Thursday, February 24, 2011

BAHAYA OBESITAS : KEGEMUKAN MERUPAKAN PENYEBAB KEMATIAN DI DUNIA



Bahaya Obesitas atau kegemukan terhadap kesehatan sudah dibuktikan sehingga perlu mengatur pola hidup sehat. Obesitas atau kegemukan menyebabkan 10,3 persen dari angka kematian dunia. Menurut WHO, angka tersebut menempati peringkat kelima penyebab utama kematian di dunia. Secara global, 1,6 miliar kaum dewasa kegemukan dan 400 juta di antaranya mengalami obesitas.

Sementara ketidakaktifan fisik berada di urutan keempat penyebab kematian dunia. Padahal, 31 persen masyarakat dunia dari semua umur dan 60 persen sampai 85 persen kaum dewasa di dunia tidak aktif secara fisik.

Di Indonesia, kini 19,1 persen orang berusia di atas 15 tahun menderita obesitas. Sementara 19,8 persen memiliki perut buncit atau obesitas sentral dan 48,2 persen masyarakat berusia di atas 10 tahun kekurangan aktivitas.

Selama ini, banyak orang mengetahui akan bahaya kegemukan dan obesitas. Namun, hanya sedikit yang menyadari betapa berbahayanya ketidakaktifan fisik . Dari data WHO, ketidakaktifan fisik terkait erat dengan 3,2 juta kematian per tahun, 70.000 kematian dini bagi masyarakat di bawah usia 60 tahun di seluruh dunia, dan 90 persen kecacatan sebelum usia 60 tahun di negara-negara berkembang.


http://www.sadargizi.com/wp-content/uploads/2010/06/obesity_picture_small.jpg

Perilaku tidak aktif antara lain duduk bersandar dan berbaring di luar waktu tidur, menonton televisi, bermain video game, dan bekerja di depan komputer. Seluruh kegiatan tersebut dapat menyebabkan penyakit karena terlalu lama duduk yakni sitting disease.

Menurut American Cancer society, 94 persen perempuan dan 48 persen pria yang tidak aktif dan duduk lebih dari enam jam sehari memiliki risiko lebih besar mengidap penyakit degeneratif yang menyebabkan kematian daripada mereka yang tidak aktif atau duduk kurang dari tiga jam per hari.

Dari berbagai riset, terbukti tidak aktif atau duduk dalam jangka waktu lama akan mematikan aktivitas otot, memperlambat sirkulasi, dan mematikan aneka enzim pemecah trigliserida.
Untuk itu, pusat kebugaran Fitness First meluncurkan program Lose it yang mengajak orang untuk hidup sehat dan memerangi kegemukan.

Jangan langsung menargetkan harus turun belasan atau puluhan kilogram dan berlatih hingga dua jam. Siapa pun pasti bosan dan akan menyerah. Lebih baik berlatih dan bergerak rutin serta terus meningkatkan intensitas waktu latihan. Misalnya, semula hanya 10-20 menit dan terus bertambah menjadi dua jam. Itu lebih efektif dan akhirnya berat tubuh akan turun, kata Dave Nuku, Regional Fitness Manager Fitness First dan pelatih tim biru di program The Biggest Loser Asia di Jakarta, Kamis (23/2).

http://topnews.in/health/files/obesity-1_0.jpg

Menurut pelatih asal Selandia Baru itu, lebih baik mengajak tubuh dan pikiran untuk secara bertahap menyukai dan membutuhkan olahraga dan aktivitas fisik lainnya sehingga tubuh terbiasa selalu memilih cara dan jalan yang sehat. Jika terbiasa begitu, mereka pasti akan memilih makanan sehat dan yang diolah secara sehat demi menjaga kebugaran dan kesehatannya, ujar Nuku.

Sumber : kompas.com

Artikel Obesitas atau Kegemukan di atas merupakan penjelasan mengenai kesehatan yang dibutuhkan oleh setiap orang yang ingin berumur panjang. Perlu mengatur pola makan yang seimbang untuk tetap menjaga berat badan yang normal.

