AAAAAAAABpY/3tKgBTMrtz8/s320/strange-flexible-girls-05.jpg" width="320" border="0" height="320" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt; &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_en3tE7aKwk8/S5_RXnzEVGI/AAAAAAAABpg/n20-Bi_NNbM/s1600-h/strange-flexible-girls-6.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;img alt="aneh fleksibel perempuan 05" src="http://4.bp.blogspot.com/_en3tE7aKwk8/S5_RXnzEVGI/AAAAAAAABpg/n20-Bi_NNbM/s400/strange-flexible-girls-6.jpg" width="371" border="0" height="400" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt; &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_en3tE7aKwk8/S5_RUw395lI/AAAAAAAABpQ/kOGAj75bpBg/s1600-h/strange-flexible-girls-4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;img alt="aneh fleksibel perempuan 06" src="http://2.bp.blogspot.com/_en3tE7aKwk8/S5_RUw395lI/AAAAAAAABpQ/kOGAj75bpBg/s400/strange-flexible-girls-4.jpg" width="400" border="0" height="308" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;span onmouseover="_tipon(this)" onmouseout="_tipoff()"&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;Video berikutnya ini menunjukkan &lt;b&gt;wanita paling Elastis di dunia.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;center&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/1lXG1Kwcj9c&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;fs=1&amp;amp;rel=0"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/1lXG1Kwcj9c&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;fs=1&amp;amp;rel=0" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/center&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.strange-people.com/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-4966864501419362462?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/4966864501419362462/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/09/wanita-fleksibel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/4966864501419362462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/4966864501419362462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/09/wanita-fleksibel.html' title='Wanita Elastis'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_en3tE7aKwk8/S5_RLfee1ZI/AAAAAAAABo4/pjSYNT_2N-A/s72-c/strange-flexible-girls-3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-7756215650475551009</id><published>2010-09-08T00:38:00.000-07:00</published><updated>2010-09-08T00:43:25.995-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='model sepatu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kotoran gajah'/><title type='text'>Sepatu Dari Kotoran Gajah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/TIc-BUA53YI/AAAAAAAAADg/oonvOuIM47w/s1600/Shoeselephant.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 229px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/TIc-BUA53YI/AAAAAAAAADg/oonvOuIM47w/s320/Shoeselephant.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5514444461011754370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebuah pameran retrospektif baru-bari ini dibuka di galeri Chris Ofili, seniman asal Karibia. Pameran tersebut dihadiri sekumpulan seniman muda Inggris yang masing-masing membuat karya sendiri sebagai respons terhadap karya seni Ofili.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu di antara undangan itu adalah seniman dan desainer berbasis di London, yaitu INSA yang menciptakan sepatu hak setinggi sepuluh inci terbuat dari kotoran gajah! Sepatu dari kotoran gajah merupakan respons terhadap karya terkenal Chris Ofili, yang menggunakan kotoran gajah dalam semua lukisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INSA tidak hanya tertarik mencoba dan mengintegrasikan materi busuk ini ke dalam karyanya, tetapi juga sangat peduli pada medium yang pada mulanya mungkin tampak tidak pantas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INSA menelusuri kembali jejak karya Ofili sejak lebih dari 15 tahun lalu, dan menggunakan kotoran gajah yang sama-sama disukai Ofili.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja material kotoran gajah itu tidak diambil langsung dari tanah kemudian ditempelkan begitu saja menjadi bagian sol sepatu hak tinggi itu.&lt;br /&gt;Material tersebut sudah diperlakukan sedemikian rupa untuk menghindari pembusukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi tidak usah khawatir kotoran gajah itu bakal copot dari sepatu Anda, kemudian menebar bau busuk ke mana-mana, dan merusak suasana pesta Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Kagakribet.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-7756215650475551009?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/7756215650475551009/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/09/sepatu-dari-kotoran-gajah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/7756215650475551009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/7756215650475551009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/09/sepatu-dari-kotoran-gajah.html' title='Sepatu Dari Kotoran Gajah'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/TIc-BUA53YI/AAAAAAAAADg/oonvOuIM47w/s72-c/Shoeselephant.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-3203281545481426568</id><published>2010-08-13T04:52:00.000-07:00</published><updated>2010-08-13T04:57:09.459-07:00</updated><title type='text'>Paul Semakin Ngetop Saja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/TGUzAOHL7_I/AAAAAAAAADQ/HUaYenjOr-4/s1600/paul+-+octpus.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/TGUzAOHL7_I/AAAAAAAAADQ/HUaYenjOr-4/s320/paul+-+octpus.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5504862198411554802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Piala Dunia telah usai, begitu juga ramalan Paul sang gurita sudah selesai. Namun pensiun dari meramal Piala Dunia, nama Paul belum hilang dari perbincangan. Namanya justru makin melambung.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di China, Paul populer dibuat perangko oleh Shanghai World Expo. Toko online Taobao.com pun tidak mau ketinggalan membuat mainan, tempat tisu, peralatan makan, taplak meja sampai kaos bertema gurita Paul. Dalam satu hari penjual mengaku mampu menjual 50 barang. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tidak hanya itu saja, di Beijing, harga gurita pun naik pesat. Sebelum Piala Dunia harga gurita sekitar 40 yuan perkilogram dan saat kemunculan Paul, harganya meningkat menjadi 50-60 yuan perkilogram. Penjual gurita di Beijing mengaku, setiap harinya ia bisa menjual lebih dari 50 ekor. Sejumlah pembeli mengaku gurita itu akan dijadikan binatang peliharaan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berita terbaru dari sang peramal berkaki delapan ini adalah menjadi bintang film. Rencananya kisah gurita Paul akan diangkat di layar lebar dan akan rilis bulan Agustus 2010.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Film produksi China Film Group Corporation dan Beijing Filmblog Media Company ini sudah selesai dibuat di Afrika Selatan dan sudah memasuki tahap pasca produksi. Sayangnya dalam film ini Paul tidak benar-benar menjadi bintangnya, sutradara memakai gurita lain untuk penggantinya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Film berjudul &lt;em&gt;The&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Murder of the Octopus&lt;/em&gt; ini akan mengangkat kisah Paul sang gurita dan mengulas bagaimana si gurita memperoleh kemampuan meramal. Hmm penasaran?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Source: http://kabarinews.com/&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-3203281545481426568?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/3203281545481426568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/08/paul-semakin-ngetop-saja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/3203281545481426568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/3203281545481426568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/08/paul-semakin-ngetop-saja.html' title='Paul Semakin Ngetop Saja'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/TGUzAOHL7_I/AAAAAAAAADQ/HUaYenjOr-4/s72-c/paul+-+octpus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-287068961628781149</id><published>2010-08-13T04:39:00.000-07:00</published><updated>2010-08-13T04:46:21.061-07:00</updated><title type='text'>Kotoran Manusia Buat Bahan Bakar Mobil</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/TGUvmUE0SRI/AAAAAAAAADI/rOcFHZKOEQg/s1600/mobil-feces.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 220px; height: 138px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/TGUvmUE0SRI/AAAAAAAAADI/rOcFHZKOEQg/s320/mobil-feces.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5504858454800746770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;KabariNews.com&lt;/span&gt; - Berbagai cara saat ini terus dilakukan demi mengurangi pencemaran udara. Salah satunya dengan menciptakan berbagai energi alternatif yang ramah lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebuah perusahaan energi di Inggris, GENeco, baru-baru ini melakukan terobosan dengan menciptakan bahan bakar yang terbuat dari kotoran manusia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti dilansir &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Telegraph.co.uk&lt;/span&gt;, Sabtu (6/8), GENeco berhasil mengembangkan gas methana dari kotoran manusia dan digunakan sebagai bahan bakar untuk menggerakan mobil VW Beetle.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat dilakukan ujicoba, mobil yang diberi julukan Bio-Bug tersebut mampu melaju dengan kecepatan 114 mil per jam atau 183 km per jam dengan menggunakan biogas tersebut. Dari hasil ujicoba tersebut diketahui bahwa laju kendaraan ini sama dengan kendaraan lainnya yang menggunakan bahan bakar bensin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohammed Saddiq, Head up GENeco, menjelaskan bahwa penggunaan bahan bakar biogas tersebut cukup ramah lingkungan karena tidak mencemarkan udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gas pembuangannya cukup bersih dan tidak mengganggu kinerja mesin kendaraan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia menambahkan, bahwa Bio-Bug mirip dengan mobil konvensional lainnya, sehingga bagi mereka yang baru pertamakali mengendarai Bio-Bug tidak akan sadar bahwa dirinya sedang mengemudikan kendaraan berbahan bakar kotoran manusia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://kabarinews.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-287068961628781149?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/287068961628781149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/08/kotoran-manusia-buat-bahan-bakar-mobil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/287068961628781149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/287068961628781149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/08/kotoran-manusia-buat-bahan-bakar-mobil.html' title='Kotoran Manusia Buat Bahan Bakar Mobil'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/TGUvmUE0SRI/AAAAAAAAADI/rOcFHZKOEQg/s72-c/mobil-feces.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-4119591329726465084</id><published>2010-08-09T01:19:00.000-07:00</published><updated>2010-10-19T21:35:19.309-07:00</updated><title type='text'>Pengertian Hutan | Definisi Hutan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengertian hutan atau definisi hutan yang diberikan Dengler adalah suatu kumpulan atau asosiasi pohon-pohon yang cukup rapat dan menutup areal yang cukup luas sehingga akan dapat membentuk iklim mikro yang kondisi ekologis yang khas serta berbeda dengan areal luarnya (Anonimous 1997).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Hutan adalah suatu areal yang luas dikuasai oleh pohon, tetapi hutan bukan hanya sekedar pohon. Termasuk didalamnya tumbuhan yang kecil seperti lumut, semak belukar dan bunga-bunga hutan. Di dalam hutan juga terdapat beranekaragam burung, serangga dan berbagai jenis binatang yang menjadikan hutan sebagai habitatnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Spurr (1973), hutan dianggap sebagai persekutuan antara tumbuhan dan binatang dalam suatu asosiasi biotis. Asosiasi ini bersama-sama dengan lingkungannya membentuk suatu sistem ekologis dimana organisme dan lingkungan saling berpengaruh di dalam suatu siklus energi yang kompleks.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="textfile"&gt;             &lt;br /&gt;              &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/miracle_tree.html"&gt;Pohon&lt;/a&gt; tidak dapat dipisahkan dari hutan, karena pepohonan adalah vegetasi utama penyusun hutan tersebut. Selama pertumbuhannya pohon melewati berbagai tingkat kehidupan sehubungan dengan ukuran tinggi dan diameternya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;             &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://www.irwantoshut.co.cc/miracle_tree_8.jpg" alt="Definisi Hutan" width="333" height="477" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Iklim, tanah dan air menentukan jenis tumbuhan dan hewan yang dapat hidup di dalam hutan tersebut. Berbagai kehidupan dan lingkungan tempat hidup, bersama-sama membentuk ekosistem hutan. Suatu ekosistem terdiri dari semua yang hidup (biotik) dan tidak hidup (abiotik) pada daerah tertentu dan terjadi hubungan didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ekosistem hutan mempunyai hubungan yang sangat kompleks. Pohon dan tumbuhan hijau lainnya menggunakan cahaya matahari untuk membuat makanannya, karbondioksida diambil dari udara, ditambah air (H2O) dan unsur hara atau mineral yang diserap dari dalam tanah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="textfile"&gt;           &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Undang-Undang No 41 tahun 1999 tentang Kehutanan, mendefinisikan hutan sebagai suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumberdaya alam hayati yang didominasi jenis pepohonan dalam persekutuan dengan lingkungannya, yang satu dengan lain tidak dapat dipisahkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="textfile"&gt;Hutan merupakan suatu masyarakat tumbuh-tumbuhan dan hewan yang hidup dalam lapisan dan permukaan tanah, yang terletak pada suatu kawasan dan membentuk suatu ekosistem yang berada dalam keadaan keseimbangan dinamis.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="textfile"&gt;&lt;br /&gt;          &lt;/p&gt;             &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="width: 358px; height: 319px;" src="http://www.irwantoshut.co.cc/miracle_tree_26.jpg" alt="Definisi Hutan" /&gt;             &lt;/div&gt;&lt;p class="textfile"&gt;           &lt;br /&gt;            Dengan demikian berarti berkaitan dengan proses-proses yang berhubungan yaitu:&lt;br /&gt;            &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="style110"&gt;1. Hidrologis,&lt;/span&gt; artinya hutan merupakan gudang penyimpanan air dan tempat menyerapnya air hujan maupun embun yang pada akhirnya akan mengalirkannya ke sungai-sungai yang memiliki mata air di tengah-tengah hutan secara teratur menurut irama alam. Hutan juga berperan untuk melindungi tanah dari erosi dan daur unsur haranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="textfile"&gt;              &lt;span class="style110"&gt;2. Iklim,&lt;/span&gt; artinya komponen ekosistern alam yang terdiri dari unsur-unsur hujan (air), sinar matahari (suhu), angin dan kelembaban yang sangat mempengaruhi kehidupan yang ada di permukaan bumi, terutama iklim makro maupun mikro.&lt;br /&gt;            &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="style110"&gt;&lt;br /&gt;3. Kesuburan tanah,&lt;/span&gt; artinya tanah hutan merupakan pembentuk humus utama dan penyimpan unsur-unsur mineral bagi tumbuhan lain. Kesuburan tanah sangat ditentukan oleh faktor-faktor seperti jenis batu induk yang membentuknya, kondisi selama dalam proses pembentukan, tekstur dan struktur tanah yang meliputi kelembaban, suhu dan air tanah, topografi wilayah, vegetasi dan jasad jasad hidup. Faktor-faktor inilah yang kelak menyebabkan terbentuknya bermacam-macam formasi hutan dan vegetasi hutan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;              &lt;span class="style110"&gt;&lt;br /&gt;4. Keanekaan genetik,&lt;/span&gt; artinya hutan memiliki kekayaan dari berbagai jenis flora dan fauna. Apabila hutan tidak diperhatikan dalam pemanfaatan dan kelangsungannya, tidaklah mustahil akan terjadi erosi genetik. Hal ini terjadi karena hutan semakin berkurang habitatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;              &lt;span class="style110"&gt;5. Sumber daya alam,&lt;/span&gt; artinya hutan mampu memberikan sumbangan hasil alam yang cukup besar bagi devisa negara, terutama di bidang inciustri. Selain itu hutan juga memberikan fungsi kepada masyarakat sekitar hutan sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Selain kayu juga dihasilkan bahan lain seperti damar, kopal, gondorukem, terpentin, kayu putih dan rotan serta tanaman obat-obatan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="textfile"&gt;              &lt;span class="style110"&gt;&lt;br /&gt;6. Wilayah wisata alam,&lt;/span&gt; artinya hutan mampu berfungsi sebagai sumber inspirasi, nilai estetika, etika dan sebagainya.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;Menurut Marsono (2004) secara garis besar ekosistem sumberdaya hutan terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;               &lt;span class="style110"&gt;Tipe Zonal &lt;/span&gt;yang dipengaruhi terutama oleh iklim atau disebut klimaks iklim, seperti hutan tropika basah, hutan tropika musim dan savana.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;             &lt;span class="style110"&gt;Tipe Azonal&lt;/span&gt; yang dipengaruhi terutama oleh habitat atau disebut klimaks habitat, seperti hutan mangrove, hutan pantai dan hutan gambut.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;             &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.com/mangrove" target="_blank"&gt;&lt;img style="width: 334px; height: 250px;" src="http://www.irwantoshut.co.cc/mangrovedlm1.jpg" alt="Definisi Hutan Mangrove" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;          &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;               Sebagian besar hutan alam di Indonesia termasuk dalam &lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/tipe_tipe_hutan_tropis.html" target="_blank"&gt;hutan hujan tropis&lt;/a&gt;. Banyak para ahli yang mendiskripsi &lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/tipe_tipe_hutan_tropis.html"&gt;hutan hujan tropis&lt;/a&gt; sebagai ekosistem spesifik, yang hanya dapat berdiri mantap dengan keterkaitan antara komponen penyusunnya sebagai kesatuan yang utuh. Keterkaitan antara komponen penyusun ini memungkinkan bentuk struktur hutan tertentu yang dapat memberikan fungsi tertentu pula seperti stabilitas ekonomi, produktivitas &lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/biologi.html" target="_blank"&gt;biologis&lt;/a&gt; yang tinggi, siklus hidrologis yang memadai dan lain-lain. Secara de facto tipe hutan ini memiliki kesuburan tanah yang sangat rendah, tanah tersusun oleh partikel lempung yang bermuatan negatif rendah seperti kaolinite dan illite. Kondisi tanah asam ini memungkinkan besi dan almunium menjadi aktif di samping kadar silikanya memang cukup tinggi, sehingga melengkapi keunikan hutan ini. Namun dengan pengembangan struktur yang mantap terbentuklah salah satu fungsi yang menjadi andalan utamanya yaitu ”&lt;em&gt;siklus hara tertutup&lt;/em&gt;” (&lt;em&gt;closed nutrient cycling&lt;/em&gt;) dan keterkaitan komponen tersebut, sehingga mampu mengatasi berbagai kendala/keunikan tipe hutan ini (Marsono, 1997).