Artikel Terkait :

Apakah anda mengalami Obesitas?
Apa Itu Kolesterol?
Makanan dan Minuman Penurun Kolesterol
Penuaan Dini
Susu Kedelai Melawan Osteoporosis
Pewarna Buatan Sangat Berbahaya
Tips Langsing Sehat
Gaya Hidup Sehat
Minuman Isotonik Bukan Minuman Penambah Tenaga
Jenis-jenis Penyakit Jantung
Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)
Serangan Jantung
Apakah gejala-gejala dari serangan jantung?
Memahami Stroke
Sepuluh Anggapan Salah Tentang Penyakit Jantung
Vitamin C dan E Cegah Penyakit Jantung
Langkah Preventif Menghindari Penyakit Jantung Koroner
Tidak Mudah Menyembuhkan Maag
Obat Kolesterol Dapat Cegah Kerusakan Saraf Akibat Diabetes
Kadar Makanan Pengaruhi Jenis Kelamin Bayi
Diet Rendah Lemak Turunkan Hormon Remaja Putri
Pria tua berpeluang menghasilkan anak cacat

Naik Sepeda Ke Kantor Picu Serangan Jantung?


Bersepeda adalah salah satu olahraga ringan dan sangat bermanfaat bagi kesehatan. Tak heran bila olahraga ini banyak dipilih dan menjadi salah satu favorit bagi semua kalangan.
Bahkan di kota-kota besar seperti di Jakarta,

Bersepeda adalah salah satu olahraga ringan dan sangat bermanfaat bagi kesehatan. Tak heran bila olahraga ini banyak dipilih dan menjadi salah satu favorit bagi semua kalangan.

Bahkan di kota-kota besar seperti di Jakarta, bersepeda tak sekedar menjadi hobi tetap mulai menjadi tren alat transportasi menuju tempat kerja. Komunitas 'bike to work' terus berkembang dilatarbelakangi kepedulian untuk mengurangi tingkat polusi udara kota. Walaupun sayangnya, animo warga menggunakan sepeda belum ditindaklanjuti serius oleh pemerintah dengan menyediakan jalur khusus sepeda.

Nah bagi Anda yang rutin 'gowes' ke tempat kerja, ada baiknya juga mencermati hasil sebuah studi terbaru di Eropa. Penelitian para ahli dari Hasselt University di Belgia mengindikasikan, aktivitas bersepeda ke tempat kerja, khususnya di kota besar dengan beberapa ancaman selama perjalanan, dapat meningkatkan risiko bagi kesehatan.

Seperti dilaporkan jurnal kesehatan The Lancet online, bersepeda di tengah jalur lalu lintas yang padat dengan tingkat polusi yang tinggi dapat menjadi salah satu pemicu utama kasus serangan jantung.

Dalam suatu pengukuran skala risiko setiap hari yang terbukti memicu serangan jantung, terjebak dalam lalu lintas padat (baik sebagai pengemudi, pengguna sepeda atau komuter) termasuk dalam daftar teratas faktor pemicu serangan, termasuk di antaranya stres dan paparan terhadap polusi.

Tetapi dari semua itu, pengguna sepeda memiliki risiko terbesar karena selain terpapar polusi berat, mereka juga melakukan aktivitas lain yang memicu serangan jantung, yakni berolahraga.

Studi oleh Hasselt University ini dilakukan dengan cara menganalisis 36 riset sebelumnya. Penelitian ini adalah yang pertama kali meneliti faktor risiko pemicu serangan selain penyakit yang dapat menyebabkan sakit jantung. Meski beberapa faktor ini tampak tumpang tindih, bersepeda ke tempat kerja tetap dimasukkan dalam peringkat, setelah memperhitungkan proporsi total kasus serangan jantung yang disebabkan beragam penyebab.