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/biologi.html" target="_blank"&gt;Kuliah Biologi Umum &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/ekologi.html" target="_blank"&gt; Kuliah Ekologi Umum &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/ekologi_hutan.html" target="_blank"&gt;Kuliah Ekologi Hutan &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/kuliah.html" target="_blank"&gt;Kuliah Kehutanan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/agroforestry_kesuburan_tanah.html" target="_blank"&gt;Perbaikan Kesuburan Tanah Oleh Agroforestri &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/mangrove_kotania.html" target="_blank"&gt;Pemanfaatan Hutan Mangrove Teluk Kotania Kabupaten Seram Barat Maluku&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/download_book_mangrove.html" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.irwantoshut.co.cc/books_of_mangrove.gif" alt="books of mangrove" border="0" width="143" height="159" /&gt;                        &lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/book_degradation_forest.html" target="_blank"&gt;&lt;img style="width: 133px; height: 152px;" src="http://www.irwantoshut.co.cc/books-degradation-forest.gif" alt="BOOKS DEGRADATION" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;                                                                            &lt;table style="width: 335px; height: 648px;" align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                       &lt;td class="textside2" bg="" style="color: rgb(0, 0, 0);" align="center" valign="middle"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span class="style58"&gt;INFO KEHUTANAN &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td class="textside2" align="left" valign="middle"&gt;Sabtu, 14 Agustus 2010 &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td class="textside2" align="left" valign="middle"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/sosialisasi_redd_plus.html" target="_blank"&gt;Sosialisasi pelaksanaan REDD-Plus Indonesia di tingkat provinsi dan kabupaten&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td class="textside2" align="left" valign="middle"&gt;Senin, 11 Januari 2010 &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td class="textside2" align="left" valign="middle"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/carbon_trade_indonesia_forests.html" target="_blank"&gt;Manfaat Hutan dalam Perdagangan Karbon&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td class="textside2" align="left" valign="middle"&gt;Rabu, 23 Desember 2009 &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td class="textside2" align="left" valign="middle"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/carbon_trade_Konferensi_Kopenhagen.html" target="_blank"&gt;Konferensi Kopenhagen titik tolak baru kerja sama Internasional dalam penanggapan Perubahan Iklim&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td class="textside2" align="left" valign="middle"&gt;Jumat, 06 Maret 2009 &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td class="textside2" align="left" valign="middle"&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/carbon_trade.html"&gt;Indonesia Gagal Manfaatkan Karbon&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td class="textside2" align="left" valign="middle"&gt;&lt;strong&gt;Senin, 24 November 2008 &lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td class="textside2" align="left" valign="middle"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/menebang_gerhan.html" target="_blank"&gt;Menebang Hutan untuk Menyukseskan Program GERHAN&lt;/a&gt; &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                                          &lt;tr&gt;                       &lt;td class="textside2" align="left" valign="middle"&gt;&lt;strong&gt;Senin, 17 November 2008 &lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td class="textside2" align="left" valign="middle"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/ekowisata_marsegu.html" target="_blank"&gt;Prospek Pengembangan Ekowisata  Kawasan Wisata Alam Laut                          Pulau Marsegu dan Sekitarnya&lt;/a&gt; &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td class="textside2" align="left" valign="middle"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/mangrove_kotania.html" target="_blank"&gt;Pemanfaatan Hutan Mangrove  Teluk Kotania                          Kabupaten Seram Barat  Maluku&lt;/a&gt; &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td class="textside2" align="left" valign="middle"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/cluster_khusus.html" target="_blank"&gt;Pengembangan Cluster Khusus                         Taman Nasional Manusela  Wilayah Kapet Seram&lt;/a&gt; &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td class="textside2" align="left" valign="middle"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/masyarakat_terpencil.html" target="_blank"&gt;Kehidupan Masyarakat Terpencil                           Bagian Utara                          Wilayah Kapet Seram&lt;/a&gt; &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;th class="textside2" scope="col" align="left" valign="middle" width="372"&gt;Sabtu, 16 Agustus 2008 &lt;/th&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td class="textside2" align="left" valign="middle"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/bintangur.html" target="_blank"&gt;Bintangur Pantai (&lt;em&gt;Callophylum inophylum &lt;/em&gt;L )&lt;br /&gt;                      Sumber Bahan Bakar Alternatif dan Manfaat Lainnya. &lt;/a&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td class="textside2" align="left" valign="middle"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/pongamia.html" target="_blank"&gt;Kayu Besi Pantai (&lt;em&gt;Pongamia pinnata (L.) Pierre&lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;                      Tumbuhan Sumber Bahan Bakar Alternatif &lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-4119591329726465084?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/4119591329726465084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/08/pengertian-hutan-definisi-hutan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/4119591329726465084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/4119591329726465084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/08/pengertian-hutan-definisi-hutan.html' title='Pengertian Hutan | Definisi Hutan'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-7767602840953004783</id><published>2010-08-09T01:01:00.000-07:00</published><updated>2010-08-09T01:02:16.677-07:00</updated><title type='text'>Peluncuran WebGIS Kementerian Kehutanan oleh Menteri Kehutanan</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt; Pada hari Kamis, 29 Juli 2010 bertempat di Crown Plaza Hotel, Jakarta telah dilaksanakan Peluncuran WebGIS Kementerian Kehutanan oleh Menteri Kehutanan. Peluncuran tersebut dilakukan sebelum Acara Penutupan Rapat Koordinasi Teknis (RAKORNIS)-2010 Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan. WebGIS Kementerian Kehutanan merupakan Situs Informasi Geografis/ Data Spasial Kehutanan yang dapat diakses oleh publik dengan alamat situs: &lt;a href="http://webgis.dephut.go.id/"&gt;http://webgis.dephut.go.id/&lt;/a&gt;. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Kebutuhan informasi yang berbasis data spasial (keruangan) yang terkait erat dengan kegiatan Kementerian Kehutanan atau yang lebih dikenal dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) Kehutanan saat ini telah menjangkau berbagai bidang guna mendukung keputusan dalam analisa data yang berhubungan dengan informasi lingkungan, wilayah, kependudukan, lokasi, kondisi alam lingkup kehutanan. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Pengembangan pembangunan infrastruktur sistem informasi geografis yang terencana disesuaikan dengan teknologi, kebijakan, dan standar untuk mendukung kebutuhan akan SIG yang selalu berkembang dari tahun ke tahun. Sehingga rancangan sistem jangka panjang dapat dikembangkan tahap demi tahap, dengan pemilihan platform SIG yang tepat. Hal ini akan berpengaruh pada kinerja sistem, kontinuitas sistem dan kemudahan integrasi sistem yang bersangkutan dan mempunyai dukungan teknis di berbagai tempat. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Penerapan aplikasi webGIS Kehutanan bertujuan menyediakan akses terhadap data dan informasi spasial kehutanan secara mudah dan cepat yang mendorong pemanfaatan serta pengintegrasian data dan informasi kehutanan untuk mendukung pengambilan keputusan. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Selain itu untuk meningkatkan pemahaman akan kegunaan data/ informasi geospasial kehutanan yang sangat penting dalam upaya memberikan kemudahan pertukaran dan penyebarluasan data spasial antar instansi pemerintah dan antara instansi pemerintah dengan masyarakat. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan sebagai Unit Kliring Data Spasial Kehutanan mengintegrasi, memelihara (&lt;em&gt;maintain&lt;/em&gt;) &lt;em&gt;geodatabase&lt;/em&gt;, menyiapkan untuk pertukaran dan penyebarluasan data spasial Kehutanan sesuai dengan prosedur dan standard yang telah ditentukan (Permenhut P.59/Menhut-II/2008). &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Geodatabase meliputi seluruh data spasial yang disusun dan bisa diakses oleh walidata eselon I dan eselon II dalam mendukung penyajian dan analisa spasial di masing-masing unit kerja. Sumber data spasial dibangun, dikumpulkan, dimutakhirkan dengan dukungan dari para walidata (pemangku data) dalam unit kerja-unit kerja Kementerian Kehutanan. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Oleh karena itu walidata berperan sangat penting untuk menjamin kualitas data spasial Kehutanan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sumber : http://www.dephut.go.id&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-7767602840953004783?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/7767602840953004783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/08/peluncuran-webgis-kementerian-kehutanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/7767602840953004783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/7767602840953004783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/08/peluncuran-webgis-kementerian-kehutanan.html' title='Peluncuran WebGIS Kementerian Kehutanan oleh Menteri Kehutanan'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-3280345492656367286</id><published>2010-08-09T00:40:00.000-07:00</published><updated>2010-10-19T21:41:28.650-07:00</updated><title type='text'>Fungsi Hutan</title><content type='html'>Hutan mempunyai tiga fungsi, yaitu:&lt;br /&gt;a. fungsi konservasi,&lt;br /&gt;b. fungsi lindung, dan&lt;br /&gt;c. fungsi produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah menetapkan hutan berdasarkan fungsi pokok sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. hutan konservasi,&lt;br /&gt;b. hutan lindung, dan&lt;br /&gt;c. hutan produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutan konservasi terdiri dari :&lt;br /&gt;a. kawasan hutan suaka alam,&lt;br /&gt;b. kawasan hutan pelestarian alam, dan&lt;br /&gt;c. taman buru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="textfile"&gt;&lt;span class="style110"&gt;Hutan produksi &lt;/span&gt;adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok memproduksi hasil hutan.&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;              &lt;span class="style110"&gt;Hutan lindung&lt;/span&gt; adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara &lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/agroforestry_kesuburan_tanah.html" target="_blank"&gt;kesuburan tanah&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;              &lt;span class="style110"&gt;Hutan konservasi&lt;/span&gt; adalah kawasan hutan dengan ciri khas tertentu, yang mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan &lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/picture_indonesia_fauna.html" target="_blank"&gt;satwa&lt;/a&gt; serta &lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/ekologi.html" target="_blank"&gt;ekosistemnya&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;            &lt;span class="style110"&gt;Kawasan hutan suaka alam&lt;/span&gt; adalah hutan dengan ciri khas tertentu, yang mempunyai fungsi pokok sebagai kawasan pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya, yang juga berfungsi sebagai wilayah sistem penyangga kehidupan. &lt;/p&gt;             &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/picture_indonesia_fauna.html" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.irwantoshut.co.cc/orang_utan.jpg" alt="Fungsi Hutan Suaka Marga Satwa" border="0" width="384" height="512" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;             &lt;p class="textfile"&gt;&lt;span class="style110"&gt;Kawasan hutan pelestarian alam&lt;/span&gt; adalah hutan dengan ciri khas tertentu, yang mempunyai fungsi pokok perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;              &lt;span class="style110"&gt;Taman buru &lt;/span&gt;adalah kawasan hutan yang di tetapkan sebagai tempat wisata berburu.&lt;/p&gt;             &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/picture_indonesia_fauna.html" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.irwantoshut.co.cc/nuri-biru.gif" alt="fungsi hutan habitat satwa" border="0" width="392" height="279" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="textfile"&gt; Hutan merupakan suatu masyarakat tumbuh-tumbuhan dan hewan yang hidup dalam lapisan dan permukaan tanah, yang terletak pada suatu kawasan dan membentuk suatu ekosistem yang berada dalam keadaan keseimbangan dinamis. Dengan demikian berarti berkaitan dengan proses-proses yang berhubungan yaitu:&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;              &lt;span class="style110"&gt;1. Hidrologis, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;artinya hutan merupakan gudang penyimpanan air dan tempat menyerapnya air hujan maupun embun yang pada akhirnya akan mengalirkannya ke sungai-sungai yang memiliki mata air di tengah-tengah hutan secara teratur menurut irama alam. Hutan juga berperan untuk melindungi tanah dari erosi dan daur unsur haranya. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/water_important.html" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.irwantoshut.co.cc/water_flow.jpg" alt="Fungsi Hidrologi Hutan" border="0" width="317" height="448" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; Fungsi Hidrologi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="textfile"&gt;  &lt;span class="style110"&gt;2. Iklim,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;artinya komponen ekosistern alam yang terdiri dari unsur-unsur hujan (air), sinar matahari (suhu), angin dan kelembaban yang sangat mempengaruhi kehidupan yang ada di permukaan bumi, terutama iklim makro maupun mikro.&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;              &lt;span class="style110"&gt;3. Kesuburan tanah, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  artinya tanah hutan merupakan pembentuk humus utama dan penyimpan unsur-unsur mineral bagi tumbuhan lain. &lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/agroforestry_kesuburan_tanah.html" target="_blank"&gt;Kesuburan tanah&lt;/a&gt; sangat ditentukan oleh faktor-faktor seperti jenis batu induk yang membentuknya, kondisi selama dalam proses pembentukan, tekstur dan struktur tanah yang meliputi kelembaban, suhu dan air tanah, topografi wilayah, vegetasi dan jasad jasad hidup. Faktor-faktor inilah yang kelak menyebabkan terbentuknya bermacam-macam &lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/hutan_indonesia.html" target="_blank"&gt;formasi hutan&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/tipe_tipe_hutan_tropis.html" target="_blank"&gt;vegetasi hutan&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;              &lt;span class="style110"&gt;4. Keanekaragaman genetik, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  artinya hutan memiliki kekayaan dari berbagai jenis flora dan &lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/picture_indonesia_fauna.html" target="_blank"&gt;fauna&lt;/a&gt;. Apabila hutan tidak diperhatikan dalam pemanfaatan dan kelangsungannya, tidaklah mustahil akan terjadi erosi genetik. Hal ini terjadi karena hutan semakin berkurang habitatnya.&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;              &lt;span class="style110"&gt;5. Sumber daya alam, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;artinya hutan mampu memberikan sumbangan hasil alam yang cukup besar bagi devisa negara, terutama di bidang industri. Selain itu hutan juga memberikan fungsi kepada masyarakat sekitar hutan sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Selain kayu juga dihasilkan bahan lain seperti biofuel, damar, kopal, gondorukem, terpentin, kayu putih dan rotan serta tanaman obat-obatan. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/masyarakat_terpencil.html" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.irwantoshut.co.cc/orang-solea.jpg" alt="Fungsi Hutan untuk kehidupan masyarakat sekitar" border="0" width="300" height="350" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; Kehidupan Masyarakat Sekitar Hutan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="textfile"&gt;&lt;span class="style110"&gt;6. Wilayah wisata alam, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  artinya hutan mampu berfungsi sebagai sumber inspirasi, nilai estetika, etika dan sebagainya. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/taman_nasional_manusela.html" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.irwantoshut.co.cc/sawai.jpg" alt="Fungsi Hutan untuk wisata alam" border="0" width="300" height="350" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; Wisata Alam &lt;/div&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/biologi.html" target="_blank"&gt;Kuliah Biologi Umum &lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/ekologi.html" target="_blank"&gt;&lt;br /&gt;Kuliah Ekologi Umum &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/ekologi_hutan.html" target="_blank"&gt;Kuliah Ekologi Hutan &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/kuliah.html" target="_blank"&gt;Kuliah Kehutanan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/agroforestry_kesuburan_tanah.html" target="_blank"&gt;Perbaikan Kesuburan Tanah Oleh Agroforestri &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/mangrove_kotania.html" target="_blank"&gt;Pemanfaatan Hutan Mangrove Teluk Kotania Kabupaten Seram Barat Maluku&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;                     &lt;table align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="400"&gt;         &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="textside22" align="center" bgcolor="#000000" valign="middle"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span class="style94"&gt;INFO KEHUTANAN &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td class="textside22" align="left" valign="middle"&gt;Senin, 11 Januari 2010 &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td class="textside22" align="left" valign="middle"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/carbon_trade_indonesia_forests.html" target="_blank"&gt;Manfaat Hutan dalam Perdagangan Karbon&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td class="textside22" align="left" valign="middle"&gt;Rabu, 23 Desember 2009 &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td class="textside22" align="left" valign="middle"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/carbon_trade_Konferensi_Kopenhagen.html" target="_blank"&gt;Konferensi Kopenhagen titik tolak baru kerja sama Internasional dalam penanggapan Perubahan Iklim&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td class="textside22" align="left" valign="middle"&gt;Jumat, 06 Maret 2009 &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td class="textside22" align="left" valign="middle"&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/carbon_trade.html"&gt;Indonesia Gagal Manfaatkan Karbon&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td class="textside22" align="left" valign="middle"&gt;&lt;strong&gt;Senin, 24 November 2008 &lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td class="textside22" align="left" valign="middle"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/menebang_gerhan.html" target="_blank"&gt;Menebang Hutan untuk Menyukseskan Program GERHAN&lt;/a&gt; &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td class="textside22" align="left" valign="middle"&gt;&lt;strong&gt;Senin, 17 November 2008 &lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td class="textside22" align="left" valign="middle"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/ekowisata_marsegu.html" target="_blank"&gt;Prospek Pengembangan Ekowisata  Kawasan Wisata Alam Laut              Pulau Marsegu dan Sekitarnya&lt;/a&gt; &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td class="textside22" align="left" valign="middle"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/mangrove_kotania.html" target="_blank"&gt;Pemanfaatan Hutan Mangrove  Teluk Kotania              Kabupaten Seram Barat  Maluku&lt;/a&gt; &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td class="textside22" align="left" valign="middle"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/cluster_khusus.html" target="_blank"&gt;Pengembangan Cluster Khusus             Taman Nasional Manusela  Wilayah Kapet Seram&lt;/a&gt; &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td class="textside22" align="left" valign="middle"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/masyarakat_terpencil.html" target="_blank"&gt;Kehidupan Masyarakat Terpencil               Bagian Utara              Wilayah Kapet Seram&lt;/a&gt; &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;th class="textside22" scope="col" align="left" valign="middle" width="372"&gt;Sabtu, 16 Agustus 2008 &lt;/th&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td class="textside22" align="left" valign="middle"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/bintangur.html" target="_blank"&gt;Bintangur Pantai (&lt;em&gt;Callophylum inophylum &lt;/em&gt;L )&lt;br /&gt;            Sumber Bahan Bakar Alternatif dan Manfaat Lainnya. &lt;/a&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td class="textside22" align="left" valign="middle"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/pongamia.html" target="_blank"&gt;Kayu Besi Pantai (&lt;em&gt;Pongamia pinnata (L.) Pierre&lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;            Tumbuhan Sumber Bahan Bakar Alternatif &lt;/a&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;       &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;       &lt;p&gt; &lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/scholarship.html" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.irwantoshut.co.cc/SCHOLARSHIP.gif" alt="SCHOLARSHIP" border="0" width="210" height="83" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-3280345492656367286?