Menurut pimpinan riset Dr Tim Nawrot, paparan terhadap lalu lintas dapat memicu risiko serangan jantung sebesar 7,4 persen, diikuti tekanan fisik saat berolahraga sebesar 6,2 persen. Polusi udara dapat memicu antara 5 hingga 7 persen serangan,sementara meminum alkohol atau kopi mencapai 5 persen.

Faktor risiko lainnya adalah emosi negatif (3.9 persen), marah (3.1 persen), makan berat (2.7 persen), emosi positif (2.4 persen) dan aktivitas seks (2,2 persen).

Polusi udara juga menimbulkan risiko tambahan sebesar 5 persen, tetapi seiring dengan banyaknya warga yang terpapar asap knalpot kendaraan, asap industri, kualitas udara menjadi ancaman yang lebih penting bagi populasi masyarakat.

Professor David Spiegelhalter, ahli risiko dari Universitas Cambridge, menilai sebenarnya sulit menguraikan faktor risiko dalam suatu peneltiian untuk suatu kondisi tertentu seperti bersepeda atau mengemudi dalam lalu lintas padat.

"Banyak faktor yang berkontribusi pada risiko secara keseluruhan; seperti polusi udara, stres, tekanan fisik, bahkan emosi yang sudah dikenal sebagai pemicu serangan jantung. Itu adalah gabungan yang kompleks," ujarnya.

Sedangkan Judy O’Sullivan, dari British Heart Foundation, berpendapat manfaat berolahraga di luar ruangan bagi kebenyakan individu sebenarnya jauh melebihi risiko yang ditimbulkan polusi udara. Ia tetap meminta warga untuk tidak mengurungkan niat berolahaga di dalam kota, seperti berjalan kaki atau bersepeda.

Dr Tim Chico, konsultan penyakit jantung dari University of Sheffield, Inggris, menekankan pengaturan gaya hidup jauh lebih penting untuk mencegah timbulnya serangan jantung.

"Kami lebih tahu banyak tentang kenapa seseorang terkena serangan jantung (semisal akibat merokok, kolesterol dan obesitas), tetapi tidak sedikit tentang mengapa itu terjadi pada hari dan waktu tertentu. Dasar dari penyakit jantung timbul selama bertahun-tahun. Jika seseorang ingin menghindar dari serangan maka ia harus fokus untuk tetap berolahraga, tidak merokok, menjaga pola makan sehat dan berat badan ideal," paparnya.

Sumber : daily mail, kompas

HATI-HATI : BAHAYA MEMAKAI LAPTOP



Apakah betul memakai laptop berbahaya? Bagaimana dampak negatif penggunaan laptop? Di bawah ini dijelaskan bahaya memakai laptop, Coba simak baik-baik sehingga dapat menghindarkan pengaruh buruknya.
Anak-anak dan remaja menenteng laptop kini menjadi pemandangan biasa. Namun, orangtua disarankan untuk membatasi penggunaan laptop pada orang muda karena bisa berdampak pada pertumbuhan otot dan postur mereka.

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan tim dari Universitas Boston, terungkap sekitar 50 persen mahasiswa pengguna laptop kerap mengeluhkan rasa nyeri setelah menggunakan komputer selama satu jam. Penelitian dilakukan terhadap 18 juta mahasiswa pada tahun 2008.

"Gangguan pada sistem muskuloskeletal yang terjadi pada masa anak-anak sampai dewasa muda perlu menjadi perhatian karena sistem muskuloskeletal dan postur mereka masih berkembang," kata Karen Jacobs, ketua tim peneliti dan terapis dari Universitas Boston.

Ia menjelaskan, keluhan rasa nyeri akibat penggunaan laptop kini sering dialami anak-anak di banyak negara. Selain orangtua memonitor durasi penggunaan laptop, Jacobs juga menyarankan agar anak-anak diajarkan untuk melakukan peregangan dan latihan otot untuk mencegah gangguan postur pada masa mendatang.