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/3280345492656367286/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/08/fungsi-hutan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/3280345492656367286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/3280345492656367286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/08/fungsi-hutan.html' title='Fungsi Hutan'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-6087524853204115885</id><published>2010-08-01T22:37:00.000-07:00</published><updated>2010-08-01T23:08:03.484-07:00</updated><title type='text'>Nikmatnya Ngerujak di Pantai Natsepa Ambon</title><content type='html'>&lt;span class="reporter"&gt;   &lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.com/ambon.html"&gt;&lt;img src="http://www.detiknews.com/images/content/2010/08/02/10/rujak2.jpg" border="0" vspace="0" hspace="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="illustrasi"&gt;   &lt;strong&gt;    Foto: Ramadhian F/detikcom  &lt;/strong&gt;   &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="reporter"&gt;&lt;strong&gt;Ramadhian Fadillah&lt;/strong&gt; - detikNews&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;Ambon&lt;/strong&gt; - Siang itu udara cukup terik di Pantai Natsepa, Ambon. Melihat aneka buah segar di jejeran pedagang rujak di depan pantai, timbul keinginan untuk mencoba rujak Natsepa yang terkenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dicoba kaka, ini rujak Natsepa," tawar Lena, seorang pedagang rujak di Pantai Natsepa pada saya, Minggu (1/8/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu porsi rujak harganya Rp 7 ribu. Aneka buah dipotong dan dicampur sambal&lt;br /&gt;rujak. Saat mencoba, rasanya manis dan sedikit pedas. Bumbu kacang yang digerus kasar masih terasa di lidah. Hmm nikmat. Mantap dimakan di hari yang terik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memang rujak ini sudah terkenal. Jelang Sail Banda, tenda-tenda dibuat khusus, jadinya lebih meriah," terang Lena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantai Natsepa ramai dikunjungi wisatawan. Terutama saat akhir pekan. Mulai dari rombongan keluarga hingga ABG bersantai menghabiskan waktu libur mereka di pantai yang indah ini. Khusus pasangan muda-mudi, rujak Natsepa ini dimakan sepincuk berdua. Kalau sudah begini, serasa pantai milik sendiri, yang lain hanya ngontrak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain rujak, para pedagang dengan ramah menjajakan penganan khas Ambon. Mulai dari pisang goreng, sukun goreng hingga sagu manis, dijual di sini. Harganya sangat terjangkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Natsepa mudah dicapai dari Kota Ambon. Letaknya sekitar 14 km. Hanya berkendara selama 30 menit, sudah sampai. Kendaraan umun pun ada yang melewati pantai Natsepa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Sail Banda, Pantai Natsepa menjadi tempat kejuaraan selancar angin. Pantai ini pun makin semarak dengan aneka layar berwarna-warni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;b&gt; (rdf/anw)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.detiknews.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-6087524853204115885?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/6087524853204115885/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/08/nikmatnya-ngerujak-di-pantai-natsepa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/6087524853204115885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/6087524853204115885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/08/nikmatnya-ngerujak-di-pantai-natsepa.html' title='Nikmatnya Ngerujak di Pantai Natsepa Ambon'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-5950231208743855149</id><published>2010-08-01T22:34:00.000-07:00</published><updated>2010-08-01T23:09:28.350-07:00</updated><title type='text'>Indahnya Senja di Ambon Manise</title><content type='html'>&lt;span class="reporter"&gt;   &lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://amboncity.webs.com"&gt;&lt;img src="http://www.detiknews.com/images/content/2010/08/02/10/senja1.jpg" border="0" vspace="0" hspace="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="illustrasi"&gt;   &lt;strong&gt;    Foto: Ramadhian F/detikcom  &lt;/strong&gt;   &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="reporter"&gt;&lt;strong&gt;Ramadhian Fadillah&lt;/strong&gt; - detikNews&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Ambon&lt;/strong&gt; - Jam menunjukkan pukul 18.00 WIT. Saat yang tepat untuk melarikan diri sejenak dari keramaian Kota Ambon. Menyaksikan matahari tenggelam adalah pilihan tepat untuk menutup hari yang melelahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mau lihat matahari tenggelam dari atas Kota Ambon?" tawar Charles, sopir kami, Mingggu (1/8/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami mengiyakan, Charles pun memacu mobil kami ke arah Timur Kota Ambon.&lt;br /&gt;Tujuannya Karang Panjang, atau Karpan. Itu sebutan warga Ambon untuk tempat yang kami tuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak butuh waktu lama untuk mencapai Karpan. Jalanan mulus dan tidak begitu&lt;br /&gt;ramai, hanya 15 menit kami sudah sampai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Karpan berdiri tegak patung wanita memegang tombak sambil memandang ke arah Teluk Ambon. Patung perunggu ini adalah patung Christina Martha Tiahahu, pahlawan nasional asal Ambon yang gagah berani. Pada usia 17 tahun dia sudah mengangkat senjata melawan Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar kata Charles, pemandangan dari Karang Panjang luar biasa indah. Matahari perlahan mulai tenggelam di Teluk Ambon. Semburat warna merah mewarnai langit. Di kejauhan saya bisa melihat Kapal USS Mercy yang sedang bersandar. Kapal milik Angkatan Laut AS ini sedang berada di Teluk Ambon dalam rangka misi sosial Sail Banda 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebelah selatan, lampu-lampu kota mulai dinyalakan, menambah semarak&lt;br /&gt;pemandangan Kota Ambon. Saya menikmati setiap detik dari pemandangan ini sebelum langit benar-benar gelap. Senja di Ambon Manise akan menjadi kenangan yang tidak terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt; (rdf/anw)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.detiknews.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-5950231208743855149?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/5950231208743855149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/08/indahnya-senja-di-ambon-manise.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/5950231208743855149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/5950231208743855149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/08/indahnya-senja-di-ambon-manise.html' title='Indahnya Senja di Ambon Manise'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-38907831409327788</id><published>2010-08-01T22:29:00.000-07:00</published><updated>2010-08-01T22:33:45.386-07:00</updated><title type='text'>Pemerintah Minta Masyarakat Tak Persoalkan Penamaan Sail Banda</title><content type='html'>&lt;span class="reporter"&gt;   &lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;img style="width: 302px; height: 225px;" src="http://www.detiknews.com/images/content/2010/08/02/10/naira.jpg" border="0" vspace="0" hspace="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="illustrasi"&gt;   &lt;strong&gt;    Banda Naira/Ramadhian  &lt;/strong&gt;   &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="reporter"&gt;&lt;strong&gt;Ari Saputra&lt;/strong&gt; - detikNews&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;Banda Naira&lt;/strong&gt; - Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono meminta masyarakat tidak terlalu emosional karena pelaksanaan Sail Banda berpusat di Ambon. Menurutnya, Sail Banda akan menjadi promosi gratis untuk masyarakat internasional meski kegiatan sail berada di Ambon Manise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masalah nama tidak perlu ditanggapi secara emosional. Ini sebagai bentuk promosi ke turis asing. Tahun lalu, sail ada di Manado, tetapi namanya Sail Bunaken. Di kampung saya di Cirebon, ada Pekan Batik Cirebon tetapi aslinya Pameran Jawa Barat," kata Agung Laksono di depan masyarakat Banda termasuk tokoh Banda, Des Alwi, di Pulau Banda Naira, Maluku, Senin (2/7/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanggahan itu dilontarkan usai sebagian masyarakat Banda mengaku kecewa karena kegiatan Sail Banda berpusat di Ambon (sekitar 7 jam perjalanan laut dari Ambon). Padahal, menurut warga, semua kekayaan laut, kegiatan diving dan keindahan alam berpusat di Banda seperti sudah banyak diketahui oleh wisatawan asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi namanya saja Sail Banda. Aslinya Sail Ambon. Kita cuma dipinjam nama, tidak sesen pun uang kegiatan mengalir ke sini," ucap warga Banda, Helmi Baadila. &lt;b&gt; (Ari/nrl)&lt;/b&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.detiknews.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-38907831409327788?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/38907831409327788/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/08/pemerintah-minta-masyarakat-tak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/38907831409327788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/38907831409327788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/08/pemerintah-minta-masyarakat-tak.html' title='Pemerintah Minta Masyarakat Tak Persoalkan Penamaan Sail Banda'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-7945677851937793355</id><published>2010-07-21T01:14:00.000-07:00</published><updated>2010-10-07T02:33:00.224-07:00</updated><title type='text'>Kerusakan Hutan Bakau Merugikan Nelayan</title><content type='html'>AMBON, KOMPAS - Kerusakan kawasan hutan bakau di Teluk Ambon, Maluku, merugikan kehidupan nelayan dan warga yang tinggal di bibir pantai. Sementara itu, upaya penanaman kembali bakau oleh pemerintah tidak berjalan baik karena sebagian bakau yang baru ditanam rusak diterjang gelombang. Jonas Noya (57), pemilik tujuh kapal nelayan dengan alat pancing huhate di Galala, Ambon, Maluku, menuturkan, hilangnya tanaman bakau membuat tidak ada lagi tempat bagi ikan umpan untuk berkembang biak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, ikan umpan digunakan oleh para nelayan untuk menangkap ikan dengan alat pancing huhate. Ikan-ikan umpan itu di antaranya ikan tembang (Sardinella spp) dan ikan teri (Stolephorus spp). Karena tidak ada lagi ikan umpan di Teluk Ambon, Jonas mengatakan, para nelayan terpaksa mencari ikan umpan di pesisir Kabupaten Seram bagian Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Imbasnya, biaya operasional bertambah karena nelayan harus mengeluarkan tambahan biaya untuk membeli bahan bakar 400 liter per perahu. Belum lagi waktu yang dikeluarkan bertambah sembilan jam karena jauhnya perjalanan dari Teluk Ambon ke sana,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembantu Dekan I Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura Hansje Matakupan membenarkan penurunan jumlah ikan umpan secara drastis di Teluk Ambon. Selain hutan bakau rusak, hilangnya ikan ini diduga karena diambil terlalu banyak oleh nelayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulah Manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matakupan menyatakan, hutan bakau rusak akibat ulah manusia, seperti mengubah kawasan hutan bakau menjadi tempat tinggal, dan buangan limbah bahan bakar kapal. Sementara itu, upaya penanaman kembali pohon bakau oleh pemerintah tidak berjalan baik. Di Lateri, Teluk Ambon, misalnya, bakau yang ditanam Pemerintah Kota Ambon akhir tahun 2006 di lahan seluas 2,5 hektar rusak diterjang ombak musim barat pada akhir tahun 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ombak tinggi dan deras ini menghilangkan semua pohon bakau yang baru ditanam,” kata Ketua RT 1 RW 2 Lateri, Teluk Ambon, Ely Thenu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ely, bakau yang ditanam oleh pemerintah, baru berusia sekitar satu tahun sehingga belum kuat menahan terjangan ombak. Seharusnya yang ditanam adalah bibit bakau yang berusia lebih dari 2,5 tahun. Sadar akan pentingnya bakau, warga menanam sendiri bibit bakau. Penanaman bakau juga dilakukan kelompok mahasiswa dan lembaga swadaya masyarakat. Hasilnya, dari panjang pesisir pantai di Lateri sekitar 3 kilometer, sekitar 1 kilometer sudah ditanam bakau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saat musim barat terjadi, warga di pesisir selalu kerepotan dengan ombak besar. Air laut kerap masuk ke permukiman. Warga selalu khawatir rumahnya rusak diterjang ombak. Karena itu, kami menanam sendiri bakau-bakau itu,” kata Ely. (APA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: http://www.kp3k.dkp.go.id/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="textcap"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.irwantoshut.co.cc/mangrovedlm1.jpg" alt="hutan mangrove" width="400" border="0" height="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc" target="_blank"&gt;SUKSESI HUTAN MANGROVE &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="textcap"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc" target="_blank"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="textcap"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.irwantoshut.co.cc/mangrove-osi.jpg" alt="mangrove species" width="400" border="0" height="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="textcap"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/mangrove_kotania.html" target="_blank"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="textcap"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/mangrove_kotania.html" target="_blank"&gt;PEMANFAATAN HUTAN MANGROVE&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="textcap"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/mangrove_kotania.html" target="_blank"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: center;" class="textcap"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/mangrove_kotania.html" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.irwantoshut.co.cc/mangrove_pelita.jpg" alt="mangrove pelita jaya seram" width="400" border="0" height="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="textcap"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.irwantoshut.co.cc/mangrovedpn1.jpg" alt="hutan mangrove" width="400" border="0" height="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;         &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="style103"&gt;&lt;a href="http://indonesiaforest.webs.com/manfaat_hutan_mangrove.pdf" target="_blank"&gt;HUTAN MANGROVE DAN MANFAATNYA&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="style103"&gt;&lt;a href="http://indonesiaforest.webs.com/manfaat_hutan_mangrove.pdf" target="_blank"&gt;        ( FILE PDF )&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;         &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.irwantoshut.co.cc/mangrovedlm2.jpg" alt="big mangrove" width="400" border="0" height="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/p&gt;         &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/ekowisata_marsegu.html" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.irwantoshut.co.cc/berperahu01.jpg" alt="berperahu wisata alam" width="400" border="0" height="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;       &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="style103"&gt;&lt;br /&gt;           &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="style103"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/ekowisata_marsegu.html" target="_blank"&gt;EKOWISATA PULAU MARSEGU&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;         &lt;p style="text-align: center;" class="textcap"&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.co.cc/scholarship.html" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.irwantoshut.co.cc/SCHOLARSHIP.gif" alt="SCHOLARSHIP" width="210" border="0" height="83" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="textcap"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-7945677851937793355?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/7945677851937793355/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/07/kerusakan-hutan-bakau-merugikan-nelayan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/7945677851937793355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/7945677851937793355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/07/kerusakan-hutan-bakau-merugikan-nelayan.html' title='Kerusakan Hutan Bakau Merugikan Nelayan'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-8314680574841114840</id><published>2010-05-23T23:22:00.000-07:00</published><updated>2010-05-23T23:27:14.338-07:00</updated><title type='text'>Ajaib, Matador Ini Tetap Hidup</title><content type='html'>&lt;cite&gt;Kompas - &lt;abbr class="timedate" title="Senin, 24 Mei"&gt;Senin, 24 Mei 2010&lt;/abbr&gt;&lt;/cite&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="/kmps/20100524/img/pwl-1-ajaib-matador-ini-tet-95303f8a713b0.html"&gt;&lt;img style="width: 307px; height: 162px;" title="Ajaib, Matador Ini Tetap Hidup" src="http://d.yimg.com/hb/ng/co/kmps/20100524/09/3715456617-ajaib-matador-ini-tetap-hidup.jpg?x=213&amp;amp;y=109&amp;amp;sig=Wt4NxM6s0tzqk36Y6vFzrw--" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;cite class="caption"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/cite&gt;&lt;div class="content"&gt; &lt;p&gt;MADRID, KOMPAS.com - Seorang Matador Spanyol bernama Julio Aparicio (41)  membutuhkan dua operasi besar, setelah mengalami serangan brutal banteng, yang  nyaris menewaskan di arena adu banteng Madrid.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Opiparo, demikian banteng itu disebut menanduk tenggorokan Julio hingga ujung  tanduknya tembus ke mulut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Banteng berbobot setengah ton itu menyabet Julio hingga terjatuh. Lalu tanpa  ampun, tanduknya yang tajam segera merobek lehernya dan menancap di tenggorokan  Julio hingga tembus ke mulutnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Banteng itu dengan amukannya menggangkat tubuh Julio yang tak berdaya lalu  diayun-ayunkan bak mainan, sebelum dilemparkan ke tanah. Penonton pun menjerit  histeris, dan berfikir Julio pasti mati.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para matador lain segera terjun ke arena untuk mengalihkan perhatian banteng  dan berusaha menyelamatkan Julio. Julio sempat berdiri, sebelum akhirnya  terhuyung dan jatuh pingsan berlumuran darah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Petugas Medis segera memberi pertolongan, Julio langsung dilarikan ke rumah  sakit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat itu juga, Julio menjalani operasi darurat selama satu jam di Pusat Medis  Las Ventas, sebelum dipindahkan ke Rumah Sakit di Madrid.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di Madrid, dokter segera melaksanakan tracheotomy darurat dan berusaha keras  untuk membangun kembali rahangnya, lidah dan langit-langit mulut dalam operasi  bear yang berlangsung selama enam jam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Ia cukup lama berada di ICU rumah sakit. Kesadarannya mulai pulih dan  tanda-tanda vital lainnya stabil," kata juru bicara rumah sakit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ayahnya, yang juga bernama Julio Aparicio mengatakan, tidak ditemukan  komplikasi selama operasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Ini merupakan kecelakaan yang fatal. Hampir seluruh mulutnya hancur. Terlalu  dini untuk bicara tentang restorasi, kita harus menunggu dan melihat,"  katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Julio Aparicio, dari Sevilla ini memang berasal dari keluarga matador  terkenal. Di spanyol, pertarungan matador dengan banteng merupakan tontonan  populer.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apalagi, yang tampil matador terkenal seperti Julio. Dipastikan sekitar  25.000 tempat duduk akan terisi, serta televisi akan melakukan siaran langsung,  jika dia yang tampil.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;cite class="caption"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/cite&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-8314680574841114840?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/8314680574841114840/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/05/ajaib-matador-ini-tetap-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/8314680574841114840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/8314680574841114840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/05/ajaib-matador-ini-tetap-hidup.html' title='Ajaib, Matador Ini Tetap Hidup'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-2047117196608431455</id><published>2010-03-30T00:43:00.000-07:00</published><updated>2010-03-30T00:50:00.184-07:00</updated><title type='text'>Nestlé berikan break untuk hutan</title><content type='html'>&lt;h2&gt;Nestlé menggunakan minyak kelapa sawit yang berasal dari hutan yang dihancurkan &lt;/h2&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="city"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;, &lt;span class="country"&gt;Indonesia&lt;/span&gt; —        &lt;b&gt;Ada Break?&lt;/b&gt; Sebelum Anda memiliki satu coklat kitkat silakan menonton video ini - '&lt;a href="http://www.greenpeace.org/seasia/id/campaigns/melindungi-hutan-alam-terakhir/ada-break-untuk-hutan"&gt;Have a break?&lt;/a&gt;' Kami membutuhkan bantuan Anda untuk hutan mendapatkan istirahat (break) dan membantu Anda menyebarkan berita bahwa kami telah meluncurkan spoof video ini. Ini memperlihatkan biaya sebenarnya di balik sebuah cara beristirahat dengan coklat Kit Kat: Anda dapat mengambil dan memakan dari hasil hutan yang berharga di Indonesia, terima kasih Nestlé, pembuat Kit Kat, dengan menggunakan minyak kelapa sawit yang berasal dari hutan yang telah dihancurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi terjadi di Eropa sekitar 100 aktivis Greenpeace, berpakaian orang-utan di depan kantor pusat nestlé dan pabrik-pabrik di Inggris, Jerman dan Belanda. Mereka menyerukan pada pekerja Nestlé untuk mendesak perusahaan mereka dan menghentikan penggunaan minyak sawit  yang berasal dari hutan yang di hancurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nestlé menggunakan minyak kelapa sawit dalam berbagai macam produk - termasuk Kit Kat. Permintaan minyak kelapa sawit telah meningkat sehingga perusahaan-perusahaan yang menjual minyak kelapa sawit itu menghancurkan hutan di Indonesia untuk membuka perkebunan kelapa sawit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita membutuhkan hutan. Mereka memainkan peran penting dalam mengatur iklim dan menyerap CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;. Perusahaan yang memproduksi minyak kelapa sawit menebang paru-paru planet kita dan memberikan kontribusi  menjadikan Indonesia sebagai negara penyumbang emisi karbon terbesar ketiga setelah Amerika Serikat dan Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, Anda membaca itu! Deforestasi bertanggung jawab atas emisi karbon lebih dari semua total emisi mobil, truk, pesawat, dan mobil di dunia: &lt;b&gt;  1/5 dari total emisi. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu belum semua. Deforestasi juga menhancurkan habitat orang utan dan hewan-hewan, mendorong spesies langka seperti orangutan yang sudah di ambang kepunahan dan menghancurkan mata pencaharian masyarakat lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.greenpeace.org/international/assets/graphics/indonesia-rainforest-monkey-2" width="430" height="287" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya: waktunya untuk Nestlé untuk memberikan istirahat (break) dan berhenti membeli minyak kelapa sawit yang berasal dari hutan yang dihancurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nestlé adalah  perusahaan makanan dan minuman terbesar di dunia, Sudah menjadi konsumen utama minyak kelapa sawit - tiga tahun terakhir Nestlé menggunakan minyak kelapa sawit hampir dua kali lipat. Mengingat citra dan pengaruh,  menjadi contoh bagi industri dan memastikan tidak ada minyak sawit yang berasal dari  kehancuran hutan. Sebaliknya, Nestlé tetap membeli dari perusahaan-perusahaan, seperti Sinar Mas, yang menghancurkan hutan di Indonesia dan lahan gambut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.greenpeace.org/international/assets/graphics/indonesia-rainforest-monkey" width="430" height="287" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Sinar Mas: 'perusak hutan'&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sinar Mas adalah produsen minyak kelapa sawit  terbesar di Indonesia. Yang meyediakan untuk bahan baku makanan, minuman, kosmetik dan biofuel perusahaan-perusahaan di seluruh dunia - termasuk Nestlé. Sinar Mas juga melanggar hukum dengan menghancurkan dan membakar hutan Indonesia hanya untuk perkebunan kelapa sawit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Greenpeace meluncurkan laporan terbaru - 'Tertangkap Basah: Bagaimana eksploitasi minyak kelapa sawit oleh Nestlé memberikan dampak kerusakaan bagi hutan tropis, Iklim dan Orang-utan' - memperlihatkan hubungan antara Nestlé dan pemasok minyak kelapa sawit, termasuk Sinar Mas, yang memperluas perkebunan mereka yang kaya akan karbon dari lahan gambut dan hutan tropis. Tidak hanya daerah-daerah yang di hancurkan tetapi habitat utama orangutan, juga daerah yang kaya karbon; penghancuran sumber karbon adalah penyebab utama tingginya tingkat emisi karbon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.greenpeace.org/international/assets/graphics/indonesia-rainforest-monkey-3" width="430" height="287" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini harus datang sebagai kejutan bagi Nestlé. Kami telah menghubungi mereka dengan memaparkan bukti kegiatan Sinar Mas berkali-kali dan juga yang paling baru di bulan Desember, namun Nestlé terus menggunakan minyak kelapa sawit yang berasal dari Sinar Mas, termasuk Kit Kat. Perusahaan terkemuka lainnya telah berhenti membeli dari Sinar Mas sebagai hasil dari laporan yang mengejutkan dan praktek-praktek lainnya. Unilever telah membatalkan $ 30 USD juta dolar kontrak tahun lalu, sementara Kraft telah membatalkan  kontraknya bulan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tahu kegiatan konsumen: kami telah melihatnya lagi dan lagi. Dan kita rasa cukup bagi kami untuk memperingatkan Nestlé bahwa kami tidak akan membiarkan orangutan berkeliaran, mereka akan melakukan hal yang benar. Kami membutuhkan kamu untuk memberitahukan mereka. Dan kami membutuhkan anda untuk memberitahu teman-teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda dapat memberitahu mereka bahwa Indonesia memiliki laju deforestasi tercepat di dunia -  dan tercantum di The Guinness Book of World Records. Hutan tropis di Indonesia layak mendapatkan istirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.greenpeace.org/international/assets/graphics/indonesia-rainforest-monkey-4" width="430" height="287" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mintalah Nestlé untuk berhenti menggunakan minyak kelapa sawit yang berasal dari hutan yang hancur. Meminta mereka untuk membatalkan kontrak  dengan pemasok yang buruk, seperti Sinar Mas dan menyerukan pemerintah Indonesia untuk melakukan perlindungan hutan dan lahan gambut dengan segera mengakhiri deforestasi. Katakan pada Nestlé bahwa ketika Anda memiliki istirahat - Anda ingin bebas dari penghancuran hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.greenpeace.org&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-2047117196608431455?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/2047117196608431455/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/03/nestle-berikan-break-untuk-hutan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/2047117196608431455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/2047117196608431455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/03/nestle-berikan-break-untuk-hutan.html' title='Nestlé berikan break untuk hutan'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-756031601432498255</id><published>2010-03-25T23:34:00.000-07:00</published><updated>2010-03-26T20:01:02.255-07:00</updated><title type='text'>KONDISI HUTAN SEKUNDER DI INDONESIA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6xXOPcyHTI/AAAAAAAAACM/0XqIgmVH7TI/s1600/pict-indonesia-forest-13.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6xXOPcyHTI/AAAAAAAAACM/0XqIgmVH7TI/s320/pict-indonesia-forest-13.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452829151015869746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pemanfaatan terus-menerus sumberdaya alam dari hutan-hutan primer dan sekunder dilakukan melalui :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pemanfaatan kayu: melalui pembukaan tajuk dan meningkatnya pertumbuhan semak belukar, kegiatan ini menyebabkan terbentuknya hutan sekunder yang lebih rendah daya tahannya terhadap api apabila dibandingkan dengan hutan-hutan primer.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perladangan berpindah: pembangunan jalan dan proyek transmigrasi menyebabkan meningkatnya kegiatan perladangan berpindah. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Konversi lahan menjadi areal perkebunan meningkatkan bahaya kebakaran.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkembangnya hutan-hutan sekunder setelah kebakaran mempunyai berbagai konsekuensi terhadap fungsi-fungsi ekonomi dan perlindungan (hutan):&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;menurunnya tingkat kesuburan tanah;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;meningkatnya erosi tanah;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;menurunnya kapasitas infiltrasi air;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;menurunnya hasil-hasil panen yang disebabkan oleh serangan / gangguan binatang (burung-burung, babi hutan, dan monyet), yang tidak mendapatkan makanannya lagi dalam jumlah yang cukup di hutan-hutan sekunder;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;membaiknya kondisi-kondisi untuk kegiatan perburuan pada tahun-tahun pertama setelah kebakaran hutan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;berkurangnya kemungkinan-kemungkinan pengambilan produk-produk non-kayu (misalnya: rotan, damar);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;berkurangnya pemanfaatan jenis-jenis pohon komersil; Kegiatan pemanfaatan kayu dipusatkan pada daerah-daerah yang tidak atau mengalami kerusakan ringan akibat kebakaran hutan;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seluruh tahapan suksesi dan tingkat kerusakan (dari yang ringan sampai yang berat) terdapat di hutan-hutan sekunder. Sebagai akibat dari kebakaran hutan, komposisi jenis-jenis pohon berubah menjadi jenis hutan sekunder Euphorbiaceae. Hutan sekunder ini hanya terdiri dari satu strata dengan hanya sedikit jenis-jenis pohon komersil.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Waktu suksesi yang dibutuhkan hutan ini untuk mencapai tingkat klimaks diperkirakan memakan waktu 30-500 tahun. Terjadinya lagi kebakaran hutan secara berulang-ulang akan mengakibatkan terbentuknya padang rumput Imperata cylindrica (alang alang) dan menghalangi suksesi dari hutan sekunder.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penelitian di dekat kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kartawinata, et al., 1983) menunjukkan bahwa pembentukan padang alang-alang hanya terjadi dalam kurun waktu 4 tahun setelah hutan primer atau hutan klimaks ditebang habis dan dibakar setiap tahunnya, untuk kemudian dijadikan ladang padi serta diberakan. Setelah satu tahun, sejak pembakaran pertama pada tahun 1977, telah tumbuh keanekaragaman jenis tumbuhan dan serangga yang masih cukup tinggi. Angka ini turun lagi setelah pembakaran tahun 1981, yang berarti tinggal 15 persen dari keanekaragaman tersebut. Hanya terdapat beberapa jenis yang tahan hidup, terutama alang-alang dan harendong. Dalam waktu 4 tahun, vegetasi ladang sudah hampir terkuasai. Jika pembakaran tidak dilakukan lagi, vegetasi tersebut akan membentuk belukar muda dan bila dibiarkan terus akan menjadi belukar tua atau hutan muda dengan keanekaragaman jenis yang lebih tinggi dan struktur hutan yang lebih kompleks.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jenis pionir yang mula­-mula tumbuh pada tempat terbuka bekas penebangan dan perladangan akan membentuk kalampoyan (Anthecephalus ehinensis), Macaranga sp., legundi (Vitex sp), seru (Schima walichii), tembesi (Fragrea fragrans) dan sungkai (Peronema canescens). Jenis jenis tersebut berumur pendek dan akan segera digantikan jenis lain yang lebih toleran dan tahan naungan. Pada akhirnya jenis klimaks inilah yang akan dominan seperti golongan Diptercarpaceae (meranti) antara lain meranti (Shorea), kapur (Dryobalanops), dan keruing resak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pohon besar tumbang dan mati akan tercipta sebuah celah (gaps) atau bukaan dalam hutan. Ini adalah suatu permulaan terjadinya proses regenerasi atau permudaan alami. Batang tersebut akan mengalami pelapukan sebagai akibat dari bentukan dan penghancuran secara alami. Selang beberapa tahun kemudian pohon tersebut berkembang lebih cepat, terlebih-­lebih bagi jenis memerlukan cahaya (intoleran). Akibat sering terkena cahaya matahari, pohon tersebut akhirnya digantikan dengan yang lebih besar. Celah yang terjadi tampak lebih besar, yang tumbuh sebagai pohon pionir dan cepat tumbuh tetapi pendek umur adalah Macaranga, Malotus, Trema, Anthocephalus, Duabanga, dan lain-lain (Manan, 1980).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suksesi sekunder yang terjadi pada daerah hutan hujan yang diusahakan lalu ditinggalkan, pertumbuhannya akan dimulai dengan vegetasi rumput dan semak kecil atau terna, seperti Imperata Lylindrica (alang-alang), Amaranthus (bayam), Mimosa (rebah bangun), Ageratum dan Physalis (ciplukan). Semak-semak seperti Lantana camara (tembelekan), Salanum, Eupatorium (kirinyu), Piper aduncum, Tetracera dan Blumea sp akan tumbuh sesudah itu. Disusul kemudian oleh pohon-pohon seperti Macaranga, Vitex, Dillenia dan Ficus. Akhirnya apabila keadaan lingkungan memungkinkan, seperti keadaan tanah yang tidak tererosi, sesudah 15-20 tahun akan terjadi hutan sekunder muda dan 50 tahun kemudian akan menjadi hutan sekunder tua yang berangsur-angsur akan mencapai klimaksnya, yaitu hutan hujan dataran rendah. Hasil penelitian Soerianegara (1972) di daerah Gunung Honye Banten menunjukkan bahwa pada tanah-tanah yang baru sekitar 6 bulan sampai 12 bulan ditinggalkan untuk perladangan, hanya akan ditumbuhi rumput alang-alang, Terna stachytarpheta (jarong), Amaranthus, Mimosa, Ageratum dan semak-semak Grewia, Melastoma (senggani), Lantana, Solanum, Blumea (sembung), Eupatorium dan pohon-pohon Dillenia (sempur), Ficus hispida (leluwing), Vitex (laban). Sedangkan hutan sekunder yang lebih tua strukturnya akan lebih rapat dan ditumbuhi seperti jenis jenis pohon Alstonia (lame), Radermachera (padali), Pomotia (leungsir), Artocarpus elasticus (teureup) dan Baccaurea javaniea (houcit). Kerusakan yang sering terjadi justru sangat parah, yakni keadaan tanah dan air yang terganggu sehingga klimaks asal tidak mungkin dapat dicapai lagi. Dengan demikian, terbentuklah apa yang dinamakan disklimaks. Suatu contoh yang relevan didapati pada vegetasi yang sering mengalami gangguan karena pembakaran terus-menerus untuk perladangan berpindah tempat, yang hasilnya akan didominasi oleh adanya pertumbuhan seperti alang-alang (Imperata cylindrica).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti pada daerah hutan hujan tropika yang telah mengalami penebangan guna perladangan, maka pada tanah-tanah bekas perladangan yang ditinggalkan akan terjadi juga suksesi sekunder, di mana suatu perubahan terhadap intensitas cahaya, suhu, kelembaban dan air akan muncul.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Intensitas cahaya yang biasanya terjadi di atas pepohonan rapat akan menjadi intensitas cahaya penuh, mengakibatkan suhu meningkat dan kelembaban berkurang. Hal ini juga berpengaruh terhadap susunan tanah, yakni terkikisnya humus apabila terjadi hujan. Keadaan ini menyebabkan jenis jenis rerumputan berumur pendek bermunculan, yang pada akhirnya apabila dibiarkan membelukar sendiri akan tumbuh jenis­-jenis tanaman suku Euphorbiaceae seperti Alchornea villosa (latih merah), Macaranga trichocarpa (latih putih), Croton argyratus (kayu timah merah), Mallow suppeltatus (kayu timah biru), Alpinia gigantea (sinar kubung). Suku Zingibiraceae seperti Geenthus spec (puar), Alpinia javanica (gaib) dan suku Maranthaceae berasal dari jenis-jenis nglirih. Vegetasi-vegetasi ini akan berkurang dan bahkan habis jika tanah terpadatkan. Karena adanya penebangan secara mekanis, tanah yang terpapar akan tererosi oleh curah hujan yang menghantam permukaannya. Umumnya pepohonan ini mem­punyai umur pendek dengan sifat cepat tumbuh dan pemencaran biji-bijiannya yang dibantu oleh angin dan hewan. Akan tetapi karena cepat tumbuh maka kecambah bijinya sendiri yang memerlukan cahaya tidak dapat tumbuh. Pertumbuhan pohon akan menjadi lebih lambat dan tahan naungan. Tetapi umurnya juga akan pendek (1 musim), sehingga pohon ini segara akan digantikan oleh spesies lain. Bertahun-tahun kemudian hutan berangsur-angsur menjadi lebih beragam dan mirip dengan klimaks wilayah tersebut. Namun begitu, segi komposisi dan jenisnya tidak mampu untuk menyamakan seperti aslinya. Suksesi sekunder yang berjalan kembali ke tahap sebelumnya ini disebut suatu perubahan retrogresi.f.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa komposisi dan jenis spesies tidak bisa menyamai bentuk aslinya, seperti apa yang dikemukakan oleh Gradwohl dan Greenberg (1988):&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Penebangan dan pembakaran kemungkinan akan melepaskan zat hara ke dalam tanah tropik yang miskin, yang kemudian diluruhkan dengan adanya hujan tropik yang hangat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rumitnya proses regenerasi, seperti pengaruh iklim mikro terhadap semaian pohon hutan asli, di mana suksesi awal dimulai dari spesies jenis pendatang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Biji hutan tropika sering disebarkan oleh hewan yang adakalanya sangat sedikit jumlahnya, sehingga sumber biji harus berada di dekat daerah tebangan. Oleh karenanya, populasi penyebar harus mampu bertahan terhadap perubahan-perubahan habitat yang drastis. Di samping itu, sistem perkembangbiakan pohon yang disebarkan hewan tersebut mempunyai bunga jantan dan betina yang berada pada dua pohon atau rumah yang berbeda. Karena itu diperlukan suatu penyerbukan silang antarindividu, yang berarti bahwa pohon-pohon yang tumbuh harus.berdekatan dengan penyerbuk di sekitarnya. Apabila pertumbuhan pohon sangat jarang atau berjauhan akibat keragaman yang umum dijumpai pada hutan tropik, dengan sejumlah kecil spesies, maka penyerbukan dan penyebaran sangat sulit terjadi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pohon sangat memerlukan adanya hubungan simbiosis khusus dengan jamur yang dikenal sebagai mikorhiza.