Laporan yang dilansir oleh The Bureau of Labor Statistics tahun 2009 menemukan kelainan muskuloskeletal (otot, tulang, ligamen, dan tendon) mencapai 29 persen dari semua kecelakaan di tempat kerja dan menyebabkan para pekerja harus mengambil cuti sakit.

Menurut Jacobs, salah satu penyebab gangguan otot atau persendian pada anak pengguna laptop adalah meja kerja yang dipakai tidak sesuai. Untuk mengurangi rasa pegal, ia menyarankan agar pengguna laptop memakai mouse ketimbang trackpad di laptop.

"Memakai trackpad membuat kita berada dalam posisi yang kikuk karena posisi tangan melewati tubuh, bukannya rileks di samping," ucap Jacobs, yang pernah menjadi presiden American Occupational Therapy Association.

Saat menggunakan trackpad, umumnya satu jari, tendon jari-jari tangan secara konstan akan melebar dan menyebabkan ketegangan otot serta tulang sendi. Dalam waktu cukup lama, rasa tidak nyaman ini akan meluas ke bagian pundak, pergelangan tangan, dan lengan.

Selain itu, kebanyakan orang juga mengistirahatkan pergelangan tangan mereka saat memakai touchpad. Kondisi ini disebut tekanan kontak (contact stress) dan akan membebani otot pergelangan tangan, saraf, serta pembuluh darah.

"Laptop sebenarnya didesain untuk dipakai di meja kerja. Karena itu, sebaiknya kita menambahkan aksesori seperti mouse dan keyboard untuk mencegah keluhan nyeri persendian," kata Jacobs.
Dari penelitian yang dia lakukan, diketahui bahwa anak-anak yang paling menderita nyeri karena penggunaan laptop umumnya anak yang tidak aktif bergerak. "Ada tren orang yang fisiknya aktif lebih jarang menderita gangguan muskuloskeletal. Ini terjadi baik pada anak maupun orang dewasa," kata Robin Billespie, ahli ergonomi.

Seperti halnya atlet yang wajib melakukan pemanasan sebelum turun ke lapangan, Jacobs juga menyarankan pengguna laptop melakukan peregangan di sela memakai laptop. "Berjalan berkeliling setelah memakai laptop selama dua jam adalah awal yang baik," katanya. Ia juga menyarankan untuk melakukan latihan peregangan tangan, leher, punggung, dan kepala setiap hari.

Sumber : LiveScience, kompas


Artikel Terkait :

Sunday, February 13, 2011

Valentine's Day

Valentine's Day is a special day observed on February 14. On this day, people send greeting cards called valentines to their sweethearts, friends, and members of their families. Many valentines have romantic verses, and others have humorous pictures and sayings. Many say, "Be my valentine."

For weeks before February 14, stores sell valentines and valentine decorations. Schoolchildren decorate their classrooms with paper hearts and lace for the occasion. On Valentine's Day, many people give candy, flowers, and other gifts to their friends.


Valentine's Day around the world

In the United States and Canada, children exchange valentines with their friends. In some schools, the children hold a classroom party and put all the valentines into a box they have decorated. At the end of the day, the teacher or one child distributes the cards. Many children make their own valentines from paper doilies, red paper, wallpaper samples, and pictures cut from magazines. Sometimes they buy kits that include everything needed to make valentines. Many children send their largest, fanciest cards to their parents and teachers.

Older students hold Valentine's Day dances and parties. They make candy baskets, gifts, and place cards trimmed with hearts and fat, winged children called cupids. Many people send flowers, a box of candy, or some other gift to their wives, husbands, or sweethearts. Most valentine candy boxes are heart-shaped and tied with red ribbon.

In Europe, people celebrate Valentine's Day in many ways. British children sing special Valentine's Day songs and receive gifts of candy, fruit, or money. In some areas of England, people bake valentine buns with caraway seeds, plums, or raisins. People in Italy hold a Valentine's Day feast.


valentine


In the United Kingdom and Italy, some unmarried women get up before sunrise on Valentine's Day. They stand by the window watching for a man to pass. They believe that the first man they see, or someone who looks like him, will marry them within a year. William Shakespeare, the English playwright, mentions this belief in Hamlet (1603). Ophelia, a woman in the play, sings:

Good morrow!
'Tis St. Valentine's Day
All in the morning betime,
And I a maid at your window,
To be your valentine!