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terdapatnya kumpulan biji yang belum berkecambah di tanah tropik yang dikenal sebagai "bank benih". Selama ini belum dikenal berapa lama biji-biji tersebut dapat hidup karena sangat bervariasinya antarspesies dalam menghadapi serangan serangga dan jamur. Di samping itu, kondisi untuk hidup yang dijumpai pada daerah yang ditebang oleh manusia sering sangat tertekan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rerumputan dan semak yang kaku, berduri dan tahan api, menjadi subur setelah proses pembakaran dan perumputan yang lama. Tumbuh-tumbuhan ini dapat menghambat pertumbuhan hutan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;DAFTAR PUSTAKA &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Arief, Arifin, (1994), Hutan, Hakikat dan Pengaruhnya terhadap Lingkungan, Yayasan Obor Indonesia, Jakarta &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Daniel, Theodore. W, John. A. Helms, Frederick S. Baker, (1978), Prinsip-Prinsip Silvikultur (Diterjemahkan oleh Dr. Ir. Djoko Marsono, 1992), Gadjah Mada University Press, Yogyakarta &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Emrich Anette, Benno Pokorny, Dr, Cornelia Sepp. (2000) Relevansi Pengelolaan Hutan Sekunder Dalam Kebijakan Pembangunan (Penelitian Hutan Tropika). Deutsche Gesellschaft Für Technische Zusammenarbeit (Gtz) Gmbh Postfach 5180 D-65726 Eschborn &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Marsono, Dj (1991). Potensi dan Kondisi Hutan Hujan Tropika Basah di Indoensia. Buletin Instiper Volume.2. No.2. Institut Pertanian STIPER. Yogyakarta. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Schindele, W. (1989): Investigation of the steps needed to rehabilitate the areas of East Kalimantan seriously affected by fire. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.1pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-756031601432498255?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/756031601432498255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/03/kondisi-hutan-sekunder-di-indonesia.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/756031601432498255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/756031601432498255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/03/kondisi-hutan-sekunder-di-indonesia.html' title='KONDISI HUTAN SEKUNDER DI INDONESIA'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6xXOPcyHTI/AAAAAAAAACM/0XqIgmVH7TI/s72-c/pict-indonesia-forest-13.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-6805648588538786060</id><published>2010-03-25T21:58:00.000-07:00</published><updated>2011-10-07T22:55:02.058-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KERUSAKAN HUTAN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hutan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='faktor pembentukan hutan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hutan sekunder'/><title type='text'>FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBENTUKAN HUTAN SEKUNDER</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6xAYapMLFI/AAAAAAAAACA/vTLOJVikvMQ/s1600/pict-indonesia-forest-39.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 209px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6xAYapMLFI/AAAAAAAAACA/vTLOJVikvMQ/s320/pict-indonesia-forest-39.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452804037051952210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;FAKTOR-FAKTOR EKOLOGI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana halnya pada seluruh hutan lainnya, karakteristik-karakteristik dan perkembangan hutan-hutan sekunder juga tergantung pada kondisi-kondisi spesifik pertumbuhannya. Kondisi-kondisi spesifik tersebut mencakup tidak hanya perkembangan dari pertumbuhan riap dan volume tegakan saja, melainkan juga struktur dan komposisi tegakan. Kondisi-kondisi pertumbuhan ini ditentukan oleh pengaruh-pengaruh iklim utama (zona iklim dan vegetasi) dan kondisi-kondisi regional, serta oleh karakteristik-karakteristik dan perkembangan hutan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kondisi-kondisi tapak&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Formasi hutan (vegetasi fase klimaks) yang dimasukkan dalam suatu zona iklim tertentu memberikan petunjuk mengenai ciri-ciri dari suatu hutan sekunder di masa yang akan datang, karena dalam jangka-waktu tertentu hutan sekunder ini akan berkembang kearah vegetasi klimaks -tentu saja apabila tidak ada sumberdaya genetik yang hilang. Setiap benua memperlihatkan adanya perbedaan-perbedaan didalam zona vegetasi yang sama, tergantung pada sejarah perkembangan mereka masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetapi dimana kondisi tapaknya sama, kelompok-kelompok jenis yang serupa akan terbentuk. Di semua benua, contohnya, jenis-jenis vegetasi dari masing-masing fase suksesi menunjukkan karakteristik-karakteristik yang sama. Namun, proporsi jenis-jenis pohon komersil kadang-kadang sangat berbeda. Sebagai contoh, hutan-hutan dipterokarpa dataran rendah di pulau-pulau Asia Tenggara memiliki lebih banyak jenis-jenis pohon yang bernilai tinggi dibandingkan hutan-hutan tropik lainnya, dan oleh karena itu hutan-hutan tersebut dieksploitasi secara lebih intensif (Kartawinata 1994).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Contoh ini menggambarkan bahwa perbedaan-perbedaan regional juga dapat sangat mempengaruhi perkembangan dan potensi dari hutan-hutan sekunder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan-perbedaan iklim dalam suatu jalur vegetasi (misalnya temperatur dan curah hujan) juga mempengaruhi jalannya suksesi. Di daerah tropik, contohnya, dalam proses penghutanan kembali dari suatu areal yang ditebang habis, coppice memainkan peranan yang semakin penting apabila iklimnya semakin kering dan semakin dingin. Pada sebagian besar hutan-hutan kering yang ditebang, regenerasi yang terjadi hanya melalui coppice dan tunas-tunas akar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada daerah-daerah yang tinggi (pegunungan) di kawasan tropika, fase pionir sama-sekali tidak terjadi dan areal-areal tersebut langsung dikolonisasi dengan jenis-jenis pohon klimaks. Iklim mikro (cahaya, radiasi, angin, temperatur dan kelembaban) didalam suatu zona vegetasi sangat dipengaruhi oleh vegetasi yang tersisa setelah terjadinya gangguan. Hal ini sangat mempengaruhi kondisi-kondisi permudaan. Sebagai contoh, intensitas cahaya yang tinggi serta fluktuasi radiasi dan kelembaban menguntungkan bagi permudaan jenis-jenis pionir awal, sedangkan intensitas cahaya yang rendah diperlukan untuk pertumbuhan jenis pohon klimaks yang tumbuh dibawah naungan tajuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor ekologi lainnya yang penting untuk suksesi adalah kesuburan tanah (Finegan 1992). Suksesi berjalan jauh lebih lambat pada tanah-tanah yang miskin unsur hara daripada pada tanah yang kaya unsur hara. Pada tanah-tanah yang sangat miskin akan unsur hara, kolonisasi jenis-jenis pionir awal membutuhkan waktu puluhan tahun lamanya dan terjadi dengan sangat tidak teratur. Walaupun demikian, tanah-tanah yang kurang subur mempunyai potensi yang cukup untuk rekolonisasi, dengan syarat bahwa tidak terjadi degradasi tanah lebih lanjut (Uhl et al. 1988). Tanah-tanah semacam itu seringkali ditumbuhi oleh jenis-jenis pohon berkayu keras yang tumbuh sangat lambat, yang mencirikan jenis-jenis pohon klimaks yang khas pada tapak-tapak tersebut. Semakin miskin tanah, semakin besar pengaruh intervensi-intervensi (gangguan-gangguan) (Sanchez 1976).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Degradasi tanah yang terjadi dapat sedemikian beratnya akibat gangguan-gangguan manusia yang sangat kuat, sehingga proses penghutanan kembali secara alami dapat terhalangi selama beberapa dekade atau bahkan beberapa abad (Corlett 1995).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sumberdaya-sumberdaya permudaan/regenerasi&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Disamping kondisi-kondisi abiotik yang mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan hutan sekunder juga tergantung pada komposisi dan kerapatan flora dan fauna yang berhubungan dengan regenerasi. Disini, hal-hal yang penting adalah vegetasi yang tersisa di areal hutan sekunder setelah adanya gangguan, seperti juga jarak dari hutan (misalnya hutan primer) yang (masih) ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan regenerasi alam yang ada (dalam bentuk coppice, tunas-tunas akar dan biji-biji/benih-benih yang berada di tanah) sangat mempengaruhi jalannya suksesi. Bila potensi regenerasi yang ada habis atau rusak, maka permudaan alam menjadi sangat penting. Dalam hal ini jarak, struktur dan keanekaragaman jenis dari hutan-hutan primer dan sekunder yang lebih tua yang letaknya berdekatan meminkan peranan yang sangat penting. Selain itu, fauna yang masih ada (sebagai media terpenting dalam penyebaran benih-benih dari jenis-jenis pohon klimaks) juga memiliki peranan yang sangat penting. (Corlett 1995). Jika biji/benih tidak dapat disebarkan melalui binatang-binatang, maka permudaan dari jenis-jenis klimaks yang memiliki biji-biji yang berat hanya dapat berlangsung disekitar pohon-pohon induk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGARUH MANUSIA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pemanfaatan Kayu&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Penebangan/pengambilan kayu memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap flora dan fauna, seperti juga halnya terhadap iklim mikro dan tanah. Fauna dipengaruhi secara tidak langsung dengan rusaknya habitat mereka dan secara langsung melalui perburuan. Besarnya pengaruh/akibat dari pembalakan tergantung pada intensitas dan frekwensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum dapat dikatakan bahwa semakin banyak pohon yang ditebang dan semakin luas areal yang diusahakan, maka semakin baik kondisi-kondisi untuk permudaan jenis-jenis pionir awal serta semakin kecil keragaman benih/bibit yang tersedia dan dengan demikian keragaman jenis yang ambil bagian dalam suksesi. Pada saat yang bersamaan, resiko degradasi tanah meningkat sejalan dengan intensitas gangguan. Berdasarkan keadaan tersebut, gradien dampak penebangan dapat ditentukan mulai dari penebangan secara selektif (tebang pilih) sampai ke tebang habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tebang Pilih&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Pada kegiatan penebangan secara selektif (tebang-pilih) sebagian besar dari keanekaragaman jenis tidak menghilang. Gap-gap yang terjadi akibat penebangan biasanya ditutupi oleh pertumbuhan pohon-pohon disekitarnya. Meskipun demikian, tebang-pilih juga dapat mengakibatkan pemiskinan jenis sampai punahnya satu atau lebih jenis pohon di suatu wilayah. Hal ini terutama terjadi di daerah-daerah dimana jenis-jenis pohon klimaks dengan biji yang berat mempunyai kerapatan yang rendah, atau dimana potensi rekolonisasi tidak ada akibat penggundulan daerah-daerah disekitarnya. Karena pada sistem tebang-pilih hampir semua jenis pohon komersil ditebang, maka potensi ‘ekonomi’ hutan menjadi sangat berkurang dengan semakin sedikitnya keanekaragaman jenis pohon yang masih tersisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tebang-pilih juga sangat melindungi struktur tanah dan ketersediaan unsur hara,yang dengan demikian memungkinkan terjadinya rekolonisasi secara cepat (Corlett 1994). Tanah didekat jalan-jalan logging dapat menjadi sangat rusak akibat pemadatan tanah yang lebih intensif dan erosi yang mungkin terjadi (Johns 1992). Karena itu, dampak-dampak tebang pilih hanya dapat dinilai sepenuhnya, apabila akibat-akibat tidak langsung dari penebangan juga diperhitungkan didalamnya. Contohnya, pembukaan wilayah hutan dalam rangka kegiatan tebang-pilih dan pengambilan kayu-kayu berdiameter besar akan sangat mempermudah pemanfaatan areal selanjutnya untuk tujuan-tujuan lain (misalnya untuk pertanian). Hal ini mengurangi kemungkinan-kemungkinan untuk mengkonservasikan hutan atau menghutankan kembali suatu areal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tebang-pilih dilakukan di sebuah hutan berulang-kali dalam jangka-waktu yang panjang, maka proporsi jenis-jenis pohon komersil akan berkurang, unsur-unsur hara akan menipis, dan tegakan tersebut akan semakin terbuka. Semua faktor-faktor ini menurunkan kemampuan/kualitas tapak untuk jangka waktu yang lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tebang Habis&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Dalam sistem tebang-habis, seluruh jenis pohon yang ada ditebang. Struktur tanah dan unsur-unsur hara yang ada dirusak sedemikian rupa sehingga rekolonisasi areal tersebut didominasi oleh jenis-jenis yang berasal dari luar areal tersebut (Corlett 1994). Dalam keadaan seperti ini, ketersediaan, penyebaran dan frekwensi jenis-jenis potensil sangat menentukan proses suksesi yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai akibat dari eliminasi vegetasi secara total dalam skala besar melalui kegiatan tebang-habis, maka hutan-hutan sekunder yang tumbuh setelah itu pada umumnya miskin akan jenis dan seringkali tidak mempunyai jenis-jenis pohon yang berasal dari komunitas pohon klimaks. Biasanya hanya beberapa jenis pohon pionir yang akan mendominasi areal tersebut, yaitu jenis-jenis yang juga memulai rekolonisasi ga-gap besar dalam hutan-hutan klimaks. Yang ikut menentukan kecepatan dan jalannya suksesi adalah ketersediaan dari dan jaraknya ke sumber-sumber dan penyebar benih/bibit serta adanya coppice dan benih-benih di tanah (tergantung dari jenis pohon, benih-benih tersebut dapat dibawa oleh angin yang kuat sampai beberapa ratus kilometre, atau tinggal di tanah dalam keadaan dorman untuk beberapa tahun lamanya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemadatan tanah yang terjadi akibat penggunaan mesin-mesin berat secara intensif mempunyai dampak negatif dalam jangka-panjang terhadap akumulasi biomasa (Finegan 1992), yang terutama di tanah-tanah miskin memainkan peranan penting sebagai penyimpan unsur-unsur hara (Poels 1982). Pada tanah-tanah yang padat, rekolonisasi memakan waktu yang lebih lama. Areal-areal kosong dan jalan-jalan merupakan titik awal dari erosi, yang terutama pada daerah-daerah lereng dapat menimbulkan terjadinya pengangkutan tanah dalam skala besar. Meningkatnya intensitas pembalakan menyebabkan semakin beratnya degradasi yang terjadi. Pada gangguan-gangguan yang terjadi dalam skala besar, erosi tanah dan pencucian unsur-unsur hara memainkan peranan yang semakin penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan antara tebang-pilih dan tebang-habis menjadi semakin tidak jelas apabila hutan-hutan tersebut semakin sering ditebang atau tidak ditebang seluruhnya dalam sistem tebang-habis. Setiap batang pohon yang ditinggalkan mempunyai efek yang positif terhadap kecepatan rekolonisasi dan komposisi jenis dari hutan yang baru (Fedlmeier 1996).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kebakaran&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Kebakaran yang biasa terjadi di daerah-daerah dengan periode kering yang jelas memperbesar dampak-dampak dari tebang-habis seperti yang dipaparkan di atas. Api/kebakaran mengurangi lebih lanjut potensi permudaan yang ada dengan memusnahkan tanaman-tanaman muda yang masih hidup dan mengurangi kemampuan pohon-pohon untuk bertunas (coppice).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebakaran yang terjadi berulang-kali bahkan dapat menyebabkan degradasi secara permanen dengan memusnahkan kemampuan akar dan batang untuk bertunas serta kemampuan benih-benih jenis-jenis pohon pionir yang berada di tanah untuk berkecambah. Di daerah-daerah tropik beriklim sedang, kebakaran yang terjadi berulang-kali dapat menyebabkan terjadinya suksesi kearah pembentukan formasi vegetasi dengan jenis-jenis yang tahan api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan persediaan unsur-unsur hara yang terjadi setelah adanya kebakaran dapat berlangsung sampai 3 tahun lamanya. Persediaan total unsur hara selalu berkurang melalui proses-proses pencucian dan konversi. Selain itu, erosi dan dan pemadatan tanah juga memainkan peranan penting. Tingkat degradasi yang terjadi akibat kebakaran tergantung tidak hanya dari karakteristik-karakteristik tanah serta kondisi-kondisi mikro dan makro dari tapak (kelerengan, posisi pada lereng, curah hujan, temperatur), melainkan juga khususnya dari macam dan besarnya gangguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pertanian&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Tebang pilih, tebang habis dan/atau kebakaran seringkali merupakan peristiwa-peristiwa yang terjadi sebelum dilakukannya pemanfaatan lahan untuk pertanian. Karena itu, seluruh dampak/efek yang telah dijelaskan di atas juga berlaku untuk pemanfaatan lahan untuk pertanian. Budidaya pertanian skala kecil saja sudah dapat sangat mengurangi potensi permudaan melalui pemusnahan tanaman-tanaman muda yang ada dan penurunan kemampuan untuk bertunas dari batang-batang yang ada (coppice) (Corlett 1995). Oleh sebab itu, rekolonisasi areal tersebut tergantung sepenuhnya dari vegetasi yang berada disekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila perkembangan hutan sekunder terjadi setelah adanya pemanfaatan wanatani (misalnya penanaman pohon untuk menaungi tanaman kopi atau untuk memenuhi kebutuhan subsisten pertanian, yang biasanya mempunyai bentuk batang yang jelek dan volume kayu yang kecil), maka pohon-pohon yang ditanam dalam rangka kegiatan wanatani seringkali menentukan komposisi jenis pada fase awal suksesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam ruang-lingkup sistem-sistem tradisional perladangan berpindah, komposisi jenis dari hutan-hutan yang kemudian berkembang sangat dipengaruhi oleh tindakan-tindakan yang dilakukan, yaitu mulai dari penanaman pohon-pohon buah berumur panjang sampai pada pengmebangan komunitas-komunitas suksesi secara buatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena lahan-lahan yang produktif/subur biasanya digunakan untuk kegiatan pertanian, maka hutan-hutan biasanya tumbuh diatas lahan-lahan marjinal yang kurang menarik untuk pertanian. Lahan-lahan marjinal ini bahkan seringkali digunakan untuk pertanian, contohnya dalam sistem-sistem perladangan berpindah. Budidaya (pertanian) menyebabkan mobilitas unsur hara yang lebih tinggi. Namun, vegetasi yang ada tidak mampu menyerap dengan cepat unsur-unsur hara yang dilepaskan. Sebagai akibatnya terjadi pencucian unsur-unsur hara dan pengangkutan (erosi) tanah, yang khususnya terjadi pada intervensi (kegiatan pertanian) skala-besar dan pada kondisi-kondisi tapak yang sensibel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Degradasi ini sangat memperlambat jalannya suksesi. Contohnya, areal-areal yang diteliti di Venezuela, yang tidak digunakan untuk kegiatan pertanian, mempunyai jenis-jenis kayu tiga kali lipat banyaknya, tutupan hutan yang lebih rapat, dan biomasa 30% lebih banyak dari areal-areal yang digunakan untuk kegiatan pertanian lima tahun sebelumnya. Tingkat degradasi yang terjadi tergantung dari intensitas dan lamanya pemanfaatan. Pemanfaatan pertanian yang lama tanpa menggunakan pupuk dapat memperburuk kondisi-kondisi tanah dengan sangat cepat. Contohnya, tanda-tanda defisiensi unsurunsur hara pada tanah-tanah Oxisol dan Ultisol yang miskin serta pada beberapa tanah vulkanik (Mazzorino et al. 1988) sudah mulai kelihatan dalam waktu kurang dari 5 tahun. Setelah 8 tahun, tingkat pertukaran aluminium sampai 100% sudah dapat diukur (Sanchez et al. 1983). Berlawanan dengan tapak-tapak yang hanya sedikit dimanfaatkan, pada tanah-tanah/tapak-tapak tersebut tidak terdapat lagi P, K, Ca atau Mg dalam konsentrasi yang signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di daerah-daerah tropik, pemanfaatan lahan untuk pertanian dalam jangka waktu lebih dari 5 tahun menyebabkan degradasi lahan yang berat. Permudaan dari banyak jenis pohon akan terhambat, karena potensi permudaan yang ada dirusak melalui pengolahan tanah, atau karena terjadinya perubahan radikal dari komposisi mycorrhizae yang sangat menentukan kemampuan pohon untuk berkompetisi. Budidaya pertanian yang lebih lama dan lebih sering serta degradasi yang diakibatkannya dapat menyebabkan terbentuknya fase semi-klimaks yang sangat berbeda dari hutan aslinya (Corlett 1995). Bambu (Whitemore 1984), rumput Imperata (Kartawinata 1994) atau padang alang-alang (Amerika Tengah) dapat mencegah terbentuknya hutan kembali dalam jangka-waktu yang tidak terbatas. Dalam kasus-kasus yang ekstrim, perubahan-perubahan semacam ini dapat menyebabkan terbentuknya formasi semak-belukar yang permanen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Peternakan/penggembalaan di padang rumput&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Padang rumput selalu ditinggalkan bila kondisi-kondisi yang ada tidak lagi menunjang kegiatan penggembalaan. Kedalam kondisi-kondisi ini termasuk pengambilan kembali hak-hak penggunaan lahan, masalah-masalah yang menyangkut kesehatan ternak, serta keterbatasan ekonomi yang menyebabkan peternakan tidak menguntungkan lagi dan menurunnya kesuburan tanah. Potensi permudaan yang masih ada (setelah tebang-habis) untuk berkecambah bertahan lebih lama apabila lahan tersebut digunakan untuk penggembalaan ternak dibandingkan dengan apabila lahan tersebut digunakan untuk budidaya tanaman pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, setelah digunakan untuk penggembalaan lahan, tersebut memiliki lebih banyak bahan organik dibandingkan dengan, contohnya, setelah digunakan sebagai perkebunan kopi. Bahkan, lahan penggembalaan sering mempunyai bahan organik yang lebih banyak dibandingkan dengan hutan primer. Walaupun demikian, padang rumput dapat merupakan penghambat langsung atau tidak langsung untuk suksesi hutan, karena padang rumput menjadi habitat bagi hewan-hewan pemakan biji, menyaingi tanaman-tanaman kayu dalam pemanfaatan unsur-unsur hara, memperbesar defisit air pada musim kering, dan memperbesar risiko terjadinya kebakaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilain pihak, padang rumput di dataran-dataran rendah tropik basah dan tropik beriklim sedang kebanyakan akan menghilang, kecuali apabila terjadi kebakaran secara periodik (Goldammer 1995). Erosi dan pemadatan tanah pada lahan-lahan yang digunakan untuk kegiatan pertanian lebih tinggi dibandingkan pada lahan-lahan yang ditutupi/ditumbuhi oleh rumput secara permanen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca Selanjutnya :&lt;br /&gt;&lt;ul class="posts"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ekologi-hutan.blogspot.com/2010/10/ekologi-hutan.html"&gt;Ekologi Hutan | Mempelajari Ekosistem Hutan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ekologi-hutan.blogspot.com/2011/10/formasi-ekosistem-hutan.html"&gt;Formasi Ekosistem Hutan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ekologi-hutan.blogspot.com/2011/10/ekosistem-hutan-hujan-tropis.html"&gt;Ekosistem Hutan Hujan Tropis&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ekologi-hutan.blogspot.com/2011/10/ekosistem-hutan-musim.html"&gt;Ekosistem Hutan Musim&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ekologi-hutan.blogspot.com/2011/10/ekosistem-hutan-pantai.html"&gt;Ekosistem Hutan Pantai&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ekologi-hutan.blogspot.com/2011/10/ekosistem-hutan-payau-atau-hutan.html"&gt;Ekosistem Hutan Payau atau Hutan Mangrove&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ekologi-hutan.blogspot.com/2011/10/ekosistem-hutan-rawa.html"&gt;Ekosistem Hutan Rawa&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ekologi-hutan.blogspot.com/2011/10/ekosistem-hutan-gambut.html"&gt;Ekosistem Hutan Gambut&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan-Tulisan Berkaitan :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.silvikultur.com/definisi_pengertian_hutan.html" title="Pengertian dan definisi" target="_blank"&gt;Definisi dan Pengertian Hutan&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.silvikultur.com/klasifikasi_hutan.html" title="klasifikasi hutan" target="_blank"&gt;Klasifikasi Hutan menurut Jenis, Kerapatan dll&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.silvikultur.com/klasifikasi_pohon_hutan.html" title="klasifikasi pohon hutan" target="_blank"&gt;Klasifikasi Pohon  dalam Sebuah Hutan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.net/miracle_tree.html" title="definisi pohon" target="_blank"&gt;Definisi Pohon dan Pohon-Pohon Menakjubkan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.net/picture_tree.html" title="gambar pohon" target="_blank"&gt;Gambar dan Bentuk Pohon Pohon&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.net/carbon_trade_indonesia_forests.html" target="_blank"&gt;Manfaat Hutan dalam Perdagangan Karbon&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.net/silvikultur_hutan_alam_tropika.html" title="Silvikultur Hutan Alam Tropika" target="_blank"&gt;Silvikultur Hutan Alam Tropika&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.net/jenis_tipe_hutan.html" title="jenis tipe hutan di Indonesia" target="_blank"&gt;Jenis dan Tipe Hutan di Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.net/tipe_tipe_hutan_tropis.html" title="Tipe hutan tropika" target="_blank"&gt;Tipe-tipe Hutan Tropika&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ekologi-hutan.blogspot.com/2010/10/struktur-hutan-hujan-tropis.html" title="struktur hutan hujan tropika" target="_blank"&gt;Struktur Hutan Hujan Tropika&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.net/faktor_faktor_yang_mengontrol_siklus_hara.html" title="faktor mengontrol siklus hara pada hutan hujan tropika" target="_blank"&gt;Faktor-Faktor yang Mengontrol Siklus Hara&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.silvikultur.com/faktor_lingkungan_pembangunan_hutan_tanaman.html" title="faktor lingkungan pembangunan hutan tanaman" target="_blank"&gt;Faktor-Faktor Lingkungan dan Pembangunan Hutan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.silvikultur.com/pengelolaan_hutan_tanaman.html" target="_blank"&gt;Pengelolaan Hutan Tanaman&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.silvikultur.com/penentuan_kerapatan_tegakan.html" title="Penentuan Kerapatan Tegakan" target="_blank"&gt;Penentuan Kerapatan Tegakan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.silvikultur.com/metode_penentuan_kerapatan_tegakan.html" title="metode penentuan kerapatan tegakan" target="_blank"&gt;Metode Penentuan Kerapatan Tegakan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.silvikultur.com/ruang_tumbuh_kerapatan_tegakan.html" title="ruang tumbuh kerapatan tegakan" target="_blank"&gt;Ruang Tumbuh  Kerapatan Tegakan Jarak Antar Pohon&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.silvikultur.com/metode_lain_pengukuran_kerapatan_tegakan.html" title="metode lain pengukuran tegakan" target="_blank"&gt;Metode Lain  Pengukuran Kerapatan Tegakan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.silvikultur.com/evaluasi_metode_pengukuran_kerapatan_tegakan.html" title="evaluasi metode pengukuran tegakan" target="_blank"&gt;Evaluasi Berbagai Metode Mengukur Kerapatan Tegakan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.silvikultur.com/keuntungan_kerugian_tebang_habis.html" title="keuntungan kerugian tebang habis" target="_blank"&gt;Keuntungan dan Kerugian Sistem Tebang Habis&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.silvikultur.com/keuntungan_kerugian_tebang_pilih.html" title="keuntungan kerugian sistem tebang pilih" target="_blank"&gt;Keuntungan dan Kerugian Sistem Tebang Pilih&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://irwantoshut.blogspot.com/2011/05/proyek-pembuatan-hutan-di-gurun-sahara.html" title="pembuatan hutan di gurun sahara" target="_blank"&gt;Proyek Pembuatan Hutan di Gurun Sahara&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;               &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Arief, Arifin, (1994), Hutan, Hakikat dan Pengaruhnya terhadap Lingkungan, Yayasan Obor Indonesia, Jakarta &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Daniel, Theodore. W, John. A. Helms, Frederick S. Baker, (1978), Prinsip-Prinsip Silvikultur (Diterjemahkan oleh Dr. Ir. Djoko Marsono, 1992), Gadjah Mada University Press, Yogyakarta &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Emrich Anette, Benno Pokorny, Dr, Cornelia Sepp. (2000) Relevansi Pengelolaan Hutan Sekunder Dalam Kebijakan Pembangunan (Penelitian Hutan Tropika). Deutsche Gesellschaft Für Technische Zusammenarbeit (Gtz) Gmbh Postfach 5180 D-65726 Eschborn &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Marsono, Dj (1991). Potensi dan Kondisi Hutan Hujan Tropika Basah di Indoensia. Buletin Instiper Volume.2. No.2. Institut Pertanian STIPER. Yogyakarta. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Schindele, W. (1989): Investigation of the steps needed to rehabilitate the areas of East Kalimantan seriously affected by fire. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CIrwanto%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place" downloadurl="http://www.5iantlavalamp.com/"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-no-proof:yes;} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -63pt;"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CIrwanto%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-no-proof:yes;} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-6805648588538786060?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/6805648588538786060/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/03/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/6805648588538786060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/6805648588538786060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/03/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html' title='FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBENTUKAN HUTAN SEKUNDER'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6xAYapMLFI/AAAAAAAAACA/vTLOJVikvMQ/s72-c/pict-indonesia-forest-39.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-7374693040969603582</id><published>2010-03-25T21:35:00.000-07:00</published><updated>2012-02-09T08:31:03.255-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perkembangan suksesi sekunder'/><title type='text'>TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN SUKSESI SEKUNDER</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6w92qM29eI/AAAAAAAAAB4/JpF9ytiRkp4/s1600/pict-indonesia-forest-11.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 243px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6w92qM29eI/AAAAAAAAAB4/JpF9ytiRkp4/s320/pict-indonesia-forest-11.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452801258089280994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CIrwanto%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-no-proof:yes;} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fase Permulaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah penggundulan hutan, dengan sendirinya hampir tidak ada biomasa yang tersisa yang mampu beregenerasi. Tetapi, tumbuhan herba dan semak-semak muncul dengan cepat dan menempati tanah yang gundul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fase Awal/Muda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kurang dari satu tahun, tumbuhan herba dan semak-semak digantikan oleh jenis-jenis pohon pionir awal yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: pertumbuhan tinggi yang cepat, kerapatan kayu yang rendah, pertumbuhan cabang sedikit, daun-daun berukuran besar yang sederhana, relatif muda/cepat mulai berbunga, memproduksi banyak benih-benih dorman ukuran kecil yang disebarkan oleh burung-burung, tikus atau angin, masa hidup yang pendek (7- 25 tahun), berkecambah pada intensitas cahaya tinggi, dan daerah penyebaran yang luas. Kebutuhan cahaya yang tinggi menyebabkan bahwa tingkat kematian pohon-pohon pionir awal pada fase ini sangat tinggi, dan pohon-pohon tumbuh dengan umur yang kurang lebih sama. Walaupun tegakan yang tumbuh didominasi oleh jenis-jenis pionir, namun pada tegakan tersebut juga dijumpai beberapa jenis pohon dari fase yang berikutnya, yang akan tetapi segera digantikan/ditutupi oleh pionir-pionir awal yang cepat tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siklus unsur hara berkembang dengan sangat cepat. Khususnya unsur-unsur hara mineral diserap dengan cepat oleh tanaman-tanaman, sebaliknya nitrogen tanah, fosfor dan belerang pada awalnya menumpuk di lapisan organik (Jordan 1985). Pertumbuhan tanaman dan penyerapan unsur hara yang cepat mengakibatkan terjadinya penumpukan biomasa yang sangat cepat. Dalam waktu kurang dari lima tahun, indeks permukaan daun dan tingkat produksi primer bersih yang dimiliki hutan-hutan primer sudah dapat dicapai. Biomasa daun, akar dan kayu terakumulasi secara berturut-turut. Begitu biomasa daun dan akar berkembang penuh, maka akumulasi biomasa kayu akan meningkat secara tajam. Hanya setelah 5-10 tahun biomasa daun dan akar halus akan meningkat mencapai nilai seperti di hutan-hutan primer. Selama 20 tahun pertama, produksi primer bersih mencapai 12-15 t biomasa/ha/tahun, yang demikian melebihi yang yang dicapai oleh hutan primer yaitu 2-11 t/ha/tahun.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Proses-proses biologi akan berjalan lebih lambat setelah sekitar 20 tahun.Ciri-ciri ini adalah permulaan dari fase ketiga (fase dewasa).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fase Dewasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah pohon-pohon pionir awal mencapai tinggi maksimumnya, mereka akan mati satu per satu dan secara berangsur-angsur digantikan oleh pionir-pionir akhir yang juga akan membentuk lapisan pohon yang homogen (Finegan 1992). Secara garis besar, karakteristik-karakteristik pionir-pionir akhir yang relatif beragam dapat dirangkum sebagai berikut: Walaupun sewaktu muda mereka sangat menyerupai pionir-pionir awal, pionir-pionir akhir lebih tinggi, hidup lebih lama (50-100 tahun), dan sering mempunyai kayu yang lebih padat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pionir-pionir akhir menggugurkan daun dan memiliki biji/benih yang disebarkan oleh angin, yang seringkali dorman di tanah dalam periode waktu yang sangat lama. Mereka bahkan dapat berkecambah pada tanah yang sangat miskin unsur hara bila terdapat intensitas cahaya yang cukup tinggi. Jenis-jenis pionir akhir yang termasuk kedalam genus yang sama biasanya dijumpai tersebar didalam sebuah daerah geografis yang luas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam akhir fase, akumulasi biomasa berangsur-angsur mengecil secara kontinyu. Dalam hutan-hutan yang lebih tua, biimasa yang diproduksi hanya 1- 4.5 t/ha/tahun. Setelah 50-80 tahun, produksi primer bersih mendekati nol. Sejalan dengan akumulasi biomasa yang semakin lambat, efisiensi penggunaan unsur-unsur hara akan meningkat, karena sebagian besar dari unsur-unsur hara tersebut sekarang diserap dan digunakan kembali. Sebagai hasil dari keadaan tersebut dan karena adanya peningkatan unsur hara-unsur hara yang non-fungsional pada lapisan organik dan horizon tanah bagian atas, maka konsentrasi unsur-unsur hara pada biomasa menurun (Brown &amp;amp; Lugo 1990). Perputaran kembali unsur hara pada daun-daunan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan fase sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fase klimaks&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pionir-pionir akhir mati satu per satu setelah sekitar 100 tahun (Liebermann &amp;amp; Liebermann 1987) dan berangsur-angsur digantikan oleh jenis-jenis tahan naungan yang telah tumbuh dibawah tajuk pionir-pionir akhir. Jenis-jenis ini adalah jenis-jenis pohon klimaks dari hutan primer, yang dapat menunjukkan ciri-ciri yang berbeda. Termasuk dalam jenis-jenis ini adalah jenis-jenis kayu tropik komersil yang bernilai tinggi dan banyak jenis lainnya yang tidak (belum) memiliki nilai komersil.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perlahan-lahan suatu kondisi keseimbangan yang stabil (steady-state) mulai terbentuk, dimana tanaman-tanaman yang mati secara terus menerus digantikan oleh tanaman (permudaan) yang baru. Areal basal dan biomasa hutan primer semula dicapai setelah 50-100 tahun (Riswan et al. 1985) atau 150-250 tahun (Saldarriaga et. al. 1988). Setelah itu tidak ada biomasa tambahan yang terakumulasi lagi. Namun, permudaan lubang/celah tajuk yang khas terjadi pada hutan-hutan tropik basah biasanya memerlukan waktu selama 500 tahun (Riswan et al. 1985).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suksesi standar yang dijelaskan di atas adalah suatu contoh gambaran yang sangat skematis dari proses-proses suksesi yang sangat kompleks dan beragam. Walaupun kebanyakan suksesi mengikuti pola seperti yang dijelaskan di atas, pada kenyataannya di alam beberapa tahap suksesi sering terlampaui, atau berbagai proses suksesi muncul secara bersamaan dalam susunan seperti mosaik. Suatu situasi khusus terjadi, bila permudaan dari jenis pohon klimaks tetap hidup atau terdapat di seluruh areal setelah atau walaupun terjadi gangguan yang menyebabkan penggundulan hutan tersebut. Dalam hal ini, seluruh fase suksesi akan dilalui oleh komunitas tumbuhan tersebut, dan sebagai akibatnya yang terjadi hanyalah perubahan struktur hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan-Tulisan Berkaitan :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://pengertian-definisi.blogspot.com/2010/10/suksesi-hutan.html" target="_blank"&gt;Pengertian Suksesi Hutan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://pengertian-definisi.blogspot.com/2012/02/tahap-tahap-suksesi.html"&gt;Tahap-Tahap Suksesi&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://pengertian-definisi.blogspot.com/2012/02/tipe-tipe-suksesi.html"&gt;Tipe-Tipe Suksesi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://pengertian-definisi.blogspot.com/2010/10/definisi-suksesi-primer.html"&gt;Definisi Suksesi Primer&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://pengertian-definisi.blogspot.com/2010/10/definisi-suksesi-sekunder.html"&gt;Definisi Suksesi Sekunder&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://pengertian-definisi.blogspot.com/2012/02/suksesi-dalam-pengelolaan-hutan.html"&gt;Suksesi dalam Pengelolaan Hutan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://pengertian-definisi.blogspot.com/2012/02/suksesi-dalam-komunitas-hewan.html"&gt;Suksesi dalam Komunitas Hewan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://pengertian-definisi.blogspot.com/2012/02/perkembangan-suksesional-ekosistem.html"&gt;Perkembangan Suksesional Ekosistem&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://pengertian-definisi.blogspot.com/2012/02/suksesi-chronosequence-dan-suksesi.html"&gt;Suksesi Chronosequence dan Suksesi Toposequence&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://pengertian-definisi.blogspot.com/2012/02/suksesi-siklis-dan-suksesi-direksional.html"&gt;Suksesi Siklis dan Suksesi Direksional (searah)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://pengertian-definisi.blogspot.com/2012/02/suksesi-progresif-dan-suksesi.html"&gt;Suksesi Progresif dan Suksesi Retrogresif&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://pengertian-definisi.blogspot.com/2012/02/suksesi-autogenik-dan-suksesi-allogenik.html"&gt;Suksesi Autogenik dan Suksesi Allogenik.