In Denmark, people send pressed white flowers called snowdrops to their friends. Danish men also send a type of valentine called a gaekkebrev (joking letter). The sender writes a rhyme but does not sign his name. Instead, he signs the valentine with dots, one dot for each letter of his name. If the woman who gets it guesses his name, he rewards her with an Easter egg on Easter. Some people in Britain also send valentines signed with dots.


History

Beginnings. Different authorities believe Valentine's Day began in various ways. Some trace it to an ancient Roman festival called Lupercalia. Other experts connect the event with one or more saints of the early Christian church. Still others link it with an old English belief that birds choose their mates on February 14. Valentine's Day probably came from a combination of all three of those sources--plus the belief that spring is a time for lovers.

The ancient Romans held the festival of Lupercalia on February 15 to ensure protection from wolves. During this celebration, young men struck people with strips of animal hide. Women took the blows because they thought that the whipping made them more fertile. After the Romans began their conquest of Britain in A.D. 43, the British borrowed many Roman festivals. Many writers link the festival of Lupercalia with Valentine's Day because of the similar date and the connection with fertility.

The early Christian church had at least two saints named Valentine. According to one story, the Roman Emperor Claudius II in the A.D. 200's forbade young men to marry. The emperor thought single men made better soldiers. A priest named Valentine disobeyed the emperor's order and secretly married young couples.

Another story says Valentine was an early Christian who made friends with many children. The Romans imprisoned him because he refused to worship their gods. The children missed Valentine and tossed loving notes between the bars of his cell window. This tale may explain why people exchange messages on Valentine's Day. According to still another story, Valentine restored the sight of his jailer's blind daughter.

Many stories say that Valentine was executed on February 14 about A.D. 269. In A.D. 496, Saint Pope Gelasius I named February 14 as St. Valentine's Day.

In Norman French, a language spoken in Normandy during the Middle Ages, the word galantine sounds like Valentine and means gallant or lover. This resemblance may have caused people to think of Saint Valentine as the special saint of lovers.


valentine


The earliest records of Valentine's Day in English tell that birds chose their mates on that day. People used a different calendar before 1582, and February 14 came on what is now February 24. Geoffrey Chaucer, an English poet of the 1300's, wrote in The Parliament of Fowls, "For this was on St. Valentine's Day, / When every fowl cometh there to choose his mate." Shakespeare also mentioned this belief in A Midsummer Night's Dream. A character in the play discovers two lovers in the woods and asks, "St. Valentine is past; / Begin these woodbirds but to couple now?"

Early Valentine customs. People in England probably celebrated Valentine's Day as early as the 1400's. Some historians trace the custom of sending verses on Valentine's Day to a Frenchman named Charles, Duke of Orleans. Charles was captured by the English during the Battle of Agincourt in 1415. He was taken to England and put in prison. On Valentine's Day, he sent his wife a rhymed love letter from his cell in the Tower of London.


Many Valentine's Day customs involved ways that single women could learn who their future husbands would be. Englishwomen of the 1700's wrote men's names on scraps of paper, rolled each in a little piece of clay, and dropped them all into water. The first paper that rose to the surface supposedly had the name of a woman's true love.

Also in the 1700's, unmarried women pinned five bay leaves to their pillows on the eve of Valentine's Day. They pinned one leaf to the center of the pillow and one to each corner. If the charm worked, they saw their future husbands in their dreams.

In Derbyshire, a county in central England, young women circled the church 3 or 12 times at midnight and repeated such verses as:

I sow hempseed.
Hempseed I sow.
He that loves me best,
Come after me now.


valentine



Thursday, February 10, 2011

Twitter Akan Diambil Alih?

Headline
INILAH.COM, New York– Eksekutif perusahaan Microblogging Twitter Inc mengadakan pembicaraan "tingkat rendah" dengan eksekutif Facebook Inc dan Google Inc beberapa bulan terakhir, tentang kemungkinan pengambilalihan Twitter.

Hal ini diungkapkan Wall Street Journal, Kamis (10/2). Laporan ini mengatakan bahwa pembicaraan telah berlangsung cukup jauh, meski tidak diketahui arahnya. Namun, valuasi perusahaan diperkirakan mencapai US$ 8-10 miliar.

Desember kemarin, Twitter mendapat dana US$ 200 juta dalam kesepakatan, sehingga nilai perusahaan ketika itu menjadi US$ 3,7 miliar.

Pemodal dari badan usaha pembiayaan Kleiner Perkins Caufield & Byers di Silicon Valley dan investor Twitter saat ini, menggarisbawahi harapan tinggi bahwa para investor ingin memiliki perusahaan jaringan sosial internet.

Google dan Facebook hingga kini belum mengomentari laporan Wall Street Journal. Sedangkan Twitter menolak untuk berkomentar. [ast]

Monday, February 7, 2011

Bagaimana caranya supaya "Buang Angin" (kentut) tidak berbau ???


VIVAnews – Buang angin merupakan aktivitas sangat umum, dan menyehatkan. Walau begitu, Anda bisa merasa malu bila sampai kepergok buang angin di tengah banyak orang, apalagi mengeluarkan suara dan bau tak sedap.

Buang angin merupakan kegiatan yang wajar terjadi karena konsumsi makanan yang menimbulkan pembentukan gas berlebihan di dalam tubuh.

Sedangkan aroma tak sedap yang keluar saat seseorang buang angin, bisa disebabkan sejumlah faktor. Salah satunya karena sisa makanan terlalu lama tersimpan di usus besar, yang pada gilirannya menghasilkan gas berbau busuk.

Tapi jangan khawatir, masih ada cara jitu untuk mengatasi bau tak sedap saat buang angin, dikutip dari Times Of India.

  • Batasi konsumsi makanan yang tinggi kadar lemak. Makanan tinggi lemak menghasilkan sejumlah besar karbondioksida dan beberapa di antaranya akan dikeluarkan tubuh dalam bentuk gas.
  • Kelebihan karbohidrat dalam diet seseorang dapat menyebabkan masalah gas.
  • Mengurangi jumlah udara yang Anda telan. Hindari berbicara dan tertawa sambil makan, karena perilaku seperti ini mengakibatkan menelan udara berlebihan. Makan dan minum perlahan dan mengunyah makanan Anda dengan baik.
  • Mengunyah permen karet dan merokok menyebabkan udara yang Anda hirup juga menjadi berlebihan. Akumulasi udara ini menyebabkan kembung, membuat perut tertekan, dan menimbulkan gas.
  • Hindari konsumsi makanan pedas karena mereka bisa meningkatkan debit asam lambung yang dapat menimbulkan iritasi.
  • Kelebihan konsumsi minuman yang bersifat asam juga perlu dihindari, seperti teh, kopi, minuman bersoda, dan alkohol. Ini cenderung menyebabkan iritasi pada saluran gastro-intestinal. Juga, kurangi kebiasaan minum dengan menggunakan sedotan. Cara ini bisa menyebabkan udara lebih banyak masuk ke dalam saluran pencernaan.
  • Kurangi makanan yang menimbulkan gas, seperti kacang-kacangan, kembang kol, kubis, brokoli, kacang, dan pisang.
  • Jangan makan tiga kali makan besar di siang hari. Sebaliknya makan lima makanan kecil.
  • Setelah makan ada baiknya Anda berjalan-jalan atau melakukan aktivitas seperti menaiki tangga agar kalori terbakar dan tidak menumpuk dalam perut. Aktivitas fisik membantu pencernaan bekerja lebih baik.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

KERUSAKAN HUTAN