&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://irwantomangrove.webs.com/suksesi1.html" target="_blank"&gt;Suksesi Hutan Mangrove Pulau Marsegu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.silvikultur.com/definisi_pengertian_hutan.html" title="Pengertian dan definisi" target="_blank"&gt;Definisi dan Pengertian Hutan&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.silvikultur.com/klasifikasi_hutan.html" title="klasifikasi hutan" target="_blank"&gt;Klasifikasi Hutan menurut Jenis, Kerapatan dll&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.silvikultur.com/klasifikasi_pohon_hutan.html" title="klasifikasi pohon hutan" target="_blank"&gt;Klasifikasi Pohon  dalam Sebuah Hutan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.net/miracle_tree.html" title="definisi pohon" target="_blank"&gt;Definisi Pohon dan Pohon-Pohon Menakjubkan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.net/picture_tree.html" title="gambar pohon" target="_blank"&gt;Gambar dan Bentuk Pohon Pohon&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.net/carbon_trade_indonesia_forests.html" target="_blank"&gt;Manfaat Hutan dalam Perdagangan Karbon&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.net/silvikultur_hutan_alam_tropika.html" title="Silvikultur Hutan Alam Tropika" target="_blank"&gt;Silvikultur Hutan Alam Tropika&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.net/jenis_tipe_hutan.html" title="jenis tipe hutan di Indonesia" target="_blank"&gt;Jenis dan Tipe Hutan di Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.net/tipe_tipe_hutan_tropis.html" title="Tipe hutan tropika" target="_blank"&gt;Tipe-tipe Hutan Tropika&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ekologi-hutan.blogspot.com/2010/10/struktur-hutan-hujan-tropis.html" title="struktur hutan hujan tropika" target="_blank"&gt;Struktur Hutan Hujan Tropika&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.net/faktor_faktor_yang_mengontrol_siklus_hara.html" title="faktor mengontrol siklus hara pada hutan hujan tropika" target="_blank"&gt;Faktor-Faktor yang Mengontrol Siklus Hara&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.silvikultur.com/faktor_lingkungan_pembangunan_hutan_tanaman.html" title="faktor lingkungan pembangunan hutan tanaman" target="_blank"&gt;Faktor-Faktor Lingkungan dan Pembangunan Hutan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.silvikultur.com/pengelolaan_hutan_tanaman.html" target="_blank"&gt;Pengelolaan Hutan Tanaman&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.silvikultur.com/penentuan_kerapatan_tegakan.html" title="Penentuan Kerapatan Tegakan" target="_blank"&gt;Penentuan Kerapatan Tegakan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.silvikultur.com/metode_penentuan_kerapatan_tegakan.html" title="metode penentuan kerapatan tegakan" target="_blank"&gt;Metode Penentuan Kerapatan Tegakan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.silvikultur.com/ruang_tumbuh_kerapatan_tegakan.html" title="ruang tumbuh kerapatan tegakan" target="_blank"&gt;Ruang Tumbuh  Kerapatan Tegakan Jarak Antar Pohon&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.silvikultur.com/metode_lain_pengukuran_kerapatan_tegakan.html" title="metode lain pengukuran tegakan" target="_blank"&gt;Metode Lain  Pengukuran Kerapatan Tegakan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.silvikultur.com/evaluasi_metode_pengukuran_kerapatan_tegakan.html" title="evaluasi metode pengukuran tegakan" target="_blank"&gt;Evaluasi Berbagai Metode Mengukur Kerapatan Tegakan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.silvikultur.com/keuntungan_kerugian_tebang_habis.html" title="keuntungan kerugian tebang habis" target="_blank"&gt;Keuntungan dan Kerugian Sistem Tebang Habis&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.silvikultur.com/keuntungan_kerugian_tebang_pilih.html" title="keuntungan kerugian sistem tebang pilih" target="_blank"&gt;Keuntungan dan Kerugian Sistem Tebang Pilih&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://irwantoshut.blogspot.com/2011/05/proyek-pembuatan-hutan-di-gurun-sahara.html" title="pembuatan hutan di gurun sahara" target="_blank"&gt;Proyek Pembuatan Hutan di Gurun Sahara&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Arief, Arifin, (1994), Hutan, Hakikat dan Pengaruhnya terhadap Lingkungan, Yayasan Obor Indonesia, Jakarta &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Daniel, Theodore. W, John. A. Helms, Frederick S. Baker, (1978), Prinsip-Prinsip Silvikultur (Diterjemahkan oleh Dr. Ir. Djoko Marsono, 1992), Gadjah Mada University Press, Yogyakarta &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Emrich Anette, Benno Pokorny, Dr, Cornelia Sepp. (2000) Relevansi Pengelolaan Hutan Sekunder Dalam Kebijakan Pembangunan (Penelitian Hutan Tropika). Deutsche Gesellschaft Für Technische Zusammenarbeit (Gtz) Gmbh Postfach 5180 D-65726 Eschborn &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Marsono, Dj (1991). Potensi dan Kondisi Hutan Hujan Tropika Basah di Indoensia. Buletin Instiper Volume.2. No.2. Institut Pertanian STIPER. Yogyakarta. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Schindele, W. (1989): Investigation of the steps needed to rehabilitate the areas of East Kalimantan seriously affected by fire. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-7374693040969603582?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/7374693040969603582/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/03/tahap-tahap-perkembangan-suksesi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/7374693040969603582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/7374693040969603582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/03/tahap-tahap-perkembangan-suksesi.html' title='TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN SUKSESI SEKUNDER'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6w92qM29eI/AAAAAAAAAB4/JpF9ytiRkp4/s72-c/pict-indonesia-forest-11.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-1558561015867040679</id><published>2010-03-25T21:01:00.000-07:00</published><updated>2012-02-06T23:32:17.343-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perkembangan suksesi sekunder'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hutan sekunder'/><title type='text'>DEFINISI HUTAN SEKUNDER</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6w4m33vTSI/AAAAAAAAABg/JSFlxWiU9ZE/s1600/pict-indonesia-forest-16.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6w4m33vTSI/AAAAAAAAABg/JSFlxWiU9ZE/s320/pict-indonesia-forest-16.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452795489322749218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Istilah ’Hutan Sekunder’ telah digunakan didalam nomenklatur ilmiah paling tidak sejak tahun 1950-an (Richards 1955, Greigh-Smith 1952). Walaupun akhir-akhir ini istilah tersebut semakin sering digunakan, namun istilah ini masih belum biasa dipakai di banyak negara. Di negara-negara tersebut, hutan-hutan yang terdiri dari jenis-jenis pohon lokal biasanya didefinisikan sebagai hutan atau hutan alami, tanpa mempedulikan apakah hutan tersebut merupakan hutan primer, hutan bekas tebangan, atau hutan hasil regenerasi. Karena itu, istilah hutan sekunder dapat mempunyai arti yang sangat berbeda-beda. Hal ini disebabkan karena istilah ’hutan sekunder’, sebagai padanan dari istilah ’hutan primer’, menimbulkan asosiasi-asosiasi langsung yang subyektif, yang sulit untuk dibuat sistematikanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;FAO tidak menggunakan sama-sekali istilah ’hutan sekunder’. Sebagai gantinya, dalam publikasi-publikasi FAO digunakan terminologi-terminologi yang berbeda, yang lebih-kurang dapat dipandang sebagai sinonim untuk berbagai formasi hutan sekunder. Pada tahun 1996, FAO mendefinisikan 4 macam hutan berdasarkan kerapatan tajuknya (hutan tertutup / closed forest dan hutan terbuka / open forest), serta bentuk perusakannya melalui perladangan berpindah (long fallow) dan faktor-faktor lainnya yang tidak dirinci lebih lanjut (fragmented forest). Hanya hutan tertutup (closed forest) yang digambarkan sebagai hutan alam yang tidak terganggu secara ekologi, dan karenanya didalam studi ini dianggap sama dengan hutan primer.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Definisi-definisi yang diberikan mengenai ”Hutan Sekunder” dilihat dari ciri dan berbagai faktor pembentukannya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Lamprecht (1986) &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Hutan sekunder adalah fase pertumbuhan hutan dari keadaan tapak gundul, karena alam ataupun antropogen, sampai menjadi klimaks kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak benar bahwa hutan sekunder tidak alami lagi, yang benar istilahnya adalah “Hutan Alam Sekunder” untuk membedakannya dari hutan alam primer Sifat-sifat hutan sekunder :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Komposisi dan struktur tidak saja tergantung tapak namun juga tergantung pada umur.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Tegakan muda berkomposisi dan struktur lebih seragam dibandingkan hutan aslinya.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Tak berisi jenis niagawi. Jenis-jenis yang lunak dan ringan, tidak awet, kurus, tidak laku.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Persaingan ruangan dan sinar yang intensif sering membuat batang bengkok. Jenis-jenis cepat gerowong.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Riap awal besar, lambat laun mengecil.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Karena struktur, komposisi dan riapnya tidak akan pernah stabil, sulit merencanakan pemasaran hasilnya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Brown &amp;amp; Lugo (1990)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hutan-hutan sekunder “terbentuk sebagai suatu konsekensi dari dampak manusia terhadap kawasan-kawasan hutan” Hutan-hutan yang terbentuk sebagai suatu konsekensi dari pengaruh manusia, biasanya setelah adanya kegiatan pertanian di areal-areal hutan yang ditebang-habis, tidak termasuk disini. Dalam konteks ini, hutan-hutan sekunder merupakan suatu komponen penting dari perladangan berpindah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Catterson (1994) &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu bentuk hutan dalam proses suksesi yang mengkolonisasi areal-areal yang sebelumnya rusak akibat sebab-sebab alami atau manusia, dan yang suksesinya tidak dipengaruhi oleh vegetasi asli disekitarnya karena luasnya areal yang rusak. Bentuk-bentuk formasi vegetasi berikut ini dapat terbentuk: lahan kosong / padang-padang rumput buatan / areal areal bekas-tebangan baru / areal-areal bekas tebangan yang lebih tua.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Corlett (1994) &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ciri-ciri utama dari hutan-hutan sekunder adalah terjadinya interupsi dari penutupan hutan yang kontinyu, ketergantungan dari luar dalam pembentukan hutan kembali, dan kenyataan bahwa ciri-ciri ini dapat dikenali pada struktur dan/atau komposisi vegetasi hutan. Pendefinisian hutan-hutan sekunder seperti biasanya adalah suatu masalah bagaimana menarik garis batas didalam suatu selang/skala.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Parlemen Jerman (1990)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hutan-hutan sekunder mencakup semua tahapan suksesi yang terjadi pada areal-areal yang kosong akibat sebab-sebab alami atau kegiatan manusia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;FAO (1993) &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah adanya perubahan dari bentuk pemanfaatan lahan yang terkait dengan pengurangan penutupan pohon dibawah 10% (penggundulan hutan), hutan sekunder akan terbentuk apabila areal tersebut ditinggalkan tanpa gangguan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Finegan (1992) &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;„...didefinisikan sebagai vegetasi berkayu yang berkembang/tumbuh diatas lahan yang ditinggalkan sebelumnya setelah vegetasi aslinya dirusak akibat kegiatan manusia.“&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Greigh-Smith (1952)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan kembali setelah tebang-habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Huss (1996) &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah hutan-hutan alam atau sisa-sisa hutan alam terdegradasi akibat kegiatan tebang pilih atau pembalakan kayu yang tak terkontrol, hutan-hutan sekunder berkembang dari benih pohon-pohon pionir, coppice dari sisa-sisa (tunggul) pohon, atau melalui regenerasi jenis-jenis pohon klimaks, selama proses tersebut tidak diganggu. Karena itu hutanhutan yang terdegradasi dan hutan-hutan sekunder tidak dapat dibedakan secara jelas. Hutan-hutan sekunder seringkali membentuk mosaik mosaik kecil dari komunitas hutan serta fase-fase degradasi dan regenerasi yang sulit dipilah-pilah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kaffka (1990) &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hutan-hutan bekas tebangan yang kemudian dibiarkan tanpa gangguan-gangguan dapat berkembang menjadi hutan sekunder.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Lanly (1982) &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hutan-hutan sekunder yang berusia lebih dari 60-80 tahun diklasifikasikan sebagai hutan-hutan yang belum terjamah atau hutan-hutan primer. Hutan-hutan sekunder atau hutan bera adalah sebuah mosaik dari areal-areal yang digunakan untuk kegiatan pertanian, hutan-hutan yang belum terjamah dan hutan-hutan dengan umur yang berbeda-beda, yang terdiri dari komposisi vegetasi yang berkembang/tumbuh setelah adanya tebang-habis dari formasi-formasi hutan tertutup atau terbuka.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sips et al. (1993) &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;„...bentuk dari hutan hujan tropik yang berada pada tahapan rekonstruksi yang suksesif setelah terjadinya penggundulan total akibat gangguan-gangguan alam dan/atau manusia, dan dimana intensitas, ukuran, dan lamanya gangguan yang terjadi meminimalkan bahwa pengaruh dari vegetasi disekelilingnya terhadap proses regenerasi.“ (...„regenerasi secara autogen“ oleh vegetasi hutan disekelilingnya diminimalkan).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;UNESCO (1978) &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Vegetasi yang mengkolonisasi areal-areal, dimana sebagian atau seluruh vegetasi asli telah menghilang akibat gangguan-gangguan alam atau manusia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Weaver and Birdsey (1986)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hutan-hutan yang merupakan hasil dari lahan pertanian atau penggembalaan/peternakan yang ditinggalkan, dan hutan-hutan yang merupakan hasil regenerasi dari kawasan hutan yang sebelumnya ditebang-habis atau terganggu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;WWF (1988) &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Hutan-hutan yang diperbaharui secara substansial akibat intervensi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan-Tulisan Berkaitan :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://pengertian-definisi.blogspot.com/2010/10/suksesi-hutan.html"&gt;Definisi Suksesi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://pengertian-definisi.blogspot.com/2010/10/definisi-suksesi-primer.html"&gt;Definisi Suksesi Primer&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://pengertian-definisi.blogspot.com/2010/10/definisi-suksesi-sekunder.html"&gt;Definisi Suksesi Sekunder&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://pengertian-definisi.blogspot.com/2010/10/definisi-habitat.html"&gt;Definisi Habitat&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://pengertian-definisi.blogspot.com/2010/10/definisi-homoestatis.html"&gt;Definisi Homoestatis&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://pengertian-definisi.blogspot.com/2010/10/definisi-ekotipe.html"&gt;Definisi Ekotipe&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://pengertian-definisi.blogspot.com/2010/10/pengertian-ekosistem.html" target="_blank"&gt;Pengertian Ekosistem&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://pengertian-definisi.blogspot.com/2011/10/lingkungan.html" target="_blank"&gt;Pengertian Lingkungan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://pengertian-definisi.blogspot.com/2011/11/pencemaran-tanah.html" target="_blank"&gt;Pencemaran Lingkungan&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://pengertian-definisi.blogspot.com/2010/10/ekologi.html" target="_blank"&gt;Ekologi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://pengertian-definisi.blogspot.com/2010/10/ekologi-hutan.html" target="_blank"&gt;Ekologi Hutan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://pengertian-definisi.blogspot.com/2010/10/parasit.html" target="_blank"&gt;Parasit&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://pengertian-definisi.blogspot.com/2010/10/predator.html" target="_blank"&gt;Predator&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://pengertian-definisi.blogspot.com/2010/10/pemangsaan.html" target="_blank"&gt;Pemangsaan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://pengertian-definisi.blogspot.com/2010/10/heterogenitas-ruang.html" target="_blank"&gt;Heterogenitas Ruang&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://pengertian-definisi.blogspot.com/2010/10/persaingan.html" target="_blank"&gt;Persaingan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.silvikultur.com/definisi_pengertian_hutan.html" title="Pengertian dan definisi" target="_blank"&gt;Definisi dan Pengertian Hutan&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.silvikultur.com/klasifikasi_hutan.html" title="klasifikasi hutan" target="_blank"&gt;Klasifikasi Hutan menurut Jenis, Kerapatan dll&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.silvikultur.com/klasifikasi_pohon_hutan.html" title="klasifikasi pohon hutan" target="_blank"&gt;Klasifikasi Pohon  dalam Sebuah Hutan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.net/miracle_tree.html" title="definisi pohon" target="_blank"&gt;Definisi Pohon dan Pohon-Pohon Menakjubkan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.net/picture_tree.html" title="gambar pohon" target="_blank"&gt;Gambar dan Bentuk Pohon Pohon&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.net/carbon_trade_indonesia_forests.html" target="_blank"&gt;Manfaat Hutan dalam Perdagangan Karbon&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.net/silvikultur_hutan_alam_tropika.html" title="Silvikultur Hutan Alam Tropika" target="_blank"&gt;Silvikultur Hutan Alam Tropika&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.net/jenis_tipe_hutan.html" title="jenis tipe hutan di Indonesia" target="_blank"&gt;Jenis dan Tipe Hutan di Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.net/tipe_tipe_hutan_tropis.html" title="Tipe hutan tropika" target="_blank"&gt;Tipe-tipe Hutan Tropika&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ekologi-hutan.blogspot.com/2010/10/struktur-hutan-hujan-tropis.html" title="struktur hutan hujan tropika" target="_blank"&gt;Struktur Hutan Hujan Tropika&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.irwantoshut.net/faktor_faktor_yang_mengontrol_siklus_hara.html" title="faktor mengontrol siklus hara pada hutan hujan tropika" target="_blank"&gt;Faktor-Faktor yang Mengontrol Siklus Hara&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.silvikultur.com/faktor_lingkungan_pembangunan_hutan_tanaman.html" title="faktor lingkungan pembangunan hutan tanaman" target="_blank"&gt;Faktor-Faktor Lingkungan dan Pembangunan Hutan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.silvikultur.com/pengelolaan_hutan_tanaman.html" target="_blank"&gt;Pengelolaan Hutan Tanaman&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.silvikultur.com/penentuan_kerapatan_tegakan.html" title="Penentuan Kerapatan Tegakan" target="_blank"&gt;Penentuan Kerapatan Tegakan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.silvikultur.com/metode_penentuan_kerapatan_tegakan.html" title="metode penentuan kerapatan tegakan" target="_blank"&gt;Metode Penentuan Kerapatan Tegakan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.silvikultur.com/ruang_tumbuh_kerapatan_tegakan.html" title="ruang tumbuh kerapatan tegakan" target="_blank"&gt;Ruang Tumbuh  Kerapatan Tegakan Jarak Antar Pohon&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.silvikultur.com/metode_lain_pengukuran_kerapatan_tegakan.html" title="metode lain pengukuran tegakan" target="_blank"&gt;Metode Lain  Pengukuran Kerapatan Tegakan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.silvikultur.com/evaluasi_metode_pengukuran_kerapatan_tegakan.html" title="evaluasi metode pengukuran tegakan" target="_blank"&gt;Evaluasi Berbagai Metode Mengukur Kerapatan Tegakan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.silvikultur.com/keuntungan_kerugian_tebang_habis.html" title="keuntungan kerugian tebang habis" target="_blank"&gt;Keuntungan dan Kerugian Sistem Tebang Habis&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.silvikultur.com/keuntungan_kerugian_tebang_pilih.html" title="keuntungan kerugian sistem tebang pilih" target="_blank"&gt;Keuntungan dan Kerugian Sistem Tebang Pilih&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://irwantoshut.blogspot.com/2011/05/proyek-pembuatan-hutan-di-gurun-sahara.html" title="pembuatan hutan di gurun sahara" target="_blank"&gt;Proyek Pembuatan Hutan di Gurun Sahara&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Arief, Arifin, (1994), Hutan, Hakikat dan Pengaruhnya terhadap Lingkungan, Yayasan Obor Indonesia, Jakarta &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Daniel, Theodore. W, John. A. Helms, Frederick S. Baker, (1978), Prinsip-Prinsip Silvikultur (Diterjemahkan oleh Dr. Ir. Djoko Marsono, 1992), Gadjah Mada University Press, Yogyakarta &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Emrich Anette, Benno Pokorny, Dr, Cornelia Sepp. (2000) Relevansi Pengelolaan Hutan Sekunder Dalam Kebijakan Pembangunan (Penelitian Hutan Tropika). Deutsche Gesellschaft Für Technische Zusammenarbeit (Gtz) Gmbh Postfach 5180 D-65726 Eschborn &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Marsono, Dj (1991). Potensi dan Kondisi Hutan Hujan Tropika Basah di Indoensia. Buletin Instiper Volume.2. No.2. Institut Pertanian STIPER. Yogyakarta. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Schindele, W. (1989): Investigation of the steps needed to rehabilitate the areas of East Kalimantan seriously affected by fire. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-1558561015867040679?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/1558561015867040679/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/03/definisi-hutan-sekunder.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/1558561015867040679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/1558561015867040679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/03/definisi-hutan-sekunder.html' title='DEFINISI HUTAN SEKUNDER'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6w4m33vTSI/AAAAAAAAABg/JSFlxWiU9ZE/s72-c/pict-indonesia-forest-16.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-3312085773145763725</id><published>2010-03-25T18:23:00.000-07:00</published><updated>2010-03-25T18:30:50.411-07:00</updated><title type='text'>MENEBANG HUTAN UNTUK MENYUKSESKAN PROGRAM GERHAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wNFWjdAnI/AAAAAAAAABI/3f1C69GyPro/s1600/PICT0041.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 317px; height: 247px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wNFWjdAnI/AAAAAAAAABI/3f1C69GyPro/s320/PICT0041.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452747634443616882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat ini Indonesia kehilangan sekitar 1,6 - 2 juta hektar hutan setiap tahun. Skala dan laju deforestasi sebesar ini belum pernah terjadi sebelumnya. Survey terbaru dan bisa dipertanggungjawabkan hasilnya mengenai tutupan hutan Indonesia memprediksikan, bahwa hutan-hutan Dipterocarpaceae dataran rendah akan lenyap dari Sumatera dan Kalimantan pada tahun 2010 jika kecenderungan-kecenderungan saat ini tetap tidak dicegah (Holmes, 2000).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kerusakan hutan di Indonesia yang mencapai kira-kira 2 juta hektar per tahun mengakibatkan kerugian sekitar Rp 83 miliar per hari atau Rp 30,3 triliun per tahun.&lt;/div&gt;&lt;p class="textfile" align="justify"&gt;Berdasarkan hasil citra landsat tahun 1999-2000 mengindikasikan terdapat lahan kritis yang perlu direhabilitasi seluas 101,73 juta ha. Dari luas tersebut 42,11 juta ha berada di luar kawasan hutan, dan seluas 59,62 juta ha berada di dalam kawasan hutan. Untuk menanggulangi Kerusakan hutan yang semakin parah Pemerintah menetapkan Program GNRHL (Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan). GNRHL secara resmi dicanangkan pada tahun 2003 oleh Presiden Megawati Soekanorpoetri di desa Karangduwet, Kecamatan Paliyan, Kabupaten gunung Kidul Yogyakarta, dengan Thema "Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan Sebagai Komitmen Bangsa Untuk Meningkatkan Kualitas Lingkungan dan Kesejahteraan Rakyat". GNRHL bertujuan untuk melakukan upaya rehabilitasi hutan dan lahan secara terpadu dan terencana dengan melibatkan semua instansi pemerintah terkait, swasta dan masyarakat, agar kondisi lingkungan hulu dapat kembali berfungsi sebagai daerah resapan air hujan secara normal dan baik. &lt;/p&gt;          &lt;div style="text-align: justify;"&gt; Program GNRHL dilaksanakan pada daerah aliran sungai yang kondisinya kritis, dengan luas 3 juta hektar di seluruh Indonesia dalam kurun waktu 5 tahun dimulai tahun 2003 dengan rincian tahun 2003 seluas 300.000 ha, tahun 2004 seluas 500.00 ha, 2005 seluas 600.00 ha, tahun 2006 seluas 700.000 ha, tahun seluas 900.000.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="textfile"&gt;Laju kerusakan hutan mencapai 1,6 - 2 juta ha per tahun tetapi kemampuan Pemerintah dengan Program Gerakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GERHAN) hanya mampu merehabilitasi sekitar 3 juta ha dalam jangka waktu 5 tahun (2003-2007). Apabila kegiatan Gerhan ini berhasil seluruhnya berarti masih tersisa sekitar 5 - 7 juta ha yang perlu direhabilitasi untuk mengimbangi kerusakan hutan yang mencapai 8 - 10 juta ha dalam jangka waktu 5 tahun.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; GNRHL/GERHAN bertujuan untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan sehingga kawasan dapat berfungsi sebagai perlindungan Daerah Aliran Sungai (DAS), mencegah terjadinya banjir, tanah longsor, erosi dan sekaligus mendukung produktivitas sumberdaya hutan dan lahan serta melestarikan keanekaragaman hayati.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="textfile"&gt; Jadi Proyek Gerhan berusaha mengurangi jumlah luasan hutan yang terdegradasi. Namun jika ada pemahaman bahwa Gerhan adalah proyek penanaman pohon saja maka hal ini yang terjadi, Masyarakat menebang hutan dan membuka lahan untuk menantikan proyek Gerhan. Dari segi proyek penanaman dan pemeliharaan mungkin dianggap berhasil namun luasan hutan yang terdegradasi menjadi bertambah bukannya berkurang.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Hal yang lebih parah lagi kegiatan pembukaan lahan dilakukan dengan membabat dan membakar. Tanah menjadi kehilangan unsur hara terutama nitrogen karena nitrogen merupakan unsur yang mudah terbakar. Mikroorganisme tanah tidak dapat bertahan hidup sehingga proses pelapukan dan perombakan unsur hara menjadi terhambat. Bakteri yang bersimbiosis dengan akar tanaman untuk menyuburkan tanah menjadi mati. Jamur yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman seperti mikorhiza hilang dan lenyap. Ditambah lagi meningkatnya erosi permukaan karena hilangnya penutupan vegetasi pada permukaan tanah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lahan puluhan hektar dibuka yang didalamnya terdapat berbagai jenis flora dan fauna kemudian digantikan dengan satu jenis tanaman yaitu &lt;a href="http://www.irwantoshut.com/info_jati.html"&gt;"Jati"&lt;/a&gt;,  bukan lagi melestarikan &lt;a href="http://www.irwantoshut.com/paper.html"&gt;keanekaragaman hayati&lt;/a&gt; namun memusnahkan keaneragaman hayati.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di dalam hutan Asia Tenggara diperkirakan terdapat 90 - 100 jenis tumbuhan per hektar (diameter 10 cm up). Jika keanekaragaman jenis yang ada ditebang digantikan dengan satu jenis maka terjadilah hutan monokultur.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jenis-jenis berharga menjadi punah bahkan mungkin saja jenis-jenis tersebut lebih bernilai ekonomis jika telah diketahui manfaatnya. misalnya sebagai penyembuh penyakit dan manfaat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masyarakat perlu diberi pemahaman tentang manfaat dan fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan. Dijelaskan juga tujuan utama dari proyek Gerhan ini agar masyarakat tidak beranggapan bahwa Gerhan adalah Proyek Menanam Pohon semata. Pemahaman masyarakat yang masih rendah menyebabkan kegiatan Menebang Hutan untuk menyukseskan Program Gerhan dapat terjadi. Pada akhirnya Kepala Desa daerah tersebut harus berurusan dengan pihak yang berwajib.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-3312085773145763725?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/3312085773145763725/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/03/menebang-hutan-untuk-menyukseskan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/3312085773145763725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/3312085773145763725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/03/menebang-hutan-untuk-menyukseskan.html' title='MENEBANG HUTAN UNTUK MENYUKSESKAN PROGRAM GERHAN'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wNFWjdAnI/AAAAAAAAABI/3f1C69GyPro/s72-c/PICT0041.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-8431043488517018539</id><published>2010-03-25T18:16:00.000-07:00</published><updated>2010-03-25T18:22:03.592-07:00</updated><title type='text'>Casuarina equasetifolia DI PANTAI SESAR, BULA, KABUPATEN SERAM BAGIAN TIMUR, PROVINSI MALUKU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wLt6ps4UI/AAAAAAAAABA/rzURqp6fJmo/s1600/sesar_bula_beach.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 290px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wLt6ps4UI/AAAAAAAAABA/rzURqp6fJmo/s320/sesar_bula_beach.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452746132305011010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="style79"&gt;                  &lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bila ke kota Bula Seram Bagian Timur, jangan lupa singgah di Pantai Sesar. Pantai yang menjadi salah satu objek wisata yang sedang dikembangkan. Pantai ini menjadi tempat rekreasi masyarakat sekitar pada hari libur.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Rencananya akan dikembangkan menjadi tempat tujuan wisata yang bukan saja untuk masyarakat Bula tapi juga masyarakat luar Kabupaten Seram Bagian Timur..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Jarak pantai Sesar dari kota Bula sekitar 5 km. Setiba di pantai Sesar, sejauh mata memandang yang terlihat adalah pohon Kasuari / Cemara (&lt;em&gt;Casuarina equasetifolia&lt;/em&gt;).  Entah ada berapa banyak pohon &lt;em&gt;Casuarina equasetifolia&lt;/em&gt; di pantai ini, dari tingkat pohon sampai semai ditemukan sangat melimpah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pohon Cemara ini bukan hanya terdapat di Pantai Sesar saja tetapi juga terdapat di dalam kota Bula.  Hampir setiap kaki melangkah di kota Bula akan ditemukan &lt;em&gt;Casuarina  equasetifolia.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;p class="textfile"&gt;&lt;em&gt;Casuarina  equisetifolia L &lt;/em&gt;merupakan jenis yang bersimbiosis dengan mycorrhiza dan bakteri pengikat nitrogen, dapat tumbuh pada lahan kritis dan mempunyai banyak manfaat dan kegunaan.&lt;/p&gt;             &lt;p class="textfile"&gt;&lt;a href="http://naturehealthy.webs.com/actinorhizal_casuarina.pdf" target="_blank"&gt; Proses pengikatan/penambatan nitrogen  dari udara disebut proses “Fiksasi”.             &lt;/a&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="textfile" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Bintil-bintil akar pada  &lt;em&gt;Casuarina equisetifolia L&lt;/em&gt;  bukan dari bakteri  Rhizobium tetapi  Bakteri Frankia.  Jenis-jenis pohon yang bersimbiosis dengan bakteri Frankia digolongkan dalam tanaman “Actinorhizal”.&lt;/p&gt;             &lt;p class="textfile"&gt;Tanaman actinorhizal merupakan jenis pohon non-legum yang dapat membentuk nodul akar penghasil nitrogen karena bersimbiosis dengan bakteri Frankia. Family Actinorhizal terakhir setelah revisi taxonomic terbaru dibagi menjadi empat genus - &lt;em&gt;Casuarina,  Allocasuarina, Gymnostoma &lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:TimesNewRomanPSMT;"&gt;dan &lt;/span&gt;&lt;em&gt;Ceuthostoma&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:TimesNewRomanPSMT;"&gt;.&lt;/span&gt; Frankia adalah bakteri gram positif yang termasuk dalam ”slow growing” bakteri, berbeda dengan Rhizobium yang digolongkan dalam Gram Negatif. Tetapi keduanya mempuyai peran yang sama dalam mengikat nitrogen dari udara. Bakteri yang bersimbiosis dengan akar tanaman ini yang membentuk bintil-bintil akar.&lt;/p&gt;Nitrogen tersedia di udara dalam jumlah besar sekitar 78%, tetapi tidak dapat langsung digunakan oleh tanaman, nitrogen ini harus dirubah menjadi senyawa nitrat dan amonium untuk dapat diserap oleh tanaman.&lt;br /&gt;&lt;p class="textfile" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;               &lt;a href="http://naturehealthy.webs.com/actinorhizal_casuarina.pdf" target="_blank"&gt;&lt;br /&gt;            PAPER :&lt;br /&gt;          PENGGUNAAN TANAMAN ACTINORHIZAL &lt;em&gt;Casuarina equisetifolia L&lt;/em&gt; PADA REHABILITASI LAHAN ALANG-ALANG DENGAN       SISTEM AGROFORESTRI&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-8431043488517018539?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwantoshut.blogspot.com/feeds/8431043488517018539/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/03/casuarina-equasetifolia-di-pantai-sesar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/8431043488517018539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/541172228880056795/posts/default/8431043488517018539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwantoshut.blogspot.com/2010/03/casuarina-equasetifolia-di-pantai-sesar.html' title='Casuarina equasetifolia DI PANTAI SESAR, BULA, KABUPATEN SERAM BAGIAN TIMUR, PROVINSI MALUKU'/><author><name>IRWANTO FORESTER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wJVOLBLoI/AAAAAAAAAAg/z8FGbTWA1p0/S220/irwanto-dosen.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wLt6ps4UI/AAAAAAAAABA/rzURqp6fJmo/s72-c/sesar_bula_beach.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-541172228880056795.post-4241178352415400100</id><published>2010-03-25T18:04:00.000-07:00</published><updated>2010-03-25T18:29:33.548-07:00</updated><title type='text'>KONFERENSI KOPENHAGEN  TITIK TOLAK BARU KERJA SAMA INTERNASIONAL DALAM PENANGGAPAN PERUBAHAN IKLIM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wIuoaGVBI/AAAAAAAAAAU/NM3Sg_eq7Ec/s1600/earth-warm.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 152px; height: 148px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FW0DJTHcGXc/S6wIuoaGVBI/AAAAAAAAAAU/NM3Sg_eq7Ec/s320/earth-warm.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452742846052717586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konferensi Iklim PBB belum lama berselang ditutup di Kopenhagen, Denmark setelah meluluskan Persetujuan Kopenhagen. Walaupun Konferensi Kopenhagen gagal menandatangani dokumen terakhir yang berdaya mengikat secara hukum, namun telah meletakkan dasar yang kokoh bagi peningkatan kerja sama komunitas internasional. Kopenhagen akan menjadi titik tolak baru penanggapan perubahan iklim.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="textfile2"&gt;          &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Melalui upaya bersama berbagai pihak, Konferensi Kopenhagen dengan tegas memelihara kerangka dan prinsip yang tercantum dalam Konvensi Kerangka Perubahan Iklim PBB dan Protokol Kyoto, sementara itu, mengayunkan langkah baru dalam mendorong negara-negara maju secara wajib melaksanakan pengurangan emisi gas rumah kaca dan negara-negara berkembang secara inisiatif mengambil aksi pengurangan emisi.&lt;br /&gt;        &lt;/div&gt;                                 &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konferensi mencapai kesepahaman luas mengenai target jangka panjang global, dukungan dana dan teknologi serta transparansi terkait. Persetujuan Kopenhagen yang diterima baik para peserta konferensi telah meletakkan dasar bagi berbagai negara di dunia untuk mencapai persetujuan global pertama dalam arti sesungguhnya mengenai pembatasan dan pengurangan emisi gas rumah kaca. Persetujuan Kopenhagen akan diserahkan berbagai negara kepada lembaga legislatif negeri masing-masing untuk disahkan pada Januari tahun 2010, agar persetujuan tersebut dapat disahkan sebagai dokumen hukum dalam konferensi iklim yang akan digelar di Kota Meksiko tahun 2010 mendatang. Dalam proses itu, berbagai pihak hendaknya berupaya meningkatkan kerja sama di tiga bidang sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="textfile2"&gt;    &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertama, meningkatkan kerja sama antara negara-negara maju dan negara-negara berkembang. Negara-negara maju mengemban tanggung jawab sejarah dalam masalah perubahan iklim, hal ini pantang disangkal. Dalam masalah pelaksanaan Persetujuan Kopenhagen, negara-negara maju harus mengambil aksi pragmatis, menunaikan komitmennya tentang target pengurangan emisi dan persediaan dana; sementara itu, negara-negara berkembang bertugas mengembangkan ekonomi, dan mengambil tindakan pengurangan emisi yang layak dalam proses perkembangan berkelanjutan. Baik negara-negara maju maupun negara-negara berkembang hendaknya tidak lagi saling mencela dan berlawanan dalam masalah perubahan iklim, melainkan meningkatkan kerja sama agar pemanasan global dapat dibendung, dan masalah perubahan iklim dapat diselesaikan secara tuntas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="textfile2"&gt;    &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua, meningkatkan kerja sama dalam kerangka PBB. Konvensi Kerangka Perubahan Iklim PBB dan Protokol Kyoto merupakan perjanjian internasional yang bersifat mengikat secara hukum dan yang diakui umum oleh masyarakat internasional dalam menanggapi perubahan iklim. Oleh karena itu, berbagai negara hendaknya meningkatkan kerja sama multilateral dan menunaikan kewajibannya masing-masing dalam kerangka PBB, supaya sedini mungkin mengakhiri perundingan tentang Peta Jalan Bali, dalam rangka mendorong kerja sama internasional terus mencapai kemajuan yang baru untuk pada akhirnya mencapai suatu persetujuan internasional yang berdaya mengikat secara hukum dan diakui oleh semua negara. Ini adalah satu-satunya jalan keluar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="textfile2"&gt;    &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketiga, meningkatkan kerja sama negara-negara berkembang. Mengingat jumlah penduduknya yang banyak dan dasar ekonominya yang lemah, maka negara-negara berkembang termasuk kelompok yang rawan dirugikan dalam masalah perubahan iklim. Negara-negara kepulauan lebih-lebih menghadapi ancaman "musnah". Oleh karena itu, negara-negara berkembang yang berada pada tahap perkembangan yang berbeda, hendaknya meningkatkan koordinasi antara satu sama lain, dan bergandengan tangan dalam menanggapi perubahan iklim melalui "kerja sama Selatan-Selatan". Sebagian negara berkembang utama telah secara terlebih dahulu mengambil tindakan dan kebijakan positif untuk menanggapi perubahan iklim. Baik dilihat dari sikapnya maupun dari intensitas aksi, hasil-hasil yang dicapainya sama sekali tidak kalah apabila dibandingkan dengan negara-negara maju. Selama berlangsungnya Konferensi Kopenhagen, negara-negara berkembang mengadakan komunikasi yang penuh, transparan dan lancar antara satu sama lain, dan memberikan sumbangan besar untuk mendorong tercapainya hasil dalam konferensi. Kerja sama itu hendaknya dilanjutkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dilihat dari alotnya proses Konferensi Kopenhagen, dapat kita tarik kesimpulan bahwa mancanegara dunia masih akan menempuh jalan yang panjang dan berliku-liku dalam proses menanggapi perubahan iklim. Menurut agenda terkait, Organisasi Konvensi Kerangka Perubahan Iklim PBB akan mengadakan perundingan putaran pertama di Bonn, Jerman pada Juni tahun 2010, dan mengadakan konferensi penandatangan ke-16 Konvensi pada Desember 2010 mendatang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="textfile2"&gt;           Sumber : China Radio International.CRI.&lt;br /&gt;          (http://indonesian.cri.cn)&lt;br /&gt;          &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/541172228880056795-4241178352415400100?l=irwantoshut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='appl
